
Semua orang yang berada didalam lorong ruang dan waktu terdiam karena terkejut mendengar bahwa pangeran mahkota telah mati.
Bahkan satu juta pasukan yang dibawa oleh Tang Lin beserta kedua jendralnya merasakan kemarahan yang memuncak sekarang, bagaimana tidak,lebih dari seribu tahun mereka mendambakan seorang pangeran akan hadir di kekaisaran mereka dan sekarang Pangeran telah lahir lima belas tahun yang lalu dan semua orang bahagia waktu itu,namun sekarang pangeran mereka mati ditangan orang-orang yang rendahan? Bagaimana mereka bisa menerima kenyataan ini.
Tahta kaisar sendiri tidak akan bisa diwariskan kepada seorang perempuan, dan hanya bisa diwariskan kepada laki-laki dan itu adalah peraturan dari mulai kekaisaran Tang didirikan Jutaan tahun yang lalu.
Ditengah-tengah terdiamnya semua orang mereka mendengar permaisuri dan tuan putri mereka juga menangis dan itu membuat mereka semakin marah.
Detik berikutnya mereka semua mendengar Tang Lin akan menghancurkan alam rendah itu sekarang dan langsung saja dihentikan oleh Ling Yuan dan putrinya.
"Jangan suamiku jangan sekarang..."
Mendengar istrinya menghentikannya membuat Tang Lin bertanya-tanya.
"Mengapa?apakah kau rela melihat putraku telah dibunuh oleh mereka!!?"
Tang Lin berbicara dengan sedikit marah namun rasa marah itu mereda setelah mendengar jawaban istrinya.
"Tidak suamiku tidak seperti yang kamu pikirkan, aku hanya ingin tubuh putraku dimakamkan di alam atas..."
"Itu benar ayah..kami tidak rela jika alam rendah ini menjadi makam adik kami.." yang tiba-tiba disambut oleh Tang Yue.
"Ya ayah..aku juga ingin membalaskan dendam adik jutaan kali lipat terlebih dahulu.." kata Tang Yui lagi
Sedangkan Tang Yua hanya terdiam sambil terus meneteskan air mata. Diantara ketiga putrinya Tang Yua adalah yang paling rapuh hatinya, dia juga tidak bisa dikasari atau akan menangis cukup lama. Melihat itu Tang Lin sedikit melunak hatinya.
"Tetapi kita masih cukup lama untuk sampai,aku takut mayat putraku akan membusuk setelah kita tiba.."
Mendengar ke khawatiran Tang Lin Tang Shuan dan Tang Shui langsung menjawab.
"Kami akan mengorbankan diri kami yang mulia agar kita cepat sampai.."
Mendengar itu Tang Lin langsung menatap kebelakang dan berkata...
"Apa katamu?"
Melihat itu Tang shuan dan Tang shui merasa bahwa Tang Lin salah paham.
"Tidak seperti yang anda pikirkan yang mulia...."
Sebelum Tang Shuan menyelesaikan kata-katanya langsung dipotong lagi oleh Tang Lin.
"Jadi maksud kalian seperti apa? Cepat katakan, jangan membuat ku marah sekarang.."
Lalu Tang Shuan pun menjawab lagi..
"Yang mulia,Bkami akan menggunakan kekuatan kami untuk membuka paksa ruang dan waktu dan mengarahkan ke tempat pangeran saat ini..."
Mendengar jawaban Tang shuan Tang Lin tentu saja sudah paham dan emosinya sedikit mereda.
"Apakah kalian yakin? Itu akan membuat kalian terluka cukup parah, aku juga tidak yakin bisa menyembuhkan kalian nantinya ."
"Kami yakin yang mulia, dan keputusan kami sudah bulat.."Kedua jendral itu juga sepertinya sedikit senang karena Tang Lin menghawatirkan mereka.
Mendengar jawaban kedua jendralnya Tang Lin hanya bisa menghela nafas, karena kedua jendralnya sedikit keras kepala.
"Hah....baiklah lakukan semau kalian..."
"Baik yang mulia.."
Selanjutnya Tang shuan dan Tang shui melakukan gerakan tangan serentak untuk membuka lorong waktu didalam lorong dan setelah lorong itu terbuka mereka semua langsung masuk tanpa ragu dan kemudian menghilang dari sana.
Sedangkan disisi lain, Long Tian, Shu Zhu, Liong Shan, Liong Shin dan putrinya terbelalak dan terdiam sekarang, mereka melihat dengan jelas Tang Lian telah mati dan pedang tertancap di dadanya.
