PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 103 "Yun Mei Ngidam"


Setelah sepuluh menit kemudian, Tang Lian telah berhasil membantu Wu Sue sampai pada puncak kenikmatan duniawi, setelah itu kemudian mereka berdua kembali masuk ke tenda masing-masing. Baru saja lima belas menit Tang Lian memejamkan matanya dan ketika dia hampir tertidur, Yun Mei kemudian terbangun.


"Suami..." Yun Mei membangunkan Tang Lian seraya menggoyangkan tubuhnya yang hampir saja tertidur.


"Mei'er, ada apa?." Jawab Tang Lian dengan malas.


"Aku ingin mangga muda..."


"Hoaaamm... Aku terlalu ngantuk Mei'er, besok saja ya..." Tang Lian menjawab kemudian kembali tidur.


"Tidak mau!! Aku mau sekarang!!." Yun Mei berkata agak kesal seraya menarik Tang Lian agar bangun kembali.


Tang Lian merasa tidurnya yang sangat terganggu, kemudian dengan malas dia berkata, "Baiklah, baiklah Mei'er, aku akan meminta Zhao Yu untuk mencarikannya."


Mendengar itu kemudian Yun Mei memasang ekspresi cemberut dan berkata memaksa, "Tidak, aku tidak mau Zhao Yu yang mengambilkannya, aku mau kamu yang mengambilnya!!."


"Tapi aku terlalu mengantuk, terlebih lagi ditengah hutan belantara ini dimana aku harus mencarinya?."


"Aku tidak peduli, pokoknya aku mau mangga muda titik!!." Yun Mei berkata sangat memaksa.


Mendengar itu kemudian Tang Lian bangun dengan sangat terpaksa dan menuruti kemauan istrinya.


"Baiklah istriku sayang, jangan memasang ekspresi cemberut seperti itu, nanti kamu cepat tua..." Tang Lian berkata untuk mengembalikan ekspresi wajah Yun Mei yang cemberut agar kembali ceria.


"Memang!! Aku memang sudah tua!!."


"Mei'er ini...."


"Ini apa? Mau gigit aku kah? nah gigit aku!!."


"Baiklah-baiklah istriku yang cantik, kamu masih muda oke?."


"Hmph!!."


Yun Mei memalingkan wajahnya seraya menggembungkan pipinya. Melihat itu kemudian Tang Lian mengecup pipinya kemudian pergi keluar tenda dan mencari mangga muda yang diinginkan Yun Mei.


Sesampainya diluar tenda Tang Lian kemudian membatin, "Kenapa dengan Mei'er? Tidak biasanya dia sangat memaksa seperti itu. Ah sudahlah wanita pada dasarnya adalah mahluk yang paling aneh."


Setelah itu kemudian Tang Lian mulai mencari mangga muda yang entah kemana dia harus mencari dia tidak tau. Tang Lian hanya terus menelusuri hutan belantara itu ditengah malam.


Setelah satu jam kemudian, akhirnya Tang Lian telah mendapatkan mangga muda seperti yang diinginkan istrinya, kemudian dia langsung saja mengambilnya dan kembali ketenda.


"Ini dia mangga muda yang kamu minta istriku yang manja..." Tang Lian berkata seraya menyerahkan sepuluh buah mangga muda, setelah itu kemudian Tang Lian langsung menjatuhkan diri dan ingin kembali tidur karena sangat mengantuk.


Namun sebelum itu, Yun Mei kembali menariknya seraya berkata,"Kupaskan..."


"Ha? Kamu kan bisa mengupasnya sendiri!."


"Nanti tanganku kena getahnya..."


"Mei'er, kali ini jangan terlalu manja, aku sangat mengantuk..."


Mendengar perkataan Tang Lian, kemudian Yun Mei memasang ekspresi cemberut. Melihat itu Tang Lian menjadi tidak tega, kemudian Tang Lian dengan sangat terpaksa mengupasnya dengan energi qi-nya yang dia bentuk seperti pisau.


Setelah selesai mengupas satu buah, kemudian Tang Lian memberikannya pada Yun Mei. Bukannya menerima Yun Mei justru membuka mulutnya seolah-olah dia ingin disuapi. Melihat itu kemudian Tang Lian hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Kemudian Tang Lian memotongnya menjadi potongan-potongan kecil lalu mulai menyuapkannya pada Yun Mei. Suapan pertama, ekspresi wajah Yun Mei berubah menjadi sangat lucu karena asamnya mangga muda itu sehingga Tang Lian tertawa. Namun meskipun rasa mangga muda itu sangat asam, Yun Mei tetap memakannya dengan lahap, terlebih lagi suaminya tercinta sedang menyuapinya dan dia merasa sangat bahagia.


