
Setelah itu kemudian Tang Lian melirik kearah Fei Fei lalu berkata, "Janda cantik, anggap saja perkataanku sebelumnya itu adalah sebuah lamaran, jadi kamu harus mempersiapkan diri dan berdandan secantik mungkin ketika saatnya tiba.."
Tang Lian berkata demikian kemudian mengedipkan sebelah matanya pada Fei Fei.
Disisi Fei Fei, mendengar perkataan Tang Lian yang sekaligus menggodanya, membuat Fei Fei malu setengah mati. Dia tidak tau harus berkata apa, kemudian hanya menundukkan wajahnya yang memerah seperti apel seraya membatin 'D-dia mengatakan itu tepat didepan kedua istrinya? Apakah tidak apa-apa? Aah rasanya aku ingin bersembunyi disebuah lubang kecil!'.
Melihat ekspresi Fei Fei yang sangat malu, itu terlihat sangat imut dimata Tang Lian, hingga Tang Lian tersenyum lebar. Setelah itu Tang Lian melirik kearah Wu Sue.
"Setelah aku menyembuhkanmu maka kau sudah bebas, tidak terikat lagi denganku. Dan kau Wu Min, lupakan apa yang pernah aku katakan tentang tidak ada yang gratis didunia ini, setelah aku menyembuhkan kakakmu maka kami akan pergi dari sini dan kalian berdua bebas.." Tang Lian berkata demikian, terlihat dengan jelas masih terdapat jejak kemarahan dimatanya.
Sebenarnya ini bukan kemarahan tetapi kekecewaan, karena Wu Sue sangat tidak tau berterima kasih dan berpikiran negatif tentang Tang Lian, padahal dia sudah membuat keributan hanya untuk menyelamatkan Wu Sue.
Mendengar penyataan Tang Lian barusan membuat Wu Min dan Wu Sue terdiam dan membatin tidak percaya seraya matanya melebar.
"T-tuan muda i-ini...." Wu Min ingin mengatakan sesuatu namun Tang Lian mengangkat tangannya dan menghentikan Wu Min berbicara.
"Wu Min, tidak perlu mengatakan apapun lagi, sekarang kalian semua keluarlah, aku akan mengobati Wu Sue..."
Mendengar itu, kemudian semua orang keluar dan mematuhi apa yang Tang Lian katakan. Disisi Wu Min dia keluar dengan ekspresi yang sedih. Sekarang yang tersisa hanyalah Tang Lian dan Wu Sue didalam kamar itu berdua.
"Sebelum mengobati merdianmu, aku harus mengobati jiwamu yang hampir menghilang itu dulu, sekarang duduklah..." Tang Lian berkata.
Mendengar itu Wu Sue menurutinya walaupun pikirannya sedang kacau sekarang. Bagaimana tidak? Walaupun Tang Lian berkata mereka telah dibebaskan, dia juga tidak tau setelah ini dia harus pergi kemana? Dia dan adiknya tidak memiliki tempat tinggal, klannya mengusir mereka, klan Liao telah hancur, dia benar-benar bingung setelah ini haru pergi kemana, apakah dia dan adiknya harus menjadi gelandangan? Apakah dia sekali lagi harus menggunakan tehnik terlarang sebelumnya untuk mengelabui orang untuk mendapatkan uang? Ataukah dia benar-benar harus menjual dirinya?. Pikiran-pikiran seperti itu memenuhi pikiran Wu Sue.
Tang Lian tentunya tau apa yang Wu Sue pikirkan, namun Tang Lian terlihat tidak peduli. Kemudian dia duduk dibelakang Wu Sue dan meletakkan kedua telapak tangannya dipunggung Wu Sue dan mulai mengobati Jiwanya. Wu Sue sangat merasakan sakit ketika Tang Lian mulai menyembuhkannya hingga dia berteriak keras.
Setelah tiga puluh menit akhirnya Tang Lian telah berhasil menyembuhkan jiwa Wu Sue. Kemudian Tang Lian berdiri lalu mengeluarkan sebuah pil berwarna putih seputih susu dari cincinnya kemudian memberikannya pada Wu Sue.
"Pil ini akan menyembuhkan merdianmu yang hampir hancur, tidak usah bertanya itu pil apa, yang pasti itu bukan racun dan khasiatnya jauh lebih baik dari obat yang pernah aku racik untukmu seorang sebelumnya..."
Mendengar itu, seketika Wu Sue mengingat bagaimana dia pernah bersikap kasar dan membuang obat itu sebelumnya, mengingat itu membuat Wu Sue merasa sangat bersalah.
"Untuk yang sebelumnya itu aku dengan tulus meminta maaf.."
"Maaf? Tidak perlu nona, bukankah aku ini sama seperti orang-orang dari klan Liao dan memperlakukanmu dengan buruk? Bukankah aku menatap dengan mesum terhadap dirimu?.." Tang Lian melontarkan kata-kata yang membuat Wu Sue semakin bersalah.
"Itu... itu... " Wu Sue bingung harus berkata apa.
"Sudahlah nona, aku masih memiliki urusan penting, sekarang kamu sudah bebas dan juga telah sembuh sepenuhnya..." Setelah berkata demikian, Tang Lian berjalan keluar
"Tunggu..." Wu Sue kemudian mengikuti keluar juga.
