PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 113 "Hari Pernikahan Dan Istana Misterius"


Keesokan paginya, Zhao Yu terbangun dari pingsannya karena melihat jiwa gentayangan yang menyeramkan.


"Yang tadi malam itu.... Apa hanya mimpi?." Zhao Yu bergumam bingung.


"Ah... entahlah, karena ini sudah pagi dan hari ini adalah hari pernikahan, sebaiknya aku membangunkan kakak..." Zhao Yu kemudian berdiri dan memutuskan untuk tidak memikirkan jiwa gentayangan itu sekarang.


Zhao Yu kemudian berjalan kearah Tang Lian dan membangunkannya, "Kak, bangun.. ini sudah pagi.."


"Ahhh... Biarkan aku tidur sebentar lagi..." Tang Lian bergumam malas.


"Kak, ini hari yang penting, kamu tidak melupakannya kan?."


"Penting apanya... Memangnya apa yang lebih penting dari pada tidur..."


"Kak, kamu harus bangun, ini hari pernikahan..."


"Pernikahan.... Astaga!! bagaimana aku bisa lupa!!." Tang Lian tersadar kemudian bangkit dengan sangat cepat.


"Zhao Yu, mengapa tidak mengatakannya dari tadi?..." Tang Lian malah menyalahkan Zhao Yu.


"Kakak...."


"Ah, sudahlah... Aku tidak ingin penjelasanmu sekarang. Dan sebaiknya kita bergerak cepat!!." Tang Lian kemudian meninggalkan Zhao Yu yang sekarang tidak tau lagi harus berkata apa.


"Haih... inilah nasib seorang adik yang selalu saja bersalah..." Zhao Yu bergumam seraya menggelengkan kepalanya. Setelah itu dia menyusul juga dari belakang.


Disisi lain, disebuah kamar terlihat seorang wanita cantik yang memegang token komunikasi. Wanita itu terlihat sedang berbicara kepada seseorang melalui token komunikasinya.


"Mao Rue, bagaimana rencana kita? Apakah berjalan dengan lancar?." Sebuah suara yang serak terdengar dari token itu dan berbicara pada wanita cantik yang namanya adalah Mao Rue.


"Yang Mulia tenang saja, semuanya persis seperti yang direncanakan. Lang Xiao yang bodoh itu benar-benar mudah diperdaya.."


Mao Rue, yang ternyata adalah wanita yang telah ditiduri oleh Lang Xiao, membalas pertanyaan itu dengan senyuman licik.


"Hahaha... bagus!! Setelah hari ini akhirnya kekaisaran Long akan jatuh juga!!.." Suara yang serak itu tertawa licik.


"Anda benar yang mulia!! Setelah sekian lama akhirnya kekaisaran Long akan jatuh pada genggaman kita!!.." Mao Rue kemudian sekali lagi ikut tertawa licik.


"Oh ya Mao Rue, apakah istana itu tidak ada pergerakan sama sekali.?" Suara yang serak itu menghentikan tawanya dan bertanya.


"Sejauh ini tidak ada pergerakan sama sekali yang mulia. Aku sudah berkali-kali memastikannya..."


Mendengar jawaban Mao Rue, membuat seseorang yang bersuara serak itu merasa aneh dan terdiam untuk sesaat.


"Kenapa yang mulia? Apakah ada masalah?."


"Mao Rue, bukankah ini agak aneh?.."


"Maksud anda yang mulia?." Mao Rue bertanya dengan bingung.


"Ya, ini aneh. Empat tahun yang lalu istana itu tiba-tiba bersinar sangat terang, aku kira itu menandakan pemimpin mereka telah kembali setelah ratusan ribu tahun menghilang. Namun sampai sekarang istana itu tidak juga melakukan apapun?."


Mendengar itu, kemudian Mao Rue juga ikut kebingungan.


"Apakah kau telah benar-benar memastikannya Mao Rue?." Suara serak itu sekali lagi bertanya.


"Yang Mulia, aku benar-benar telah memastikannya. Tapi yang mulia, ada sesuatu yang membuatku bingung..."


"Aku tidak bisa mendekati istana itu kecuali dengan jarak lima ratus meter, lebih dari itu aku merasa ada penghalang yang tidak terlihat yang mengelilingi istana itu. Dan jika aku memaksa untuk menembus penghalang itu maka kulitku akan perlahan terbakar, oleh karena itu aku menempatkan lima ratus anak buahku untuk mengawasi istana itu dari jarak yang ditentukan.." Mao Rue berkata seraya menatap sebelah tangannya yang terdapat luka bakar yang tidak parah.


"Jadi begitu.... Mao Rue, kamu awasi saja terus istana itu, dan jika ada pergerakan yang mencurigakan maka laporkan padaku secepatnya, dan juga rencana yang telah kita persiapkan dari awal tidak boleh gagal apapun resikonya! Ayahku telah menanti ini selama lima ratus ribu tahun, dan jika kamu gagal maka kamu pasti tau akibatnya!." Suara yang serak itu mengancam Mao Rue lalu suara itu menghilang setelahnya.


"B-Baik yang mulia..." Mao Rue menjawab dengan tubuh gemetar.


Diistana kekaisaran Long, istana itu dipenuhi dengan hiasan-hiasan yang sangat mewah, orang-orang juga telah banyak berdatangan menghadiri acara pernikahan ini.


"Wah!!.. Jadi ini adalah istana? Sangat mewah !!."


