PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 232 "Sudah Saatnya Iblis Merasakan Kekejaman Manusia!"


"Jadi kakakku menyuruh kalian kemari untuk mendapat perlindungan dan berlatih? Dan lagi, tangan kalian yang terputus juga adalah perbuatan kakakku?" Tanya Zhao Yu bertubi-tubi setelah mendengar semua cerita kedua pemuda itu tanpa ada yang ditutup-tutupi.


"B-benar tuan muda Yu.." Jawab kedua pemuda itu terbata-bata karena masih takut pada Zhao Yu yang terlihat seperti tidak percaya.


"Huuffftt.... Kalian sungguh beruntung, ini adalah kali pertama kakakku mengampuni musuhnya dan bahkan menolongnya. Dan saranku, jangan sekali-kali kalian berani melirik para istri kakakku, atau kalian akan merasakan akibatnya! Aku saja sebagai adiknya bahkan tidak berani. Juga dimasa depan, jangan coba-coba untuk mengkhianati kakakku, jika itu terjadi aku sendiri yang akan memburu kalian bahkan jika sampai keujung dunia sekalipun!" Ancam Zhao Yu dengan tegas seraya menatap kedua pemuda itu tajam!


Kedua pemuda itu menjadi sangat ketakutan setelah mendengar ancaman Zhao Yu. Dan pada saat yang bersamaan, Tang Feng tiba-tiba menerobos masuk ruangan mereka berbicara, diikuti oleh Wu Min yang berlari mengejarnya dari belakang.


"Paman Yu! Aku dengar ada dua orang suruhan ayah datang kemari, apakah itu benar?" Tanyanya sangat bersemangat tanpa memperdulilkan Wu Min yang berusaha menghentikannya.


"Benar, ini mereka. Memangnya kenapa?" Jawab Zhao Yu seraya tersenyum. Pasalnya Tang Feng sangat bersemangat jika sudah mendengar tentang ayahnya.


Tang Feng tidak mengubris pertanyaan Zhao Yu, justru ia langsung menghampiri kedua pemuda yang hanya melongo disana.


"Paman! Ayo katakan dimana kalian bertemu ayahku? Apakah dia baik-baik saja?" Tanya nya antusias.


"K-kami berjumpa dihutan tanah bebas diantara kekaisaran Long dan Zhang..." Jawabnya.


"Ayahku tidak kenapa-kenapa kan?!" Tanya Tang Feng lagi.


"Dia baik-baik saja..." Pemuda itu bingung memanggil Tang Feng dengan sebutan apa.


Kedua pemuda itu memanggil Tang Lian dan Zhao Yu dengan tuan muda, lalu bagaimana dengan anaknya?


"Tuan muda, panggil dia tuan muda. Dimasa depan panggil kakakku dengan tuan besar." Sahut Zhao Yu tiba-tiba.


Sedangkan Tang Feng menghela nafas lega setelah mendengar ayahnya baik-baik saja.


...----------------...


Sementara itu, di alam atas....


"Bagaimana dengan persiapan perang para pasukan?" Tanya Tang Lin pada dua jendralnya yaitu Tang Shuan dan Tang Shui.


"Lima ratus ribu prajurit, lima puluh jendral utama yang masing-masing memimpin sepuluh ribu pasukan dan lima orang panglima perang, satu orang panglima perang tertinggi sudah siap menunggu perintahmu yang mulia.." Jawab Tang Shuan menjelaskan.


"Bagus! Sampaikan perintah, bahwa esok pagi kita akan mulai operasi penghancuran dan penguasaan alam iblis!" Perintah Tang Lin tegas.


"Izinkan aku bertanya yang mulia.." Ujar Tang Shui tiba-tiba maju kedepan.


"Silahkan.."


"Apa tidak sebaiknya kita tambah lagi pasukan kita yang mulia?"


"Kenapa? Kau ragu dengan kemampuan pasukan kita?" Ujar Tang Lin bertanya kembali.


"Aku ingin agar mereka tahu, dengan siapa mereka mencari masalah! Dengan pasukan lima ratus ribu saja, kita akan membantai mereka semudah membantai semut! Kini telah tiba saatnya para iblis itu merasakan keputus asaan!" Ujar Tang Lin menjelaskan keinginannya.


