
"Tinju iblis penghancur langit!" Iblis gendut itu kembali menggunakan tehnik yang sama seperti sebelumnya, namun kekuatan yang ia kerahkan kali ini jauh lebih besar.
Sementara Tang Lian juga sama, ia tidak mau kalah dan menggunakan tehnik yang sama seperti sebelum nya, "Tinju raja tirani!"
"Boomm!!"
Kedua siluet raksasa yang diciptakan oleh Tang Lian dan iblis itu kembali beradu tinju hingga beberapa kali. Bahkan Shie Long menganga dan melotot melihat itu. Rasanya apa yang terjadi saat ini seperti mimpi.
"Hahahaha! Ayo lagi!" Ujar Tang Lian semakin bersemangat dan kembali menyerang iblis didepannya.
Sedangkan iblis gendut itu semakin benci pada Tang Lian. Didalam hatinya ia bertanya-tanya siapa sebenarnya orang yang sedang melawannya ini? Mengapa ia sangat kuat? Iblis gendut itu hampir putus asa melawan Tang Lian, tapi jika ia mundur dan melarikan diri itu terlalu memalukan sedangkan ia adalah pilar iblis kedua belas.
Iblis oh iblis, andaikan kau tahu siapa ayah dan ibunya, mungkin kau sudah lari terkencing-kencing.
"Bang!... Bang!... Bang!... "
Tang Lian dan iblis itu kembali bertarung dengan sengit, setiap kali tinju mereka berbenturan maka akan membuat tanah terguncang. Hingga pada akhirnya Tang Lian berhasil mendaratkan satu tinjunya didada iblis itu dan membuatnya terpukul mundur.
"Huft!.. Huft... Huft!... "
Nafas Tang Lian pun tersengal-sengal, namun ia tersenyum sangat puas seraya menatap iblis yang berhasil ia pukul mundur. Berbeda dengan iblis itu yang pada akhirnya benar-benar sangat murka.
"Aaarrrggghhh! Manusia cacat! Kau yang memaksaku menggunakan tehnik ini! Aku harap kau bisa bangga karena kau adalah orang pertama yang akan mati dengan tehnik ku ini!" Teriak iblis itu sangat murka seraya membentuk segel tangan yang aneh.
Tang Lian menatap itu dengan kening berkerut, apa yang akan dilakukan oleh iblis dihadapannya ini sungguh membuatnya sangat penasaran.
"Hehehe... Jangan bilang tehnik ini juga sama lemahnya dengan tinju iblis penghancur langit milikmu, atau bahkan lebih lemah lagi? Hahaha.. " Ejek Tang Lian sengaja untuk membuat iblis itu semakin murka.
"Kau akan tahu sebentar lagi!.. " Balas iblis itu tidak terpancing amarah, karena ia yakin, tehnik nya kali ini pasti berhasil membunuh Tang Lian.
Perlahan-lahan, energi kematian terasa sangat pekat dan berkumpul disekitar iblis gendut. Namun Tang Lian tidak menunjukkan rasa takut sedikitpun meskipun sebenarnya ia sudah kehabisan energi qi dan hampir pingsan. Tang Lian juga tidak tahu mengapa dirinya bisa seperti orang gila yang tidak takut mati, padahal sudah sangat jelas jika pertarungan terus dilanjutkan ia pasti akan kalah dan mati. Namun didalam dirinya seperti ada yang mendorong untuk terus bertarung tanpa henti sebelum ia memenangkan pertarungan. Mungkinkah ini disebabkan oleh garis darahnya yang mengalir darah kaisar es ataukah karena tulang kaisar semestanya?
Iblis gendut melihat Tang Lian yang semakin melemah menyunggingkan senyuman sinis, "Ternyata kau hanya berpura-pura kuat! Tapi harus kuakui, kau adalah orang pertama yang dapat bertahan selama ini saat bertarung denganku dan bahkan berhasil melukaiku, meskipun sebenarnya luka yang kau berikan rasanya seperti digigit semut! Haha..!"
Terdengar memuji, namun sebenarnya iblis itu menghinanya.
Energi kematian yang terkumpul sangat banyak, akhirnya membentuk seekor siluet naga hitam yang sangat besar dan hampir terlihat seperti naga asli.
"Tehnik pemanggilan, jiwa naga kemati--"
Ucap seseorang yang bersembunyi dibalik bayangan dan membuat pilar iblis kedua belas menghentikan aksinya.
