
"Long! Tunggu! " Dengan perasaan buruknya Tang Lian berusaha menghentikan Wang Long yang hendak pergi. Namun Wang Long sama sekali tidak mengubrisnya, itu membuat kepala Tang Lian hampir pecah memikirkan nya.
"Baiklah Wang Long! Lakukan seperti yang kau inginkan!.. " Teriak Tang Lian pada akhirnya dan berhasil membuat naga betina itu berhenti dan menoleh kearahnya.
"Benarkah? Apa aku bisa mengikuti mu sekarang? "
"Terserah padamu, entah kenapa aku memiliki firasat buruk jika tidak membiarkanmu mengikutiku.. " Jelas Tang Lian dengan putus asa. Sementara Wang Long tertawa cengengesan karena ia senang bisa mengikuti Tang Lian.
"Hari sudah sore, Sun Hai saatnya mempersiapkan makan malam.. " Titah Tang Lian pada kera api.
Sun Hai yang mengerti maksud Tang Lian langsung mengambil mayat ular kepala tiga yang baru saja mereka bunuh dan menyeretnya kedekat sungai. Disana Sun Hai akan menguliti dan membersihkan ular itu sebelum dimasak.
Sementara Tang Lian mempersiapkan api unggun dan membersihkan tempat sekitar. Jika sebelumnya ia masih menggunakan tenda, maka saat ini Tang Lian tidak menggunakan apapun. Ia hanya mengandalkan ranting pohon dan dedaunan dia susun diatas nya untuk mengatasi jika hujan turun.
Sebenarnya Tang Lian tidak peduli dengan hujan atau apapun itu, ia tidak masalah meski tidur diatas pohon. Tapi ia tidak tega jika Wang Long akan kebasahan dan kedinginan.
Mengerutkan keningnya, Wang Long kemudian bertanya pada Tang Lian, "Jadi selama tuan pergi sendirian, tuan mengandalkan ranting kayu dan dedaunan liar ini sebagai tempat berteduh?. "
"Iya, aku tidak masalah dengan ranting dan dedaunan ini. Ranting yang aku pilih ini kokoh dan daun-daun ini mampu menghangatkan tubuh, ini akan nyaman ditempati.. " Ujar Tang Lian menjelaskan seraya melanjutkan tugasnya yang hampir selesai.
......................
Setelah selesai makan malam, Tang Lian memanggil Wang Long untuk berbicara berdua didalam tenda. Sementara Sun Hai berjaga diluar.
"Tuan, ada apa memanggilku? " Tanya Wang Long dengan lembutnya.
Suaranya yang merdu, hampir membuat Tang Lian berlari dan menerkam wanita yang sangat cantik didepannya. Tapi dengan cepat Tang Lian menggelengkan kepalanya dan mengusir pikiran kotornya.
"Long, katakan padaku seberapa banyak yang kau sembunyikan tentang dirimu?.. " Tanya Tang Lian tanpa melirik Wang Long, karena ia takut kecantikan wanita itu hampir membuatnya lepas kendali.
Wang Long sudah menebak hal ini, cepat atau lambat tuannya pasti akan bertanya. Dan dia tidak berniat untuk menyembunyikan jati dirinya lagi. Didalam hatinya ia berkata, jika ingin mendapatkan hatinya Tang Lian maka langkah awal yang tepat adalah kejujuran nya.
"Tidak banyak, hanya namaku saja.. " Jawab Jujur Wang Long.
"Nama? Jadi namamu yang sebenarnya bukan Wang Long?" Tanya Tang Lian yang sangat penasaran.
"Iya dan tidak... " Jawab Wang Long lagi dan membuat Tang Lian kebingungan.
"Apa maksudmu dengan ya dan tidak? Cepat katakan, kau hampir membuatku mati penasaran.. " Ujar Tang Lian yang tidak sabaran.
Wang Long hanya tertawa pelan melihat tuannya itu, "Namaku yang sebenarnya adalah Shie Long, aku adalah putri tinggal dari dewa naga Shen Long. " Ucap Naga betina itu seraya melakukan perkenalan layaknya putri seorang bangsawan.
Tang Lian tidak terlalu terkejut dengan kenyataan ini. Dari awal ia sudah menebak jika Naga betina itu menyembunyikan jati dirinya. Namun Tang Lian tidak menyangka, ternyata Wang Long atau yang sekarang disebut Shie Long adalah putri seorang dewa sama seperti Yun Mei.
