PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 155 "Permintaan Maaf Yun Mei"


Pada awalnya Tang Lian kesal karena para wanitanya itu membiarkan Yan Feng berlatih keras padahal usianya masih sangat muda. Namun setelah mendengar penjelasan Yun Mei, akhirnya Tang Lian mengerti dan hanya bisa menghela nafas panjang.


"Aku akan pergi menemui Yan Feng kalau begitu. Kalian semua cobalah untuk mengakrabkan diri.." Ucap Tang Lian lalu menghilang dari sana.


Setelah Tang Lian pergi, Yun Mei lalu menatap Long Xia Shi yang masih berdiri kaku. Merasakan tatapan Yun Mei, membuat tubuh Long Xia Shi bergetar takut. Ia jelas-jelas masih mengingat bagaimana mengerikannya Yun Mei itu, ditambah lagi ia juga merasakan aura membunuhnya keluar beberapa saat yang lalu.


"A-apa yang kamu lihat!! J-jangan kira aku akan mundur kali ini!!.." Ucap Long Xia Shi dengan gagap karena ia takut.


Jia Li, Fei Fei, dan Wu Sue menjadi heran seketika karena sikap Jia Li yang tidak bersahabat barusan. Sementara Yun Mei hanya tersenyum.


"Hei Xia Xia! Apa maksudmu!?.." Tanya Jia Li yang bingung dan memanggil Long Xia Shi dengan panggilan Xia Xia.


"Benar! Apa maksudmu? Apa kau mencoba untuk menindas kami!?.." Ucap Wu Sue yang ikutan kesal.


Sementara Fei Fei, ia hanya diam dan memperhatikan saja. Ia diam karena ia menyadari jika perkataan Long Xia Shi barusan tidak ditujukan pada mereka semua, melainkan hanya satu orang saja, tapi siapa itu ia tidak tau.


"Aku tidak sedang berbicara dengan kalian berdua.." Ujar Long Xia Shi seraya menatap Jia Li dan Wu Sue bergantian.


"Kau!!.." Ucap Jia Li ingin membentak namun Yun Mei mengangkat tangannya dan menyuruhnya diam.


"Memangnya aku pernah menyuruhmu untuk mundur?.." Ujar Yun Mei kemudian dan membuat Long Xia Shi kebingungan.


"Itu... Itu..." Long Xia Shi mencoba mengingat kembali dan memang benar jika Yun Mei tidak pernah menyuruhnya untuk mundur ataupun menjauh.


"Kau hanya takut dan cemburu saja, karena itulah kau menjauh sendiri tanpa kau sadari. Aku memang marah padamu karena kau sudah menyakiti perasaan suamiku sebelumnya, dan aku tau pasti takut padaku setelah aku hampir membunuhmu sebelumnya. Oleh karena itu aku sekarang meminta maaf dengan tulus padamu, apakah kau memaafkanku?.." Ucap Yun Mei dengan lembut.


Perkataan Yun Mei barusan, membuat wanita lainnya paham jika sebenarnya Long Xia Shi dan Yun Mei memiliki masalah pribadi, dan sikapnya yang tidak bersahabat itu sebenarnya ditujukan pada Yun Mei.


Disisi Long Xia Shi, ia terdiam dan tampak sedang berpikir. Ia berpikir apa yang dikatakan oleh Yun Mei itu adalah benar, dan wajar saja jika waktu itu Yun Mei marah karena suaminya disakiti. Kini perasaan bersalah kembali melandanya, ia merasa malu untuk berpikir jika Yun Mei adalah akar masalahnya. Ia menyadari jika sebenarnya dirinya lah yang paling bersalah, oleh karena itu ia termenung memikirkan semuanya.


"Aku hanya akan meminta maaf satu kali ini, terlepas entah kau memaafkanku atau tidak, selanjutnya aku tidak akan peduli lagi. Namun jika kau benar-benar memaafkanku maka kita akan menjadi saudari .." Ucap Yun Mei lagi dan membuyarkan lamunan Long Xia Shi.


Long Xia Shi kemudian menarik nafas panjang lalu menghembuskannya dengan pelan.


"Baiklah... Aku memaafkanmu!!.." Ujar Long Xia Shi seraya tersenyum.


