
"Sekarang kita sudah terlambat jika ingin pergi ke restoran. Dan mungkin mereka sudah kembali sekarang..." Tang Yue berkata seraya menatap langit-langit kamar mereka.
Mendengar perkataan kakaknya, Tang Yua lalu memasang wajah cemberut karena dia benar-benar lapar dan ingin makan sesuatu.
Menatap ekspresi Tang Yua, Tang Yue terkekeh dan bangkit dari kasusnya dan berjalan menuju adiknya lalu memeluknya seraya berkata, "Adik Yua, jangan memasang ekspresi menyedihkan itu. Aku tau kamu lapar dan aku juga sama hihihi..."
Tang Yua merasa ada yang salah dengan kakaknya yang tiba-tiba memeluknya dan tertawa sedikit menyeramkan.
"K-kakak... A-apa yang kamu ingin lakukan!?.." Tanya Tang Yua
dengan takut-takut dan merinding.
Pada saat yang sama, Tang Yui juga mendekat dan memeluknya dari belakang lalu menggigit telinganya seraya berkata, "Tentu saja kami akan menidurimu hihihi!.."
Mendengar itu seketika wajah Tang Yua memucat, dia juga merasa bulu kuduknya berdiri.
"K-kalian...Kyaaaa!!.." Belum sempat Tang Yua menyelesaikan kata-katanya, tiba-tiba kedua kakaknya itu mengangkatnya dan melemparkannya keatas kasur.
"K-kakak, hentikan tolong!.." Tang Yua memohon dengan ekspresi wajah memelas.
Namun Tang Yua dan Tang Yui tidak memperdulikannya dan hanya tersenyum misterius.
"Adik Yui, telanjangi dia!.." Ucap Tang Yue dengan senyuman penuh arti dan membuat Tang Yua semakin merinding.
"Hihihi... Adik Yua, kami sangat iri dengan kulitmu yang seputih salju. Jadi biarkan kami menikmati tubuhmu malam ini.." Tang Yui berkata seraya menjilat bibirnya dan melepaskan satu persatu pakaian yang dikenakan oleh Tang Yua.
Tang Yua bagaimana pun juga dia tidak akan bisa lolos dari ini, jadi dia hanya bisa memohon dan memohon belas kasih dari kedua kakaknya.
"K-kalian berdua, sudah berkali-kali melakukan ini padaku!.." Ucap Tang Yua seraya menutupi kedua gunung kembarnya dan lembah keramatnya dengan tangannya. Tapi meskipun demikian, tidak banyak yang bisa dia tutupi.
"Dan kau terlihat sangat menikmatinya setiap kali kami melakukannya adik hihihi!..." Tang Yue berkata dan menindih tubuh Tang Yua, sedangkan Tang Yui menahan tubuhnya agar tidak berontak.
Pemandangan itu sungguh sangat menggairahkan jika seseorang melihatnya apalagi jika itu adalah seorang pria. Melihat tiga putri kembar yang kecantikannya dapat membuat alam semesta berperang untuk memperebutkannya, dan sekarang ketiganya tengah melakukan sesuatu yang mengundang nafsu para pria terlebih lagi para laki-laki jomblo, mereka akan menangis melihat iniðŸ˜ðŸ˜.
Ditengah-tengah pemandangan yang menggairahkan ini, tiba-tiba Tang Lian membuka pintu tanpa mengetuk atau permisi sekalipun.
"Kakak aku mem....baw...a...." Kata-kata Tang Lian terhenti ketika dia melihat ketiga kakaknya sedang melakukan sesuatu yang mesum.
Dan ketiga putri kembar itu juga seketika mengalihkan pandangannya pada Tang Lian. Tang Lian hanya bisa membelalakkan matanya melihat ini, dia ingin berkata sesuatu tapi tidak tau apa. Tang Lian seolah-olah tergoda untuk bergabung dan menikmati ketiga gadis cantik itu. Namun segera dia membuang jauh-jauh pikiran mesumnya lalu berkata, "S-sepertinya aku datang diwaktu yang salah.."
Tang Lian berkata dengan wajah yang memerah, jelas dia sangat tergoda karena pemandangan itu. Tapi dia sudah menetapkan dia tidak akan meniduri wanita manapun sebelum dia menikahinya, terlebih lagi itu adalah kakaknya. Ayahnya akan membunuhnya jika dia melakukannya sebelum dia menikahi ketiga kakaknya itu, begitulah Tang Lian mempertahankan alasan terakhirnya. Dan pada saat Tang Lian ingin melangkah keluar kamar, tiba-tiba Tang Yue bergerak cepat dan memeluknya dari belakang.
"Adik, kamu mau kemana?.." Tang Yue berkata dengan nada suara yang sangat menggoda.
