
Disisi Tang Lian, Zhao Yu, Lao Hu, dan Long Xia Shi. Mereka berempat berjalan ditengah lebatnya hutan yang menghalangi sinar matahari yang terik dengan perlahan.
Saat berjalan, seekor kelinci putih tiba-tiba melintas dengan cepat dari hadapan mereka.
Deg!!
Tang Lian seolah teringat dengan sesuatu dan akhirnya ia menghentikan langkahnya dan berteriak.
"Astaga!! Bagaimana aku bisa lupa! Aku sudah berjanji akan membawakan hadiah untuk Li'er!!.." Ucap Tang Lian berteriak seraya memegang kepalanya.
"Kakak, apa yang perlu kamu takutkan? Setelah sampai di kota, kita bisa membelinya nanti.." Ujar Zhao Yu dengan santai, namun tidak dengan Long Xia Shi.
"Li'er? Siapa dia?.." Tanya Long Xia Shi penuh kecurigaan.
"Dia adalah putri dari pemimpin sekte elang besi Jia Kun. Namanya adalah Jia Li dan ia adalah istri keduaku.."Jawab Tang Lian dengan santainya dan tanpa dosa.
"A-apa aku tidak salah dengar!?.." Tanya Long Xia Shi sekali lagi dengan syok berat.
"Tidak adik Shi..."
Ketika Tang Lian mengatakan tidak, Long Xia Shi tiba-tiba terjatuh pingsan. Ia terlalu terkejut dengan pengakuan tiba-tiba dan terlihat tanpa dosa itu. Melihat Long Xia Shi yang terjatuh pingsan dengan cepat Tang Lian menangkapnya.
"Adik Shi!! Ada apa denganmu!!.." Teriak Tang Lian panik, namun setelah dia memeriksanya, ternyata Long Xia Shi hanya pingsan saja.
Tang Lian menghela nafas lega hingga lima menit kemudian Long Xia Shi terbangun. Ketika Long Xia Shi terbangun, ia melihat jika ia sedang tidur dipangkuan Tang Lian. Awalnya ia linglung dan tidak tau apa yang terjadi padanya, namun setelah ia mengingatnya kemudian wajahnya berubah menjadi sangat kesal.
"Kau pria bajingan!!.." Teriak Long Xia Shi dan ingin mendorong tubuh Tang Lian menjauh darinya, namun Tang Lian justru mengeratkan pelukannya, Tang Lian berpikir tidak akan pernah melepaskan pelukan itu sebelum Long Xia Shi tenang.
"Tenanglah adik Shi..." Ujar Tang Lian yang berusaha menenangkan seraya terus memeluk Long Xia Shi.
"Tenang katamu!? Bagaimana aku bisa tenang setelah pengakuanmu barusan!! Bajingan lepaskan aku!!.." Berontak Long Xia Shi keras.
"Tidak akan adik Shi! Sebelum kamu bisa diam dan mendengarkan penjelasanku!!." Ujar Tang Lian tanpa mengendorkan sedikitpun pelukannya.
"Penjelasan!? Penjelasan seperti apa hah!? Bajingan! Seharusnya kau hanya milikku seorang!!!.." Teriak Long Xia Shi semakin marah.
Tang Lian mendecihkan lidahnya kesal, kemudian ia melihat ke sekelilingnya dan telah merasa Zhao Yu dan Lao Hu telah pergi sangat jauh. Sebelumnya Tang Lian sudah menduga ini pasti akan terjadi namun tetap saja ia terkejut dan kesal.
Setelah itu Tang Lian melepaskan pelukannya karena Long Xia Shi terus berontak sangat keras, Tang Lian takut jika ia terus memaksa maka akan membuat Long Xia Shi justru terluka.
"Bajingan!!"
"PLAK!!!"
Long Xia Shi langsung menampar Tang Lian setelah ia melepaskannya. Dan Tang Lian juga tidak menghindari, ia ingin membiarkan Long Xia Shi melampiaskan kemarahannya.
"Zhao Yu dan Lao Hu telah menjauh, lakukan apa yang ingin kau lakukan sekarang adik Shi.." Ujar Tang Lian kemudian pasrah.
Long Xia Shi tidak peduli dengan kata-kata Tang Lian barusan, dan justru mulai memukuli wajahnya dengan keras hingga bengkak dan membiru.
"Bajingan!! Kau penipu!!.."
"BAAM!!"
"Kau pembohong!!.."
"BAAM!!"
"BAAM!!"
"Kasih sayangmu padaku itu tidak pernah ada!!.."
"BAAM!!"
