PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 110 "Murid Sekte Pedang Cahaya"


"BAM!!".


Pukulan Zhao Yu tepat pada wajah pemuda yang melemparnya sebelumnya dan membuatnya terhempas kebelakang hingga menghancurkan meja.


Gerakan Zhao Yu sangat cepat hingga keempat teman pemuda yang lainnya hanya terdiam dan tidak tau harus bereaksi seperti apa.


"Berengsek!! Beraninya kau memukulku!!.." Pemuda itu berteria marah dan bangkit seraya memegang wajahnya yang bengkak.


"Jadi maksudmu seharusnya aku diam saja setelah kau melempar kepalaku begitu?." Zhao Yu berkata seraya menatap tajam pemuda itu.


Sedangkan disisi Tang Lian dia membatin, 'Biar aku lihat, keseruan apa kali ini yang ditunjukkan oleh Zhao Yu'.


"Hmph!! Aku melemparmu karena kau dan kakakmu itu sangat berisik!!.."


"Ini adalah tempat umum jadi mengapa aku harus peduli? Terlebih lagi kami berisikpun bahkan pemilik restoran ini saja tidak peduli, sedangkan kau?..."


Zhao Yu tidak menyelesaikan kata-katanya lalu kemudian dia melesat dengan cepat menuju pemuda itu.


"Sangat cepat!.." Pemuda itu bergumam terkejut, namun keterkejutannya sudah terlambat karena Zhao Yu sudah menangkap kepalanya.


"Dengan begitu lancangnya kau melempar kepalaku!!!." Zhao Yu berteriak keras seraya menghantamkan kepala pemuda itu kelantai.


"BAAAMMM..."


"Aahhkkk.."


Benturan antara kepala pemuda itu dan lantai sangat keras hingga menyebabkan lantai retak. Dan ketika Zhao Yu mengangkat tangannya, terlihat kepala pemuda itu sudah berlumuran darah.


"Nah, sekarang kita impas! Kepalaku berdarah dan kepalamu juga berdarah!.."


Kata-kata Zhao Yu barusan membuat restoran itu hening dalam seketika. Pada awalnya orang-orang menyayangkan nasib Zhao Yu yang menyinggung kelima pemuda itu, karena dilihat dari manapun kelima pemuda itu bukanlah orang biasa, terdapat kekuatan besar dibelakang mereka, dan orang-orang sangat tau itu. Namun setelah Zhao Yu menghajar salah satu dari pemuda itu, orang-orang sangat terkejut hingga terdiam.


Orang-orang berpikir bagaimana Zhao Yu sangat berani melawan pemuda itu? Apakah dia tidak tau jika kelima pemuda itu latar belakangnya sangat menakutkan?.


Disisi keempat teman pemuda itu, mereka buru-buru ingin membantu teman mereka itu bangun, namun setelah mereka memanggil namanya berkali-kali pemuda itu tidak juga bangun. Dan setelah mereka periksa ternyata teman mereka itu telah mati dengan tengkorak kepalanya yang retak, dan bahkan ada sedikit otaknya keluar.


"K-kalian berani membunuhnya!!.." Salah satu dari empat pemuda yang tersisa berkata dengan gagap.


"Oh? Maaf, aku tidak tau jika teman kalian itu ternyata sangat lemah..." Zhao Yu berkata dengan seringai mengejek.


"Bagus! Bagus sekali!! Sekarang kalian telah menyinggung sekte pedang cahaya kami!! aku pastikan kalian akan mati dengan mengenaskan!!.." Pemuda yang lainnya lagi berkata dengan marah.


Disisi Tang Lian yang mendengar pengakuan para pemuda itu, emosinya tiba-tiba memuncak, kemudian dia berdiri dan berjalan kearah keempat pemuda yang tersisa.


"Jadi kalian murid dari sekte pedang cahaya?."


"Itu benar! Dan bukan hanya itu saja! Putra tunggal dari pemimpin sekte kami akan menikah dengan tuan putri Long Xia Shi tiga hari lagi..." Pemuda itu berniat mengancam Tang Lian dengan latar belakangnya dan memanfaatkan hubungan sekte mereka dengan kekaisaran.


"Jadi?." Tang Lian terlihat tidak peduli dan terus berjalan mendekat perlahan.


"Itu artinya kau juga telah menyinggung kekaisaran!."


Mendengar itu kemudian Tang Lian tertawa terbahak-bahak lalu berkata, "Menyinggung kekaisaran? Kau sunggu lucu, mengapa tidak sekalian saja kau katakan kami telah menyinggung dunia karena sektemu berdiri diatas tanah ini?. Hahahaha..."


Mendengar Tang Lian yang berkata seperti itu membuat keempat pemuda itu merasa dipermalukan, keempat pemuda itu menggenggam tangannya sangat erat dan marah pada Tang Lian dan Zhao Yu.


