
Ling Yuan kemudian membawa wanita itu ketempat dia sebelumnya, Ling Yuan menyeret wanita itu dengan menarik rambutnya dengan kasar lalu melemparkannya kesamping Lang Xiao yang sudah terbaring dan tidak bisa bergerak lagi.
"Mao Rue!!.." Lang Xiao memanggil dengan tidak percaya apa yang dia lihat.
Meskipun Mao Rue mendengar panggilan Lang Xiao, namun dia tidak memperdulikannya karena dia juga merasakan sakit yang luar biasa disekujur tubuhnya akibat hancurnya dantiannya.
"Ibu serahkan kedua sampah ini pada kalian bertiga..." Ujar Ling Yuan dengan dingin pada ketiga putrinya.
Setelah berkata demikian, Ling Yuan berjalan kearah Long Xia Shi yang sedang menangis seraya memeluk Tang Lian. Kemudian dia memegang pergelangan tangan Tang Lian dan memeriksa keadaannya.
"Huh... Syukurlah putraku masih hidup." Ling Yuan menghela nafas lega ketika dia merasakan denyut nadi Tang Lian meskipun itu lemah.
Mendengar perkataan Ling Yuan barusan, Long Xia Shi kemudian berkata dengan nada memohon, "Yang Mulia, aku mohon selamatkan nyawa kakak Lian!."
Melihat itu, kemudian Ling Yuan tersenyum seraya mengelus pipi Long Xia Shi dengan lembut lalu berkata, "Gadis bodoh, tanpa kamu minta pun aku pasti akan menyelamatkannya, karena dia adalah putraku..."
Setelah berkata demikian, Ling Yuan kemudian mengangkat Tang Lian di atas gendongannya dan membawanya memasuki istana. Ling Yuan bahkan tidak menyapa siapapun termasuk kaisar Long Tian, dia hanya terus berjalan dan memasuki istana seraya melewati orang-orang yang terdiam dan merasa merinding.
Disisi Long Tian, meskipun Ling Yuan tidak meminta izin sama sekali ketika memasuki istananya dia juga tidak merasa keberatan, bahkan itu adalah sebuah kebanggaan tersendiri bagi Long Tian karena Ling Yuan mau menginjakkan kaki di istananya.
Sesampainya didalam sebuah kamar, kemudian Ling Yuan membaringkan putranya itu diatas kasur lalu berbalik menatap Long Xia Shi dan berkata padanya, "Ambilkan ember besar dan isikan air hingga penuh, tapi jangan terlalu penuh, aku akan segera mengeluarkan racun semut ungu ini..."
"Baik Yang Mulia..." Long Xia Shi mengangguk lalu bergerak dengan cepat mengambil apa yang diminta Ling Yuan.
Setelah Long Xia Shi pergi, Ling Yuan kemudian duduk di samping tempat tidur putranya itu lalu membelai wajahnya dengan lembut.
"Bertahanlah bayi kecilku, ibu akan menyembuhkan mu..." Ling Yuan bergumam diiringi dengan air matanya yang menetes perlahan.
Ling Yuan sangat sedih melihat putra kesayangannya dengan kondisi tidak berdaya dan berada di ambang kematian. Melahirkan anak laki-laki adalah sesuatu yang sangat sulit bagi seorang dewa dan Dewi, itulah sebabnya Ling Yuan dan Tang Lin sangat mencintai putranya melebihi apapun, bahkan jika harus mengorbankan segalanya baik itu tahta dan kekuatannya mereka berdua akan rela demi keselamatan putranya.
Setelah beberapa saat, akhirnya Long Xia Shi datang bersama dengan dua orang prajurit yang mengangkat ember besar yang telah diisi air dan meletakkannya disamping bawah tempat tidur.
Setelah itu, Ling Yuan langsung mengeluarkan berbagai macam tanaman obat dari cincin penyimpanannya seperti teratai embun salju, kelopak bunga rumput biru perak, biji labu hantu dan setetes cairan kehidupan. Setelah mengeluarkannya kemudian Ling Yuan sekali lagi memeriksanya apakah sudah lengkap.
Namun setelah di periksa ternyata kurang satu tanaman obat dan Ling Yuan tidak memiliki tanaman itu didalam cincinnya. Tanaman itu lumayan langka di alam rendah ini sehingga membuat Ling Yuan ragu untuk meminta pada Long Xia Shi. Namun memikirkan kondisi putranya saat ini, terpaksa Ling Yuan mencoba untuk meminta pada Long Xia Shi.
