PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 109 "Sampai Di Kota Xuan"


Disisi Tang Lian dan Zhao Yu, mereka bergerak dengan cepat, melompat diantara dahan pepohonan. Pada titik ini sebenarnya Tang Lian telah bisa terbang namun dia lebih memilih berlari karena Zhao Yu tidak akan bisa mengimbangi kecepatan terbangnya.


Seorang kultivator akan bisa terbang jika mereka telah mencapai ranah kaisar emas tingkat awal, sedangkan Zhao Yu masihlah berada diranah kaisar perak tingkat menengah.


Disisi lain Tang Lian juga tau bahwa masih banyak yang disembunyikan oleh Zhao Yu darinya, seperti bagaimana dia bisa muncul bersamaan dengan tahta dewa penghakimnya dulu?. Zhao Yu tidak mengatakan apapun tentang itu, ini membuat Tang Lian sedikit penasaran. Apakah Zhao Yu ini berkaitan dengan Yun Zhang ayah mertuanya?. Namun Tang Lian memutuskan untuk tidak bertanya sekarang karena dia merasa itu tidaklah penting, lagi pula cepat atau lambat dia pikir pasti akan tau siapa sebenarnya Zhao Yu ini.


Kemudian empat hari lagi lagi telah berlalu degan cepat, dan sekarang Tang Lian dan Zhao Yu telah sampai didepan gerbang kota Xuan. Tang Lian dan Zhao Yu kemudian masuk dengan lancar kedalam kota Xuan itu. Penampilan Tang Lian dan Zhao Yu saat ini, mereka berdua memakai jubah hitam yang menutupi seluruh tubuhnya dan tudung kepala.


Tang Lian dan Zhao Yu berpenampilan seperti itu adalah karena Tang Lian khawatir akan ada yang mengenalnya terlebih lagi para prajuritnya kekaisaran yang berjaga digerbang kota Xuan. Prajurit di kota Xuan ini tidak ada yang tidak mengenal Tang Lian, itu dikarenakan kota ini sangat dekat dengan istana kekaisaran Long.


"Zhao Yu, kau tunggulah aku didalam restoran itu...." Tang Lian berkata seraya menunjuk restoran yang hanya berjarak seratus meter dari tempat mereka berdiri.


"Kakak mau kemana?.." Dengan penasaran Zhao Yu bertanya.


"Aku memiliki urusan sebentar, tenang saja, aku tidak akan lama.."


"Kalau begitu baiklah kak.."


Setelah itu, Tang Lian menghilang tiba-tiba seolah-olah dia tidak pernah berada di sana. Tang Lian berlari dan melompat dari atap rumah keatap rumah lainnya menuju keistana kekaisaran.


Tujuan Tang Lian keistana adalah menyusup, dia sangat merindukan Long Xia Shi, dan meskipun dia tidak akan menemuinya malam ini maka setidaknya dia ingin melihat wajahnya sekarang, terlebih lagi hari pernikahan hanya tersisa tiga hari lagi.


Menyusup kedalam istana dengan tingkat kuktivasinya sekarang tentunya adalah hal yang sangat mudah bagi Tang Lian, dia bersembunyi dibalik kegelapan seolah-olah dia menyatu dengan kegelapan itu sendiri dan menyembunyikan auranya sedalam mungkin dan memastikannya tidak bocor.


Kemudian pada saat ini Tang Lian telah berhasil menyusup dan dia telah sampai disebuah pohon, dari pohon itu terlihat sangat jelas kamarnya Long Xia Shi. Lalu Tang Lian duduk diantara dahan pohon itu dan menggunakan tehnik mata dewanya untuk melihat Long Xia Shi.


Teknik mata dewanya yang menembus dinding itu melihat jika saat ini Long Xia Shi sedang berbaring tidur.


"Adik Shi, kamu masih sangat cantik seperti dulu, bahkan kecantikanmu semakin bertambah..." Tang Lian bergumam dan terus memandangi Long Xia Shi yang berbaring tidur.


Setelah tiga puluh menit akhirnya Tang Lian merasa kerinduannya telah terobati meskipun hanya sedikit, lalu dia pun pergi dari sana dan kembali ke tempat Zhao Yu berada.


Disisi Zhao Yu sekarang dia sedang duduk dengan santai seraya menikmati makanan yang ada dihadapannya, sebenarnya Zhao Yu sempat berpikir jika dia akan menunggu Tang Lian dan makan bersama, namun karena dia telah empat hari tidak makan jadi dia tidak sabar lagi. Meskipun Tang Lian mengatakan hanya sebentar namun Zhao Yu berpikir satu Minggu juga hanya sebentar bagi Tang Lian.


