PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 197 "Bimbang.."


"Sebelum aku menjawab, izinkan aku untuk bertanya beberapa pertanyaan padamu.." Ujar Tang Lian seraya mengusap lembut rambut Yun Mei.


Ia melakukan itu karena Yun Mei terus saja menatap Lao Hu dengan tajam. Tampaknya ia masih menunggu jawaban Lao Hu tentang bagaimana ia bisa mengenal ayahnya yang merupakan pemimpin para dewa.


"Apa itu?.." Tanya Lao Hu kembali, ia juga sedikit penasaran apa yang akan ditanyakan.


"Kau bilang akan terus mengikuti ku, tapi nyatanya kau masih berhubungan dengan ayahku kan?.." Tanya Tang Lian seraya menatap Lao Hu dengan tatapan tajam.


"Itu benar, mau bagaimana pun juga, aku menjadi bawahan Anda atas perintah dari Yang Mulia. Sebelumnya yang membuat artefak suci itu juga bukan aku, tetapi Yang Mulia.." Ujar Lao Hu, sekarang ia tampak tidak menutupi apapun. Ia berniat akan mengatakan dengan jujur apapun yang akan ditanyakan oleh Tang Lian.


"Baiklah, itu sudah menjawab kebenaran jika selama aku berlatih kau juga pergi mengunjungi ayahku.."


"Pertanyaan kedua, apakah memang benar ayahku telah hidup selama itu?.." Tanya Tang Lian kembali.


Tang Lian bertanya demikian karena ia ingin mengkonfirmasi semua kebenaran dari cerita Lao Hu, tak lupa ia menggunakan tehnik mata bintangnya untuk mengetahui apakah Lao Hu berbohong atau tidak.


"Benar, Yang Mulia sendiri sudah hidup selama lima ratus ribu tahun. Selama itu, ia sudah membuat sejarah mencatat namanya..." Jawab Lao Hu dengan santai.


"Pertanyaan ketiga, kau bilang ayahku lah yang membangun istana Penghakim itu, tapi mengapa aku tidak mengetahuinya?.."


"Untuk itu, aku tidak berhak untuk memberikan jawabannya meskipun aku mengetahuinya.."


"Apakah ayahku yang melarang mu untuk mengatakan alasannya mengapa ia harus menyembunyikan kebenaran itu?.."


"Tidak, Yang Mulia sama sekali tidak berniat menyembunyikannya, yang Mulia hanya mencari waktu yang tepat untuk mengatakannya.."


Menghela nafas berat karena Tang Lian tidak mendapatkan jawaban yang ia inginkan. Kemudian kembali bertanya...


"Istana Penghakim, apa sebenarnya tujuan ayahku membangunnya? Dan Lagi bagaimana bisa kau mengenal ayah mertuaku? Dan bagaimana bisa yang mewariskan gelar Penghakim kepadaku itu adalah ayah mertuaku, bukankah kau bilang jika ayahku adalah Penghakim pertama di dunia ini?.." Ujar Tang Lian melontarkan rentetan pertanyaan yang sangat mengganggu pikirannya.


Yun Mei, ia juga sedang menunggu jawaban itu. Sebelumnya Lao Hu telah berkata jika Yun Zhang adalah rekan seperjuangan nya, dan karena itu Yun Mei sudah tau jawaban dari pertanyaan Tang Lian barusan. Namun ia juga ingin memastikannya sekali lagi.


"Tujuan Yang Mulia, adalah untuk menjaga alam rendah ini dari invasi para bangsa iblis. Tidak hanya itu, Istana Penghakim juga mengemban tugas untuk menjadi ke adilan di alam rendah ini. Untuk lebih jelasnya, Anda akan tau setelah kita pergi ke istana Penghakim.." Ujar Lao Hu berkata singkat. Ia terlalu malas untuk menjelaskan satu persatu dari banyaknya tanggung jawab yang di emban oleh istana Penghakim.


Lagi pula, Tang Lian akan lebih mengerti jika ia sudah mendatangi Istana Penghakim itu sendiri.


Mendengar itu membuat Tang Lian kembali berpikir, apakah ia harus mengunjungi kekaisaran Zhang atau harus pergi ke istana Penghakim terlebih dahulu.


Kekaisaran Zhang, tujuan Tang Lian pergi kesana ialah untuk menghancurkan sekte teratai hitam. Sedangkan untuk Istana Penghakim sendiri, ia sekarang memiliki tanggung jawab sebagai pemimpin di sana.


Tang Lian berpikir manakah yang lebih penting di antara keduanya? Ia masih belum tau jika bekas Medan perang yang baru saja dikunjungi oleh kedua hewan suci itu semuanya sebenarnya adalah mayat dari pasukan kekaisaran Zhang yang bercampur dengan murid sekte teratai hitam.


