PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 167 "Makan Malam"


"A-aku tidak sengaja menabrak orang itu, lalu dia marah dan menamparku..." Jawab Yan Feng masih takut hingga ia menelan ludahnya sendiri.


Tang Lian yang melihat itu tau Jia Yan Feng takut padanya dan itu membuatnya tertawa tiba-tiba.


"Hahahaha.... Yan Feng, mengapa kau terlihat takut?.."


"Habisnya aku takut akan dimarahi oleh ayah..." Jawab Yan Feng lalu menundukkan wajahnya.


Tang Lian menggelengkan kepalanya, lalu ia berlutut dan mensejajarkan diri dengan Yan Feng. Tang Lian memegang pundak Yan Feng dan bertanya, "Yan Feng, selama bukan kamu yang mencari masalah duluan maka ayah tidak akan pernah memarahimu dan begitu pula sebaliknya. Sekarang katakan siapa yang melakukannya?.."


Semua wanitanya Tang Lian, kini hanya bisa diam tanpa bicara. Karena mereka tau, meskipun Tang Lian bertanya pada Yan Feng dengan senyuman diwajahnya namun sebenarnya ia sedang marah besar.


Bagaimana Tang Lian tidak marah sedangkan ia telah mengangkat Yan Feng menjadi putranya. Meskipun ia belum menikahi Fei Fei tapi ia sudah benar-benar menganggap Yan Feng sebagai putra kandungnya sendiri. Tang Lian melakukan demikian karena mengingat bagaimana menyedihkannya hidup Yan Feng ketika ayah kandungnya meninggal dan ia harus menghidupi dirinya sendiri dan merawat ibunya yang terkena racun. Tang Lian sungguh sangat kasihan padanya, dan karena itulah ia mengangkatnya menjadi putranya.


Yan Feng pun kemudian menceritakan semuanya pada Tang Lian, ia menyebutkan ciri-ciri orang yang menamparnya tapi tidak dengan namanya, karena ia juga tidak tau siapa namanya.


"Begitu ya.... Hm.... Baiklah, sekarang kita makan saja dulu, besok ayah akan urus masalahmu. Karena sekarang ayah benar-benar lapar.." Ujar Tang Lian seolah-olah dia tenang. Namun didalam pikirannya ia sedang membayangkan bagaimana ia memotong-motong tubuh pria botak itu karena sudah berani menyakiti anaknya.


Semua wanita Tang Lian pun kemudian menghela nafas lega setelah tau jika Tang Lian tidak akan membuat keributan malam ini. Sebenarnya para wanita itu juga sangat ingin mencabik-cabik tubuh pria botak yang sudah menampar Yan Feng itu. Namun alasan mengapa mereka tidak ingin Tang Lian mengetahuinya adalah karena jika ia mengamuk maka sekte elang besi ini bisa hancur sepenuhnya.


Disisi Fei Fei yang awalnya dibakar oleh api kemarahan, kini kembali sejuk karena melihat kedekatan putranya dan Tang Lian. Ia kembali sama seperti sebelumnya, ia pendiam dan sangat mudah tersenyum bahkan itu adalah hal kecil sekalipun.


Setelah itu Tang Lian pun kemudian dituntun oleh para wanitanya ke meja makan dihalaman belakang lalu mereka semuanya makan bersama disana.


"Suami, kamu bilang pelatihanmu belum selesai. Lalu apa yang membuatmu cepat keluar kali ini?.." Tanya Yun Mei lembut.


"Aku ingat sebelumnya kamu mengamuk karena aku terlalu lama berlatih. Dan aku tidak ingin itu terjadi lagi..." Jawab Tang Lian dan mengungkit waktu dia dan Yun Mei berada digua paman monyetnya. Pada saat itu Tang Lian berlatih sangat lama disana sampai bertahun-tahun lamanya. Dan karena sangat lama pada saat itu, akhirnya Yun Mei kesepian dan mengamuk hingga menghancurkan patung yang ia bentuk seperti bentuk Tang Lian.


"Waktu itu aku belum punya saudari, dan sekarang itu sudah berbeda..." Jawab Yun Mei malu dan menundukkan wajahnya. Jelas ia malu karena mengingat waktu itu.


"Lihat! Kakak Mei sangat manis ketika malu hihihi!!." Ujar Jia Li yang baru melihat jika Yun Mei juga bisa malu.


