PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 119 "Kematian Lang Jien"


Sebuah perubahan besar kali ini ketika Tang Lian memanggil tahtanya, jika sewaktu pertama kali dia memanggil tahtanya, itu hanya datang sebuah kursi dewa yang megah nan besar, maka kali ini jauh lebih mencengangkan lagi.


Setelah kursi itu keluar, kursi itu tidak menyentuh tanah melainkan mengambang diatas udara, kemudian seratus anak tangga terbentuk dari cahaya. Tang Lian tidak memikirkan apa yang membuat tahtanya menjadi seperti itu dan hanya berjalan menaiki anak tangga satu demi satu.


Hingga kini Tang Lian melangkah pada anak tangga terakhir dan tiba-tiba patung harimau muncul dari bawah dan menembus lantai tahta itu. Kemudian Tang Lian terus berjalan melewati patung harimau emas yang berdiri dengan sombong lalu duduk ditahtanya.


Tahta itu, memiliki ukiran naga yang indah diseluruh sisinya, terutama di kedua sisi lengannya, disana terukir kepala naga yang lebih sombong dari patung harimau emas itu.


Kemudian setelah Tang Lian duduk diatas singgasananya, tiba-tiba tiga puluh portal terbuka dengan bersamaan dan dari dalamnya keluarlah seseorang dengan penampilan mereka semuanya sama persis, yaitu dengan senjata tombak ditangan mereka, kemudian mereka berlutut.


"Yang Mulia, kami menunggu perintah!." Ketiga puluh orang itu berteriak dengan penuh semangat secara bersamaan.


Mengabaikan ketiga puluh orang itu, kemudian Tang Lian berdiri, dan ketika itu juga, sebuah portal lagi terbuka dan keluarlah seorang wanita yang sangat cantik, dia membawa sebuah jubah yang dilipat dengan sangat rapi dikedua tangannya.


Wanita itu berjalan dengan sangat anggun, pakaiannya juga terlihat sangat seksi, terlebih lagi kaki panjang dan paha mulusnya terlihat jelas oleh Tang Lian, dan untuk sesaat Tang Lian terpana dengan segala kecantikan dan keseksiannya, dan yang lebih mengejutkan lagi, mata Tang Lian tidak bisa berpaling dari dua gunung kembar yang besar dan menunjukkan belahannya.


"Yang Mulia! Jubah anda..." Wanita itu berkata dengan suara yang juga terdengar sangat indah dan membuat Tang Lian semakin terpana dan terdiam, sementara bayangannya sedang bersusah payah menahan Lang Jien.


Melihat itu, wanita cantik itu langsung memakaikan jubah Tang Lian tanpa menunggu perintah atau persetujuan dari Tang Lian. Ketika pelayan itu memakaikan jubahnya, dia mencium aroma yang sangat wangi ditubuh wanita itu, sontak itu langsung saja membangkitkan nafsu mesumnya Tang Lian.


Menyadari jika tatapan Tang Lian tidak bisa lepas darinya, terutama dari kedua gunung kembar itu, wanita itu tersenyum lalu berkata, "Yang Mulia... pelayan ini milikmu, jika anda ingin pelayan ini melayani yang mulia, maka anda harus menyelesaikan pertarungan anda terlebih dahulu..."


Tang Lian tersadar karena kata-katanya barusan, kemudian barulah dia bisa mengalihkan pandangannya pada Lang Jien dan menatapnya dengan tajam. Dan pada saat yang bersamaan Lang Jien juga telah berhasil mengalahkan bayangan Tang Lian dan kembali membalas tatapan tajam Tang Lian.


Sedangkan disisi lain, seseorang merasakan hatinya panas ketika dia melihat wanita itu sangat dekat dengan Tang Lian, dia sangat iri dengan itu dan perasaan cemburu melandanya.


"Hmph!! Lelaki mata keranjang!!." Gumam Long Xia Shi kesal.


Sedangkan disisi Tang Lian, kini tanpa mengatakan apapun lagi, dia menggerakkan tangannya dan tiba-tiba dari punggungnya keluarlah empat buah rantai emas yang terlihat hidup.


"Tangkap dia!!." Tang Lian berkata dengan pelan.


Kemudian keempat rantai emas itu langsung bergerak sangat cepat dan mulai memburu Lang Jien.


Lang Jien tau jika dia tidak bisa melawan rantai itu, karena semakin keempat rantai itu mendekat, maka dia merasa tekanan gravitasi semakin kuat dia rasakan, dan lagi energinya juga diserap oleh rantai itu. Entah bagaimana rantai itu melakukannya padahal rantai itu masih berjarak seratus meter lagi.


Lang Jien tidak ingin rantai itu akan menangkapnya, kemudian dia mulai berusaha berlari, Lang Jien berpikir akan ada waktu untuk balas dendam dimasa depan, yang penting sekarang dia tidak boleh sampai tertangkap oleh rantai hidup itu atau nyawanya akan berakhir.


"Setelah sadar jika kau tidak akan bisa menang melawanku, lalu sekarang ingin melarikan diri? Hmph!! Tidak akan kubiarkan!!." Tang Lian berkata seraya membentuk segel tangan.


"Penghalang penjara dewa!!." Tang Lian bergumam lagi lalu tiba-tiba dia dan Lang Jien terkurung didalam sebuah formasi yang berbentuk kubus.


