
"A-apa yang telah aku lakukan!?.." Gumam Long Xia Shi dengan tubuh gemetar dan penuh penyesalan.
Bagaimana ia tidak menyesal setelah mengingat sumpah yang pernah teriakkan? Waktu itu ia bersumpah ia tidak peduli seberapa banyak pun wanita yang akan ada disamping Tang Lian, ia hanya ingin terus bersama pria yang dia cintai itu selamanya.
Long Xia Shi menangis dengan tubuh Tang Lian yang berlumur darah disekujur tubuhnya. Long Xia Shi memeluknya dan meminta maaf berkali-kali, ia berharap laki-laki itu akan hidup kembali, namun tidak ada pergerakan sama sekali karena tubuh itu seketika berubah dingin dan kaku.
"Tidak! Tidak! Tidak! Jika kamu mati maka aku juga akan ikut denganmu!!.." Ujar Long Xia Shi penuh penyesalan lalu mengambil kembali pedang yang ia tancapkan pada Tang Lian.
"Semoga di kehidupan selanjutnya kita akan bertemu kembali..."
Setelah mengucapkan itu, Long Xia Shi mengangkat pedang itu dan ingin menusuk jantungnya sendiri, namun....
"Tring!!!.."
Kilatan merah tiba-tiba melesat dengan cepat dan menghancurkan pedang itu hingga berkeping-keping.
Long Xia Shi sangat terkejut.
"Kamu terlalu bodoh untuk mengakhiri hidupmu sendiri..." Ucap seorang pria yang keluar dari balik pepohonan.
Long Xia Shi menatap kearah sumber suara, tubuh Long Xia Shi seketika bergetar ketika dia menatap pria itu. Ia terdiam cukup lama karena bingung harus bereaksi seperti apa karena ia terlalu terkejut.
Menatap Long Xia Shi yang terdiam dan menatapnya dengan mata yang kembali berair, pria itu mengangkat kedua tangannya seolah meminta Long Xia Shi agar memeluknya.
."Kakak Lian!!!.." Teriak Long Xia Shi dan langsung berlari kearah pria itu dan memeluknya sangat erat.
Long Xia Shi menerkamnya hingga terjatuh ketanah, dan mereka berdua berpelukan seperti itu.
"A-aku kira k-kamu sudah..." Long Xia Shi tidak sanggup untuk melanjutkan kata-katanya dan tubuhnya gemetar.
"Aku begitu sangat mencintaimu adik Shi. Tidak mungkin aku mati dan meninggalkanmu sendirian..." Ucap pria itu yang ternyata adalah Tang Lian seraya mengelus rambut Long Xia Shi dengan lembut dan penuh kasih.
"T-tapi tadi jelas-jelas aku menusukkan pedang itu didadamu..." Ucap Long Xia Shi yang masih gemetaran seraya mengangkat kepalanya dan menatap lurus kearah wajah Tang Lian.
"Maafkan aku adik Shi, tapi yang kamu bunuh itu hanyalah bayanganku saja.." Ucap Tang Lian meminta maaf.
"Bayangan? Tapi sejak kapan!?.." Tanya Long Xia Shi yang masih kebingungan.
"Itu sejak aku memelukmu sangat erat sebelumnya, waktu itu aku membelah diriku menjadi dua. Kamu tidak lupa jika aku memiliki tehnik itu kan?.." Jawab Tang Lian menjelaskan.
Setelah Tang Lian menjelaskan, akhirnya Long Xia Shi mengerti jika ia baru saja di permainkan oleh Tang Lian.
"Kamu benar-benar bajingan!!.." Teriak Long Xia Shi kembali dan membenamkan wajahnya di dada Tang Lian. Ia menangis pelan disana.
Melihat itu membuat Tang Lian merasa bersalah dan terlalu berlebihan, kemudian ia mengelus rambutnya lalu mencium pucuk kepalanya dengan lembut.
"Emm.." Long Xia Shi mengangguk tanpa mengangkat kepalanya dari dada Tang Lian.
Mendengar itu membuat Tang Lian sangat senang lalu kembali bertanya, "Lalu apakah sekarang kamu sudah setuju jika aku akan memiliki istri yang mungkin banyak.."
