
Sampai tiga jam lamanya, Tang Lin dan Lao Hu tidak menemukan letak keanehan itu sama sekali. Tetapi mereka yakin jika ini ada kaitannya dengan penyerangan iblis di alam atas Lima Belas Tahun lalu. Dan bahkan sampai sekarang sisa-sisa iblis yang menyerang masih hidup dan diduga bersembunyi di kekaisaran Yu. Dan itu saat ini masih dalam proses penyelidikan yang sangat rahasia.
Akhirnya Tang Lin memutuskan agar Lao Hu kembali ke alam bawah dan tetap bersama putranya dan melindunginya. Tang Lin mengatakan bahwa ia akan mencoba mengungkap semua keanehan ini perlahan-lahan.
Sebelum Lao Hu kembali ke alam bawah, ia meminta artefak suci untuk diberikan kepada Tang Lian, awalnya Tang Lin ragu, namun Lao Hu terus meyakinkannya dan Tang Lian pasti bisa melalui cobaan sebelum memakai artefak suci. Akhirnya Tang Lin setuju dan kemudian ia memberikan artefak suci berupa kalung emas dengan permata merah ditengahnya.
Disisi Wang Long, ia sedang bertarung dengan Zhao Yu dan Wu Min. Ia ingin melihat sejauh mana kemampuan keduanya setelah berlatih di bawah bimbingannya selama dua minggu lebih ini.
"Rasakan ini guru!." Teriak Wu Min seraya menembakkan energi yang cukup besar dari pedang yang ditangannya.
"Hayo!! Kau menyerang langsung dengan terang-terangan, apakah kau tidak belajar apapun?.." Ujar Wang Long mengejek dan menghindari serangan itu dengan mudah.
Wu Min tidak termakan amarah, namun justru ia tersenyum, "Benarkah guru?.."
"Hmmm!?.." Wang Long merasa heran dengan senyuman Wu Min.
"Kena Kau!.." Zhao Yu tiba-tiba keluar dari bawah tanah dan menusukkan tombaknya keatas.
Wang Long yang sudah mengetahui jika Zhao Yu bersembunyi dibawah tanah sedari tadi, ia berpura-pura terkejut, namun detik berikutnya ia tertawa mengejek, "Hahaha... Pola serangan kalian terlalu mudah untuk dibaca dasar bodoh!.." Ujarnya dan menghindar dengan mudah dari tombak Zhao Yu.
"Sial! Kita dipermainkan!.." Ujar Zhao Yu kesal kemudian kembali melesat kedepan dengan cepat. Zhao Yu mengayunkan tombaknya dari atas.
"BAAAM!!."
Tombak Zhao Yu mengenai tanah dan menciptakan retakan yang cukup besar disana.
"Hei Zhao Yu, apa kau ingin membunuhku!?.." Ujar Wang Long setelah ia berhasil menghindari serangan Zhao Yu sebelumnya dan ia meliuk-liuk dengan tubuh ular putihnya.
"Senior berhentilah berpura-pura, anda bahkan bisa menerima serangan ku tanpa terluka.."
"Hehehe... Aku sangat tersanjung.." Ucap Wang Long sombong.
"Guru!! Kamu melupakanku!!.." Teriak Wu Min tiba-tiba seraya melancarkan serangan yang berbentuk sebuah bayangan pedang berwarna hijau dari belakangnya.
Wang Long pun mengalihkan pandangannya pada Wu Min, melihat Wu Min yang sangat bersemangat ia pun tersenyum sangat puas.
"Wu Min, perkembanganmu selama berlatih denganku itu memang mengesankan, tetapi menyerang dengan tehnik yang sama dua kali itu hanya menunjukkan kebodohanmu.." Ujar Wang Long dan mengeluarkan bayangan pedang yang sama besarnya dari mulutnya lalu ia menembakkannya juga kedepan.
"BOOMM!!!"
Kedua bayangan pedang dengan warna hijau dan putih itu beradu dan menciptakan suara ledakan yang cukup keras. Selama sepuluh detik bayangan pedang itu beradu dan akhirnya mengalahkan bayangan pedang berwarna hijau.
"BOOMM!!."
Bayangan pedang putih itu melesat terus maju dan kemudian mengenai Wu Min yang sudah lemah karena kehabisan energi. Wu Min terhempas kebelakang dan menabrak pohon hingga tumbang.
Wang Long menggelengkan kepalanya lalu berbalik menatap Zhao Yu yang sedang ngos-ngosan, "Selanjutnya tinggal kau seorang diri. Wu Min terlalu lemah dan pingsan setelah menerima satu serangan dariku.." Wang Long kembali melata dengan cepat kedepan, "Aku harap kau tidak selemah muridku!.."
