PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 24"Alam Bawah Sadar Tang Lian"


Disisi lain pertarungan Tang Shuan dan Tang Shui telah selesai dan telah menangkap semua orang yang membunuh Tang Lian, bahkan Liong Shan dan Liong Shin juga ditangkap.


Sebelumnya Liong Shan dan Liong Shin berusaha untuk meyakinkan Tang Shuan dan Tang Shui bahwa mereka membela Tang Lian namun tetap saja Tang Shuan dan Tang Shui tidak percaya hingga pertarungan singkat terjadi disana.


Kemudian setelah Tang Shuan dan Tang Shui menangkap mereka semua langsung saja menyegel kultivasinya agar tidak dapat melawan lagi lalu menyerahkannya kehadapan Tang Lin.


"Yang mulia, kami telah menyelesaikan tugas.."


"Bagus..."Kemudian Tang Lin berjalan menuju Long Tian yang masih bersujud ditanah, sedangkan Long Tian yang merasakan Tang Lin mendekat seluruh tubuhnya kini gemetaran.


"Bangunlah...hormatmu aku terima.."


Mendengar itu Long Tian sangat senang tetapi juga masih takut, sampai-sampai Long Tian berbicara dengan gagap, sejujurnya Long Tian tidak pernah merasakan ketakutan sebesar ini selama dia hidup di alam rendah ini.


"Te...terima kasih yang mulia..."


"Aku lihat dari pakaianmu sepertinya kamu seorang kaisar.."


"Itu benar yang mulia.."


"Lalu siapa namamu dan dimana letak kekaisaranmu.."


"Namaku Long Tian yang mulia, kekaisaranku membutuhkan waktu tiga jam untuk sampai di sana ke arah Utara.."


"Bawa kami kesana sekarang, dan lagi aku melihat kamu begitu khawatir terhadap gadis itu, apakah dia putrimu?"Tang Lin berkata sembari menunjuk ke arah Ling Xia Shi.


"Itu benar yang mulia.."


"Jika begitu jangan pernah bersujud lagi didepanku karena kita adalah besan sekarang, dan lagi jika orang-orang melihat seorang kaisar berlutut dibawah kaki kaisar lainnya betapa memalukannya itu?"


Mendengar itu Long Tian sangat senang tetapi juga masih memiliki ketakutan terhadap Tang Lin ditambah lagi fakta bahwa Tang Lian masih hidup ternyata, padahal dia melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa jantung Tang Lian telah ditembus oleh sebuah pedang, dan itu menyebabkan pikirannya campur aduk sekarang dan begitu juga dengan semua orang disana.


Setelah itu Long Tian langsung membawa Tang Lin beserta semua orang-orangnya menuju kekaisarannya.Sedangkan disisi lain Long Xia Shi terlihat sangat khawatir sekarang, bagaimana tidak?Tang Lian telah diambil oleh ayahnya, Long Xia Shi sekarang bahkan tidak bisa menyentuh Tang Lian Sekarang, ketakutan terbesarnya sekarang adalah takut akan Tang Lian meninggalkannya dan restu dari keluarga Tang Lian, itu menyebabkan Long Xia Shi merasa gundah dihatinya dan tanpa sadar dia kembali meneteskan air matanya.


Shu Zhu yang paham akan kekhawatiran putrinya langsung memeluknya dan menenangkannya.


Pada titik ini Long Tian telah sampai di istananya beserta keluarga Tang Lian


setelah itu Long Tian langsung saja menunjukkan kamar Tang Lian dan keluarganya agar diobati disana.


Didalam kamarnya Tang Lian sedang dirawat oleh ketiga kakaknya dan ibunya sedangkan Long Xia Shi mondar-mandir didepan kamar Tang Lian, dia ingin masuk dan merawat Tang Lian juga tetapi dia takut akan kemarahan keluarga Tang Lian begitu juga dengan Shu Zhu dia terus menemani putrinya karena paham akan apa yang dirasakannya saat ini.


Didalam kamar Tang Yua tidak dapat menahan air matanya lagi ketika melihat tubuh Tang Lian yang penuh luka dimana-mana seketika saja tangisnya pecah hingga sampai Long Xia Shi dan ibunya mendengar tangisan itu dan membuat Long Xia Shi semakin panik.


