
"Bagus!... Sekarang lanjutkan apa yang ingin kau sampaikan.." Ujar naga kegelapan dan kembali memejamkan matanya.
Mao Tzu juga mau tidak mau harus menekan amarahnya. Mengingat siapa sebenarnya naga kegelapan dan Mao Gu, dia memilih untuk tidak memperpanjang masalah lagi.
"Musuh kita yaitu kekaisaran Long, kini telah kehilangan kekuatan yang signifikan. Sekte pedang cahaya telah hancur lebur dan klan Liao yang menjaga kota benteng besi juga telah musnah.." Ujar Mao Tzu menjelaskan.
"Sekte pedang cahaya? Bukankah itu adalah sekte yang sudah kau kendalikan sebelumnya kakak?.." Potong Mao Tse yang penasaran.
"Benar, tapi yang aku kendalikan itu hanyalah pemimpin mereka dan bukan keseluruhan sektenya. Awalnya aku ingin masuk melalui sekte itu dengan perlahan, tetapi tidak menyangka jika Tang Lin mengetahuinya dan akhirnya ia menghancurkan sekte itu.." Ujar Mao Tzu menjelaskan panjang lebar.
Mendengar penjelasan itu, semua orang langsung paham kemana arahnya dan apa maksud Mao Tzu sebenarnya.
"Jika sekte pedang cahaya telah hancur lalu bagaimana dengan Mao Rue? Bukankah dia adalah salah satu pion yang berharga?.." Tanya Mao Zedong.
"Dia sudah mati.." Jawab Mao Tzu santai.
Mendengar itu semua orang lalu menggelengkan kepalanya dan sangat menyayangkan itu.
"Lalu klan Liao apakah mereka dihancurkan oleh Tang Lian juga?.." Tanya Mao Ziyi yang penasaran.
"Hancurnya klan Liao aku tidak tau siapa yang melakukannya, tapi yang pasti aku rasa itu adalah orang-orang dari istana itu yang juga berkaitan dengan Tang Lin..." Jawab Mao Tzu jujur.
"Aku masih sedikit bingung... Kaisar, bukankah anda bilang Tang Lin telah menghilang lima ratus ribu tahun yang lalu?.." Tanya Mao Zedong kembali.
"Ia memang menghilang, tetapi orang-orangnya masih ada dimana-mana, terlebih lagi istana itu, dimasa depan kita harus berhati-hati dengannya.." Jawab Mao Tzu lagi.
"Tunggu dulu kakak, salah satu tetua luar sekteku juga mati bahkan jasadnya saja tidak bisa aku temukan, apakah ini juga berkaitan dengan istana itu?.." Potong Mao Tse.
"Bisa jadi.."
Pembahasan ini semakin membingungkan bagi Mao Zedong dan Mao Ziyi. Mereka berdua menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dari cerita yang mereka dengar, mereka menangkap jika Mao Tzu saat ini hanya mengumbar kekalahannya dan rencana yang mereka susun sebelumnya juga sepertinya sudah melenceng.
"Maaf kaisar, tapi bukankah ini berarti rencana kita sebelumnya sudah gagal?.." Tanya Mao Zedong karena terlalu bingung.
"Baiklah, aku akan menjelaskan sekali lagi. Hancurnya sekte pedang cahaya dan klan Liao, memang berimbas pada rencana kita pada awalnya. Namun karena itu juga musuh kita telah kehilangan kekuatan yang sangat besar. Dan oleh karena itu, kita akan memanfaatkan peluang ini untuk menghancurkan total kekaisaran Long itu..."
"Seingatku istana itu tidak pernah berpihak kepada siapapun atau dengan kata lain mereka itu netral. Mereka hanya akan bergerak jika mereka melihat iblis..."
"Hanya bergerak ketika merasakan kehadiran iblis... Sepertinya mereka memiliki kebencian yang sangat dalam kepada ras iblis..." Gumam Mao Zedong seraya memegang dagunya.
"Lalu apa bedanya? Jika kita menyerang sekarang istana itu pasti akan mengetahuinya lalu berbalik membantu musuh nanti..." Ujar Mao Ziyi yang merasa rencana Mao Tzu itu hanya akan menghancurkan diri sendiri. Karena ia tau betapa menakutkannya istana yang sangat rahasia itu.
Mendengar itu, Mao Tzu lalu menyunggingkan senyumnya dan berkata, "oleh karena itu kita tidak akan menyerang dengan pasukan iblis, tapi menggunakan pasukan utama kekaisaran ini.."
