PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 12"Penderitaan Tang Lian"


Kota xuan adalah salah satu kota terbesar yang berada dibawah naungan kekaisaran Long.


Kekaisaran Long terdapat lima kota besar yang berada dibawah naungannya sehingga membuat kekaisaran LONG menjadi kekaisaran terkuat nomor dua di alam rendah ini.Di alam rendah ini juga terdapat lima kekaisaran besar dan banyak kerajaan-kerajaan kecil lainnya.


Lima kekaisaran itu adalah:


*ZHOU


*LONG


*MING


*WEI


* LAN


Setiap kekaisaran juga dinamai dengan nama yang sama dengan klan yang menguasai nya. Begitu juga dengan alam atas dan dapat berubah nama jika kaisarnya berganti keluarga dengan keluarga lain.


...----------------...


Pada saat ini Tang Lian dan Long Xia Shi juga sedang dalam perjalanan pulang ke istana, mereka berdua mengobrol sambil berjalan kadang tertawa bersama terkadang juga saling mengerjai.


Perjalanan mereka juga cukup lancar tidak ada yang mengganggu sama sekali karena mereka dikawal oleh prajurit yang sedang bertugas malam dikota sebagai polisi untuk melindungi orang-orang dari kejahatan kejahatan kecil seperti maling, rampok dan sebagainya.


Pada saat ini Tang Lian dan Long Xia Shi telah sampai di istana dan Tang Lian langsung mengantarkan Long Xia Shi kekamarnya.


Sesampainya didepan kamar Long Xia Shi Tang Lian sekali lagi memeluk dan menciumnya lembut dan berkata...


"Istirahatlah adik shi besok kita akan bertemu lagi"


"Baik kakak, kamu juga harus beristirahat"


"Tentu saja"


Setelah pembicaraan yang singkat itu Long Xia Shi masuk ke kamarnya dan Tang Lian pun pergi dari sana menuju kamarnya dan beristirahat juga.


Keesokan harinya yang ternyata juga hari libur akademi jadi Tang Lian dan Long Xia Shi tidak pergi ke akademi.


Ketika pagi hari tiba Tang Lian bangun dan pergi ke halaman belakang istana untuk melakukan rutinitas setiap paginya yaitu berlatih pedang.Setelah satu jam kemudian Tang Lian pun berhenti dan pergi mandi kemudian datang ke dapur istana untuk sarapan.


Didalam meja makan dapur istana, mereka hanya makan berempat yaitu Tang Lian, Long Xia Shi, Long Tian dan Shu Zhu.


Pada awalnya acara sarapan di dapur istana baik-baik saja, hanya saja Tang Lian dan Long Xia Shi saling curi curi pandan, mereka berdua masih malu jika berada didepan Shu Zhu dan Long Tian.


Kemudian Long Tian dan Shu Zhu menyadari bahwa Tang Lian dan Long Xia Shi saling curi-curi pandang lalu mengerjai mereka.


"Kakak, kata ibu seorang pria yang berbicara manis kepada seorang gadis pasti menginginkan sesuatu jadi apa yang kamu inginkan?"


"Adik, lihat aku..." Kata Long Tian kepada Shu Zhu, kemudian Shu Zhu menoleh.


"Apakah boleh?" Kata Long Tian lagi.


Kemudian Shu Zhu mengangguk dan berekspresi persis seperti Long Xia Shi dan Tang Lian tadi malam. Selanjutnya Shu Zhu yang akan masih melanjutkan dramanya dengan Long Tian tiba-tiba dihentikan oleh perkataan Long Xia Shi...


"A...ayah dan ibu mengintip?" Long Xia Shi bertanya dengan sangat malu.


"Apa maksudmu shi'er, ayah dan ibu tidak melihat apa-apa tadi malam, ayah dan ibu hanya melihat ada seorang pria bermesraan dengan seorang gadis tadi malam di taman kota xuan" Long Tian berkata seolah-olah dia tidak tau padahal jika dilihat dari manapun jelas jelas Long Tian dan Shu Zhu sedang mengerjai sepasang kekasih itu.


Long Xia Shi dan Tang Lian jelas tau akan hal itu dan membuat mereka semakin malu dan membuat mereka berdua pergi keluar melarikan diri dari Shu Zhu dan Long Tian.