"Apa kamu senang sekarang?." Tang Lian bertanya setelah dia selesai menyuapi dan menemani Yun Mei memakan mangga mudanya..


Yun Mei mengangguk kemudian memeluk Tang Lian dan meletakkan kepalanya di dada Tang Lian. Karena merasa sangat mengantuk, kemudian Tang Lian membawa Yun Mei kembali membaringkan tubuhnya.


Baru saja tiga puluh menit Tang Lian tertidur dengan pulas, tiba-tiba dia dibangunkan oleh Jia Li.


"Suami bangun...."


"Li'er ada apa?." Tang Lian berkata dengan sangat malas.


"Temani aku kencing..."


Permintaan seperti itu tidak ada alasan bagi Tang Lian untuk menolaknya, apa lagi saat ini mereka berada ditengah-tengah hutan belantara. Oleh karena itu kemudian Tang Lian dengan sangat terpaksa dia memaksakan membuka matanya.


Setelah selesai menemani Jia Li kencing, kemudian Tang Lian kembali menjatuhkan dirinya. Belum juga sampai lima menit kemudian Yun Mei kembali membangunkannya.


"Suami bangun...."


"Ya dewa apalagi sekarang?!..."


"Aku ingin ayam panggang...."


Mendengar itu, Tang Lian merasa walaupun dia menolak maka Yun Mei akan tetap memaksa, jadi dengan berusaha melawan rasa kantuk dan malasnya Tang Lian harus mencari ayam hutan dan mengerjainya sendiri.


Hingga pada akhirnya sampai pagi hari Tang Lian tidak bisa tidur sama sekali, karena mencari ayam hutannya saja memakan waktu cukup lama ditambah lagi harus mengerjainya seorang diri.


Disisi Yun Mei pada akhirnya dia tertidur karena menunggu Tang Lian, melihat itu kemudian Tang Lian membangunkannya dengan lembut.


"Mei'er...."


"Hm...." Yun Mei terbangun dengan linglung.


"Ini ayam panggang mu..."


"Ah... iya, terima kasih..." Yun Mei berkata dengan sangat senang, kemudian dia sekali lagi membuka mulutnya dan meminta disuapi.


Tang Lian tentunya hanya menurut saja. Setelah itu karena pagi hari telah tiba dan yang lainnya juga telah terbangun, kemudian Tang Lian dan para bawahannya mengemasi barang-barangnya dan kembali melanjutkan perjalanan.


Ditengah perjalanan Tang Lian tidur diatas punggung Lao Hu dengan sangat nyenyak meskipun cahaya matahari semakin lama semakin panas menerpa wajahnya. Melihat itu kemudian Yun Mei meletakkan kepala Tang Lian dipangkuannya dan menggunakan tubuhnya untuk menghalangi cahaya matahari yang menerpa wajah suaminya itu.


Yun Mei tentu saja ingin suaminya itu tidur dengan nyenyak sekarang, karena tadi malam dia lah yang membuatnya tidak bisa tidur.


"Kakak Mei, tidak biasanya suami tidur dijam segini..." Jia Li bertanya dengan bingung.


"Ya, itu karena dia tidak bisa tidur tadi malam.."


Kemudian Yun Mei menjelaskan apa yang membuat Tang Lian tidak bisa tidur tadi malam pada Jia Li. Hal itu membuat Jia Li terkekeh.


Setelah itu dua minggu lagi berlalu dengan cepat, dan pada saat ini Tang Lian dan para bawahan dan istrinya telah sampai di kota singa api. Dua kilo meter sebelum gerbang kota singa api kemudian Lao Hu kembali kewujud kucing hitamnya dan bergantian kini dia beristirahat diatas kepala Tang Lian.


Para penjaga gerbang kota singa api yang melihat Tang Lian dikejauhan, mereka merasa mengenal Tang Lian namun dia tidak ingat siapa dia. Kemudian setelah berpikir keras akhirnya salah satu penjaga gerbang itu teringat jika yang dia lihat itu adalah sang penghakim, itu membuatnya membelalakkan matanya dan mulutnya terbuka lebar.


"I-itj sang penghakim! cepat buka gerbangnya!! Dan kau laporkan ini pada nyonya pemimpin kota Liu Mingyan!!." Kapten penjaga gerbang itu berkata dengan gagap dan tergesa-gesa menyuruh bawahannya melaporkan kedatangan sang penghakim.


BERSAMBUNG


Kasih Like, Komen, Dan Votenya Dong Kak, Bang, Om, Tante, Atau Apalah Itu😣😣😣