Jika saja ia tau, maka Tang Lian pasti akan mengunjungi istana Penghakim terlebih dahulu. Karena sekte teratai hitam itu berada dibawah lindungan kekaisaran Zhang. Dan jika ingin menghancurkan sekte teratai hitam, maka Tang Lian pasti akan berurusan dengan kekaisaran Zhang.


Tenggelam dalam pikirannya sendiri, saat ini Tang Lian telah melupakan satu hal, yaitu dia masih belum menjawab pertanyaan Lao Hu sebelumnya. Apakah ia sanggup mengemban tanggung jawab besar sebagaimana ayahnya dulu mengemban tanggung jawab itu?


"Anda masih belum menjawab pertanyaan ku sebelumnya pangeran..." Ujar Lao Hu dan membuyarkan Tang Lian dari semua pikirannya.


"Berikan aku waktu untuk berpikir.." Ucap Tang Lian yang masih dilanda kebingungan.


"Baiklah, kuberikan pangeran waktu untuk berpikir selama lima menit. Setelah itu, jika pangeran masih tidak menjawab maka aku anggap itu sebagai jawaban jika pangeran tidak sanggup. Setelah itu aku juga akan mengambil kembali semua kekuatan dan pengetahuan yang di berikan oleh Yun Zhang.." Ujar Lao Hu memberikan sedikit ancaman.


"Jadi kau juga tau jika kekuatanku ini diberikan oleh ayah mertuaku?..."


"Ha-ha-ha.. tentu saja aku tau.." Jawab Lao Hu dengan sedikit tawa.


"Seberapa banyak sebenarnya kau ketahui!?.." Tanya Tang Lian dengan tatapan tajam ke arah Lao Hu.


"Aku mengetahui segalanya.." Jawab Lao Hu dan membalas tatapan tajam Tang Lian.


Lao Hu seolah berkata, apakah kau kira tatapanmu itu bisa menakutiku?. Aku adalah yang terkuat nomor dua setelah Yang Mulia Tang Lin! Kau ingin menindasku!? Tanyakan pada dirimu apakah kau pantas!


Sementara semua orang lainnya, hanya bisa diam tanpa suara, mereka kurang mengerti atas apa yang sedang dibicarakan. Tapi mereka sudah tau, jika kekuatan menakutkan yang selama ini Tang Lian miliki ternyata itu berasal dari ayah mertuanya.


"Akan kuberikan sedikit nasihat... Terlepas dari semuanya yang Anda miliki saat ini, itu semua terkait dengan Yang Mulia Tang Lin. Sejauh apapun Anda ingin melarikan diri dari ayah Anda, Anda tetap tidak akan bisa lepas dari genggamannya.."


"Oh? Apa maksudmu?.." Tanya Tang Lian kembali.


"Maksudku, kekuatan yang Anda dapatkan dari Yun Zhang itu, juga sebenarnya adalah titipan dari ayah Anda untuk diberikan kepada pewaris Tahta Penghakim. Dan untuk Yun Zhang sendiri, ia juga adalah salah satu bawahan Yang Mulia Tang Lin, apakah sudah jelas?.."


Mendengar itu, Tang Lian menjadi mengerti garis besarnya sekarang, dan wajahnya juga berubah menjadi gelap.


"Lalu, sebelumnya kau kembali mendekati ku apakah itu juga perintah ayahku?.." Tanya Tang Lian dengan wajah gelapnya.


Ketika Tang Lian menanyakan itu, tiba-tiba semua orang merasakan perasaan yang khawatir, karena aura Tang Lian seketika berubah menjadi tidak bersahabat. Hal itu dikarenakan ia yang masih membenci ayahnya. Itu juga lah yang membuatnya ragu untuk menjawab pertanyaan Lao Hu sebelumnya.


Maksud dari kata-kata Lao Hu itu sangat jelas, jika Tang Lian sendiri saat ini juga masih mengandalkan ayahnya meskipun ia membenci nya.


Tang Lian sendiri sudah pernah mengatakannya bukan? Ia bahkan akan mengganti darahnya meskipun itu darah binatang sekali pun. Hal itu dikarenakan ia yang sudah sangat membenci ayahnya. Melihat tangan kanannya yang dipotong oleh ayahnya sendiri, bagaimana ia bisa menahan kebencian itu ?.


Ditambah lagi sekarang Lao Hu mengatakan jika ia tidak akan pernah bisa lepas dari genggaman Tang Lin. Bukankah itu artinya ia akan selamanya hidup dengan bayang-bayang ayah yang ia benci?


Lao Hu yang tidak tau apa yang sedang dipikirkan oleh Tang Lian, kemudian menjawab, " Nantikan episode selanjutnya karena sekarang waktunya bersambung.."