Lagi pula Tang Lian telah menjadi kakakknya, tentu dia tidak akan marah hanya karena ini, jika dia marah maka hanya tinggal meminta maaf saja, begitulah Zhao Yu berfikir. Pikiran Zhao Yu saat ini persis seperti anak-anak, karena setelah Tang Lian mengakuinya sebagai adiknya itu membuatnya sangat bahagia hingga sifat dinginnya telah berkurang delapan puluh persen dan sedikit sifat anak-anak muncul padanya.


Dulunya juga Zhao Yu ini bukanlah orang yang dingin, dia adalah orang yang ceria jika dia bersama kakaknya, namun semenjak kakaknya meninggal dia berubah derastis.


Pada saat Zhao Yu sedang menikmati makanannya, tiba-tiba Tang Lian berdiri dihadapannya dan memandanginya.


"Kau berani makan tanpaku?." Tang Lian berkata seolah-olah dia sedang marah. Namun apa yang mengejutkan adalah ternyata Zhao Yu hanya terkekeh.


"Ehehehe.... Kakak maaf, aku sangat lapar..." Zhao Yu tertawa cengengesan seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Jika sebelumnya Tang Lian tidak mengakuinya sebagai adiknya maka Zhao Yu juga pasti tidak akan berani seperti ini.


"Maaf dengkulmu! Memangnya kau saja yang lapar? Aku juga lapar!..." Setelah berkata demikian Tang Lian duduk dihadapan Zhao Yu.


"Kakak! Kembalikan itu padaku!!.." Zhao Yu tidak terima paha kambingnya diambil oleh Tang Lian dan ingin merebutnya kembali.


"Jika aku tidak mau kau mau apa?."


"Ayolah kak! Kamu bisa memesannya lagi!.."


"Ah... aku terlalu malas memesannya, kau saja yang pesan.." Tang Lian berkata kemudian ingin memakannya. Namun sebelum sempat Zhao Yu tiba-tiba berdiri dan ingin merebut paha kambing itu dari genggaman Tang Lian.


Menyadari itu kemudian Tang Lian menghindarinya dengan cepat dan tersenyum seraya berkata, "Eits, tidak bisa!!."


"Ayolah kak! Itu milikku!."


"Tapi sekarang milikku..." Tang Lian menjawab santai seolah-olah dia tidak peduli.


"Haiss... sebagai kakak seharusnya kau mengalah!."


"Sebagai adik kau seharusnya menurut.."


Kemudian Tang Lian dan Zhao Yu terus berebut makanan disana dan sangat berisik. Disisi orang-orang yang melihat itu, mereka merasa wajar saja jika kakak dan adik sering bertengkar terlebih lagi masalah makanan, jadi tidak ada yang memperdulikan mereka berdua.


Berbeda dengan lima orang pemuda yang duduk di meja sebelah Tang Lian, kelima pemuda itu memakai pakaian yang sama, dan dibelakang kelima pemuda itu terlukislah sebuah gambar pedang. Kelima pemuda merasa sangat terganggu, kemudian salah satu dari mereka membentak.


"Hei bajingan! Jangan berisik dihadapan kami!!."


Tang Lian dan Zhao Yu tentu saja mendengar itu, namun mereka berdua terlihat tidak peduli dan terus melakukan tingkah konyol mereka berdua.


Krena tidak dipedulikan, salah satu pemuda sebelumnya kemudian wajahnya berubah menjadi jelek karena marah.


"Apa kalian tuli!!?." Pemuda itu berteriak seraya melemparkan gelasnya kearah Zhao Yu.


Gelas itu tepat mengenai kepala Zhao Yu dan pecah. Kemudian Zhao Yu memegang kepalanya dan setelah dia menarik tangannya dia melihat sedikit darah.


"Apakah kau yang melemparku barusan?." Zhao Yu bertanya seraya berjalan kearah meja kelima pemuda itu.


"Benar Itu aku! Memangnya kau mau apa!?." Pemuda yang melempar sebelumnya menjawab kemudian berdiri dan membusungkan dadanya dengan sombong.


Kemudian tanpa mengatakan apapun lagi, Zhao Yu tiba-tiba hilang dari tempatnya dan muncul lagi dihadapan pemuda sebelumnya dan memukul wajahnya dengan keras.


BERSAMBUNG


Kasih like, komen, dan votenya dong kak, bang, om, tante, atau apalah itu😣😣😣