PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 70 "Hampir Empat Tahun Tidak Juga Bisa Melupakannya"


Disisi lain yaitu istana kekaisaran Long, terlihat seorang gadis duduk termenung disebuah kursi ditaman kota Xuan. Gadis itu adalah Long Xia Shi, dia duduk termenung dibawah sinar bulan purnama dikursi taman tempat kencan pertamanya dengan Tang Lian dan dikursi itu juga ciuman pertamanya direnggut oleh Tang Lian.


Long Xia Shi sedang mengingat masa-masa indah ketika dia bersama Tang Lian dulu, mengingat itu kemudian membuatnya meneteskan air mata dan membasahi wajahnya yang cantik. Long Xia Shi sekarang sangat merindukan Tang Lian, dia berpikir jika ada kesempatan untuk bersama lagi maka dia tidak akan menyia-nyiakannya.


"Kakak Lian, aku merindukanmu, kumohon kembali lah kepadaku..." Long Xia Shi bergumam sambil menangis dan meratapi kisah cintanya yang menyedihkan.


Disisi Liong Shan dan Liong Shin, kakak beradik itu hanya bisa menggelengkan kepalanya dan menghela nafas berat karena kasihan kepada tuan putrinya. Kakak beradik itu ditugaskan oleh Long Tian untuk selalu menjaga putrinya agar tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan karena kepergian Tang Lian.


Disaat yang bersamaan disisi Tang Lian sekarang dia tiba-tiba terbangun dari tidurnya kemudian dia bangkit dengan perlahan dan turun dari kasurnya dan pergi kearah jendela lalu membukanya dan menatap bulan purnama yang bersinar terang dan dikelilingi oleh jutaan bintang.


"Adik Shi, aku tidak tahu bagaimana kabarmu sekarang, aku harap kamu sudah bahagia bersama pria lain sekarang.." Tang Lian bergumam sambil menatap bulan dan bintang yang bersinar terang.


Disisi Yun Mei dia juga terbangun karena tidak merasakan hangatnya tubuh Tang Lian disampingnya kemudian melihat kearah jendela dan Yun Mei menemukan Tang Lian sedang termenung. Melihat itu akhirnya Yun Mei bangkit dan berjalan kearah Tang Lian.


"Suamiku, apakah kamu memikirkan sesuatu?." Yun Mei bertanya dan memeluk Tang Lian dari belakang dan menyenderkan kepalanya dipunggung Tang Lian.


"Ini sudah hampir empat tahun aku berpisah dengannya, namun aku belum juga bisa melupakannya.." Tang Lian menjawab dan membiarkan Yun Mei memeluknya dari belakang.


Pada posisi ini biasanya Tang Lian akan langsung berbalik dan membalas pelukan Yun Mei namun tidak kali ini karena hatinya sedang merasa sedih sekarang. Disisi Yun Mei dia tentu saja tau siapa yang dimaksud oleh Tang Lian, tentu saja itu adalah Long Xia Shi.


"Suamiku, kamu tentu saja tidak bisa melupakannya dengan mudah dan bahkan mungkin kamu tidak akan pernah bisa melupakannya..." Yun Mei berkata sambil terus memeluk Tang Lian.


"Mengapa demikian?." Tang Lian bertanya dengan bingung.


"Karena dia adalah wanita pertama yang kamu cintai dan begitu juga sebaliknya. Sedangkan aku hanyalah wanita kedua yang kamu cintai. Hati wanita mana yang tidak terluka ketika melihat pria pertama yang dia cintai menjadikan wanita lain menjadi istri pertamanya? Jika sebelumnya aku dijadikan sebagai istri kedua mungkin dia tidak akan terluka.." Yun Mei berbicara dan menjelaskan.


Tang Lian yang mendengar penjelasan Yun Mei akhirnya paham mengapa Long Xia Shi menjauhinya pada saat itu.


"Lalu apa yang harus kulakukan? Aku tidak mungkin menceraikan kamu dan kembali padanya kan? terlebih lagi dulu sebelum kita pergi dari istana kekaisaran Long aku menyuruhnya untuk mencari pria lain yang lebih baik dariku, dan ini sudah hampir empat tahun, aku rasa dia telah menemukannya.." Tang Lian berkata dan merasa dilema.


Tang Lian ingin melupakan Long Xia Shi namun dia tidak bisa karena sangat mencintainya, disisi lain dia ingin kembali dan menikahi Long Xia Shi namun Tang Lian takut jika Long Xia Shi telah benar-benar memiliki laki-laki lain dihatinya.


"Suamiku, bisa berada di sisimu setiap waktu adalah kebahagiaan yang tiada tara bagiku, jika kamu ingin menceraikan aku dan kembali bersamanya itu juga tidak apa-apa bagiku tapi izinkan aku agar tetap bisa berjalan di sampingmu dan melihatmu bahagia..." Yun Mei berkata sambil mengeratkan pelukannya. Yun Mei berkata demikian karena dia juga merasa bersalah atas hubungan Tang Lian dan Long Xia Shi.


Tang Lian yang mendengar perkataanYun Mei menjadi sangat terkejut kemudian membalikkan tubuhnya dan membalas pelukan Yun Mei dengan erat.


