PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 186 "Kemunculan Dewa Naga Shen Long!"


Tetua kedelapan Zhao Chun, menutup matanya dengan senyuman mengambang. Ia dengan bangga akan mati sebagai pembela kebenaran dari istana Penghakim.


Bola energi hitam raksasa kian mendekat dan semakin mendekat, sang naga kegelapan menyunggingkan senyumnya dan...


"BOOOMMM!!!!..."


"Aku ingin lihat, siapa orang kuat yang bisa mengalahkan istana Penghakim..." Seseorang membuka suara.


Dan ketika suara itu terdengar di telinga para tetua, mereka membuka mata bersamaan. Dan seketika mereka tersenyum sangat senang, mereka mengenali orang yang berbicara itu.


Kun Long menatap kearah ledakan energinya dengan tajam, ia merasa sangat familiar dengan suara ini. Dan ketika asap ledakan menghilang, seekor naga emas raksasa terlihat. Naga itu terlihat sama besarnya dengan Kun Long.


Para pasukan istana Penghakim yang awalnya sudah putus asa, kini cahaya harapan kembali menyinari. Para pasukan istana Penghakim langsung berlutut dan berkata bersamaan, "HORMAT KEPADA DEWA NAGA SHEN LONG!.." Setelah itu mereka kembali melanjutkan pertempuran dengan lebih bersemangat, sedangkan para pasukan kekaisaran Zhang, kini kembali putus asa.


Termasuk Mao Tzu dan Mao Tse, keduanya menggertakkan giginya dan tangan mengepal kuat hingga berdarah. Ia pikir apakah setiap kali mereka bergerak akan selalu di halangi oleh para bajingan itu.


Kun Long membelalakkan matanya karena terkejut. "Shen Long! Apa itu kau?..Tidak.. itu bukan kau, itu hanyalah tubuh bayanganmu Shen Long!!.." Ujar Kun Long sambil menggelengkan kepalanya.


"Hahaha... Meskipun ini hanya tubuh bayangan, itu sudah lebih dari cukup untuk membunuhmu sekali lagi.." Ujar Shen Long menyombongkan diri.


"Hanya tubuh bayangan, itu tidak cukup kuat untuk melawanku, aku ingin tubuh aslimu muncul..." Ujar Kun Long seraya menunjuk kedepan.


"Sudahlah, tidak usah banyak bicara, jika kau bisa membunuh tubuh bayangan ini maka aku akan muncul sepenuhnya..." Ujar Shen Long seraya melesat kedepan dan memilih untuk menyerang terlebih dahulu.


"Aku harap kau tidak ingkar pada kata-katamu!.." Ujar Kun Long kemudian melesat juga kedepan.


Detik berikutnya mereka saling melilit dan menghantam di atas udara, fluktuasi energi berubah sangat derastis. Ledakan energinya yang sangat besar terjadi ketika keduanya bertarung. Bahkan area pertempuran seketika berubah menjadi tanah tandus dengan api yang menyala dimana-mana.


Lima menit pertempuran berlalu, Kun Long terhempas ketanah dan membentuk kawah raksasa.


"Seekor naga yang mulia memilih untuk menapaki jalan iblis, apakah hanya ini kekuatannya? Heh!! Terlalu lemah!.." Ucap Shen Long memprovokasi.


"Hehehe..." Kun Long terkekeh pelan dan berdiri lagi, "Menurutmu siapa yang membuatku menapaki jalan ini, bukankah itu kau kakak!?.."


Sebuah fakta yang sangat mengejutkan, Kun Long ternyata adalah adik dari Shen Long sang Dewa Para Naga.


Mendengar Kun Long memanggilnya kakak, Shen Long tidak tersentuh sama sekali, ia hanya menggelengkan kepala dengan tersenyum penuh arti, "Se ingatku aku tidak pernah memiliki seorang adik. Karena adikku tidak akan pernah menapaki jalan iblis yang hina itu.." Ujarnya santai.


Kun Long merasa sangat marah mendengar itu, "Dari dulu kau tidak pernah mengakui diriku!! Sebaiknya kau mati saja!!.." Teriak Kun Long seraya melesat kembali keatas dan menyerang Shen Long.


Shen Long menatap itu seraya menggelengkan kepalanya, "Sebuah kematian bukanlah sesuatu yang dapat diputuskan oleh seseorang begitu saja..." Setelah berkata demikian, Shen Long menghembuskan api dari mulutnya.