"Apakah kamu punya anggrek bulan? Aku lupa jika aku tidak membawa tanaman obat itu dari alam atas..."
"Anggrek bulan ya?... Biar aku tanyakan pada ayah..."
Setelah itu lima belas menit berlalu namun Long Xia Shi tak kunjung datang dan itu membuat Ling Yuan semakin khawatir. Dia berjalan mondar-mandir didalam kamar itu dengan perasaan khawatir dan takut akan putranya itu mati menghantui pikirannya.
Dan pada menit ke dua puluh, tiba-tiba Long Xia Shi mendobrak pintu dan masuk dengan segera.
"Hosh.... Hosh.... Hosh.... Maaf lama yang mulia!..." Long Xia Shi berkata dengan nafas ngos-ngosan seraya menyerahkan anggrek bulan yang sebelumnya Ling Yuan minta, dan terlihat pakaian pengantinnya sebelumnya dipenuhi dengan lumpur.
"Tidak apa-apa...." Ujar Ling Yuan seraya menatap Long Xia Shi dengan tatapan heran.
Kemudian Ling Yuan mengesampingkan itu semua dan langsung mencampurkan seluruh tanaman obat sebelumnya kedalam ember yang telah berisikan air. Setelah mencampurkannya lalu dia mengaduknya dengan tangannya hingga air itu berubah menjadi warna kuning.
Setelah itu, Ling Yuan beralih kepada Tang Lian dan menanggalkan seluruh pakaiannya hingga yang tersisa hanyalah yang menutupi tongkat kera saktinya saja.
Melihat itu, Long Xia Shi menutupi wajahnya yang memerah karena malu, namun sesekali dia membuka jarinya untuk mengintip. Dan ketika dia mengintip, dia melihat tubuh kekar nan sispack Tang Lian dan itu membuatnya semakin malu, terlebih lagi ketika matanya beralih pada bagian bawah Tang Lian dia merasa ingin melompat dan kabur karena sangat malu.
Sedangkan Ling Yuan, dia tidak memperdulikan apapun lalu mengangkat tubuh putranya itu dan memasukkannya kedalam ember besar yang telah diisi dengan air dan berbagai tanaman obat. Pada saat itu, tubuh Tang Lian langsung menyerap khasiat obat itu dengan lahap hingga air obat itu kembali menjadi bening.
Meskipun melihat air obat itu kembali menjadi bening, Ling Yuan tetap membiarkan Tang Lian berendam didalam karena sesuatu yang busuk akan keluar dari tubuh Tang Lian sebentar lagi. Seraya menunggu Ling Yuan mengalihkan pandangannya pada Long Xia Shi yang masih menutupi wajahnya karena sangat malu. Dan ketika Ling Yuan memandangnya, Long Xia Shi juga membuka kembali jarinya dan mengintip dan seketika matanya bertemu dengan mata Ling Yuan, dan segera Long Xia Shi kembali menutup tangannya.
Melihat itu membuat Ling Yuan terkekeh, "Hehehe.... Apakah kamu merasa malu pada calon suamimu sendiri?."
Pertanyaan Ling Yuan barusan membuat Long Xia Shi hanya bisa diam dan tidak tau harus menjawab apa karena pikirannya juga telah dipenuhi dengan adegan-adegan panas.
"Kamu harus belajar mengendalikan rasa malu mu karena sebentar lagi kamu akan melihat sesuatu yang hanya dimiliki oleh pria hehehehe...." Ling Yuan berkata seraya terkekeh.
Kata-kata Ling Yuan barusan membuat pikiran Long Xia Shi semakin melayang entah kemana dan membuatnya semakin malu hingga setengah mati.
Pada situasi saat ini, kondisi Tang Lian sudah melewati masa kritis setelah tubuhnya menyerah khasiat air obat itu, sehingga Ling Yuan dapat kembali berbicara dengan tenang dan hanya tinggal menunggu rancunya keluar.
Sedangkan disisi lain, Tang Shuan telah sampai didepan gerbang sekte pedang cahaya, Tang Shuan melayang diatas udara seraya menatap sekte pedang cahaya itu dengan tatapan membunuh yang dalam.
Pikiran Tang Shuan yang telah dipenuhi dengan pembantaian berdarah, kemudian dia mengangkat pedangnya keatas lalu mengayunkannya dan membuat sebuah sinar merah yang berbentuk sabit melesat dengan cepat kearah gerbang sekte.
"SIUUUU..."
Beberapa meter sebelum sinar merah itu menghantam gerbang sekte, tiba-tiba seseorang berteriak marah dan memaki karena bersambung.....😂😂