
Waktu berlalu dengan cepat, saat ini satu hari sebelum hari pernikahan, ditengah malam Tang Lian diam-diam pergi dari penginapan tempat dia dan Zhao Yu menginap. Zhao Yu menyadari itu kemudian dia juga mengikuti Tang Lian.
Tang Lian juga tentunya menyadari jika Zhao Yu mengikutinya karena Zhao Yu juga tidak menyembunyikan auranya sama sekali, tapi Tang Lian tidak masalah dengan itu dan hanya membiarkan Zhao Yu mengikutinya.
"Sebenarnya kemana kakak mau pergi ditengah malam begini?." Zhao Yu bergumam penasaran.
Zhao Yu semakin penasaran lagi ketika mereka memasuki hutan, "Hutan?. Bukankah ini jalan menuju hutan merah? Apa kakak mau menemui paman monyet itu?."
Disisi Tang Lian, empat jam berlalu, Tang Lian tiba disebuah makam, dia menatap makam itu dengan air mata yang hampir menetes, kemudian Tang Lian mendekatinya.
"Makam?..." Zhao Yu juga semakin bingung.
"Ibu Ling Zhi, Lian'er putramu datang berkunjung...." Tang Lian berbicara pada makam itu, yang merupakan makam ibu harimaunya.
Disisi Zhao Yu yang mendengar ini sangat terkejut, dia berpikir jika ini adalah ibu dari Tang Lian maka yang sebelumnya itu siapa? Ini semakin membingungkan bagi Zhao Yu, namun meskipun begitu, dia juga hanya memperhatikan dari jauh dan mendengarkan apa lagi yang akan Tang Lian katakan.
"Ibu Ling, maafkan aku karena baru bisa mengunjungi ibu..." Tang Lian berbicara lagi pada makam itu dengan air matanya yang kini telah menetes perlahan.
"Ibu Ling, aku sangat merindukanmu, aku ingin bermain diatas punggungmu seperti dulu. Bulu-bulu ibu yang lembut dan hangat itu sangat membuatku nyaman. Ibu Ling, apakah ibu bangga melihatku yang sekarang? Atau justru malu karena aku ini mudah mencintai seorang wanita. Ibu Ling, jika aku bisa memilih... aku lebih memilih mengorbankan seluruh kekuatanku sekarang asalkan ibu bisa kembali hidup..." Tang Lian terus berbicara dengan makam ibu harimaunya, terkadang Tang Lian tertawa terkadang pula dia menangis sedih.
Hingga pada akhirnya Tang Lian merasa mengantuk dan membaringkan tubuhnya disamping makam itu lalu berkata, "Ibu Ling, malam ini aku akan menemani ibu tidur..."
Setelah mengatakan itu, Tang Lian lalu memejamkan matanya seraya memeluk makam itu.
Disisi Zhao Yu yang melihat ini kemudian menampakkan diri, dan dengan menggelengkan kepalanya Zhao Yu lalu mengeluarkan selimut dan menyelimuti Tang Lian yang sudah tertidur.
"Kakak, sejujurnya aku bingung denganmu, tapi yasudah lah... setiap orang memiliki rahasianya sendiri, sama sepertiku yang juga merahasiakan sesuatu yang besar darimu..." Setelah bergumam demikian, Zhao Yu lalu pergi kesebuah pohon dan dia juga tidur diatas pohon itu.
Disisi Lain, seekor monyet yang dulu Tang Lian panggil dengan paman monyet, dia memperhatikan ini dari jauh dan dia tersenyum sendiri seraya berkata, "Bocah kecil itu ternyata masih mengingat orang yang menyayanginya..."
Dan ternyata monyet itu telah bisa berbicara meskipun dia masih belum bisa berubah wujud menjadi manusia. Kemudian Monyet itu menjaga area sekitar agar tidak ada binatang buas yang lain datang dan mengganggu tidur Tang Lian.
Namun yang tidak Tang Lian ketahui adalah, seorang jiwa gentayangan terus saja memperhatikannya setelah dia datang kemakam itu. Jiwa gentayangan itu penampilannya lumayan mengerikan, tubuhnya terdapat bekas luka cabikan serigala atau semacamnya. Dan dari luka itu terus saja mengalir darah dan menetes membasahi tanah, dan jiwa itu adalah Ling Zhi.
Meskipun begitu dia tidak benar-benar bisa dilihat dengan mata telanjang apalagi darahnya, jiwa gentayangan itu seperti hidup dialamnya sendiri, dia bisa melihat Tang Lian namun Tang Lian tidak bisa melihatnya. Orang-orang biasanya menyebutnya "HANTU".
Jiwa gentayangan ini pada dasarnya juga adalah manusia yang juga pernah hidup, dia gentayangan karena langit tidak mengizinkannya bereankarnasi ataupun memasuki alam surga maupun neraka. Biasanya itu terjadi karena tiga hal yaitu :
~Dosa besar.
~Dendam yang sangat dalam.