Jia Li mengungkapkan banyak hal tentang kekecewaannya seraya terus memukuli wajah Tang Lian. Ini adalah alasan mengapa Tang Lian menyuruh Zhao Yu dan Lao Hu agar berangkat duluan. Ia tidak ingin Zhao Yu dan Lao Hu melihatnya dipukuli seperti ini.
Bahkan sampai sekarang, sudah satu jam lamanya Tang Lian terus dipukuli hingga terkapar ditanah, namun Jia Li masih belum berhenti. Ia menindihnya dan memukuli wajahnya yang sudah mulai mengeluarkan darah berkali-kali.
Tang Lian juga sudah tidak berusaha menjelaskan lagi, ia hanya membiarkan Long Xia Shi terus memukulinya lagi dan lagi, bahkan jika ia dipukuli sampai mati oleh Jia Li, Tang Lian tidak berpikir lagi untuk menghentikannya karena itu percuma.
Satu jam setengah lamanya, akhirnya Long Xia Shi kelelahan, ia bernafas dengan ngos-ngosan lalu berdiri dengan perlahan. Melihat itu, Tang Lian juga berdiri dengan susah payah, ia kemudian mengeluarkan sebuah pedang dari cincin penyimpanannya yang panjangnya satu meter setengah lalu melemparkannya kearah Long Xia Shi.
"Apa maksudnya ini!?.." Tanya Long Xia Shi yang kebingungan setelah menerima pedang.
"Bunuh aku!.."
"Apa!?... Kurasa aku salah dengarkan?.." Ucap Long Xia Shi tidak percaya.
"Kamu tidak salah dengar adik Shi, aku bilang bunuh aku. Pertama aku sudah memutuskan hubungan dengan keluargaku, dan sekarang aku bahkan sudah kehilangan dirimu, lalu untuk apa aku hidup?.." Ujar Tang Lian seraya menahan sakit diseluruh wajahnya.
"Apakah pukulanku terlalu keras sehingga membuat otakmu rusak!?.." Teriak Long Xia Shi.
Mendengar itu kemudian Tang Lian tertawa, "Hahahahaha!!! Benar!! Otakku sudah rusak adik Shi!!! Kamu tidak tau kan apa yang membuat ayahku murka padaku?. Sekarang aku akan menjelaskan, itu karena aku berzina dengan ketiga Kakakku!! Hahahahaha!!!.." Teriak Tang Lian dan tertawa sangat keras.
Tubuh Long Xia Shi bergetar ketika mendengar itu, ia merasa tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Ia memang tau jika ketiga kakak Tang Lian pada akhirnya akan menjadi istri Tang Lian karena aturan keluarga, namun berhubungan sebelum waktunya itu sungguh sangat sulit untuk dipercaya. Namun Tang Lian belum berhenti disana.
"Ayo adik Shi... Apa lagi yang kamu tunggu!? Bunuh aku dan lampiaskan seluruh amarahmu! Kenapa? Apakah kamu ragu? Apakah kamu takut? Hahahaha!!! Bodoh!!! Sekarang aku telah memiliki dua istri dan tiga kekasih! Aku kembali padamu hanya untuk mempermainkanmu dan ketika aku mengakui itu kamu bahkan masih memiliki rasa ragu hahahaha sungguh bodoh!!!.." Teriak Tang Lian memprovokasi.
Disisi Long Xia Shi, sedari awal dia sudah sangat emosi dan susah untuk berpikir jernih dan melupakan sesuatu yang pernah ia sumpahkan, namun karena provokasi Tang Lian barusan, ia akhirnya kehilangan akal sehatnya dan memegang pedang ditangannya dengan erat dan berteriak.
"Bajingan tidak tau malu!! Mati kau!!!.." Teriak Long Xia Shi seraya menusukkan pedang itu kearah Tang Lian, dan.
"JLEB!!!!"
Pedang itu menembus punggung Tang Lian, dan seketika darah segar mengalir dan menetes melalui pedang itu hingga membasahi kedua tangan Long Xia Shi.
Ketika pedang itu sudah menembus punggung Tang Lian, disitulah Long Xia Shi baru tersadar.
"K-kenapa kamu tidak menghindar.." Tanyanya dengan gemetar dan matanya memerah menandakan dia tidak bisa menahan air matanya lagi.
"Karena.... Aku mencintaimu...."
"BRUK!"
Tang Lian terjatuh tak sadarkan diri.
"Tidaaaaakkkk..." Teriak Long Xia Shi histeris dan penuh penyesalan, namun sayangnya sudah terlambat, karena waktunya sudah tiba untuk bersambung.