PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 41"Perasaan Yang Sama"


Aktivitas Tang Lian yang sedang memacu kudanya terus berlanjut hingga malam hari tiba. Setelah itu Tang Lian dan Yun Mei pun keluar kamar untuk makan malam.


Setelah sepuluh menit berjalan akhirnya Tang Lian sampai di dapur istana, dan di sana Tang Lian mendapati semua orang telah berkumpul disana dan sedang menikmati makanan masing-masing.


Lalu tanpa basa-basi Tang Lian dan Yun Mei langsung bergabung, terlebih lagi pada saat ini Tang Lian benar-benar lapar. Tanpa memperhatikan sekelilingnya Tang Lian langsung saja mengambil apa yang dia suka sampai-sampai piringnya penuh.


Tidak ada satu orang pun yang protes kepada Tang Lian saat ini, karena semua orang juga paham pasti Tang Lian sangat lapar karena tadi siang dia muntah beberapa kali.


Tang Lian terus melahap makanannya seperti takut makanannya akan diambil orang, Ling Yuan yang melihat itu hanya tersenyum saja.


"Pelan-pelan Lian'er, tidak akan ada yang mencuri makananmu" Ling Yuan berkata kepada Tang Lian dengan lembut dan tersenyum.


"Hehehe, maafkan aku ibu, aku sangat lapar masalahnya..."Tang Lian berkata dengan malu dan kemudian tertawa cengengesan.


Mendengar pengakuan Tang Lian membuat Ling Yuan menggelengkan kepalanya kemudian memanggilnya agar duduk disebelahnya yang kebetulan kosong.


"Kemarilah Lian'er, ibu ingin menyuapimu makan" Ling Yuan berkata sambil menepuk-nepuk kursi disebelahnya.


Mendengar itu Tang Lian langsung mendekat tanpa malu sambil membawa piringnya kemudian duduk disamping Ling Yuan dan meletakkan piringnya.


Selanjutnya Ling Yuan pun menyuapi Tang Lian persis seperti anak kecil yang sangat manja. Tang Lian juga tidak malu ataupun menolaknya karena dia tidak puas merasakan kasih sayang ibunya ketika dia masih kecil dulu.


Dan begitu juga dengan Ling Yuan yang melihat Tang Lian seperti anak bayi yang menggemaskan. Tang Lin paham akan hal itu jadi dia hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Perlakuan Ling Yuan kepada Tang Lian membuat Yun Mei cemburu dan begitu juga dengan ketiga kakak Tang Lian.


"Hmph....ibu mertua mencuri suamiku.." Begitulah Yun Mei membatin karena cemburu. Sejujurnya Yun Mei juga ingin menyuapi Tang Lian tetapi keduluan oleh Ling Yuan.


Dan begitu pula dengan ketiga kakaknya Tang Lian, karena semenjak Tang Lian bangun mereka juga jarang berkomunikasi, ketiga kakak Tang Lian juga ingin menyuapi Tang Lian tetapi tidak bisa berbuat apa-apa karena telah keduluan oleh ibunya.


Setelah selesai makan Tang Lian menatap kearah Long Xia Shi yang sedari tadi hanya diam seolah dia tidak peduli, kemudian Tang Lian ingin mengajaknya berbicara namun sebelum Tang Lian berbicara Long Xia Shi langsung berkata dia sudah selesai dan pergi begitu saja.


Tingkahnya itu membuat Tang Lian menjadi semakin bingung, karena setelah Tang Lian bangun dari ketidak sadarannya Long Xia Shi seperti menjauh darinya dan akhirnya membuat Tang Lian berfikir bahwa Long Xia Shi memang benar-benar membencinya.


Memikirkan hal itu membuat Tang Lian hanya bisa tersenyum dalam sedih, hingga pada saat ini juga Tang Lian berada di kamarnya dengan Yun Mei yang telah tidur dipelukannya juga masih memikirkan Long Xia Shi.