"Apa yang kamu katakan Mei'er? Aku tidak akan pernah menceraikanmu, sekali menjadi wanitaku maka akan selamanya menjadi wanitaku. Kamu tahu bahwa kamu adalah sebagian besar dari kebahagiaanku, jadi kumohon jangan katakan itu lagi!." Tang Lian berkata sambil memeluk Yun Mei dengan erat seakan dia takut Yun Mei akan menghilang.


"Tapi suamiku, aku juga tidak sanggup jika melihatmu terus bersedih seperti ini." Yun Mei berkata sambil membenamkan wajahnya di dada Tang Lian dan dengan ekspresi wajah yang sedih.


"Huuuffff.... Sudahlah Mei'er, aku akan mencari jalan keluarnya nanti jadi tidak usah dipikirkan lagi.." Tang Lian menghela nafas panjang kemudian berkata demikian dan mencium lembut kening Yun Mei.


Kemudian setelah itu Yun Mei dan Tang Lian kembali ke kasur untuk tidur karena malam masih panjang.


"Mei'er terima kasih." Tang Lian berkata dan kembali mencium kening Yun Mei yang meringkuk dipelukannya.


"Untuk apa?." Yun Mei bertanya dan menatap kearah wajah Tang Lian.


"Kamu tau? Aku merasa sangat bahagia karena memiliki istri sangat pengertian sepertimu.." Tang Lian berkata sambil tersenyum bahagia dan mengelus rambut Yun Mei dengan penuh kasih.


"Kamu tau, jika aku juga sangat bahagia memiliki suami yang penyayang sepertimu.." Yun Mei berkata setelah dia melepaskan ciumannya dan membuat ekspresi yang sangat imut.


"Malam masih sangat panjang..." Tang Lian berkata kemudian tiba-tiba menindih Yun Mei dibawahnya.


"Hihihi.... Suami yang mesum." Yun Mei membalas perkataan Tang Lian sambil melingkarkan tangannya dileher Tang Lian.


Mendengar itu Tang Lian hanya tersenyum dan tidak menyangkal bahwa dia memang mesum kemudian mencium bibir Yun Mei dengan lembut, namun lama-kelamaan ciuman itu berubah menjadi ganas dan semakin panas.


"*Cup..."


"Cup..."


"Cup*..."


Suara ciuman Tang Lian dan Yun Mei memenuhi kamar.


Kemudian setelah dua menit berciuman Tang Lian melepaskan bibirnya dari bibir Yun Mei, namun ini bukanlah akhir dari malam ini dan malah sebaliknya Tang Lian melucuti pakaiannya hingga dia benar-benar telanjang bulat.


Disisi Yun Mei dia hanya memakai pakaian tidur berwarna putih transparan dan mudah untuk dibuka. Setelah itu Tang Lian kembali menindih Yun Mei dan menciumi bibirnya dengan ganas dan tangannya meremas gunung kembar milik Yun Mei dan tangan satunya lagi telah berada di goa keramatnya.


Hal ini membuat Yun Mei terkesiap dan seluruh tubuhnya bergetar ketika jari tengah Tang Lian menembus goa keramatnya.


"Aaahhmm..." Yun Mei m.e.n.d.e.s.a.h. kenikmatan ketika Tang Lian memaju mundurkan jarinya.


Disis Tang Lian dia merasakan goa keramat milik Yun Mei semakin menjepit tangannya dan sepertinya akan mencapai puncak. Tang Lian bermain begitu handal hingga dengan permainan tangannya saja bisa membuat Yun Mei sampai pada puncaknya.


Merasakan goa keramat itu semakin lama semakin menjepit kemudian Tang Lian menambah kecepatan untuk memaju mundurkan jarinya, lalu mencium bibir Yun Mei dan tangan satunya lagi *******-***** gunung kembar Yun Mei.


Perlakuan Tang Lian terhadap tubuh Yun Mei membuatnya semakin menjepit tangan Tang Lian secara naluriah.


"Aaahhh... Mmmpphh... Mmmppphh..." Yun Mei mengeluarkan suara kenikmatan yang teredam karena Tang Lian mencium bibirnya dan akhirnya Yun Mei sudah tidak tahan lagi.


"Desss..."


"Emmmppphhhh..."


Jus cinta menyembur keluar dari goa keramat Yun Mei dan membuatnya kejang-kejang.


"Lihat ini Mei'er..." Tang Lian berkata dan menunjukkan jari tengahnya yang basah karena jus cinta kepada Yun Mei. Melihat itu Yun Mei sangat malu, namun untuk menutupi rasa malunya Yun Mei tiba-tiba membalikkan tubuhnya dan bergantian menindih Tang Lian.


"Sekarang giliranku..." Yun Mei berkata setelah dia membalikkan tubuh Tang Lian dan berada dibawahnya. Kemudian Yun Mei meraih Tongkat kera sakti milik Tang Lian dan memposisikannya di goa keramatnya. Yun Mei menggosokkanya beberapa kali kemudian dia perlahan menurunkan pinggulnya dan memasukkan tongkat kera sakti milik Tang Lian ke dalam goa keramatnya.


"Aaahh....Sssshhh..." Tang Lian mengeluarkan suara kenikmatan ketika dia merasakan tongkatnya masuk secara perlahan kedalam goa keramat milik Yun Mei.


(Author : Harap Para Pembaca Agar Tidak Pergi Ke Kamar Mandi๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚).


***BERSAMBUNG***