
Setelah memasuki kota singa api, Tang Lian langsung pergi mencari hadiah yang dia janjikan untuk Jia Li keberbagai toko, mulai dari toko baju hingga toko perhiasan. Namun bahkan sampai tiga jam lamanya Tang Lian juga masih tidak menemukan hadiah yang menurutnya cocok.
"Haih... Aku sudah lapar, sebaiknya kita makan siang dulu lalu melanjutkan pencarian hadiah setelahnya..." Ucap Tang Lian seraya menggelengkan kepalanya.
Long Xia Shi dan Zhao Yu juga hanya menurut saja, sementara Lao Hu masih seperti biasanya yaitu tidur dengan malas diatas kepala Tang Lian.
Meskipun Lao Hu terlihat malas dan tidur, namun sebenarnya ia sedang memutar otaknya tentang bagaimana caranya ia memberitahukan Tang Lin tentang musuh bebuyutannya ternyata masih hidup. Lao Hu tidak mungkin meninggalkan Tang Lian sekarang atau ia akan kehilangan kepercayaannya karena mengingat hubungan Tang Lian dan Tang Lin yang tidak baik.
Didalam kita singa api itu juga, Tang Lian diperlakukan sangat hormat oleh semua orang, karena tidak ada yang tidak mengenalnya disini. Bahkan tidak jarang orang-orang memberikan hadiah sebagai tanda terima kasih karena telah membebaskan kota kecil itu dari pemimpin mereka sebelumnya.
Tang Lian ingin menolaknya karena sebagian dari hadiah itu hanyalah barang-barang yang tidak berguna baginya, namun ia terpaksa menerimanya karena takut akan orang-orang dari kota kecil itu kecewa padanya.
Setelah satu jam lagi berlalu, Tang Lian akhirnya telah selesai makan dan kembali mencari hadiah yang dia janjikan untuk Jia Li.
Sementara itu di alam atas, terlihat seorang pria paruh baya sedang berlutut dihadapan Tang Lin yang duduk diatas singgasananya.
"Yang Mulia, kami telah menemukan tempat persembunyian pilar iblis yang ke lima puluh!!.." Ucap pria paruh baya itu melaporkan.
"Apakah kau sudah memastikan jika itu bukan pengalihan lagi jendral?.." Tanya Tang Lin dengan sorot mata serius.
"Aku yakin Yang Mulia, aku sudah memastikannya dengan mata kepalaku sendiri.." Jawab pria yang ternyata adalah salah satu dari sekian banyak jendral dikekaisaran Tang.
"Baiklah jenderal, jelaskan lebih rinci!!.." Ucap Tang Lin semakin serius.
"Yang Mulia, seperti yang kita tau, setelah kita memukul mundur salah satu raja iblis lima belas tahun yang lalu, kita melihat jika mereka mundur kearah tenggara, namun sebenarnya mereka mundur kearah selatan.." Ucap jendral itu menjelaskan.
"Arah selatan? Bukankah itu adalah arah kekaisaran Yu?.."
"Benar Yang Mulia..."
"Tapi awalnya mereka menyerang dari tenggara, lalu bagaimana mungkin mereka bisa tiba-tiba ada di selatan?.." Ujar Tang Lin yang merasa sedikit bingung.
Jendral itu juga sedikit bingung dan terdiam. Setelah beberapa saat, kemudian jendral itu kembali berbicara, "Yang Mulia, sebenarnya ada banyak hal yang mengganjal pikiranku selama lima belas tahun ini.."
"Hm?.. Katakan apa itu?.."
"Bukankah sebelumnya ini sudah jelas jendral? Kekaisaran kita telah disusupi oleh para iblis dan terdapat beberapa penghianat waktu itu.." Ujar Tang Lin yang merasa jika masalah itu telah diselesaikan lima belas tahun yang lalu.
"Ini tidak sesederhana itu Yang Mulia, jika kekaisaran kita saja bisa disusupi oleh para iblis lalu bagaimana dengan kekaisaran lainnya? Ditambah lagi dengan fakta sekarang jika pemimpin penyerangan yaitu pilar iblis ke lima puluh diketahui telah mundur kearah sana..." Ujar jendral itu menjelaskan dan terdengar sangat mencurigakan.
"Jendral apa jangan-jangan maksudmu adalah..." Tang Lin menghentikan kata-katanya.
