
Kemarahan Tang Lin yang memicu keributan membuat banyak orang yang kini berkumpul disana, termasuk kaisar Long Tian dan Permaisuri Shu Zhu dan Zhao Yu. Mereka semua memiliki pertanyaan yang sama yaitu apa yang membuat Tang Lin marah dan memukuli anaknya sendiri seperti sedang memukuli seorang penjahat.
Meskipun mereka penasaran tetapi tidak ada yang berani bertanya karena mereka merasa mereka terlalu lancang untuk itu dan bahkan bisa membuat Tang Lib semakin marah.
Sedangkan Tang Lian yang terus dipukuli oleh ayahnya terlihat giginya sudah rontok beberapa, wajahnya bengkak, pakaiannya compang-camping dan kini terbaring lemah. Pandangan matanya kini telah berubah menjadi rabun seolah dia bisa kehilangan kesadaran kapan saja, keadaan putra sang penguasa benar-benar sangat mengenaskan karena ayahnya sang penguasa yaitu Tang Lin sendiri!.
Sedangkan Ling Yuan, ketiga putri kembar dan Long Xia Shi, mereka sudah tidak dapat membendung air matanya lagi karena mereka tidak tega melihat Tang Lian terus-terusan dipukuli oleh ayahnya sendiri. Tetapi juga mereka tidak dapat melakukan apapun, hal ini membuktikan dan membuat mereka sadar jika mereka TERLALU LEMAH!. Hanya Ling Yuan lah yang seorang diri dan sebagai seorang ibu terus-menerus mencoba untuk menghentikan, tetapi Tang Lin benar-benar sangat murka kali ini dan dia tidak peduli apapun yang dikatakan oleh Ling Yuan.
Disisi Long Xia Shi, dia kemudian memohon pada ayahnya untuk membantu Tang Lian.
"Ayah... Tolong lakukan sesuatu atau kakak Lian akan mati!.." Ucal Long Xia Shi memohon pada ayahnya seraya berlinang air mata.
"Putriku, ayah juga tidak tega melihatnya dan sangat ingin menghentikannya, tetapi juga ayah tidak bisa melakukan apa-apa. Ingat dia adalah sang penguasa dan ini adalah masala keluarga mereka dan kita tidak ada hubungannya.." Long Tian menjawab tidak berdaya.
Mendengar itu kini satu-satunya harapan Long Xia Shi adalah berharap sang penguasa berbelas kasih pada putranya itu.
Disisi Tang Lin, dia terus kembali mendekat kearah putranya itu lalu menangkap lehernya kemudian mengangkatnya dari tanah dan mencekiknya seperti itu.
"Tang Lian!! Kau telah mencoreng nama baikku!! Kau telah mempermalukan keluarga kita!! Jika leluhur kita mengetahui ini bagaimana aku bisa menjelaskannya hah!!!."
Setelah berkata seperti itu, Tang Lin kemudian mengalirkan energi ditangan kanannya sementara tangan kirinya mencengkram leher Tang Lian dan setelah itu dia membentuk energi itu seperti sebuah pisau lalu mengayunkannya pada tangan kanan Tang Lian dan...
"Sriing!!.."
"Aaaaaahhhhhh!!!!.."
Tangan kanan Tang Lian terpotong dan dia menjerit sangat keras seraya darah mengucur deras dari tangannya yang terpotong. Yah, itu lebih baik dari pada Tang Lin memotong tongkat kera saktinya, dan itu sudah dipikirkan oleh Tang Lin.
Setelah Tang Lin memotong lengan putranya, dia lalu melemparkannya kembali ketanah. Sedangkan disisi Tang Lian, sebelumnya saja keadaannya belum sepenuhnya membaik setelah dia bertarung dengan Lang Jien, dan kini akibat kemarahan ayahnya dia sekarang hanya bisa menjerit dan berguling-guling ditanah seraya menahan rasa sakitnya.
"Aaaahhhh... A-ayah!... Maafkan aku... Maafkan aku... Maafkan aku!. Aku benar-benar menyela ayah!.." Tang Lian menjerit kesakitan dan meminta maaf berulang kali.
Amarah Tang Lin bukannya mereda tapi justru semakin memuncak dan dia hanya diam ketika mendengar perkataan putranya dan kembali berjalan mendekat.
Ling Yuan yang melihat itu dengan berlinang air mata merasa jika yang selanjutnya dibiarkan maka akan sangat buruk. Memikirkan itu Ling Yuan dengan cepat menghilang dari tempatnya, namun kali ini dia tidak berniat mengejar suaminya itu melainkan menuju tempat Tang Lian dan menyelamatkannya dengan tepat waktu.