Sesampainya Tang Lian diluar, dia telah ditunggu oleh semua orang, termasuk Wu Min yang ekspresinya penuh dengan kekhawatiran.
"T-tuan muda..." Wu Min berkata dengan takut-takut.
"Kakakmu telah aku sembuhkan, setelah ini kami akan pergi dari sini, dan juga selanjutnya jika kita berjumpa lagi maka kita tidak saling kenal, kita tidak pernah bertemu, kita akan menganggap satu sama lain adalah orang asing, entah dalam situasi hidup dan mati juga, aku tidak akan mencampuri urusan kalian lagi dan begitu pula sebaliknya.."
Seperti tersambar petir ketika Wu Min dan Wu Sue mendengar ini, wajah kedua kakak adik itu berubah menjadi pucat.
Disisi Lao Hu, dia membatin 'Aku jadi kasihan pada mereka berdua yang dipermainkan oleh tuan'.
Semua orang bahkan hampir tertawa terbahak-bahak ketika melihat ekspresi wajah Wu Min dan Wu Sue, karena sangat jelas Tang Lian terlihat berpura-pura. Itu dilihat dari telinganya yang bergerak-gerak, namun Wu Min dan Wu Sue tidak memperhatikannya jadi kakak beradik yang malang itu hanya menjadi korban dari bercandanya Tang Lian.
Disisi Wu Min, dia langsung bersujud lalu berkata, "Tuan muda, aku tidak tahu kesalahan apa lagi yang telah kami perbuat, tapi biarkan aku menebusnya!!."
Dengan penuh harap Wu Min berkata seraya bersujud meletakkan kepalanya dilantai.
"Tapi tuan muda, aku benar-benar memohon!!."
"Memohon untuk menebus? Memangnya apa yang bisa kau berikan padaku untuk menebusnya?."
"Itu... itu..." Wu Min bingung harus berkata apa.
"Sudah kuduga kau tidak bisa mengatakan apapun... Sudahlah, sekarang kamu pergi!!."
Tang Lian berkata demikian dan ingin melangkahkan kakinya, namun tiba-tiba Wu Sue menjatuhkan diri dan memegang kaki Tang Lian.
"Tidak bisakah kamu mengasihani kami? Kamu sudah tau, jika kamu meninggalkan kami maka kami tidak punya tempat untuk kembali, dan pada akhirnya aku takut kami akan berakhir sama seperti dulu.." Wu Sue memohon dengan sangat seraya menangis.
Melihat kecantikan nomor satu di benteng besi ini memohon dikakinya, membuat Tang Lian menjadi tidak tega dan akhirnya dia mengakhiri sandiwaranya.
"Aaaaahhhhh.... Aku sudah tidak tahan lagi..." Tang Lian menghela nafas panjang dan berkata demikian, lalu mengangkat tubuh Wu Sue hingga berhadapan wajahnya dengan jarak satu jengkal.
'Cup...'
"!!!!"
Wu Sue terkejut dengan Tang Lian yang tiba-tiba mencium bibirnya dengan lembut.
"Maaf karena pria mesum ini mengerjaimu, anggap saja jika ini adalah hukuman karena kamu telah menamparku beberapa hari lalu.."
Wu Sue terdiam dengan wajah yang sangat memerah, karena merasa sangat malu kemudian dia berkata, "Pria mesum kau jahat!!."
"Ya, aku memang bukan orang baik..." Tang Lian berkata kemudian meletakkan kepala Wu Sue didadanya.
Tang Lian yang tiba-tiba memeluknya itu lagi membuat Wu Sue semakin malu.
"Le-lepaskan, a-adikku sedang melihat..." Wu Sue berkata dengan tergagap dan sangat malu.
"Hm?.."
Kemudian Tang Lian melirik kearah Wu Min yang terdiam membelalakkan matanya dan mulutnya terbuka lebar lalu Tang Lian berkata, "Wu Min, aku mengambil kakakmu untuk menebus kesalahan kalian berdua apa kau setuju?."
"T-tentu saja tuan muda! aku setuju! sangat setuju!.." Wu Min berkata dengan sangat senang.
"Lihat, adikmu saja setuju, jadi kau tidak memiliki alasan lagi, hahaha.." Tang Lian tertawa dan berkata.
Mendengar itu, Wu Sue memeluk Tang Lian sangat erat untuk menyembunyikan wajahnya yang memerah seperti tomat didada Tang Lian.
"Tuan, apa kamu tidak salah?." Wang Long berkata seolah-olah dia protes.
"Oh?."
"Soalnya aku tidak akan bisa memakannya lagi!!." Wang Long berkata seolah-olah dia sangat ingin memakan Wu Min.
Mendengar itu kemudian semua orang menjadi tertawa terbahak-bahak, bahkan Tang Lian juga sepertinya sudah melupakan sedikit kesedihannya. Berbeda dengan Wu Min yang memucat, sedangkan kakaknya meringkuk dipelukan Tang Lian.
BERSAMBUNG
Kasih like, komen, dan votenya dong kak, bang, om, Tante, atau apalah itu😣😣😣