PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 15"Alam Atas"


Author:Saya lagi nulis ini sambil dengarin musik Naruto sih...jadi lagi semangat😀


...----------------...


Sedangkan Laohu dan Wang Long yang berada didalam tubuh Tang Lian membelalakkan matanya karena mengenal petir yang terus menyambar-nyambar alam rendah ini.


"Selesai lah sudah alam rendah ini, yang mulia Tang Lin telah murka"


"Kau benar saudara Wang Long, gara-gara orang-orang dari kekaisaran LONG kini semua alam rendah ini terkena imbasnya"


"Ya saudara Laohu, paling tidak badai ini akan berakhir satu Minggu kemudian, dan itu sudah cukup untuk memporak-porandakan seluruh alam rendah ini"


"Tapi saudara Wang Long, jika dilihat dari fluktuasi energinya, alam rendah ini tidak akan dihancurkan hari ini karena masih ada pangeran mahkota disini"


Kemudian Wang Long menganggukkan kepalanya dan berbicara lagi...


"Cepat atau lambat, yang mulia Tang Lin pasti akan mengetahui lokasi pangeran saat ini, karena pangeran telah jatuh kedalam jurang keputus asaan maka yang mulia Tang Lin pasti dapat merasakannya, kemudian dapat dipastikan bahwa disitu lah semua orang-orang dari alam rendah ini akan merasakan kemurkaan yang sesungguhnya dari Yang mulia Tang Lin"


"Walau pun itu benar tetapi aku sebenarnya merasa jauh lebih bersalah atas ini semua saudara"


Mendengar pernyataan Laohu membuat Wang Long bertanya karena bingung.


"Mengapa? Bukankah yang mulia sendiri yang menyegel kita didalam tubuhnya untuk melindungi dan membantu kelak nanti?"


"Tentang itu kamu benar saudara Wang Long, tetapi yang paling aku sesalkan adalah, jika saja segel ini tidak menahan kultivasi pangeran Tang Lian maka tidak akan terjadi seperti sekarang ini, dan lagi kita disegel untuk menjaganya tetapi tidak dapat melakukan apapun sekarang, aku benar-benar merasa tidak berguna sekarang..."


Mendengar perkataan Laohu, Wang Long menggelengkan kepalanya sembari berkata...


"Saudara Laohu dengar, yang mulia melakukan ini semua pasti sudah mempertimbangkannya dengan baik, yang mulia Tang Lin tidak akan mungkin melakukan sesuatu yang membuat pangeran tersiksa, ini semua terjadi diluar kehendaknya, dan lagi jika yang mulia Tang Lin mendengar kau berkata seperti ini aku yakin dia pasti akan menghukummu saudara, karena kamu telah meragukannya"


Mendengar itu seketika Chen Lau tersadar akan kesalahannya karena meragukan Tang Lin sebelumnya.


"Kamu benar saudara, kurasa aku yang terlalu banyak berpikir saat ini, terima kasih telah mengingatkan aku saudara"


Mendengar itu Wang Long hanya tersenyum sembari berkata...


"Tidak usah dipikirkan saudara, yang terpenting sekarang adalah kita harus mengawasi pangeran agar tidak melakukan sesuatu yang tidak diinginkan.."


Sedangkan dialam atas, tepatnya di kekaisaran TANG terlihat seorang pria paruh baya yang terlihat berusia 35 tahun tetapi usianya sebenarnya sudah seribu lima ratus tahun tapi terlihat masih tampan, pria itu duduk diatas singgasananya sambil memejamkan matanya dan ditemani oleh dua jendral kepercayaannya disamping kiri dan kanannya.


Pria itu adalah ayah dari Tang Lian yang sedang menyebarkan kekuatan semacam roh untuk mencari putranya keseluruh penjuru dunia, namun Tang Lin tiba-tiba merasakan putranya jatuh kedalam jurang keputus asaan.


Kemudian Tang Lin langsung mencari arah darimana asal keputus asaan itu dia rasakan setelah ditemukan Tang Lin melihat putranya yang menangis didepan sebuah makam, kemudian Tang Lin menggunakan kekuatan mata rohnya untuk mencari tau makam siapakah itu, detik berikutnya Tang Lin terkejut karena itu adalah makam Ling Zhi. Selanjutnya Tang Lin semakin terkejut dengan teriakan Tang Lian.