Dulu pada saat Tang Lian masih disebut dengan sebutan sampah, Long Xia Shi selalu ada disisinya, perhatian penuh selalu ada untuknya. Senyum yang indah selalu ditunjukkan Long Xia Shi kepada Tang Lian dulu, dan karena hal itu juga dulu Tang Lian menahan semua penderitaannya hanya untuk tetap bisa melihat senyuman indah itu.


Hal-hal yang indah telah mereka lalui berdua bahkan ciuman pertama Tang Lian juga telah direnggut oleh Long Xia Shi dan begitu juga sebaliknya. Namun sekarang Long Xia Shi sudah seperti orang lain saja, sebelumnya dari alam bawah sadarnya Tang Lian melihat Long Xia Shi menangis karena dirinya disangka telah mati dan sekarang setelah Tang Lian bangun dia tidak pernah mendengar sepatah katapun dari Long Xia Shi.


Tang Lian telah berusaha untuk mencari waktu untuk berbicara namun Long Xia Shi tidak memberikan kesempatan, bahkan jika Long Xia Shi melihat Tang Lian mendekat maka dia akan langsung pergi menghindari.


Tang Lian terus tenggelam dalam pikirannya padahal ada Yun Mei disampingnya yang sedang tidur, hingga pada akhirnya Tang Lian bangkit dari tidurnya dengan perlahan agar tidak membangunkan Yun Mei, kemudian Tang Lian berjalan kearah jendela dan membukanya lalu menatap bulan dan bintang dalam kebingungan dan bertanya-tanya bagaimana ini bisa terjadi.


Dan begitu juga dengan Long Xia Shi, hampir setiap malam dia menangis didalam kamarnya sambil menatap bulan dan bintang bahkan pada saat ini juga Long Xia Shi masih menatap keluar jendela dan memandangi langit yang penuh bintang yang terang.


Namun terangnya bintang dan bulan yang Long Xia Shi pandangi sayangnya tidak bisa menerangi hatinya yang sedang hancur. Air mata mengalir dari matanya membasahi pipinya dan jatuh ke kotak kado yang ada ditangannya.


Kado itu sebenarnya telah dipersiapkan untuk ulang tahun Tang Lian sebelumnya dan berharap bisa memberikannya kepada Tang Lian, namun Long Xia Shi terlalu takut dan sekarang ulang tahun Tang Lian juga telah lewat, tetapi walaupun begitu Long Xia Shi tetap berharap bisa menyerahkan kado itu.


Begitulah keadaan Tang Lian dan Long Xia Shi saat ini, tenggelam dalam pikiran yang sama yaitu bagaimana ini semua bisa terjadi? Lalu salah siapakah sebenarnya ini?.


Kebenaran tentang siapa yang salah dan siapa yang benar diantara mereka berdua tidak ada yang tahu. Jika dikatakan bahwa Long Xia Shi lah yang bersalah maka itu ada benarnya juga, namun juga tidak bisa disalahkan sepenuhnya karena pada saat itu Long Xia Shi juga tidak tahu bahwa Tang Lian memiliki kutukan yang aneh.


Pada saat ini dikamar Tang Lian, Yun Mei terbangun tiba-tiba karena dia tidak merasakan hangatnya tubuh suaminya dan menatap kesampingnya namun tidak ada, kemudian dia menatap kejendela dan melihat Tang Lian yang sedang memandangi bintang, dalam sekejap Yun Mei langsung tahu jika Tang Lian sedang memikirkan sesuatu.


Melihat itu akhirnya Yun Mei bangkit dari tempat tidur kemudian berjalan menuju Tang Lian dan memeluknya dari belakang.


"Suamiku apakah kamu sedang memikirkan sesuatu?"


***BERSAMBUNG***


Halo para pembaca yang Budiman, terimakasih telah mampir di novel ini jangan lupa klik tombol like dan terus dukung author juga dengan kasi vote novel author terima kasih.....


tunggu ada yang bilang hadiah? Author mau dong 😁


**********SAMPAI JUMPA***************