PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 26"Kebangkitan Tang Lian II"


Begitu juga dengan tubuh Tang Lian yang berada di dunia luar juga ikut berteriak sekeras-kerasnya karena jiwanya yang sedang ditempa.


Hal itu menyebabkan semua orang sangat khawatir sekarang,Tang Lin yang sebelumnya ingin menyiksa orang-orang yang membunuh dan menindas putranya juga terhenti karena mendengar teriakan putranya.


Tang Lin berfikir itu disebabkan oleh kedua hewan yang disegel dalam tubuh Tang Lian namun setelah Tang Lin memeriksanya ternyata dia salah.


Sejujurnya Tang Lin ingin melepaskan segel itu sekarang tetapi takut akan menyakiti putranya sendiri sehingga membuat Tang Lin bingung.


Teriakan itu terus terjadi selama satu bulan tanpa henti,siang dan malam Tang Lian terus saja berteriak hingga pada akhirnya semua orang memutuskan untuk menjaga dan merawat Tang Lian secara bergantian hanya Long Xia Shi saja yang terus berada dikamar itu.


Long Xia Shi tidak pernah meninggalkan kamar itu bahkan sedetik saja karena kekhawatirannya dan bentuk cintanya pada Tang Lian.Sampai-sampai Long Xia Shi kadang tertidur disamping Tang Lian dengan posisi duduk karena kelelahan.


Ketiga kakak Tang Lian yang melihat perjuangan dan kesetiaan Long Xia Shi menjadi simpati padanya.Mereka bahkan telah menyetujui hubungannya dengan Tang Lian.


Di alam bawah sadar Tang Lian telah berhenti berteriak karena proses meningkatkan kekuatannya telah selesai dan begitu juga dengan tubuh asli Tang Lian yang berhenti berteriak.


Untuk sesaat semua orang mulai tenang walaupun Tang Lian masih belum sadarkan diri.Mengetahui fakta bahwa Tang Lian masih hidup itu sudah cukup bagi mereka saat ini namun itu hanya untuk sesaat sebelum Tang Lian akhirnya berteriak kesakitan kembali.


...----------------...


Dibawah alam sadarnya Tang Lian:


"Proses untuk memberikanmu kekuatan sudah selesai anak muda, bagaimana perasaanmu sekarang?"


Tang Lian yang sudah membuka matanya juga merasakan kekuatannya yang meningkat sangat tinggi.Tang Lian bahkan tidak tau dia berada diranah apa sekarang.


"Ini sangat luar biasa kakek dewa,aku bahkan tidak mengetahui diranah apa aku sekarang.."Tang Lian menjawab dengan sangat senang sebelum akhirnya dia cemberut karena harus merasakan penyiksaan beberapa kali lagi.


"Itu bagus anak muda namun aku belum selesai.."


"Apakah masih ada lagi?"Tang Lian bertanya dengan sedikit cemberut.


"Masih banyak yang belum aku berikan padamu,bersiaplah aku akan segera memulainya lagi.."


"Apakah kita bisa beristirahat sebentar kakek?"Tang Lian bertanya dengan wajah yang masih cemberut dan itu mengundang gelak tawa dari dewa itu.


"Hahaha...kamu tidak bisa lagi menyerah sekarang,aku telah memberikanmu kekuatan yang setara dengan sepuluh persen kekuatanku sekarang jika kamu menyerah maka aku akan benar-benar membuangmu keneraka sekarang.."Dewa itu berkata dengan sedikit mengancam untuk menakut-nakuti Tang Lian.


"Ehehehe....aku hanya bercanda kakek dewa mana mungkin aku menyerah sekarang jika aku menyerah bagaimana aku bisa melindungi putrimu nanti.."Tang Lian berkata sambil tertawa cengengesan karena dia takut dengan ancaman dewa itu barusan.


Putri dewa itu yang melihat itu menjadi tertawa sendiri karena menurutnya itu lucu,melihat bagaimana seorang calon menantu yang sudah pasti ditindas oleh mertuanya sendiri.


(Kembali ke Tang Lian)


Setelah mengancam Tang Lian dewa tua itu dan mendapatkan jawaban yang membuatnya puas kemudian tersenyum dan melanjutkan lagi penyiksaan Tang Lian.


"Sekarang fokuskan pikiranmu dan terima semua energi yang akan masuk kedalam kepalamu jangan pernah melawan kembali energi itu dan menolaknya atau kepalamu akan meledak.."


"Ba-baik kakek dewa..."Tang Lian menjawab dengan sedikit takut karena pemberitahuan dewa itu.Namun Tang Lian berusaha menenangkan pikirannya dan menarik nafas dalam-dalam.