Detik berikutnya Long Xia Shi menangis berteriak dengan keras lalu kemudian Long Xia Shi melesat ke arah Tang Lian tanpa memperdulikan sekelilingnya. Kemudian diikuti oleh Long Tian, Shu Zhu dan kedua jendral bersaudara.
Kemudian para pembunuh itu sedikit menjauh dari sana.
Long Xia Shi yang melesat cepat ke arah Tang Lian langsung memeluknya erat serta menangis keras, Long Xia Shi tidak peduli lagi dengan tubuhnya yang telah di penuhi oleh noda darah Tang Lian.
"Tidak...tidak..tidak ...kakak, ayo bangun kakak jangan tinggalkan aku...huwaaaaa..."
Long Tian yang melihat tangisan putrinya begitu keras merasa sangat marah saat ini dan kemudian Long Tian mengeluarkan sebuah pedang dari kekosongan.
"Kalian para bajingan yang sangat kejam...."
"Bukan kah kamu sendiri yang mengatakan bahwa kami bebas melakukan apapun yang mulia?" Yang menjawab adalah Chen Lau dengan nada sombongnya.
"Aku mengatakan itu bukan berarti kalian bebas untuk membunuhnya.."
"Ayolah yang mulia, kami juga telah di cap sebagai pemberontak sebelumnya mengapa harus mendengarkan Anda?"
Mendengar perkataan Chen Lau yang di benarkan oleh semua orang yang mengikutinya membuat Long Tian menjadi semakin marah.
"Sepertinya aku terlalu lembut kepada kalian sebelumnya, namun kali ini aku akan menghukum kalian semua"
Selanjutnya Long Tian pun memanggil nama kedua jendral bersaudara untuk memberikan perintah.
"Liong Shan,Liong Shin..!!"
"kami menunggu perintah yang mulia..."
"Bunuh semua pemberontak ini tanpa sisa...!!!"
"Siap laksanakan yang mulia..!!"
Jemudian pertempuran yang tidak seimbang terjadi disana, tiga orang melawan tiga puluh orang.Shu Zhu yang ingin ikut bertempur juga dihentikan oleh Long Tian.
"Aku akan bertarung juga..."
"Tidak istriku, kamu awasi saja putri kita.."
Shu Zhu yang melihat Long Tian sangat serius kali ini kemudian mengalah dan mendengarkan Long Tian untuk menemani Long Xia Shi.
"Baiklah suami..."
"Trank...Trank...Trank...bom.. bom..bom..sring...slash..buk.."
Begitulah suara pertempuran disana, ratusan berbagai jurus telah dikeluarkan oleh kedua pihak yang bertempur, banyak juga musuh dari Long Tian telah tumbang, dari tiga puluh orang sekarang hanya tinggal lima belas orang saja.
Tetapi juga Long Tian dan kedua jendralnya juga mulai lelah dan kewalahan menghadapi musuhnya.
Tetapi mereka juga tidak menyerah, Long Tian dan orang-orang nya akan berjuang sampai mati hari ini.
Bagaimana pun juga Tang Lian telah mati dan kemarahan Tang Lin sudah pasti akan terjadi, kehancuran alam rendah hanya tinggal menunggu waktu saja, Long Tian berfikir bahwa lebih baik mati dalam pertempuran dari pada mati di tangan Tang Lin itu akan jauh lebih menyakitkan.
Ditengah-tengah petir yang terus-menerus menyambar dan meledakkan apa saja, angin yang bertiup kencang menumbangkan pepohonan, dan hujan yang sangat lebat menambah suasana perang itu menjadi sangat mencekam.
Darah mengalir dimana-mana, potongan tubuh juga berserakan dimana-mana dan itu semua adalah darah dan tubuh musuhnya Long Tian.
Ditengah-tengah pertempuran mereka yang sedang berlangsung tiba-tiba sebuah portal terbuka dan memperlihatkan dua orang berpakaian militer berwarna merah dengan Lambang petir dilenganya dan lambang Naga merah dan harimau putih di punggungnya yang dimana naga itu melilit ditubuh harimau putih itu.
Kemudian muncul juga seseorang yang berjubah kekaisaran berwarna merah juga didampingi oleh oleh satu wanita di samping kanan nya dan tiga putri di belakangnya kemudian satu persatu muncul lagi sebuah portal dan mengeluarkan prajurit dengan pakaian perang berwarna merah.
Dan di antara mereka ada yang memakai tombak dan ada juga yang memakai pedang, hingga pada akhirnya telah terkumpul semua prajurit itu dan portal juga telah tertutup.
Bersambung****
Jangan lupa tinggalkan like,komen dan vote ya...JANJI CRAZY UP