"K-kakak, t-tolong lepaskan aku.." Tang Lian memohon dengan suara yang memelas.
"K-kakak..."
Tang Yue tidak memberikan kesempatan untuk Tang Lian berbicara, lalu kemudian melanjutkan, "Bukankah dulu pernah aku katakan jika kamu tidak akan bisa lolos lagi? hihihi.."
Tang Yue berkata dengan suara yang menggoda dan menyeret Tang Lian kekasur setelah dia mengunci pintu rapat-rapat.
Saat ini Tang Lian hampir tidak bisa menahan nafsunya lagi, dia bernafas sudah mulai berat dan tubuh juga sudah memanas.
Tang Lian melihat kesamping dan pemandangan dimana Tang Yua telanjang terpampang didepan matanya, dan dengan cepat dia mengalihkan pandangannya karena nafsunya hampir tidak bisa dia kontrol lagi.
Namun alih-alih lolos dari nafsunya, justru dia tiba-tiba merasakan bibir lembut dan hangat menyatu dengan bibirnya, dan ternyata itu adalah Tang Yue yang tiba-tiba menciumnya.
Tang Lian ingin melepaskan ciumannya itu namun Tang Yue menahannya. Sebanyak apapun Tang Lian berjuang untuk lolos tapi ketiga kakaknya itu lebih kuat darinya jadi dia tidak akan bisa lolos dari ini.
Disisi Tang Yua, dia bahkan sudah membuang rasa malunya karena adiknya ada disini. Tang Yua meraih dan melepaskan pakaian bawah Tang Lian dengan perlahan dan dibantu oleh Tang Yui sementara Tang Yue sedang berciuman dengan Tang Lian.
"Mmmccccmmhhaaa...Rasa bibirmu sungguh manis adik..." Ucap Tang Yue menggoda setelah dia melepaskan ciumannya.
Sedangkan dibagian bawahnya Tang Lian merasa dia sudah benar-benar tanpa busana, tongkat kera saktinya juga telah berdiri tegak dan sombong seolah dia sedang menantang langit.
"K-kakak, ini tidak bagus kan? Kita belum menikah dan ayah akan membunuhku ketika dia mengetahui ini.." Ini adalah perjuangan terakhir Tang Lian untuk mempertahankan nafsunya.
Sebelumnya dua sudah mencoba menghubungi Zhao Yu dan Long Xia Shi namun tidak ada balasan sama sekali jadi sekarang dia hanya bisa pasrah.
"Hihihi... Tidak ada yang akan mengetahuinya jika kamu tidak membeberkannya adik mesum.." Ucap Tang Yua seraya melepas pakaian atasnya.
Ketiga putri kembar itu kini sudah melupakan rasa laparnya dan yang mereka rasakan hanyalah tubuhnya yang memanas serta nafsunya memuncak.
Dan pada saat yang bersamaan, Tang Lian merasa tongkat kera saktinya dijilat oleh dua lidah yang lembut. Dan ketika dia menatap kebawah, dia melihat Tang Yui juga sudah tanpa busana. Melihat itu kini hancurlah sudah pertahanan terakhir Tang Lian.
Di goda terus menerus oleh tiga kecantikan itu, pria mana yang bisa tahan?.
"Sial!!.." Tang Lian berteriak dan membalikkan tubuhnya dan sekarang posisi Tang Yue dibawah.
"Ara... Ara... Apakah sekarang adik mesum ini sudah tidak tahan lagi? hihihi.." Ucap Tang Yue semakin menggoda.
"Cih... Karena sudah menggodaku aku berharap kalian bertiga tidak akan menyesal!!.." Tang Lian berkata seraya melepaskan bajunya.
Dan sekarang terpampang lah dengan jelas tubuh kekar, sispack, dan seksi Tang Lian. Ketiga putri kembar itu menatapnya dengan terpana.
Setelah itu, Tang Lian merobek kain terakhir yang menutupi lembah keramat milik Tang Yue dan memposisikan tongkat kera saktinya di bibir lembah keramat itu. Seraya mendengus Tang Lian mendorong pinggulnya ke depan dan bersambung...
Ingat, saya jelaskan sekali lagi bahwa Tang Lin tidak akan menikahkan putrinya dengan pria yang diluar dari keluarganya sendiri, yang artinya dia hanya menikahkannya dengan putranya karena untuk menjaga garis darahnya. Berbeda dengan Tang Lian yang jika dia ingin menikahi seseorang maka dia bebas melakukannya. Lagi pula ketika seorang wanita menikah maka hidupnya bukanlah lagi tanggung jawab orang tuanya melainkan suaminya. Dengan kata lain, setiap wanita yang akan Tang Lian nikahi itu harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan di keluarga SANG PENGUASA.