"Manusia cacat! Kali ini kau beruntung karena aku dipanggil! Lain kali, kau tidak akan seberuntung malam ini!.. " Ujar iblis gendut itu lalu menghilang sepenuhnya entah kemana, bahkan siluet naga hitam raksasanya dan seluruh pasukannya yang tersisa juga ikut menghilang tanpa jejak.
"S-sial! Dia berhasil melarikan diri... "
"Bruk!"
Selepas mengatakan itu, Tang Lian tiba-tiba terjatuh pingsan. Shie Long dengan cepat menangkap tubuh tuannya, dengan perasaan khawatir Shie Long pun memeriksa keadaannya. Dan syukurlah tidak ada luka yang serius, hanya luka-luka kecil dibeberapa bagian wajah dan tubuhnya dan Tang Lian kehabisan energi Qi makanya ia pingsan.
"Sun Hai, cari gua untuk kita bermalam! Tuan butuh perawatan!" Perintah Shie Long pada kera api.
Kera api itu ingin menolak karena tuannya adalah Tang Lian dan bukan Shie Long. Namun jika ia menolak, Sun Hai takut akan dijadikan makan malam oleh naga betina itu. Sehingga mau tidak mau ia terpaksa menjalankan perintah.
Setelah menemukan gua yang berjarak dia kilo meter dari tempat mereka bertarung sebelumnya, Shie Long pun menggendong Tang Lian didepannya dan mengikuti Sun Hai sebagai penunjuk jalan.
Sementara Shie Long mengekori Sun Hai dari belakang, ia terus memandangi wajah tampan Tang Lian yang tiada tara di gendongannya, bahkan secara tidak sadar ia meletakkan wajah Tang Lian tepat di hadapan gunung kembarnya. Jika saja Tang Lian sadar saat ini, ia sudah pasti memakan gunung kembar itu sekarang.
Tidak lama setelah itu, mereka pun sampai di gua tempat untuk bermalam dan merawat Tang Lian. Shie Long menyuruh Sun Hai berjaga dimulut goa sedangkan ia sendiri sedang membantu Tang Lian memulihkan diri dengan cara mengalirkan energi qi nya ke tubuh Tang Lian.
"Kenapa tuan begitu sembrono? Jika saja tuan mau, aku bisa membunuh pilar iblis kedua belas itu dengan mudah.. " Monolog Shie Long seraya menatap Tang Lian yang masih belum sadarkan diri.
Shie Long tentunya merasa sedih, mengapa tuannya ini tidak mau mengandalkan dirinya, padahal musuh jauh lebih kuat darinya. Tapi meskipun demikian, Shie Long tetap bangga pada Tang Lian yang bisa sebanding melawan pilar iblis kedua belas meskipun pada akhirnya Tang Lian harus pingsan karena kehabisan tenaga dan energi. Jika saja pertarungan masih berlanjut sekarang, maka Tang Lian pasti sudah mati.
......................
Keesokan paginya, Tang Lian terbangun karena merasa terganggu dengan kicauan burung yang sangat berisik, Tang Lian ingin bangkit dan berdiri, tapi mengapa tubuh nya terasa berat?
Ketika Tang Lian melihat kesamping, betapa terkejutnya dia ketika melihat Shie Long tidur seraya memeluk dirinya sangat erat. Mata Tang Lian perlahan turun melihat dada Shie Long.
"Oh astaga! Betapa indahnya gunung kembar itu!" Puji Tang Lian dalam hati.
Tang Lian sangat ingin mengigit dan mencium gunung kembar itu, tapi ia takut Shie Long akan terbangun. Kepala Tang Lian terus bertempur dengan pikiran nya sendiri antara memakan gunung kembar itu atau tidak?
Namun pada akhirnya Tang Lian menggelengkan kepalanya dan berusaha untuk menjernihkan pikirannya. Bukannya Tang Lian tidak mau ataupun tidak tertarik, hanya saja ia tidak ingin membuat Shie Long merasa menyesal karena menjadikannya tuannya. Ia tidak mau Shie Long menganggapnya sebagai lelaki kurang ajar dan hidung belang, yah... meskipun kenyataannya Tang Lian memang hidung belang. Setiap wanita yang ia rasa cukup cantik, maka ia ingin wanita itu menjadi miliknya.
"Oh astaga, memang semua lelaki itu sama aja!" Kata para membaca perempuan🗿