Kun Long tau jika ia tidak mungkin bisa menahan panasnya api dari seorang dewa para naga, dan untuk melawannya ia juga menghembuskan apinya ke atas dengan seluruh kekuatannya. Namun api yang dimiliki oleh Kun Long adalah api hitam.


Namun meskipun Kun Long sudah menggunakan seluruh kekuatannya untuk melawan api Shen Long, nyatanya api hitam yang di milikinya hanya bagaikan kayu kering yang mudah terbakar dihadapan api Shen Long. Tidak berlangsung lama, Kun Long akhirnya terbakar menjadi abu di iringi oleh jeritan yang terdengar sangat memilukan.


Para pasukan kekaisaran Zhang menatap itu dengan tidak percaya, terlebih lagi Mao Tzu dan seluruh panglima iblis angin. Rasa takut yang sangat besar kini memenuhi diri mereka. Sekarang sudah tidak ada jalan bagi mereka untuk selamat.


Para pasukan kekaisaran Zhang mengutuk diri mereka dan menyalahkan pemimpin mereka yang sangat bodoh didalam hati mereka. Sebagian besar pasukan kekaisaran Zhang itu hanyalah seorang kultivator biasa. Mereka tidak tau jika orang yang memimpin mereka adalah seorang iblis. Jika saja mereka tau, mereka pasti akan memberontak.


Kekaisaran Zhang, memiliki sejarah panjang yang sangat menyedihkan. Masa perang panjang dulu dengan Kekaisaran Long hanyalah sebagian kecil dari sejarah itu.


"Sudah saatnya mengakhiri perang ini.." Gumam Shen Long, kemudian ia terbang keatas seluruh pasukan yang sekarang sudah berhenti perang. Mereka berhenti karena sebelumnya mereka mendengar teriakan sakit yang sangat luar biasa dari Kun Long.


"Kekaisaran Zhang, telah terbukti membantu para iblis untuk memenuhi keinginan jahat mereka, namun karena kalian tidak tau jika pemimpin kalian adalah seorang iblis, maka aku akan menghapus kultivasi kalian sebagai hukuman.." Suara Shen Long menggema, kemudian butiran-butiran cahaya putih kecil seperti pasir menghujani tempat perang.


Para pasukan itu sangat terkejut dengan fakta jika pemimpin mereka adalah seorang iblis, namun kesalahan tetaplah sebuah kesalahan. Mereka hanya bisa menerima hukuman itu dengan hati yang berat.


Sedangkan pasukan istana Penghakim yang tau apa yang akan terjadi selanjutnya, mereka langsung meninggalkan tempat perang dengan cepat.


Setelah itu, butiran-butiran cahaya itu lalu meledak dan menghancurkan kultivasi orang yang didalam jangkauannya. Lima puluh ribu lebih pasukan yang tersisa, bergelimpangan di mana-mana. Dengan darah yang keluar dari mulut mereka, kini mereka sudah tidak bisa berkultivasi lagi.


Namun anehnya, empat ribu orang tidak apa-apa sama sekali termasuk Mao Tzu dan Mao Tse beserta seluruh panglima iblis angin. Mereka terlihat baik-baik saja, namun meskipun mereka masih baik-baik saja nyatanya mereka ketakutan setengah mati, bahkan Mao Tzu sebagai kaisar kencing celana melihat itu. Mereka semua terdiam tidak tau harus berkata apa, didalam hati mereka sangat membenci dewa naga itu, namun mereka tau jika mereka bukanlah lawannya. Dengan jentikan jarinya saja mereka bisa mati tanpa sisa.


"Kalian semua pulanglah, dan jalani hidup sebagai manusia biasa.." Ujar Shen Long kepada lima puluh ribu pasukan yang telah kehilangan kultivasi.


Shen Long kemudian mengalihkan pandangannya kepada empat ribu orang lebih yang tersisa, "Sedangkan untuk kalian!.. Aku tau kalian adalah manusia setengah iblis, tetapi kalian harus tetap mati karena tidak ada jalan lagi bagi kalian untuk menjadi manusia biasa!.." Ujar Shen Long seraya menatap semua orang itu dengan niat membunuh yang sangat kental.


Empat ribu orang itu menggigil ketakutan, apa yang mereka takutkan pada akhirnya terjadi juga, mereka ingin bersujud untuk meminta ampun tetapi jiwa iblis mereka menahannya untuk tidak melakukan itu.


Shen Long mengaum keras, dan rune-rune kuno muncul dibelakangnya, dari tengah rune itu mengeluarkan sebuah pedang raksasa yang kemudian menusuk kebawah dengan cepat.