Pertanyaan Tang Lian barusan membuat Long Xia Shi terdiam. Ia bingung harus menjawab apa, jika ia bilang tidak tapi ia sudah pernah bersumpah bahwa ia akan mengijinkan. Namun jika ia mengijinkan ia merasa takut dan cemburu.
Tang Lian tau apa yang dipikirkan oleh Long Xia Shi, kemudian ia kembali berkata, "Adik Shi, kamu tenang saja. Aku akui jika aku sangat menyukai wanita dan lumayan mesum, tapi aku akan bersikap adil dan merata. Aku tidak akan pernah membeda-bedakan semua istriku, aku menikah hanya jika aku mencintainya. Aku berjanji..."
Pada akhirnya karena kata-kata Tang Lian barusan, Long Xia Shi dengan berat hati mengangguk. Setelah itu, mereka berdua kemudian menyusul Zhao Yu dan Lao Hu.
Satu jam kemudian, Tang Lian dan Long Xia Shi berhasil menyusul Zhao Yu dan Lao Hu. Ia menemukan keduanya sedang memancing dipinggir sungai dengan santai.
"Maaf aku terlalu lama.." Ucap Tang Lian tiba-tiba dan membuat ikan yang hampir memakan umpan Zhao Yu berlarian kesegala arah yang berbeda disungai.
"Astaga kakak!! Kamu membuat ikanku berlarian!!.." Teriak Zhao Yu yang kesal.
"Cih! Bahkan jika aku tidak datang kau tidak akan pernah bisa menangkap ikan itu.."
Dan akhirnya kedua orang itu berdebat disana, bahkan setelah melanjutkan perjalannya juga Tang Lian dan Zhao Yu masih berdebat disepanjang jalan. Sementara Long Xia Shi menetap mereka dan berkali-kali tertawa. Sedangkan Lao Hu tidak peduli sama sekali dan hanya melanjutkan tidurnya diatas kepala Lao Hu.
Dua hari kemudian, akhirnya Tang Lian dan yang lainnya telah sampai didepan gerbang kota singa api dan mengantri untuk masuk. Pada awalnya ia biasa-biasa saja dan tetap santai sambil menunggu giliran, namun sikap santainya seketika berubah karena seseorang mengenalinya.
"Hei saudara, lihatlah pria dibelakang itu, bukankah dia yang mengacaukan hari pernikahan tuan putri dan membantai keluarga Lang sebelumnya?.." Bisik seorang pria pada pria yang ada dipannya.
"Hm?... Kau benar saudara! I-itu benar-benar dia!!.." Kedua orang itu sangat terkejut hingga gemetar.
Tentunya kedua orang itu tidak bisa menahan agar tubuhnya tidak gemetar ketakutan karena mereka hadir di pesta pernikahan Long Xia Shi sebelumnya. Mereka mengingat dengan jelas bagaimana kejamnya Zhao Yu membantai para murid dari sekte pedang cahaya. Terlebih lagi Tang Lian yang bertarung dengan sangat hebat sebelumnya, hingga sekarang mereka berdua berkeringat dingin.
Mereka berdua juga sudah tau jika Tang Lian adalah keluarga dari sang penguasa dan membuat kedua pria yang sedang berbisik-bisik itu semakin gemetar.
Tang Lian yang mendengar pembicaraan kedua orang itu, dengan cepat ia bergerak lalu menodongkan pedangnya pada kedua pria itu.
"Lupakan apa yang pernah kalian lihat sebelumnya atau kalian akan mati!!.." Ucap Tang Lian seraya menyeringai kejam.
""B--baik t-tuan m-muda.."" Jawab keduanya dengan tubuh gemetar dan sangat ketakutan.
"Bagus.." Ucap Tang Lian dan kembali kebarisannya.
Sedangkan kedua orang itu terjatuh ketanah dan masih sangat ketakutan. Keringat dingin membasahi punggung kedua orang itu dan menggigil. Sedangkan orang-orang lainnya hanya bersikap biasa saja karena kebanyakan dari mereka telah mengenal Tang Lian sebagai Sang Penghakim, mereka pikir kedua pria itu mungkin sudah menyinggung Tang Lian tanpa sengaja sehingga ia diperingatkan untuk pertama dan terakhir kalinya.
"Kalian dua pria bodoh!! Sekarang giliran kalian cepatlah! Kami juga ingin masuk!!.." Teriak orang-orang dari belakang menghina karena tidak sabar.