PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 29"Pernikahan"


"Maukah nona Yun menikah denganku?" Tang Lian bertanya dengan serius, walaupun sudah tau akan jawabannya Tang Lian lebih memilih untuk bertanya sekali lagi. Tujuan Tang Lian bertanya adalah untuk membuat sedikit kesan yang romantis.


Pertanyaan Tang Lian barusan seperti sudah lama ditunggu-tunggu oleh Yun Mei, dan ketika dia mendapatkan pertanyaan seperti itu langsung saja mengangguk tanpa pikir panjang walaupun malu-malu.


"Ya..." Hanya itu yang keluar dari mulut Yun Mei diiringi dengan anggukan dan senyum yang lebar.


Mendengar jawaban dari Yun Mei membuat Tang Lian sangat bahagia hingga dia ingin melompat-lompat dan berteriak yey, namun sebelum itu terjadi Yun Zhang menghentikannya.


"Baiklah perkenalannya sudah cukup, aku akan langsung menikahkan kalian saja" Yun Zhang berkata dan menghentikan Tang Lian yang hampir melompat-lompat.


Tang Lian yang hampir melompat itu pun bingung sekarang karena apakah pernikahan akan dilangsungkan disini, Tang Lian yang bingung pun akhirnya memutuskan untuk bertanya lagi.


"Kakek dewa, dimana kita akan mengadakan pernikahan ini?"Tang Lian bertanya dengan bingung.


"Tentu saja disini..." Yun Zhang menjawab dengan santainya dan membuat Tang Lian semakin bingung.


"Lalu bagaimana dengan keluargaku kakek, apakah ini sah?"


"Tentu saja ini sah, namun jika kau menghawatirkan keluargamu maka kamu bisa membungkuk lagi pada bumi dan langit nanti ketika kalian sudah bersama keluargamu..."


"Benarkah?.."


"Tentu saja itu benar, aku adalah dewa bagaimana bisa aku berbohong?" Yun Zhang berkata untuk meyakinkan Tang Lian.


"Baiklah karena kakek dewa telah berkata seperti itu maka aku akan percaya" Tang Lian berkata dengan yakin dan tanpa ragu lagi.


Setelah itu pernikahan pun Tang Lian dan Yun Mei pun dilaksanakan dengan cara yang tidak biasa, pernikahan Tang Lian dan Yun Mei adalah pernikahan pertama yang dilaksanakan di alam tempat mereka berada sekarang, terlebih lagi Tang Lian adalah manusia yang diangkat menjadi manusia setengah dewa dan Yun Mei adalah mantan seorang dewi.


Setelah Tang Lian dan Yun Mei menikah kebahagiaan pun terpancar dari wajah mereka berdua, hingga pada akhirnya Yun Zang berkata sudah saatnya untuk berpisah.


"Sebelum kita berpisah aku akan mengingatkanmu sekali lagi, aku telah sepenuhnya menyerahkan putriku padamu, aku juga tidak peduli berapa banyak istri yang kau miliki nantinya, aku hanya ingin kau menjadikan putriku yang pertama dan lebih spesial dari pada yang lainnya, dan juga aku tidak ingin melihat putriku terluka bahkan jika kulitnya tergores sedikitpun..."Yun Zhang berkata dengan sangat serius dan menatap tajam Tang Lian.


"Baik ayah mertua, aku pasti akan mengingatnya dengan baik, memiliki istri yang merupakan putri dari seorang dewa itu adalah kebahagiaan yang tiada tara bagiku..." Tang Lian menjawab dengan meyakinkan Yun Zhang dan telah mengganti panggilannya menjadi ayah mertua.


Yun Zhang pun tersenyum setelah mendengar jawaban dari Tang Lian.Bagi Yun Zhang sendiri ini juga adalah kebahagiaan yang tiada tara baginya karena putrinya memilih orang yang tepat, terlebih lagi Tang Lian adalah anak dari orang yang telah menjadikan dirinya pemimpin para dewa.


"Baiklah nak sudah saatnya kita berpisah, kamu juga telah terlalu lama disini keluargamu juga akan khawatir" Yun Zhang berkata sambil menggerakkan tangannya kearah Tang Lian dan menyalurkan energinya untuk mengirim Tang Lian kembali ketubuh aslinya.


"Apakah kita akan bertemu lagi ayah mertua?" Tang Lian bertanya dan perlahan menghilang dari alam itu dan Tang Lian mendengar suara samar-samar "Kita pasti akan bertemu lagi..."


Didalam kamar Tang Lian enam jam setelah teriakan Tang Lian berhenti kemudian terbangun dan bengong sejenak karena mengingat apa yang terjadi didalam bawah sadarnya sebelumnya, Tang Lian merasa itu semua hanyalah mimpi.