"Tunggu dulu!!..." Tang Lian melesat dengan cepat dan muncul dihadapan kelima pemuda itu.


"Apa lagi yang kau inginkan!?.." Para pemuda itu terhenti dan bertanya dengan ekspresi wajah yang jelek.


"Setelah kalian membuat kepala adikku berdarah dan kalian ingin pergi begitu saja?." Setelah berkata demikian Tang Lian kemudian mengeluarkan aura penindasan terhadap keempat pemuda itu.


"K-kau!!.... Uhkk..."


"Kalian harus memberikanku penjelasan, karena seorang kakak tidak akan tinggal diam ketika adiknya terluka..." Tang Lian berkata dan memandang keempat pemuda yang sekarang dipaksa berlutut dengan tajam.


"P-penjelasan? Omong kosong apa ini? Jelas-jelas adikmu itu telah membunuh teman kami!!." Dengan susah payah salah satu pemuda itu berkata.


"Itukan dia, sedangkan aku belum, dia itu adikku jadi ketika teman kalian itu melemparnya, itu sama saja dengan melemparku, dan begitu juga dengan kalian. Ketika teman kalian itu melempar itu juga sama saja dengan kalian yang melempar..."


"Apa? Apa otakmu sudah rusak? Logikamu itu sungguh tidak masuk akal!!."


"Masuk akal atau tidaknya, itu bukanlah kau yang menentukan tetapi aku!!.."


'Sial!! Siapa sebenarnya mereka ini? Mereka sangat kuat! Aku bahkan hampir tidak bisa bicara dibawah tekanannya!.' Pemuda itu mengumpat kesal.


"Sebenarnya apa yang kau inginkan!!." Pemuda lainnya lagi bertanya dengan tatapannya yang dipenuhi dengan tatapan membunuh.


"Kalian telah membuat kepala adikku berdarah, lalu kalian juga mengancamku, jadi jika kalian ingin hidup maka hancurkan kultivasi kalian dan akan kubiarkan kalian pergi dengan bebas.." Tang Lian berkata dan tidak melonggarkan tekanannya sedikitpun.


Mendengar itu, keempat pemuda itu menjadi sangat marah hingga mereka lupa posisi mereka sekarang. Karena menghancurkan kultivasi maka berarti mereka akan menjadi sampah, dan mereka merasa lebih baik mati dari pada hidup sebagai sampah dan menjadi tertawaan banyak orang.


"Bajingan yang brengsek!! Kami lebih baik mati!!." Para pemuda itu berkata dan memaksakan diri untuk melawan tekanan Tang Lian.


Melihat itu Tang Lian hanya tersenyum saja lalu berkat, "Karena kalian telah memilih maka akan kukabulkan...."


Setelah berkata demikian, Tang Lian mengeluarkan pedangnya dan bergerak sangat cepat hingga memotong tiga kepala pemuda sekali gus. Ketiga pemuda itu bahkan tidak tau apa yang membuat kepala mereka terpotong, karena juga mereka hanya melihat Tang Lian tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya lalu tiba-tiba kepala mereka terpisah dari tubuhnya.


Satu orang pemuda tersisa, Tang Lian ingin mengorek informasi darinya, jadi dia tidak membunuhnya sekarang. Satu pemuda yang tersisa itu terlihat sangat pucat dan ketakutan. Jiwanya sudah berlari sejauh mungkin untuk menyelamatkan diri, namun kenyataannya dia hanya terdiam ditemapat dan bahkan tidak sanggup mengangkat jarinya saja.


"Sekarang giliranmu, hehehe..." Tang Lian terkekeh seraya menyeringai jahat.


"J-jangan mendekat!!.."


Tang Lian hanya tersenyum jahat ketika dia melihat ekspresi ketakutan itu, lalu Tang Lian menangkap lehernya dan mengangkatnya hingga satu meter dari tanah. Tang Lian memandangi pemuda itu dengan mendongak, tanpa dia sadari wajahnya terlihat jelas karena posisi ini.


Tepat ketika itu juga, Liong Shin tiba-tiba datang, dan ketika dia melihat Tang Lian yang mencekik murid sekte pedang cahaya itu, dia membelalakkan matanya lebar.


"T-tang Lian..."


"DUAR... DUAR... DUAR...".


Petir menyambar ketika Liong Shin menyebut nama itu. Sebenarnya ini dikarenakan Liong Shan menyebut marganya juga.


Mendengar suara familiar yang memanggil namanya, lalu Tang Lian menoleh. Ketika Tang Lian melihat bahwa Liong Shin lah yang memanggilnya kemudian dia melesat dengan cepat dan....


BERSAMBUNG


Kasih Like, Komen, Dan, Votenya Dong Kak, Bang, Om, Tante, Atau, Apalah, Itu😣😣😣