"Adik...oh adikku yang malang....mengapa ini harus terjadi padamu..hiks..hiks..hiks.."Tang Yua menangis sembari memegang tangan Tang Lian yang tak sadarkan diri kemudian Tang Yua mencium tangan adiknya dengan lembut.Hal itu membuat kedua saudarinya dan ibunya juga tidak bisa menahan lagi air matanya.


Sebenarnya yang paling khawatir disini adalah Ling Yuan, karena dia adalah seorang ibu bagaimana dia bisa sanggup melihat keadaan putra satu-satunya itu?.


Setelah beberapa saat akhirnya Tang Yua dan kedua saudarinya beserta ibunya telah tenang, Ling Yuan yang merasakan ada orang yang ingin sekali masuk kekamar itu langsung saja menyuruhnya masuk.


"Masuklah..."


Long Xia Shi yang mendengar itu langsung saja membuka pintu dan masuk sedangkan Shu Zhu hanya diam dan menggelengkan kepalanya.


Long Xia Shi yang telah masuk disambut dengan tatapan tajam dari Tang Yue..


Long Xia Shi hanya bisa diam, dia ingin berbicara tetapi tidak tau harus berkata apa.


"mengapa hanya diam? Berarti aku benarkan?.."


"Tidak.. aku tidak bermaksud seperti itu.."


"Oh? Benarkah? Aku curiga bahwa kamu berpura-pura mencintai adikku untuk..."Sebelum Tang Yue menyelesaikan perkataannya langsung dihentikan oleh Ling Yuan.


"Cukup yue'er.."


Tang Yue melihat ibunya menangis mengatakan hal itu dan Ling Yuan perlahan berjalan mendekati Long Xia Shi dan memeluknya kemudian berkata lagi kepada Tang Yue...


"Apakah kamu tidak sadar bahwa kamu juga telah menyakiti ibu?..."


Nendengar perkataan ibunya Tang Yue langsung saja mengingat apa yang dikatakan oleh ayahnya bahwa ibunya juga berasal dari garis darah yang berbeda dan itu langsung membuat Tang Yue berlutut meminta maaf.


"Maafkan aku ibu...aku tidak bermaksud seperti itu..."


Setelah meminta maaf Ling Yuan ingin menjawab putrinya tetapi dikejutkan oleh teriakan kesakitan dari Tang Lian..


"Aaaaaaahhhhh..."


Teriakan itu membuat mereka sadar dan langsung menuju Tang Lian untuk menenangkannya, tetapi mereka juga bingung apa yang terjadi dengan Tang Lian sekarang.


"Putraku apa lagi yang terjadi sekarang, jangan menakuti ibu nak...ayo bangun..hiks...hiks.. hiks.."


Sedangkan dialam bawah sadar Tang Lian....


Setelah Chen Lau menusuk jantungnya dan Tang Lian kehilangan kesadaran Tang Lian melihat Padang rumput hijau yang luas tetapi disekelilingnya berwarna putih dan itu membuat Tang Lian bertanya-tanya.


"Dimana ini? Apakah ini alam setelah kematian? Huuuuh...sayang sekali aku tidak sempat membalaskan dendamku, semoga saja ayahku dapat membalaskannya" Setelah berkata seperti itu Tang Lian mendengar ada orang tertawa dan itu mengejutkannya...


"Hahahaha..."


"Siapa itu?..."


"Anak muda...apakah kamu yakin jika kamu telah mati?.."


"Apa maksudmu...dan siapa kamu.."


Setelah itu keluarlah seorang pria tua dengan pakaian berwarna emas terang dan didampingi seorang wanita yang sangat cantik disampingnya.


Tang Lian melihat itu untuk sebentar memejamkan matanya karena sangat silau, kemudian cahaya itu hilang dan Tang Lian melihat mereka berdua dengan jelas sekarang.


Mata Tang Lian tidak bisa berpaling dari gadis itu, gadis itu yang merasakan tatapan Tang Lian wajahnya memerah karena malu dan bersembunyi di belakang pria tua itu, pria tua itu tiba-tiba mengejutkan Tang Lian dengan cara batuk yang dibuatnya.


"Uhuk..uhuk..uhuk...anak muda kamu belum mati..."


***BERSAMBUNG****


JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE, KOMEN,DAN VOTE JUGA....


SAYA MOHON MAAF JIKA ALUR CERITANYA SEDIKIT MEMBOSANKAN,BERITAHUKAN SAYA JIKA KALIAN MEMILIKI SARAN ATAU MELIHAT KESALAHAN DI NOVEL SAYA INI.... TERIMAKASIH***