"Bunga itu juga terlihat sangat indah!!.."


Orang-orang biasa yang baru saja menginjakkan kaki di istana kekaisaran Long itu membelalakkan matanya dan mulut yang ternganga lebar karena terpana akan keindahan dan kemewahan istana itu, apalagi ditambah dengan bangunan-bangunan yang besar dan tinggi, lalu para prajurit yang berlalu-lalang melakukan patroli, itu membuat mereka sangat kagum dan tidak tau harus bagaimana berkata-kata.


Long Tian sama sekali tidak masalah meski orang-orang biasa datang keacara pernikahan putrinya. Dia bukanlah seorang kaisar sombong yang gila akan kehormatan dan kekuasaan.


Berbeda dengan murid-murid dari sekte pedang cahaya yang telah banyak hadir disana, mereka mencibir dan merendahkan orang-orang biasa itu. Mereka merasa harga dirinya akan rusak karena bergabung dengan rakyat jelata. Namun ini adalah istana kekaisaran, siapa yang berani berbuat keributan disini? Terlebih lagi ini demi rencana besar sekte mereka, jadi mereka hanya bisa diam. Lagi pula ini hanya sesaat, jika pernikahan telah selesai maka mereka pada akhirnya akan bisa berbuat seenaknya.


"Cih... dasar rakyat jelata!! jika ini bukan istana kekaisaran, maka aku pasti sudah menendangi pantat mereka satu persatu!!."


"Saudara, mohon tenang! Akan ada banyak waktu untuk mereka jika pernikahan sudah selesai..." Begitulah para murid dari sekte pedang cahaya berbisik-bisik.


Disisi Liong Shin yang tidak jauh dari mereka hanya tersenyum saja, karena dia sangat menantikan kejutan akan hari pernikahan ini.


Disisi Long Xia Shi, yang ditemani oleh ibunya didalam sebuah kamar, dia telah memakai pakaian pernikahan yang serba berwarna merah, tampilannya saat ini benar-benar sangat cantik meskipun air mata membasahi pipinya.


"Ibu... Aku tidak ingin menikah dengan Lang Xiao itu... Aku hanya ingin menikah dengan kakak Lian!.." Long Xia Shi menangis putus asa dihadapan ibunya.


"Shi'er, sebagai seorang ibu aku menyuruhmu untuk melupakannya.." Ibunya sekarang malah terlihat tidak peduli dan berbicara dingin. Tapi jauh didalam hatinya dia juga benar-benar menangis sedih.


"Tapi ibu..."


"Tidak ada tapi-tapian Shi'er, kali ini kamu harus mendengarkan ibu! Hari ini adalah hari pernikahanmu, jadi seharusnya kamu berbahagia. Calon suamimu itu adakah seorang tuan muda dari sekte pedang cahaya, seharusnya dia pantas untukmu!.." Shu Zhu memotong perkataan putrinya dan tetap berbicara dengan dingin.


"Dari pada menikah dengannya aku lebih baik mati!!." Long Xia Shi berteriak keras serta air mata yang terus mangalir membasahi pipinya.


Mendengar perkataan putrinya membuat Shu Zhu menjadi kesal, kemudian dia berteriak marah.


"Shi'er!!! Berbicara yang aneh lagi maka ibu akan menghapus ingatanmu tentang kakak Lian mu itu!!.."


Mendengar ancaman ibunya, tentu saja Long Xia Shi takut. Tang Lian adalah segalanya baginya, jadi dia tidak ingin melupakan setiap bagian kecil pun darinya.


"Sebentar lagi ibu akan menjemputmu menuju panggung pernikahan! Jadi bersikaplah patuh!!.." Setelah berkata demikian, Shu Zhu kemudian meninggalkan kamar.


Disisi Long Xia Shi, dia semakin menangis hingga terjatuh lemas dilantai. Long Xia Shi berpikir apakah Shu Zhu itu benar-benar adalah ibunya?. Pikiran Long Xia Shi dipenuhi oleh kekacauan, hingga dia meraih kotak kado yang masih dia simpan untuk Tang Lian.


Dia menatapi kotak kado itu dengan air mata yang mengalir deras, lalu dia mengusap kotak kado itu dan berkata, "Kakak Lian... dimana kamu?... Hiks.... Hiks... Hiks... Aku sangat merindukanmu kakak.... Sangat merindukanmu!!... Hiks.... Hiks... Hiks..."


Long Xia Shi menangis dan meratapi nasibnya yang malang, kerinduannya yang sangat besar pada Tang Lian, dia hanya bisa melampiaskannya dengan memeluk kotak kado itu. Setelah itu Long Xia Shi menghentikan tangisannya lalu dia berdiri dan menyingkap bawah tempat tidurnya dan dia mengambil sebuah pisau dari sana.


Pisau itu mengeluarkan aura ungu yang menandakan itu beracun. Kemudian Long Xia Shi memandangi pisau itu lalu berkata, "Jika aku tidak bisa memiliki kakak Lian, maka aku tidak ingin hidup lagi..."


Setelah berkata demikian kemudian dia ingin menusukkan pisau itu pada dirinya sendiri, dia mengangkat pisau itu hingga sejajar dengan wajahnya kemudian mengayunkannya pada perutnya dan.... BERSAMBUNG


Kasih like, komen, dan votenya dong kak, bang, om, tante, atau apalah itu😣😣😣