"Hehehe... Anda benar tuan, aku sudah mengenal dia siapa dari awal. Dan menurutku tuan sangat beruntung menikahi putri dari pemimpin para dewa.. " Puji Shie Long dan berhasil membuat wajah Tang Lian memerah malu.
Tapi itu hanya sesaat setelah Tang Lian menyadari sesuatu, "Jika kau adalah putri dari seorang dewa, bagaimana bisa kau menjadi bawahan ayahku dulu? " Tanya nya penasaran.
Benar ini sangat membingungkan bagi Tang Lian, ia tidak meragukan penjelasan Shie Long barusan. Tapi ia sangat bingung, bagaimana bisa putri seorang dewa menjadi bawahan dari seorang manusia?
Pikiran-pikiran itu memenuhi kepala Tang Lian, ia hanya tidak tahu jika ayahnya jauh lebih menakutkan dari dewa naga sendiri. Jika saja ia tahu, entah seperti apa ia akan bereaksi.
Shie Long yang mengerti apa yang dipikirkan oleh Tuannya kemudian menjawab, "Tuan, ada banyak rahasia yang tidak kamu ketahui dan lebih baik tidak kamu ketahui.. " Ujarnya serius dan membuat Tang Lian semakin bingung.
"Shie Long, apa kau tidak mau mengatakan yang sebenarnya padaku karena perintah ayahku?.. " Tanya Tang Lian dengan tatapan tajam.
Tang Lian benci melakukan ini, tapi ia akan mengusir Shie Long jauh-jauh jika dia masih berhubungan dengan ayahnya Tang Lian. Tang Lian hanya tidak ingin berhubungan apapun lagi dengan ayahnya.
Shie Long menggelengkan kepalanya sebagai jawaban dari pertanyaan Tang Lian, "Tidak, tuanku adalah anda, jadi aku tidak akan pernah menuruti perkataan siapapun selain anda. Aku mengatakan demikian, karena sesuatu yang akan kamu ketahui bisa membahayakan nyawamu tuanku... " Jelas Shie Long dengan sabar.
Tang Lian menatap dalam-dalam Shie Long, ia mencari sesuatu yang aneh disana. Namun ia tidak menemukan apapun, dan akhirnya ia percaya dengan penjelasan Shie Long.
"Jadi maksudmu aku masih terlalu lemah untuk mengetahuinya?.. " Tanya Tang Lian lagi.
"Benar tuanku,"
"Lalu aku harus sekuat apa agar bisa mengetahui semuanya?.. "
"Setidaknya kamu harus menembus batasan kultivasi dialam rendah ini.. "
"Apa!?.. "
Tang Lian mendelik tidak percaya, pasalnya ini lebih sulit dari pada yang dibayangkan oleh Tang Lian. Tidak hanya harus mengembalikan kembali kekuatannya, tapi ia harus lebih kuat lagi dari pada ia yang pernah berasal dipuncak kekuatannya hanya untuk mengetahui kebenarannya.
Tang Lian memang merasa ini sebenarnya tidak penting untuknya, tapi mengingat jika putri dari seorang dewa naga pernah bersedia menjadi bawahan ayahnya itu membuatnya sangat penasaran.
Tang Lian berusaha mengingat kembali, Lao Hu pernah bilang bahwa tahta dewa penghakim diciptakan oleh Tang Lin. Jika demikian bukankah ini juga membuktikan bahwa ayahnya adalah dewa? Namun jika itu benar, mengapa ayahnya memilih tinggal di alam atas dari pada di alam dewa?
Seharusnya seorang dewa enggan untuk tinggal di alam yang lebih rendah dari padanya. Alam atas itu terlalu lemah untuk ditinggali oleh seorang dewa, dan bisa merusak tatanan dan hukum alam yang berlaku di alam atas.
Memikirkan ini kini Tang Lian memahami satu hal, tampaknya ayahnya tidak sesederhana yang ia pikirkan. Banyak rahasia Tang Lin yang tidak ia ketahui.
Dan lagi, untuk mengetahui kebenarannya kenapa sepertinya ia harus mempertaruhkan nyawanya?. Tang Lian berpikir ini semakin menarik! Sedikit banyaknya ia sudah memiliki gambaran siapa sebenarnya ayahnya. Tapi meskipun demikian, itu tidak mengurung kan niatnya untuk mengetahui kebenarannya, justru ia semakin penasaran karena nyatanya banyak yang tidak ia ketahui.