Fei Fei terkekeh pelan seraya menutup mulutnya ketika ia melihat Jia Li menggoda Yun Mei. Sementara Long Xia Shi, ia duduk dipangkuan Tang Lian dengan manja. Terkadang juga ia tiba-tiba menyuapkan makanan kemulut Tang Lian.


Setelah selesai makan, Tang Lian duduk dan berbincang sebentar dengan para wanitanya. Sementara itu Tang Lian menyuruh Yan Feng masuk kamar dan tidur. Yan Feng juga tidak berani menolak karena yang menyuruh adalah Tang Lian.


Mengajar ratusan dan bahkan ribuan murid dalam satu hari bukanlah hal yang sepele. Dan saat ini ia terbangun pada saat malam hari sudah larut. Ia berjalan dengan cepat kearah halaman belakang.


"Kucing tidur yang galak, kamu sudah bangun?.." Tanya Tang Lian langsung setelah melihat Wu Sue yang baru saja tiba.


"Pria mesum, kapan kau kembali?.." Tanya balik Wu Sue seraya duduk dan mengambil berbagai makanan dihadapannya.


"Sudah dari tadi sore..." Jawab santai Tang Lian.


Sendok yang dipegang Wu Sue terjatuh seketika.


"Apakah mengajar itu sangat melelahkan? Lihatlah, kamu kelelahan sampai memegang sendok saja sudah tidak sanggup. Sudah, biarkan aku menyuapimu.."


"Tidak, aku tidak lelah. Aku hanya..."


"Sudahlah.. jangan keras kepala, cepat mendekat kemari..." Ujar Tang Lian memaksa.


Wu Sue pun mau tidak mau menurut pada Tang Lian. Awalnya dikarenakan ada Long Xia Shi yang sudah tertidur dipelukan Tang Lian membuat Wu Sue enggan untuk mendekat. Namun karena Tang Lian memaksa ia tidak memiliki pilihan lain.


Tang Lian pun memperlakukan semua wanitanya dengan sangat baik disana. Tidak pernah ia membeda-bedakan satupun wanitanya apalagi membandingkannya baik itu Yun Mei sekalipun. Wajah semua wanita itu terlihat sangat bahagia karena Tang Lian memperlakukan mereka sama rata.


Keesokan paginya, Yan Feng bangun pagi-pagi sekali dan seperti biasanya ia berlatih untuk sebentar sesuai jadwal yang sudah ditentukan oleh Tang Lian padanya sebelum Tang Lian memulai pelatihannya. Namun kali ini ia mengakhiri latihannya lebih awal karena ia ingin menonton pertandingan para calon murid yang tersisa.


Yan Feng tidak tau jika ia diikuti oleh Tang Lian. Tang Lian sengaja menyembunyikan diri dan memilih untuk tidak berjalan bersama Yan Feng karena itu akan menarik perhatian dan bisa saja membuat pria botak yang menampar Yan Feng itu sudah melarikan diri.


Pertarungan penerimaan murid baru pun akhirnya selesai dihari yang hampir sore, dan dari seribu orang yang tersisa, kini hanya enam ratus orang yang lulus menjadi murid sekte elang besi. Dan salah satunya adalah pria botak yang menampar Yan Feng sebelumnya.


Pria botak itu juga jelas-jelas melihat Yan Feng sedari tadi, namun ia hanya diam karena Ning Ning bersama dengan Yan Feng. Namun setelah Yan Feng berpisah dengan Ning Ning, pria botak itupun menghampiri Yan Feng dengan menyeringai sombong.


Ia menjadi sangat sombong ketika ia sudah berhasil menjadi peringkat pertama dalam seluruh ujian penerimaan murid baru sebelumnya. Pria botak itu tidak menghampiri Yan Feng sebelumnya karena ia lebih lemah dari Ning Ning. Tapi saat ini Ning Ning sudah pergi, dan pria botak itu dengan sombongnya ingin menindas kembali Yan Feng.


Dari atas atap bangunan, Tang Lian menyembunyikan dirinya disana seraya memperhatikan Yan Feng. Ia juga sudah lama memperhatikan pria botak itu dan Tang Lian sudah menebak pasti dia yang menampar Yan Feng sebelumnya.


"Jadi kau pelakunya ya!.." Gumam Tang Lian dan menyeringai kejam.