"Sudah cukup suami!! Hentikan... Aku mohon hentikan... Hiks... Hiks... Hiks..." Ujar Ling Yuan dan menangis tersedu-sedu seraya memeluk putranya yang mengenaskan ditanah.
"Menyingkir!! Aku harus membunuh anak ini!! Aku benar-benar tidak menginginkan anak laki-laki yang membuat keluarga malu!!.."
Seperti tersambar petir ketika semua orang mendengar ini, bahkan Tang Lian yang sedang lemah juga dapat mendengarnya dengan jelas, dan itu membuatnya meneteskan air mata.
Sedangkan Ling Yuan, dengan cepat dia berkata, "Jika kamu ingin membunuhnya maka bunuh juga aku!!.."
Melihat ibunya yang juga sudah sangat marah, kini ketiga putri kembar itu membulatkan tekad dan juga ikut menghalangi karena juga ini adalah sepenuhnya salah mereka bertiga.
Dan bukan hanya mereka saja, Long Xia Shi juga mendekat dan menghalangi, "Aku tau aku tidak ada hubungannya dengan ini, tetapi kakak Lian adalah kekasihku. Dan jika Yang Mulia membunuhnya aku tidak ada alasan untuk hidup lagi.."
"Dasar anak bodoh!! Dia pikir apa yang dia lakukan!?.." Ujar Shu Zhu yang kesal karena tindakan putrinya dan dia ingin menghentikannya namun Long Tian menahannya.
"Sudahlah istriku, dia sudah dewasa maka biarkan dia memilih jalannya. Seekor kepompong juga akan meninggalkan rumahnya dan pergi terbang sejauh mungkin mencari bunga-bunga yang indah dan wangi ketika dia sudah memiliki sayap.." Ucap Long Tian dengan lembut.
Mendengar itu Shu Zhu kemudian hanya bisa menghela nafas berat, karena dia adalah seorang ibu bagaimana dia bisa rela melihat itu? Tetapi juga apa yang dikatakan suaminya itu sangatlah benar.
Dan Sekarang adalah giliran Zhao Yu yang mendekat, dia mengeluarkan tombaknya dan memainkannya lalu kemudian dia bergerak cepat dan berdiri paling depan diantara semua orang yang menghalangi.
"Jika ingin membunuh kakakku maka langkahi dulu mayatku.." Ucap Zhao Yu dengan dingin, dia berdiri dengan gagahnya dan menancapkan tombaknya ketanah.
"K-kalian...." Ling Yuan tidak bisa berkata-kata dan memandang semua orang itu dengan haru.
"Lancang!! Kalian hanya sekelompok semut belaka dimataku...!." Teriak Tang Lin yang masih sangat emosi, namun segera raungan keras terdengar.
"RRRROOOOAAAARRRRR!!!!.."
Dengan raungan keras itu membuat tanah bergetar dan angin berhembus kencang.
"Dump!... Dump!... Dump!..."
Suara langkah kaki yang juga membuat tanah bergetar setiap kali dia menapakkan kakinya. Dan ketika orang-orang melihatnya, mereka sangat terkejut hingga gemetar karena mereka melihat seekor harimau putih raksasa yang berjalan mendekat kearahnya.
"Lao Hu?.." Tang Lin bergumam heran.
"Hehehe... Lama tidak bertemu yang mulia.." Ujar Lao Hu memberi salam seraya terkekeh.
Tang Lin hanya terdiam ketika mendengar itu dan menyeritkan keningnya karena harimau putih itu berjalan mendekat kearah Tang Lian.
"Yang Mulia, aku tidak tau apa sebenarnya yang terjadi dan membuat anda ingin membunuh putra anda sendiri. Tapi anda harus tau jika tuanku yang sekarang adalah putra anda dan bukan lagi anda.." Ujar Lao Hu yang baru saja datang dan tiba-tiba juga menghalangi.
"Apa maksudmu Lao Hu!?.." Teriak Tang Lin yang semakin heran dan juga kesal.
"Yang Mulia, aku tau anda bukanlah orang bodoh, jadi tentunya anda tau maksudku..." Ucap Lao Hu seraya menjilati bulu-bulu kakinya dengan santai.
"Maksudmu sekarang kau telah berani melawanku begitu?.." Tanya Tang Lin semakin kesal.
Mendengar itu Lao Hu lalu tertawa, "Hahahaha... bukan yang mulia, aku tidak akan pernah bisa menang melawan anda meskipun aku punya nyali, tapi maksudku adalah sekarang sudah waktunya untuk bersambung..."
PEMBACA BILEK: "Author bangsat!!"