PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 39"Sebuah Siklus"


Pada saat yang bersamaan juga alam bawah juga digemparkan oleh peristiwa itu, beberapa orang juga sepertinya masih mengenali tahta itu.


Disebelah timur adalah kekaisaran Zhang sekaligus kekaisaran terkuat di alam bawah, kaisar kekaisaran Zhang bernama Zhang Sui merasa bingung dengan peristiwa itu, dia sama sekali tidak mengenal tahta itu karena dia baru menjabat menjadi kaisar baru dua puluh tahun.


Berbeda dengan seorang pria tua yang sedang dirantai dalam penjara bawah tanah, dia tersenyum karena sangat mengenal tahta itu, pria tua itu tidak bisa melihat secara langsung namun dia bisa merasakan auranya yang sangat familiar.


"Hahaha.....Sang penghakim telah kembali setelah lima ratus ribu tahun berlalu, Zhang Sui oh Zhang Sui, masa kekuasaanmu untuk mengendalikan seluruh alam bawah akan segera berakhir, era baru akan dimulai...." Pria tua itu tertawa dan mengatakan sesuatu yang aneh bagi prajurit yang sedang menjaga disana.


"Saudara, apakah kaisar lama itu telah gila?"


"Benar saudara, mungkin dia memang sudah gila, sampai-sampai dia mengatakan sesuatu yang aneh, hahaha..." Kedua prajurit penjaga itu berbincang dan tertawa bersama ketika mendengar apa yang dikatakan pria tua yang dirantai sebelumnya.


Pria tua yang mendengar prajurit mengatakan dirinya sudah gila hanya tertawa pelan.


"Heheheh....Tertawalah selagi bisa tertawa, tuanku sudah kembali..." Pria tua itu bergumam dengan pelan sehingga prajurit itu tidak bisa mendengarnya.


(Kembali ke Tang Lian).


"Hormatmu aku terima Zhao Yu bangunlah..."


"Terima kasih tuan, apakah ada yang harus hamba lakukan?" Zhao Yu bertanya dengan sangat hormat ketika dia telah bangun dari hormatnya sebelumnya.


"Ya, aku punya tugas pertama untukmu yaitu siksa dan bunuh kedua belas orang itu" Tang Lian berkata sambil menunjuk kearah orang-orang yang sedang diikat ditiang.


"Perintah dilaksanakan tuan..." Setelah Zhao Yu berkata demikian dia langsung berjalan pelan kearah kedua belas orang itu dengan menyeret tombaknya.


Setelah sampai didepan kedua belas orang itu tanpa basa-basi Zhao Yu langsung memotong kaki mereka satu persatu sehingga mereka berteriak keras karena kesakitan, tapi bagi Tang Lian suara teriakan itu sangat menghibur.


"Aaaahhh...iblis dasar iblis!!!" Salah satu pria yang seumuran dengan Tang Lian mengatainya dengan iblis.


Tapi Zhao Yu tidak memperdulikan itu, dia dengan tanpa ekspresi dan berwajah dingin terus menyiksa mereka satu persatu, mulai dari tangan, kaki, telinga, lidah, bibir, dan matanya juga dicongkel keluar oleh Zhao Yu sesuai dengan perintah Tang Lian.


Keadaan kedua belas orang itu benar-benar mengenaskan sekarang, mereka ingin berteriak karena kesakitan tetapi tidak bisa karena lidahnya telah ditarik keluar, mereka ingin mengutuk Tang Lian tetapi bibirnya sudah robek, mereka ingin menatap Tang Lian dengan tatapan membunuh tetapi matanya sudah dicongkel keluar, darah terus menetes dari seluruh tubuh mereka, mereka ingin segera mati dan mengakhiri penderitaan mereka tetapi Tang Lian belum mengizinkan.


"Hahahaha.... pemandangan yang sangat indah, sungguh sangat indah...hahahaha..." Tang Lian berteriak dan tertawa dari tahta dewanya persis seperti dewa iblis.


Namun dia adalah dewa penghakim bagaimana bisa disamakan dengan dewa iblis, sudah sewajarnya juga jika dewa penghakim lebih kejam dari dewa iblis karena tugas utamanya adalah menghakimi para iblis.


Selanjutnya Tang Lian pun berdiri dan berjalan kearah kedua belas orang itu dengan santai, setelah dia sampai disana Tang Lian mengambil mata mereka yang terjatuh dan memasukkannya dengan paksa kedalam mulut kedua belas orang itu.