"Benar Yang Mulia, aku takut jika kekaisaran Yu sudah jauh disusupi sebelum kita membentuk aliansi dengan mereka!.." Ucap jendral itu dengan terang-terangan mengatakan kecurigaannya pada kekaisaran yang selama ini terlihat sangat bersahabat dengan mereka.
Tang Lin diam dan tampak berpikir untuk sesaat, karena apa yang dikatakan oleh jenderalnya itu sangatlah masuk akal. Namun yang dia bingungkan adalah, bagaimana ia bisa dikelabui sangat mudah? Bagaimana ia tidak menyadari ini semua lebih awal?.
"Mungkin aku sudah terlalu tua.." Batin Tang Lin kemudian menggelengkan kepalanya.
"Jendral, sebelum kita bertindak lebih jauh, aku ingin kamu menyelidiki ulang penyerangan pilar iblis lima belas tahun yang lalu, dan juga selidiki kekaisaran Yu secara diam-diam.." Ujar Tang Lin memberikan perintah.
"Baik Yang Mulia.." Jendral itu menerima perintah dengan senang hati, kemudian ia menghilang dari hadapan Tang Lin seolah dia tidak pernah ada disana.
Setelah jendral itu pergi, Tang Lin menghela nafas seraya menggelengkan kepalanya, "Haaah... Semoga apa yang aku pikirkan itu tidak benar. Jika tidak, aku bahkan tidak akan memandang aliansi kami yang telah terbentuk dengan kekaisaran Yu selama dua ratus ribu tahun ini dan meratakannya dengan tanah!!.." Gumam Tang Lin dengan sorot mata yang tajam dan mengepalkan tinjunya kuat.
Di ungkitnya masalah penyerangan iblis yang tiba-tiba lima belas tahun yang lalu, membuat Tang Lin secara otomatis mengingat bagaimana ia berpisah dengan putranya. Juga karena itulah masalah utama hingga saat ini ia sedang tidak baik-baik saja dengan putranya.
Jika saja waktu itu para iblis tidak mengganggu ketenangannya, maka tidak mungkin saat ini ia berpisah dengan putranya, jika saja waktu itu para penghianat ditemukan lebih awal, maka pastinya semua ini tidak akan terjadi. Mengingat itu sungguh membuat Tang Lin sangat kesal.
Dan bukan hanya itu yang kini mengganggu pikiran Tang Lin, kini ia juga sangat bingung dan penasaran. Seingatnya ia dan istrinya Ling Yuan telah bekerja sama dan berhasil menyegel dewa iblis dimasa lalu, disegelnya dewa iblis adalah tanda jika para iblis telah dikalahkan sewaktu perang besar dimasa lalu.
Dan dewa iblis adalah satu-satunya diantara musuh yang paling kuat yang pernah dihadapi oleh Tang Lin, karena terlalu kuat Tang Lin bahkan tidak bisa membunuh dewa iblis itu. Tang Lin sudah berkali-kali menghancurkan tubuhnya namun dalam lima detik tubuhnya kembali pulih seperti sedia kala sehingga membuat Tang Lin tidak memiliki pilihan lain selain menyegelnya dengan bantuan dari rantai emas ilahi milik istrinya.
Sejak saat itu Tang Lin telah berhasil menciptakan kedamaian bagi seluruh dunia sampai saat ini. Mengingat itu membuat Tang Lin semakin bingung, apakah dewa iblis telah bebas dari segelnya sehingga para iblis tiba-tiba menyerang alam atas setelah ratusan ribu tahun lamanya?.
Mengingat jika waktu sudah berlalu selama lima ratus ribu tahun lamanya sejak saat itu, Tang Lin merasa itu mungkin saja, namun juga masih ada kemungkinan lainnya mengingat rantai yang digunakan sewaktu menyegel dewa iblis adalah rantai emas ilahi.
Tang Lin sedikit menyesal setelah memikirkan itu semua, bagaimana tidak? Sekarang karena kurangnya informasi dan ia sudah hidup terlalu lama, membuat banyak misteri yang kini bermunculan dipikirannya. Ia berpikir ia terlalu meremehkan bangsa iblis selama ini hingga ia mengendurkan kewaspadaannya tehadap mahluk hina itu.
"Dunia ini... Apakah sekali lagi akan jatuh kedalam jurang keputusasaan dan kegelapan?.." Gumam Tang Lin khawatir.