"Huwaaaaaaaa.....langiiiiit....kau benar benar kejam langit, kau tidak adil langit, mengapa engkau memberikan kehidupan yang menyakitkan padaku, cabut saja...cabut saja nyawaku langit yang bajingan....huwaaaaaa"


Mendengar tangisan putranya sampai seperti itu membuat Tang Lin sangat marah, hingga dia mengeluarkan kekuatan petirnya menyambar-nyambar seluruh alam rendah.


Kekuatan rohnya terus mengeluarkan petir itu tanpa henti, kemudian di atas singgasananya membuka matanya dan berteriak sangat marah hingga mengguncang seluruh alam atas seperti gempa bumi. Kemudian dalam sekejap seluruh orang-orang menatap ke arah istana kekaisaran TANG, orang-orang melihat petir berwarna merah darah diatas istana itu berderak-derak dan menyambar-nyambar, seketika orang-orang paham bahwa Tang Lin tengah marah, tetapi yang orang-orang bingung adalah siapa yang telah berani membuat Tang Lin marah hingga seperti itu.


Mendengar Tang Lin sedang marah orang orang yang berada di sana terdiam seribu bahasa, orang-orang disana merasakan bulukuduknya merinding, semua orang-orang yang ada di sana ketakutan sekarang bahkan ada yang hampir kencing di celana. Namun di tengah ketakutan mereka Tang Lin kemudian berbicara.


"Jendral Tang Shui, Jendral Tang Shuan siapkan satu Juta prajurit, aku telah menemukan putraku, dan dia sedang berada didalam jurang keputus asaan, jika sudah selesai maka laporkan padaku, aku akan menuju kamar permaisuri sekarang.!!!?"


Mendengar Tang Lin memberikan perintah, kedua jendral itu langsung pergi menjalankan tugas dengan cepat.


"Siap laksanakan yang mulia!!"


kata kedua jendral itu serentak.


Kemudian setelah kedua jendral itu pergi Tang Lin ingin pergi kekamar istrinya tetapi istrinya sudah sampai duluan diruangan Tang Lin bersama dengan ketiga putrinya.


"B**rak..." (Suara pintu dibanting)


"Suamiku...hiks..hiks.."


Tang Lin seketika paham apa yang dirasakan oleh istrinya LING YUAN karena Tang Lin juga merasakannya.


"Istriku, aku paham, kita akan menjemputnya sekarang oke?"


Kemudian Tang Lin memeluk istrinya dan mencium kepalanya lembut kemudian dikejutkan lagi oleh salah satu putrinya yang tiba-tiba mengamuk.


"Jika terjadi sesuatu dengan adikku akan aku ratakan seluruh alam rendah itu tanpa sisa.."


Kemudian dia memukul salah satu tiang disana yang terbuat dari emas, namun seketika tiang emas itu hancur berkeping-keping.


"Kakak Yui...tenanglah kita akan menjemputnya dan adik pasti baik-baik saja..."


Nama Putri dari yang mengamuk itu adalah TANG YUI dan dia memiliki kembaran bernama TANG YUE, dan satu lagi nama Putri Tang Lin adalah TANG YUA mereka bertiga adalah kakak adik yang kembar tiga dimulai dari Tang Yui lalu kedua adalah Tang Yue dan yang terakhir adalah Tang Yua, masing-masing dari mereka hanya beda lima menit. Dan yang berbicara tadi adalah TANG YUE.


"Tenang katamu? Adikku sedang jatuh didalam jurang keputus asaan, lalu bagaimana aku bisa tenang?"


"Aku juga kakaknya, jadi aku juga merasakannya kakak Yui, jika kakak Yui mengamuk tidak jelas seperti ini hanya akan menghancurkan istana ini ..!" Teriak Tang Yui juga marah pada kakaknya yang sembrono.


Pertengkaran antara kedua putri Tang Lin terus terjadi, hanya putri ketiganya yang tetap diam, tetapi bisa dilihat bahwa dia juga sedang khawatir.Hingga pada akhirnya kedua jendral sebelumnya datang melapor bahwa pasukan sudah siap, tetapi kedua putrinya tetap bertengkar hingga mengganggu pembicaraan Tang Lin dengan kedua jendral sebelumnya.


"Diam!!!"


Tiba-tiba Tang Lin membentak kedua putrinya dan langsung terdiam. Lalu kemudian Tang Lin berkata akan segera berangkat ketika dia sudah selesai membangun portal menuju alam rendah


BERSAMBUNG*****


Halo para pembaca yang Budiman, terimakasih telah mampir di novel ini jangan lupa klik tombol like dan terus dukung author juga dengan kasi vote novel author terima kasih.....


tunggu ada yang bilang hadiah?author mau dong 😁


********SAMPAI JUMPA**********