Dimasa lalu, ras manusia lah yang merasakan keputusasaan dan kekejaman para iblis. Dan sekarang, Tang Lin telah memutuskan bahwa telah tiba saatnya untuk para iblis itu untuk merasakan hal sebaliknya. Keputusasaan yang pernah dirasakan oleh ras manusia, ras iblis juga harus merasakannya! Saatnya untuk melakukan pembalasan dan mengakhiri semuanya!


"Aku mengerti yang mulia.." Jawab Tang Shui final.


Tiga puluh menit kemudian, Tang Lin telah berada didalam ruangan dimana Yue Yan berbaring di peti es selama lima ratus ribu tahun ini.


"Istriku tersayang... Aku akan berangkat untuk membalaskan dendam ras manusia pada ras iblis. Iblis yang membuatmu tertidur seperti ini, aku bersumpah akan menemukannya kali ini! Jadi, aku harap kali ini kamu mengizinkanku menghancurkan alam iblis..." Ucap Tang Lin pada Yue Yan yang tertidur.


Tang Lin menatap istrinya yang tertidur itu dengan tatapan sendu. Setiap kali ia menatap wajah cantik istrinya itu, rasa bersalah dan penuh penyesalan memenuhi hati dan pikirannya. Jika saja saat itu Tang Lin cukup kuat, istrinya itu tidak akan tertidur seperti ini. Tang Lin berlinang air mata seraya mengucapakan kata demi kata pada Yue Yan.


Ketika Tang Lin ingin pergi dan berbalik, tiba-tiba ia merasakan tangan Yue Yan yang menggenggam tangannya erat. Seolah tidak rela ia Tang Lin pergi.


"Kumohon kali ini jangan hentikan aku Yan'er..." Ujar Tang Lin dengan suara gemetar. Dan dengan terpaksa dan berat hati, Tang Lin melepaskan genggaman tangan Yue Yan dan berlalu pergi tanpa melirik kebelakang.


Waktu berlalu dengan cepat, saat ini adalah saat-saat yang ditunggu-tunggu. Lima ratus ribu pasukan telah bersiap untuk berangkat diatas kapal perang.


Secara keseluruhan, terdapat lima puluh kapal perang raksasa disana. Masing-masing mengangkut sepuluh ribu pasukan. Bayangkan saja seberapa besar kapal perang yang mampu menampung sepuluh ribu pasukan.


Kapal perang itu berbentuk seperti kapal laut, namun bedanya kapal perang Tang Lin memiliki sayap di dua sisi seperti sayap burung.


Sementara kapal perang yang di naiki Tang Lin adalah yang terbesar diantara semuanya. Besarnya lima kali lipat dan mampu menampung lima puluh ribu pasukan.


Ketika Tang Lin akan menaiki kapalnya, tiba-tiba Ling Yuan menghampirinya.


"Kamu akan berangkat, kenapa tidak berpamitan padaku?" Tanyanya dengan tatapan tajam.


"Sudah satu bulan lewat setelah putra kita memutuskan hubungan dengan kita, dan selama itu kamu tidak mau bicara denganku bahkan sepatah katapun. Lalu apa yang harus aku lakukan?" Ujarnya yang tak tahu harus berkata apa.


"Lalu apa bila aku tidak bicara padamu maka kamu juga tidak akan bicara padaku begitu!? Kamu ini masih menganggapku istrimu atau tidak sebenarnya! Kamu berpamitan pada saudari Yue Yan tapi tidak denganku, apa maksudnya itu!?.." Ujar Ling Yuan berteriak marah mengeluarkan semua unek-uneknya.


"B-bukan seperti itu..." Jawab Tang Lin terbata dan gugup.


"Lalu apa!? Oh! Aku tahu, karena anak-anakku telah melakukan kesalahan besar yang juga adalah kesalahnku yang gagal mendidik mereka, jadi kamu membenciku iya kan!?" Teriak Ling Yuan tidak bisa tenang.


Melihat istrinya yang tidak bisa tenang, Tang Lin pun memeluknya tiba-tiba dengan erat.


"Tidak istriku, tidak seperti itu. Aku hanya takut kamu semakin marah dan membenciku. Jika menyangkut masalah anak-anak kita, maka akulah yang paling bersalah. Adalah kesalahan besarku yang telah gagal sebagai ayah..." Ujar tang Lian memeluk Ling Yuan dengan erat.


Ling Yuan pun menangis dipelukan Tang Lin, melampiaskan apa yang ia pendam selama satu bulan ini. Satu hal yang ada dipikiran Ling Yuan, "Bisakah semuanya kembali seperti semula?"