Sadar jika dia tidak akan bisa melarikan diri, Lang Jien lalu menggunakan seluruh kekuatannya yang tersisa dan berbalik menyerang Tang Lian.


"Anjing kecil! kau yang memaksaku melakukannya!!." Lang Jien berteriak keras lalu dia mengumpulkan energi dimulutnya, dia mengerahkan dan mempertaruhkan segalanya pada serangan ini lalu menembakkannya kearah Tang Lian.


Namun belum juga serangannya itu sampai pada Tang Lian, tiba-tiba keempat rantai emas itu menahannya dengan mudah.


Tidak butuh waktu lama bagi rantai emas itu untuk menghancurkan serangan Lang Jien, lalu kembali memburunya. Melihat itu kemudian Lang Jien kembali berusaha berlari sekuat dan secepat yang dia bisa, namun dia berada didalam sebuah formasi bagaimana dia bisa lari? Berlarian kesana kemari dan mencari jalan keluar yang tidak tau dimana, Lang Jien terlihat seperti orang bodoh.


Dan pada akhirnya Lang Jien juga tertangkap oleh keempat rantai itu. Rantai itu kemudian mengikat tangan dan kaki Lang Jien dari keempat sisi dan menariknya kearah yang berbeda. Kemudian Tang Lian berdiri dihadapannya.


"Bukankah sebelumnya kau mengatakan orang-orang dari kekaisaran Tang itu hanya kumpulan sampah?." Tang Lian bertanya dengan senyuman yang mengejek.


Lang Jien hanya diam ketika mendengar itu, dia ingin berbicara tetapi itu terlalu sulit karena rantai emas itu menyedot energinya yang hampir habis.


Disisi Tang Lian juga merasakan jika dia tidak bisa menahan rantai emas ini terlalu lama, kemudian dia berkata, "Kesombongan yang biasanya datang sebelum kekalahan, dan lagi tidak ada sejarahnya kalian para iblis pernah menang melawan manusia!."


Setelah mengatakan itu, lalu Tang Lian memotong kepala Lang Jien. Kepala Lang Jien jatuh kebawah dengan cepat dan menghantam tanah dengan keras.


Setelah itu, tiba-tiba Tang Lian terjatuh, dia seolah bisa pingsan kapan saja karena dia kehabisan energi, namun dia menahannya, tetapi tetap saja dia terjatuh hingga berlutut.


"Yang Mulia!." Wanita cantik itu memanggil dengan nada khawatir, sedangkan ketiga puluh orang sebelumnya, mereka masih tetap berlutut, mereka tidak akan berdiri jika Tang Lian tidak menyuruhnya.


"A-aku tidak apa-apa..." Tang Lian berkata dengan susah payah.


Melihat itu lalu wanita cantik itu membantu Tang Lian berdiri seraya berkata, "Yang Mulia, sesuai janjiku pada anda, aku akan melayani anda setelah selesai bertarung..."


Mendengar ini membuat Tang Lian ingin muntah darah, namun juga dia berpegang teguh pada pendiriannya jika dia tidak akan menyetubuhi wanita itu sebelum menikahinya.


"Gadis cantik, apa yang kamu katakan? Kamu harus menghargai dirimu, jangan menyerahkan mahkotamu yang berharga jika bukan pada orang yang kamu cintai mengerti?." Tang Lian menjelaskan seraya tersenyum manis.


"Tapi aku mencintaimu yang mulia, bagaimana dengan itu?." Wanita itu juga membalas senyuman Tang Lian.


Mendengar itu membuat Tang Lian heran sendiri, 'Oh langit, betapa beruntungnya aku! Banyak sekali wanita cantik yang mencintaiku!' Tang Lian membatin senang.


Sedangkan disisi Long Xia Shi dia merasakan hatinya semakin panas karena melihat kedekatan Tang Lian dengan wanita itu.


Ling Yuan menyadari itu, kemudian dia memanggil putranya itu, "Bayi kecilku!! Berapa lama kamu akan bermesraan diatas sana? Apa kamu sudah melupakan ibu!!?." Ling Yuan memanggil dengan keras.


Menyadari itu, kemudian Tang Lian menghilangkan tahtanya, namun sebelum itu, dia memandang semua orang asing yang keluar bersama tahtanya itu.


"Kalian semua kembalilah pada tempat Asala kalian, ketika saatnya tiba aku akan memanggil kalian lagi... Dan kamu gadis cantik, aku harap kamu tidak menyesal karena telah memilihku.."


"Tidak akan yang mulia..."


"Baguslah kalau begitu, tapi kamu juga harus kembali, suatu saat aku akan menjemputmu..." Tang Lian berkata seraya tahta dan semua orang keluar sebelumnya itu menghilang dengan perlahan.


Setelah itu, Tang Lian ingin berlari memeluk ibunya, namun ketika dia memutar matanya, dia melihat Long Xia Shi terus memandanginya dengan mata memerah. Melihat itu kemudian Tang Lian turun kebawah kemudian berjalan kearah Long Xia Shi, dan pada saat yang bersamaan tiba-tiba saja BERSAMBUNG.


Kasih like, komen, dan votenya dong kak, bang, om, tante, atau apalah itu 😣😣😣