Manusia yang memiliki dosa yang besar, Langit tidak akan membiarkannya bereankarnasi apa lagi memasuki alam selanjutnya, langit menghukumnya dengan seperti apa dia mati sebelumnya maka rasa sakit yang dia rasakan ketika mati itu akan terus dia rasakan sampai langit benar-benar telah mengampuninya dan akan membiarkannya bereankarnasi.
Namun tidak ada yang tau berapa lama hukumannya itu akan terus terjadi, bisa saja seratus ribu tahun, atau bahkan berjuta-juta tahun dan itu langitlah yang mengaturnya sesuai dengan dosa-dosanya.
Dendam yang sangat dalam, Langit tidak akan mengijinkannya bereankarnasi jika orang itu memiliki dendam yang sangat dalam dan belum terbalaskan. Jika ingin bereankarnasi atau lanjut kealam selanjutnya, maka jiwa itu harus melepaskan semua perasaan duniawinya. Karena dendam adalah salah satunya, maka tentu langit tidak mengizinkannya bereankarnasi sebelum dendamnya itu terbalaskan.
Keinginan terakhir, Biasanya langit merasa tidak tega jika seseorang memiliki keinginan yang sangat besar dan belum tercapai hingga sekarang, dan tentunya itu adalah keinginan baik dan bukan keinginan buruk. Langit akan membiarkannya bergentayangan tanpa rasa sakit sama sekali, hingga anak atau saudaranya akan menyelesaikan keinginan terakhirnya barulah langit akan memanggilnya kembali.
Kasus Ling Zhi, adalah kasus yang berbeda, tidak terdapat satupun diantara yang diatas yang dia lakukan, dia melakukan apa yang langit sangat rahasiakan, yaitu melawan langit dan menggunakan tehnik terlarang untuk bergentayangan. Tehnik terlarang ini akan membuatnya bisa menunjukkan wujudnya pada siapapun yang dia ingin.
Namun harga yang Ling Zhi bayar juga sangat mahal, yaitu dia mengorbankan seluruh waktu bereankarnasinya untuk ini. Dengan kata lain dia tidak akan bisa lagi bereankarnasi, dan juga langit menambah hukumannya dengan membiarkan rasa sakit yang dia rasakan ketika dia mati dengan serigala yang membunuhnya.
Ling Zhi melakukan itu semua karena dia tidak benar-benar ingin mati, dia ingin terus hidup disamping putra angkatnya. Dia ingin mengawasi putra angkatnya itu dari setiap jengkal tubuhnya dan dia ingin merawatnya SELAMANYA.
Keinginan seperti itu bagaimana Langit bisa mengizinkannya? Karena pada akhirnya, seorang penguasa seperti Tang Lin juga akan mati jika langit telah memutuskannya. Didunia kultivator ini, LANGIT adalah sesungguhnya, dia mengatur segala takdir mahluk hidup, dia menjalankan dunia ini sesuai dengan keinginannya, dan dialah yang menciptakan dunia ini. Namun jika dipikir-pikir siapakah sebenarnya langit ini? Tidak ada yang tau siapa dia sebenarnya. Orang-orang hanya akan menunjuk keatas jika mendengar pertanyaan seperti ini.
Disisi Ling Zhi, seraya menahan rasa sakit disekujur tubuhnya yang dipenuhi bekas luka, dia mendekati Tang Lian dengan melayang, darah dari bekas lukanya juga terus mengalir deras membasahi tanah.
"Putraku!!..." Ling Zhi memanggil dan mencium kening Tang Lian yang tertidur.
"Putraku!! Ibu juga merindukanmu!!.." Ling Zhi berkata dan menahan semua rasa sakitnya, air matanya juga telah kering meskipun saat ini dia menangis tapi tidak ada yang menetes selain darah dari bekas lukanya.
Disisi Zhao Yu, dia merasa perasaanya menyuruh melihat kearah Tang Lian. Dan ketika dia melihatnya, dia melihat bayangan putih yang memeluk Tang Lian, bayangan putih itu meneteskan darah.
"Ha? Apa itu?.." Zhao Yu bergumam dan menggosok matanya.
"Ha-ha-hantu!?.." Zhao Yu bergumam takut-takut, kemudian dia sekali lagi menggosok matanya. Setelah dia selesai dan melihat kembali, ternyata bayangan putih itu telah hilang.
"Apakah itu hanya perasaanku saja?." Zhao Yu bergumam bingung.
"Anak muda!! Apa kau melihatku!!.." Ditengah kebingungan Zhao Yu, tiba-tiba Ling Zhi menampakkan diri dengan segala kengeriannya karena bekas luka yang terus berdaya.
Melihat itu tentunya Zhao Yu sangat terkejut hingga dia pingsan sebelum bisa bereaksi.
Pada saat itu juga, Ling Zhi tidak menyia-nyiakan kesempatan dan dia mengarahkan tangannya keleher Zhao Yu lalu BERSAMBUNG.
Kasih Like, Komen, Dan votenya dong kak, bang, om, Tante, atau apalah ituπ£π£π£π£