Kedua panglima iblis angin itu membelalakkan matanya dan begitu juga dengan Mao Tse, karena akhirnya mereka tau apa maksud sebenarnya dari Mau Tzu.
Mengetahui apa yang orang-orang itu pikirkan, lalu Mao Tzu berdiri dan mengeluarkan sebuah peta. Peta itu adalah peta kota benteng besi dan Mao Tzu berniat memulainya dari sana.
"Kita akan menggunakan pasukan manusia melawan pasukan manusia, dititik ini, ini dan ini.." Ucap Mao Tzu seraya menunjuk empat titik yang berbeda.
Mereka pun lalu membahas strategi perang yang akan mereka lancarkan. Kedua panglima dan satu pemimpin sekte itu pun mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti. Sementara Mao Gu dan Naga Kegelapan hanya diam dan mendengarkan. Meskipun mereka benci jika Mao Tzu yang memerintah mereka, tapi mereka berdua harus menurut karena ini adalah perintah dari kaisar iblis.
Didalam pertemuan mereka, Mao Tzu juga mengatakan jika mereka hanya akan mengambil kota benteng besi saja untuk sementara. Hal itu bertujuan agar mereka tau, apakah menyerang dengan pasukan manusia juga akan menarik perhatian istana misterius itu?. Sebelumnya Mao Tzu hanya berspekulasi saja karena dari cerita ayahnya memang demikian. Tapi setelah ratusan ribu tahun berlalu bisa saja itu sudah berubah.
Rencana menyerang, bertahan, dan mundur telah dipersiapkan dengan matang oleh para iblis itu. Jika istana itu tidak bergerak setelah mereka memulai kembali peperangan yang telah lama berhenti, maka para iblis itu akan melanjutkan invasinya, tapi jika istana itu menyadari kehadiran iblis dan ikut campur lagi dalam masalah ini, maka mereka harus mundur. Karena Istana misterius itu, para iblis terlihat sangat takut padanya. Hampir setiap kali mereka berencana melakukan sesuatu maka akan dipersulit oleh istana itu.
Maka oleh karena itu, Mao Tzu berkata mereka akan mulai menyerang jika ayahnya sudah kembali dari alam iblis. Karena ia memesan sesuatu yang dapat menekan aura iblisnya.
Para iblis itupun kemudian tertawa bersama Karena sepertinya rencana mereka tersusun dengan sangat rapi. Mereka sudah tidak sabar untuk merasakan darah dan jeritan keputusasaan dari target mereka.
Meminum darah manusia adalah cara tercepat bagi mereka untuk meningkatkan kekuatan, sedangan jeritan kesakitan dan keputusasaan adalah musik indah yang mereka dengar.
Mengingat ayahnya akan kembali dalam waktu dua minggu lagi, membuat mereka semakin tidak sabar. Namun mereka tidak tau jika ayahnya hampir mati ketika menyelamatkan seseorang. dan itu akan menunda rencana mereka.
Disisi lain, seorang pria tua yang diikat dengan rantai didalam sebuah penjara yang sangat gelap. Ia mendengar semua rencana para iblis itu, lalu ia mengangkat kepalanya dan membatin, "Hahaha... bersinarnya cahaya yang ketiga beberapa Minggu yang lalu, adalah tanda jika tuanku Yang Mulia Tang Lin telah benar-benar kembali! dan kalian kira ia akan membiarkan rencana busuk kalian itu berjalan dengan lancar? Naif!! Kalian hanya akan mendapatkan kematian..."
Begitulah ia membatin. Pria tua yang dirantai itu ialah kaisar kekaisaran Zhang sebelum dikuasai oleh para iblis. Pria tua itu dulunya adalah salah satu bawahan paling setia Tang Lin, dan kini ia terpenjara disana dengan kondisi yang sangat menyedihkan. Jika saja Tang Lin menyadari dan mengetahui ini maka pasti ia akan menyelamatkan bawahannya itu.
Namun ia tidak bisa karena alam atas juga sedang disibukkan oleh sesuatu yaitu para iblis juga. Apakah penyerangan alam atas itu sengaja dilakukan hanya untuk menyibukkan Tang Lin dan membuat mereka bisa fokus untuk menguasai alam bawah? Kita akan tau sebentar lagi. Tapi sebelum itu, tentunya kita semua sudah tau jika sekaranglah saat yang tepat untuk bersambung🗿🗿🗿