PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 101 "Kesombongan Lao Hu Yang Gagah Nan Perkasa."


Kabar pernikahan Long Xia Shi terus menyebar hingga ke seluruh wilayah kekaisaran Long. Banyak para pria muda yang iri dengan laki-laki yang akan menikahi Long Xia Shi. Pasalnya Long Xia Shi adalah anak satu-satunya kaisar Long Tian, sedangkan tahta kaisar tidak akan bisa diserahkan kepada wanita, oleh sebab itu orang-orang berpikir betapa beruntungnya pria yang akan menikahi Long Xia Shi itu karena kemungkinan besar dia akan menjadi kaisar selanjutnya.


Pada saat ini diistana kekaisaran Long, didalam kamarnya Long Xia Shi terlihat seperti tidak lagi memiliki jiwa, pandangan matanya benar-benar kosong, namun sebenarnya didalam hatinya sangat hancur, perasaannya bercampur aduk.


Long Xia Shi memikirkan jika dia menikah dengan tuan muda dari sekte pedang cahaya itu maka dia akan benar-benar kehilangan Tang Lian. Namun yang memutuskan pernikahan ini juga bukan dirinya, tetapi ayah dan ibunya, tetapi juga yang dia inginkan sekarang hanyalah Tang Lian agar kembali padanya.


Long Tian dan Shu Zhu tentu tau bagaimana perasaan putrinya saat ini, namun mereka berdua sulit untuk menolak lamaran dari sekte pedang cahaya juga. Itu dikarenakan sekte pedang cahaya adalah salah satu pilar kekaisaran Long ini. Terlebih lagi, Long Tian tau jika kakek yang melamar putrinya itu telah mencapai ranah saint tingkat menengah beberapa puluh tahun yang lalu, dan semenjak itu dia melakukan kultivasi tertutup. Tidak tau apakah sekarang kakek dari tuan muda sekte pedang cahaya itu telah keluar dari kultivasi tertutupnya.


Bukan hanya hal itu saja yang membuat Long Tian menerima lamaran itu, dikarenakan hubungan Tang Lian dan putrinya juga semakin lama semakin tidak jelas. Namun juga disisi lain Long Tian juga berharap Tang Lian mendengar berita pernikahan ini, oleh karena itulah Long Tian menyebarkan berita ini.


Jika Tang Lian mendengarnya, harapan Long Tian adalah Tang Lian datang meskipun itu dihari pernikahan, Long Tian bahkan tidak peduli jika harus kehilangan sekte pedang cahaya sebagai pilarnya jika Tang Lian kembali ke istananya ketika hari pernikahan.


Long Tian tentunya menjelaskan apa yang membuatnya menerima lamaran tuan muda dari sekte pedang cahaya itu pada putrinya, namun dia tidak mengatakan jika dia menyebarkan berita agar Tang Lian mendengarnya karena jika sampai Tang Lian tidak datang maka itu akan membuat putrinya semakin menderita.


Long Xia Shi, menatap kotak kado yang tidak sempat dia berikan dulu ketika hari ulang tahun Tang Lian empat tahun yang lalu, air matanya menetes membasahi pipinya hingga membasahi kotak kado itu juga, tepat ketika itu juga, Shu Zhu memanggil dari luar kamar.


"Shi'er, boleh ibu masuk?."


".............."


Long Xia Shi tidak menjawab dan hanya diam meneteskan air matanya. Meskipun Long Xia Shi hanya diam, Shu Zhu tentunya tau jika putrinya itu ada didalam hanya saja dia sedang bersedih, kemudian tanpa menunggu persetujuan putrinya Shu Zhu membuka pintu kamar dan masuk kedalam.


Setelah dia masuk dia melihat putri satu-satunya yang dia miliki itu menangis sesenggukan.


"Shi'er...."


"Ibu.... Aku hanya menginginkan kakak Lian, tidak menginginkan apapun selain dia mengapa sangat sulit? Hiks... hiks... Hiks..."


"Putriku, ibu paham perasaanmu nak tapi..."


"Tidak ibu, ibu tidak paham! Jika ibu paham mana mungkin ibu akan menikahkan ku dengan pria yang tidak aku cintai, terlebih lagi aku tidak mengenalnya sama sekali...." Long Xia Shi berkata dengan air mata yang terus mengalir seraya berontak dari ibunya yang ingin memeluknya.