Melihat itu Long Tian dan Shu Zhu hanya tertawa puas dan tidak menghentikan mereka berdua karena cara sarapan pagi juga sudah selesai.


Hari-hari membahagiakan seperti itu terus berlanjut begitu juga dengan penderitaan Tang Lian, jika dibandingkan kebahagiaan dan penderitaan Tang Lian penderitaan Tang Lian lah yang paling besar, karena Tang Lian harus mengalami penindasan terus menerus dari anak-anaknya para pejabat kekaisaran, mulai dari percobaan pembunuhan berkali-kali, dihajar setiap harinya diluar maupun di dalam akademi kekaisaran, bahkan terkadang di istana kekaisaran juga itu pun jika suasana di istana sedang sepi.


Terkadang Tang Lian juga mengeluh, bertanya-tanya didalam hatinya mengapa ayah, ibu, dan ketiga kakak kandungnya belum juga menjemputnya sampai saat ini, apakah dia sudah tidak di inginkan lagi? Atau bahkan dia memang sudah dibuang oleh mereka?


Pikiran seperti itu terus berkecamuk didalam pikiran Tang Lian.bahkan Tang Lian juga sempat berfikir jika tragedi di alam atas sebelumnya hanya lah rekayasa untuk membuang Tang Lian.


Hari demi hari berlalu, minggu demi Minggu berlalu, tahun demi tahun berlalu juga. Sekarang telah tiga tahun berlalu dan usia Tang Lian juga sudah genap lima belas tahun,nbegitu juga dengan penderitaan dan kesedihannya tetap berlanjut, membuat Tang Lian frustasi dan sempat berfikir untuk bunuh diri, namun sesuatu didalam dirinya yang mengganjal kultivasinya menghentikannya.


Tepat ketika dia ingin bunuh diri sesuatu itu langsung membuatnya tidak bisa bergerak, mulai dari Tang Lian ingin menusuk jantungnya sendiri, melompat dari ketinggian, dan menenggelamkan dirinya kedalam air dan semua itu gagal. Itu juga menambah rasa frustasinya Tang Lian dan bahkan Tang Lian hampir gila karena itu tetapi sesuatu itu menghalanginya lagi.


Didalam istana hanya beberapa orang yang bersikap baik kepada Tang Lian dengan tulus, mereka semua adalah orang-orang yang pernah dibawa oleh Long Tian ketika menyelamatkan Tang Lian.


Tang Lian hanya bisa menerima itu semua, terima atau tidak terima Tang Lian harus menerimanya, karena pada saat ini kutivasinya juga tetap tidak bisa meningkat, Tang Lian hanya terus berada di ranah penempaan tubuh, bahkan sampai saat ini Tang Lian berharap agar dia cepat mati saja.


Tang Lian juga merasa dirinya terlalu tidak berguna, hanya beban hidup didalam keluarga Long Tian, sering kali Tang Lian menangis sendirian didalam kamarnya bahkan sampai mengurung diri didalam kamar mandi sambil menangis karena merasa sudah tidak tahan lagi.


Namun walaupun begitu Tang Lian tetap menyembunyikan semua Kesedihan dan penderitaannya jika berada di depan Long Xia Shi dan ayah ibunya, sehingga mereka tidak tau akan permasalahan Tang Lian dan apa yang dirasakannya.


Long Xia Shi, Long Tian beserta Shu Zhu hanya berfikir jika Tang Lian baik-baik saja. Mereka bahkan tidak tau jika Tang Lian sering dihajar jika mereka tidak ada di dekat Tang Lian. Juga Tang Lian sering dihajar hingga terkapar lemas dan orang-orang yang membenci Tang Lian MENGENCINGI dirinya disana.


Itu membuat Tang Lian sering bolos dari akademi kekaisaran karena pergi pulang untuk membersihkan dirinya kembali dan tidak ingin Long Xia Shi tau apa yang orang-orang lakukan kepadanya.


****BERSAMBUNG****


Halo para pembaca yang Budiman, terimakasih telah mampir di novel ini jangan lupa klik tombol like dan terus dukung author juga dengan kasi vote novel author terima kasih.....


tunggu ada yang bilang hadiah?author mau dong 😁


****SAMPAI JUMPA****