Detik itu juga Tang Lian merasakan kesakitan yang lebih parah dari sebelumnya.Tang Lian merasa setiap inci kepala,otak dan sarafnya dihancurkan berkeping-keping kemudian dibentuk lagi lalu dihancurkan lagi.


Rasa sakit itu membuatnya berteriak kesakitan yang lebih keras dari pada sebelumnya bahkan pada tubuh aslinya juga menjerit sambil memegang kepalanya.


Semua orang yang ada didalam kamar Tang Lian juga menjadi sangat khawatir sekarang Long Xia Shi bahkan menangis sangat keras karena dia sangat takut jika terjadi sesuatu lagi pada Tang Lian.


Tang Lin yang juga berada dikamar itu merasa ada yang aneh dengan putranya dan juga dia tidak tega melihat lima orang wanita menangis disana hingga pada akhirnya Tang Lin menggerakkan tangan dengan membentuk sebuah segel pada dirinya sendiri kemudian berkata..


"Segel dewa buka!!!.."


Tindakan Tang Lin mengejutkan semua orang disana dan untuk sesaat mengalihkan perhatiannya pada Tang Lin kemudian aura didalam tubuh Tang Lin berubah derastis, fluktuasi energi disekitarnya menjadi sangat kental dan kuat,tampilan Tang Lin juga berubah sangat derastis pakaiannya berubah menjadi warna emas bahkan mahkotanya juga berubah menjadi sangat indah.


Semua orang bingung dengan apa yang terjadi pada Tang Lin,hanya satu orang yang paham apa yang dilakukan oleh Tang Lin yaitu istrinya sendiri.Bahkan ketiga putrinya juga tidak paham apa yang terjadi pada ayahnya sendiri.


Ditengah-tengah kebingungan semua orang Tang Lin kembali membuat segel tangan dan mengarahkan dua jari tangan kanannya kearah Tang Lian dan menembakkan energi qi kearahnya.


Sedangkan di alam bawah sadar Tang Lian seorang dewa yang sedang sibuk dengan memberikan kekuatan pada Tang Lian sontak terkejut karena dia merasakan aura dan energi yang sangat dikenalinya masuk kedalam.


"Aura ini... jangan-jangan..."


Belum juga dewa itu selesai ber asumsi tiba-tiba muncul seseorang yang sangat dikenalnya.Melihat itu dewa itu membelalakkan matanya terkejut bukan main.Tangan dewa itu gemetar karena melihat sosok itu dia hampir menjatuhkan tangannya dari kening Tang Lian tetapi aliran waktu tiba-tiba berhenti.


Ketika aliran waktu berhenti hanya Tang Lin dan dewa itu yang dapat bergerak bebas dan karena aliran waktu telah berhenti maka dewa itu dapat melepaskan tangannya sekarang,setelah itu dewa itu kemudian bersujud didepan Tang Lin dengan gemetar kemudian menangis karena dia sangat merindukan Tang Lin dalam waktu yang lama.


"Yang mulia itu anda.."Dewa itu berbicara dengan suara serak karena sedang menangis bahagia.


"Ya ini aku, sekarang bangunlah tidak baik bagi pemimpin para dewa bersujud didepan manusia sepertiku.."


"Aku tidak berani yang mulia,anda yang telah menjadikanku sebagai pemimpin para dewa dan sekarang anda telah kembali bagaimana aku bisa menduduki tahta didepan anda.."


"Jangan salah paham Yun Zhang,aku belum kembali atau mungkin aku tidak akan pernah kembali lagi.."


Mendengar itu Yun Zhang pun tidak bisa lagi menahan suara tangisannya dan kemudian bertanya mengapa Tang Lian tidak mau kembali lagi.


"Tapi yang mulia mengapa?Aku telah mencari anda selama seribu lima ratus tahun lamanya dan sekarang anda menjumpai aku secara langsung aku pikir anda akan kembali.."


Mendengar itu Tang Lian menjadi sedikit kasihan pada Yun Zhang karena telah mencarinya selama itu.


"Maafkan aku Yun Zhang,aku kira dengan menyembunyikan keberadaan ku kamu akan menyerah mencariku.."


BERSAMBUNG****


JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE, KOMEN,DAN VOTE JUGA....


SAYA MOHON MAAF JIKA ALUR CERITANYA SEDIKIT MEMBOSANKAN,BERITAHUKAN SAYA JIKA KALIAN MEMILIKI SARAN ATAU MELIHAT KESALAHAN DI NOVEL SAYA INI.... TERIMAKASIH***