"Maafkan ibu Shi'er, tapi ibu dan ayah benar-benar tidak memiliki pilihan lain..." Dengan sedih dan merasa tidak berdaya Shu Zhu berkata. Kemudian perdebatan Shu Zhu dan putrinya terus berlangsung.


Sedangkan disisi Tang Lian, kini dia dan semua wanita dan bawahannya telah berada diatas punggung Lao Hu dengan tubuh aslinya yang sangat besar. Ditengah lebatnya hutan, Lao Hu melangkahkan kakinya dengan cepat, setiap langkahnya membuat tanah bergetar seperti gempa,


"*Dump...."


"Dump...."


"Dump*..."


Langkahan kaki Lao Hu itu terlihat sangat gagah apa lagi ditambah dengan tatapannya yang tajam dan fokus kedepan. Dalam radius seratus kilo meter, tidak ada hewan apapun disekitarnya. Pada awalnya hewan-hewan yang ada di hutan itu mengira adalah suara pertempuran karena tanah juga bergetar, namun ketika para hewan itu melihat Lao Hu dengan tubuh aslinya yang sangat gagah perkasa, mereka semuanya lari terkentut-kentut.


Disisi Tang Lian dia juga merasakan hewan-hewan disekitarnya berlarian, kemudian dia menatap kearah kepala Lao Hu dan membatin, 'Pasti Lao Hu sekarang berpikiran sombong..'


Hingga pada saat ini tiba-tiba seekor kelinci berwarna putih dengan matanya yang berwarna putih melintas dihadapan Lao Hu. Kelinci kecil itu sebenarnya sedang dikejar-kejar oleh sekelompok serigala hitam, hingga kelinci kecil itu tidak sengaja melintas dari hadapan Lao Hu.


Lao Hu pada saat ini merasa sangat sombong, dia merasa dirinya lah yang paling keren jika berada dibentuk tubuh aslinya, karena itu, merasa kelinci kecil itu menghalangi perjalanannya kemudian Lao Hu mengaum keras pada kelinci itu.


"*RRROOOOOAAAAARRRRR!!!."


"PLUKKK*...."


"Aduh!! Tuan mengapa memukulku?." Lao Hu protes dengan Tang Lian yang menjitak kepalanya tepat ketika dia sedang mengaum dengan sombong.


"Hanya seekor kelinci kecil, mengapa menindasnya?."


"Ehehehe...."


Mendengar perkataan Tang Lian, Lao Hu hanya tertawa cengengesan. Sedangkan disisi kelinci kecil itu, dia sekarang merasa tidak bisa bergerak dia ketakutan, sebelumnya dia dikejar-kejar oleh serigala, namun malah berjumpa dengan harimau putih. Kelinci kecil itu sekarang hanya bisa pasrah.


"Wah!! Kelinci kecil itu sungguh lucu!! Suami, ambilkan dia untukku!!." Jia Li berkata dan membuat ekspresi yang sangat imut dengan matanya yang berkilauan.


"Ha? Kelinci kecil itu?." Tanya Tang Lian heran.


"Ya, kelinci kecil itu!!." Jawab Jia Li sungguh bersemangat.


Mendengar itu kemudian Tang Lian membatin, 'Kelinci sekecil itu memangnya akan membuat kenyang? Ah, sudahlah, mungkin rasanya jauh lebih enak dari yang lain'.


"Baiklah, akan aku ambilkan..." Tang Lian berkata kemudian melompat dari punggung Lao Hu.


Sesampainya dibawah Tang Lian mengambil kelinci itu dengan mudah karena dia telah pasrah dengan hidupnya. Kemudian Tang Lian mengangkatnya seraya membatin 'Ini mana bisa membuat kenyang meskipun hanya Li'er sendiri yang memakannya....'


Tepat dengan Tang Lian yang sedang membatin tiba-tiba dari rerumputan, serigala yang mengejar kelinci itu sebelumnya tiba-tiba muncul dan melolong tanpa memperhatikan disekelilingnya jika dibelakangnya saat ini harimau raksasa sedang menatap aneh kumpulan serigala itu.


Melihat itu kemudian Lao Hu mendekatkan mulutnya kearah kumpulan serigala yang sedang melolong kemudian mengaum lebih keras.


"RRROOOOAAAAARRRRRR"


Lima ekor serigala itu kemudian menatap kebelakang dengan perlahan dan ketika kelima serigala itu melihat Lao Hu yang sangat besar, jantungnya serasa ingin berhenti berdetak.


BERSAMBUNG


Kasih like, komen, dan votenya dong kak, bang, om, Tante, atau apalah itu😣😣😣