Orang-yang melihat itu sungguh sangat merinding, walaupun bukan mereka yang sedang disiksa tapi mereka seakan ikut merasakan penderitaan kedua belas orang itu, dan wajah mereka juga berubah sangat pucat, sepertinya mereka tidak akan bisa tidur dengan nyenyak untuk beberapa hari kedepan.


Bahkan Long Tian juga ikut merinding tetapi dia masih bisa menjaga penampilannya tidak seperti semua orang yang lain.


Long Xia Shi bahkan sudah muntah beberapa kali setelah melihat itu, dia juga menangis pelan karena melihat Tang Lian sangat kejam, Long Xia Shi berfikir apakah Tang Lian benar-benar sangat menderita sepuluh tahun belakangan ini? Sepertinya benar.


Long Xia Shi tidak bisa berhenti untuk menyalahkan dirinya sendiri, apabila saat dulu dia menolak pertunangan mereka maka Tang Lian tidak akan berakhir dengan sangat kejam seperti ini, namun itu juga tidak menutup kemungkinan karena bukan hanya karena dirinya saja, Tang Lian juga saat itu disebut sampah karena tidak bisa menaikkan ranahnya, maka Tang Lian akan tetap berakhir seperti ini karena takdir mengatakan demikian.


Yang kuat menindas yang lemah, yang kaya memeras dan merampas harta mereka yang miskin, yang kaya akan melatih anak mereka untuk kuat karena mereka tidak kekurangan sumber daya, apabila kurang maka tinggal rampas saja harta mereka yang miskin, sehingga yang kaya dan kuat akan disegani dan ditakuti.


Mereka yang miskin akan berakhir dengan mengenaskan juga, tertidas, diteror, dipermalukan dan dikatai dengan sebutan SAMPAH dan RAKYAT JELATA.


Mereka yang miskin dan lemah ingin melawan tetapi mereka tidak memiliki kemampuan, maka dari itu mereka hanya terus berada didalam kesengsaraan dan jurang keputus asaan, mereka hanya bisa mengharapkan belas kasih dari seorang dewa dan membantunya.


Bahkan tidak jarang lagi jika mereka yang miskin dan lemah rela melakukan apa saja demi uang dan tidak ditindas oleh mereka yang kaya dan kuat, dan karena itu juga sudah tidak jarang jika sebagian dari mereka yang miskin dan lemah tiba-tiba beralih menjadi kultivator iblis yang disebut dengan aliran hitam.


Jika ada yang hitam maka juga ada yang putih, jadi mereka yang kaya dan kuat membentuk juga aliran dan menyebutnya aliran putih, namun jika dipikirkan lagi jika tidak ada hitam maka tidak akan ada yang putih juga, mereka aliran hitam secara tidak langsung terbentuk karena ada mereka aliran putih.


Lagi-lagi ini adalah sebuah siklus yang dicampur tangani oleh mereka para ibilis, dunia kultivator ini sungguh tidak adil bukan?.


Maka dari itu, ratusan ribu tahun yang lalu lahirlah Tang Lin dan dengan keajaiban dan berkah para dewa sebelumnya dia dijadikan sebagai dewa penghakim pertama, tujuannya sudah jelas adalah untuk menyeimbangkan siklus ini.


Tang Lin bukannya tidak pernah mencoba untuk menghentikan semua ini, tetapi dia memang tidak bisa menghentikannya. Untuk beberapa ratus ribu tahun setelah Tang Lin menjadi sang penghakim pertama dunia kultivator ini memang seimbang dan aman, namun setelah dia naik menjadi seorang dewa siklus ini akhirnya terjadi lagi.


Bawahan Tang Lin yaitu Yun Zhang sebelumnya sudah paham betul akan hal ini, maka dari itu Yun Zhang menunjuk putranya Tang Lin menjadi penerus tugas ayahnya dimasa lalu.


Maka dari itu kemana arah cerita ini dan apa tujuan Tang Lian selanjutnya sudah dapat diketahui.


Namun, dibalik semua itu seseorang telah mengatur semua itu, dia tidak pernah menunjukkan dirinya, dia tidak pernah menemui siapapun baik itu Tang Lin atau Yun Zhang apalagi Tang Lian, dia mengatur semua ini dari balik layar serta apakah tujuan tersembunyi dari orang itu? Kita akan mengetahuinya dikemudian hari.


***BERSAMBUNG***


Halo para pembaca yang Budiman, terimakasih telah mampir di novel ini jangan lupa klik tombol like dan terus dukung author juga dengan kasi vote novel author terima kasih.....


tunggu ada yang bilang hadiah? Author mau dong 😁


**********SAMPAI JUMPA***************