Mendengar itu lalu Yun Mei tersenyum sangat senang, lalu ia menepuk-nepuk kursi disebelahnya dan menyuruh Long Xia Shi duduk disana.


Karena Yun Mei telah meminta maaf dengan tulus dan ia telah memaafkannya, maka tidak ada alasan lagi bagi Long Xia Shi untuk takut pada Yun Mei. Dan begitu pula dengan Wu Sue dan Jia Li, mereka berdua meminta maaf karena mereka salah sangka sebelumnya. Setelah itu semua wanita yang ada di ruangan itu akhirnya bisa akur dan mulai berbagi cerita satu sama lain.


Sedangkan disisi Tang Lian, ia berdiri diatas menara paling tinggi di sekte elang besi itu. Ia menatap Yan Feng yang sedang berlatih dengan pedang kayu dibawah.


"Untuk anak seusiamu, gerakanmu sudah sangat bagus, kuda-kuda juga sudah sempurna. Lalu biarkan aku melihat bagaimana kekuatan serangan mu..." Gumam Tang Lian yang tersenyum, lalu ia melompat turun.


"Sebagai putra dari Sang Penghakim, seharusnya itu wajar saja..." Jawab temannya dengan santai.


"Tapi dengan usianya sekarang itu bukankah masih terlalu muda?.."


"Ilmu bela diri, tidak memandang tua dan muda, semuanya bergantung pada diri sendiri..." Ujarnya lagi dan tiba-tiba Tang Lian melintas dari atas kebawah dengan cepat.


Semua murid yang melihat itu juga sangat terkejut dan membuat mereka terdiam, lalu setelah Tang Lian mendarat hingga membuat tanah retak, semuanya berteriak senang.


Sedangkan disisi Yan Feng, sebelum Tang Lian mendarat. Ia mengayunkan pedang kayunya kekiri dan kekanan dan terkadang ia juga melakukan gerakan pedang yang indah dengan bersalto. Namun segera ia berhenti karena ia tidak sengaja melihat Tang Lian ketika ia sedang bersalto.


"Siuuu!!!... Baaamm!!!...."


Mendaratnya Tang Lian dengan keren juga membuat tanah sedikit bergetar dan abu mengepul.


"Paman Lian?.." Gumam Yan Feng bingung, apakah Tang Lian itu sedang mencari sensasi dan pamer?.


Tang Lian menyunggingkan senyumnya lalu mengangkat tangan kirinya dan membentuk kuda-kuda siap bertarung.


"Yan Feng! Tunjukkan padaku bagaimana perkembanganmu selama aku pergi..."


"Tapi..."


"Jangan khawatir, aku akan bertarung tanpa senjata dan energi qi, aku hanya akan bertarung dengan Kung Fu saja.." Ujar Tang Lian yang tau jika Yan Feng ingin menolak karena ia tau pasti ia akan kalah.


Semua murid yang mendengar itu seketika berteriak dan menyemangati Yan Feng, "Ayo Yan Feng! Tunjukkan pada ayahmu hasil latihan mu selama tiga Minggu ini!!.."


"Jangan ragu Yan Feng!! Ini adalah kesempatan emas bagimu untuk mengalahkan ayahmu!!.."


"Benar Yan Feng! Ayo lawan..!!." Teriak semua orang dan memberikan semangat serta dorongan agar ia melawan Tang Lian.


Yan Feng merasa tidak enak dan malu ketika para murid sekte elang besi itu menyebut Tang Lian sebagai ayahnya sehingga ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan tersenyum malu-malu.


"P-paman Lian... Maaf, karena mereka pikir paman adalah..."


"Sudah hentikan basa-basinya, apakah kamu ingin melawan ayahmu ini atau tidak!!.." Ujar Tang Lian yang sengaja berteriak keras.


Tujuan Tang Lian berteriak keras sudahlah sangat jelas, yaitu ia juga ingin dipanggil ayah oleh Yan Feng, karena bagaimanapun juga. Fei Fei akan menjadi salah satu istrinya nanti.


Sementara Yan Feng terdiam dan melebarkan matanya karena terkejut dengan pengakuan Tang Lian sebagai ayahnya. Para murid itu lalu berteriak semakin keras.


"Lawan... Lawan... Lawan..." Teriak para murid itu serentak.