"Sangat cepat!!." Ucap Zhao Yu spontan dan melompat tinggi untuk menghindari Wang Long yang tiba-tiba menyerangnya.
"Bukan aku yang terlalu cepat, tapi kau yang masih terlalu lambat.." Ucap Wang Long pelan yang tiba-tiba muncul di belakang Zhao Yu.
Zhao Yu membelalakkan matanya sangat terkejut. Karena sebelumnya ia masih sangat jelas melihat jika Wang Long masih diam dibawah, namun saat ini entah bagaimana Wang Long tiba-tiba muncul dibelakangnya.
Zhao Yu pun dengan cepat ingin membalikkan badannya dan menyerang kembali Wang Long, namun...
"Kau masih terlalu lambat!.." Ujar Wang Long dan memukul Zhao Yu dengan dengan ekornya.
Zhao Yu tidak sempat melakukan apapun lagi, akhirnya ia harus rela menerima serangan telak itu.
"BAAMM!!."
Zhao Yu terhempas kebawah dengan sangat cepat seperti meteor yang jatuh dan menabrak tanah hingga hingga menciptakan sebuah kawah kecil.
"S-senior... K-kamu terlalu k-kuat!..." Ujar Lao Hu lemah dan terbata-bata hingga akhirnya ia juga pingsan karena kehabisan energi.
Wang Long pun turun kembali ketanah dan mengangkat Zhao Yu yang sudah tak sadarkan diri. Dengan melapisi Zhao Yu dengan energi qi miliknya, ia bisa mengangkatnya dengan mudah lalu meletakkannya disamping Wu Min.
"Apakah aku masih terlalu kejam?.." Gumam Wang Long yang bertanya pada dirinya sendiri dan menatap dua orang pemuda yang berbaring tak sadarkan diri dihadapannya.
"Haih!! Sebenarnya dengan usia kalian yang masih sangat muda saat ini, tingkat kultivasi kalian sudah sangatlah tinggi. Kalian berdua adalah jenius terbaik diantara para jenius yang pernah aku temui. Tetapi aku tidak ingin kalian merasa puas diri dan akhirnya sombong dengan apa yang kalian miliki karena dunia ini masih banyak yang jauh lebih kuat dari kalian." Gumam Wang Long dengan suara yang lembut.
Wang Long menatap keduanya dan jelas dimatanya terlihat sangat puas dengan perkembangan Wu Min dan Zhao Yu.
"Sudah dua minggu kami di bukit ini, dan kurasa sebaiknya kami kembali terlebih dahulu ke sekte dan melihat apa yang terjadi semenjak kami tidak ada disana.." Gumam Wang Long. Namun sebenarnya ia merindukan Tang Lian, dan ia ingin kembali melilit dilehernya.
Naga emas yang sedang menyamar menjadi seekor ular itu, ia tidak terlihat seperti naga jantan ataupun ular jantan, tetapi sebaliknya dari perilakunya yang selalu merindukan Tang Lian, ia terlihat seperti seekor naga betina. Namun anehnya suaranya terdengar seperti seorang laki-laki.
Sedangkan disisi lain, tepatnya di hutan merah, tempat dimana Ling Zhi dimakamkan. Saat ini roh gentayangan Ling Zhi terlihat duduk termenung didahan sebuah pohon.
"Aku sangat merindukan Lian'er. Ngomong-ngomong sekarang dia sedang apa ya?.." Ujarnya yang berbicara sendiri.
Ia berbicara dengan santai seolah ia masih hidup, namun sebenarnya ia merasakan sakit diseluruh tubuhnya dan darah yang terus menetes kebawah dari bekas lukanya. Itu disebabkan oleh langit yang menghukumnya karena melawan kehendaknya.
Ling Zhi tau jika ia sedang dihukum oleh langit dan tidak tau kapan akan berakhirnya hukuman yang sangat menyakitkan itu. Ia dibilang hidup tapi aslinya sudah mati, dibilang mati tetapi dia masih merasakan sakit yang luar biasa disekujur tubuhnya. Dan ia sudah menahan rasa sakit itu belasan tahun lamanya, dan apakah ia menyesal karena itu?. Didalam hatinya ia tidak akan pernah menyesal meskipun ia harus merasakan rasa sakit itu selamanya, baginya ia hanya ingin terus melihat putra angkatnya terus tumbuh menjadi seorang laki-laki yang luar biasa. Terlebih lagi jika ia bisa berdiri disampingnya dan membantunya, maka ia akan sangat bahagia.
Lain dari pada itu semua, ternyata masih ada yang lebih menyakitkan dan bisa saja membuat amarah meledak, yaitu tiba-tiba bersambung 🗿🗿🗿