Tang Lian tidak menyadari bahwa Long Xia Shi tertidur disampingnya sambil memegang tangannya, kemudian ingin menggerakkan tangannya tetapi merasa tertahan oleh sesuatu.


Tang Lian yang merasakan itu kemudian menoleh kearah sampingnya dan melihat Long Xia Shi tertidur sambil memegang tangannya seperti kelelahan.


Kemudian Tang Lian berusaha untuk menggerakkan tangannya yang satu lagi walaupun merasa kaku dan agak sakit Tang Lian tetap memaksakannya untuk bergerak kearah kepala Long Xia Shi.


"Adik Shi, aku tidak paham apakah kamu mencintaiku atau membenciku.." Tang Lian berkata sembari mengelus lembut kepala Long Xia Shi yang sedang tertidur.


Sambil mengelus kepala Long Xia Sh, Tang Lian kembali mengingat apa yang terjadi dialam bawah sadarnya sebelumnya.


"Apakah itu semua mimpi? Ya itu pasti mimpi, jika tidak pasti kultivasiku akan meningkat sekarang, tapi rasa sakit itu seperti benar-benar aku rasakan, apakah itu efek dari lukaku ini...?" Tang Lian bertanya-tanya dan bergumam pada dirinya sendiri.


"Apa itu...?"


"Mamaaa..."


Tang Lian dan Long Xia Shi berteriak secara bersamaan karena terkejut tiba-tiba sesuatu jatuh dari langit dan membuat atap kamar bolong.


Detik berikutnya Tang Lian membelalakkan matanya karena tahu apa yang jatuh tadi, itu adalah seorang wanita yang sangat cantik dengan gaun berwarna emas.


Sedangkan Long Xia Shi berada diantara bingung, terkejut, khawatir, dan senang. Long Xia Shi bingung karena baru saja bangun karena tertidur, terkejut karena seorang wanita tiba-tiba jatuh dari langit dan membocorkan atap kamar, khawatir karena takut orang itu akan melukai Tang Lian, senang karena Tang Lian telah sadar.


Walaupun Long Xia Shi belum selesai memperoses apa yang sedang terjadi dia dengan cepat merentangkan tangan dan melindungi Tang Lian.


"Si...siapa kamu..?" Long Xia Shi bertanya dengan gagap dan juga gemetar karena tidak bisa mengetahui tingkat kultivasi wanita yang ada didepannya.


Bukannya menjawab tapi wanita itu langsung melesat cepat kearah Long Xia Shi dan menangkap lehernya kemudian mencekiknya.


"Gara-gara kau suamiku menjadi seperti ini..."


Disisi lain semua orang juga terkejut karena mendengar suara yang mirip seperti ledakan dari arah kamar Tang Lian dan langsung saja semua orang menuju kamar Tang Lian.


"Braakk.." Suara pintu didobrak


Ketika orang-orang telah sampai dan membuka pintu kamar Tang Lian mereka dikejutkan dengan apa yang mereka lihat dan dengar hingga mereka terdiam melongo karena tidak tau harus bereaksi seperti apa, ekspresi mereka tidak jauh beda dengan Long Xia Shi tadi.


"Gara-gara kau suamiku menjadi seperti ini..."


Long Xia Shi yang merasakan sulit untuk bernafas karena wanita itu semakin lama semakin kuat mencengkram lehernya kemudian memukul-mukul tangannya.


"Hentikan Mei'er jangan lukai dia.." Tang Lian berkata dengan cepat karena dialah yang pertama sadar.


Karena Tang Lian menyuruh untuk tidak melukai Long Xia Shi, maka Yun Mei pun melepaskannya dan membuangnya tepat kearah Shu Zhu dan Long Tian yang masih terdiam, kemudian Long Tian langsung saja menangkap Long Xia Shi.


"Putriku, kamu tidak apa-apa?" Long Tian dan Shu Zhu bertanya pada waktu bersamaan.


"Uhuk...uhuk...uhuk..." Long Xia Shi terbatuk-batuk karena telah bisa bernafas dengan lancar lagi.


Tang Lian yang melihat itu juga ingin menggerakkan tubuhnya dan menggapai Long Xia Shi, tetapi dia tiba-tiba merasakan sakit didadanya dan kaku seluruh tubuhnya kemudian terjatuh dari tempat tidurnya.


"Adik shi...."


"Bruk..." (Suara jatuhnya Tang Lian)


"Aaahhh.." Tang Lian berteriak kesakitan dan pada saat yang bersamaan luka di dadanya juga terbuka kembali.


***BERSAMBUNG***


Halo para pembaca yang Budiman, terimakasih telah mampir di novel ini jangan lupa klik tombol like dan terus dukung author juga dengan kasi vote novel author terima kasih.....


tunggu ada yang bilang hadiah?Author mau dong 😁


**********SAMPAI JUMPA************