PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 198 " Keputusan!.."


"Ya, Yang Mulia menyuruhku untuk merayu Anda perlahan agar kembali ke sisinya. Tapi mengingat apa yang sedang terjadi, aku tidak bisa lagi melakukannya. Keamanan alam rendah lebih penting daripada membujuk Anda yang mirip seperti anak kecil yang sedang merajuk..."


Tang Lian mengerutkan keningnya ketika mendengar itu. Dia bilang Tang Lian mirip seperti anak kecil yang sedang merajuk? Apa dia tidak salah dengar?. Lihatlah tangan kanan yang buntung itu, apakah ia tidak ingat jika itu adalah perbuatan Tang Lin?


"Aku kira Anda tidak bisa seperti ini terus pangeran, Anda harus memilih sekarang juga dan buktikan apakah Anda pantas sebagai putranya atau tidak.." Ucap Lao Hu kembali.


Sementara Tang Lian, ia sudah sangat kesal saat ini, mendengar semua perkataan Lao Hu. Bukankah sebelumnya ia sudah berkata akan meninggalkan keluarganya itu? Mengapa Lao Hu terkesan tidak mengerti?


"Baiklah Lao Hu, akan kuberikan jawaban ku sekarang... Dan apapun yang aku lakukan selanjutnya, mohon untuk para istri ku agar tidak khawatir.." Ujar Tang Lian, ia sudah memutuskan jawabannya sekarang, jawaban yang tidak akan disangka-sangka oleh semua orang.


Tapi meskipun ia berkata demikian, para istri dan kekasih Tang Lian justru semakin khawatir, apa yang akan dilakukannya sekarang? Semoga saja itu bukan hal yang buruk. Begitulah para wanita itu berpikir.


Namun mengingat raut wajah dan aura suaminya yang tidak bersahabat dan gelap, para wanita itu tidak bisa berharap banyak, tapi justru membuat mereka semakin khawatir.


Tang Lian pun menepuk kepala Yun Mei dengan lembut seraya berkata dengan lemah lembut, "Istriku tercinta, bisakah kamu berdiri sebentar?.."


"Tidak akan! Aku tau kamu akan melakukan sesuatu yang buruk!.." Yun Mei justru memeluk Tang Lian semakin erat, karena ia sudah menebak apa yang akan dilakukan oleh sang suami.


Tang Lian yang merasakan istrinya memeluknya dengan tubuh gemetar ketakutan, menjadi tidak tega. Sungguh ia merasa dilema sekarang, terlebih lagi istrinya yang satu ini sedang mengandung anak pertama mereka. Itu membuatnya semakin tidak tega.


Tapi disisi lain dia sudah membuat keputusan yang menurutnya benar, jika ia tidak mengambil keputusan itu, ia akan terus dibayang-bayangi oleh ayah yang sudah sangat ia benci.


Bisa saja ia mengubah keputusannya demi istri tercintanya, tapi jika ia tidak bahagia maka istrinya yang satu ini juga tidak akan bahagia, Tang Lian sangat tau jika Yun Mei sangat mencintainya, jika tidak bagaimana mungkin istri nya itu membuang gelar Dewinya agar bisa menyelamatkan Tang Lian dan menikah dengannya beberapa tahun yang lalu.


Jadi mau tidak mau ia harus berbohong demi kebahagiaan mereka, "Aku tidak mungkin menyakiti diriku sendiri sayangku.." Ujar Tang Lian seraya memasang wajah yang sangat meyakinkan.


"Sungguh?.." Tanya Yun Mei kembali dengan mata yang memerah, rupanya ia sedang menahan air matanya agar tidak menetes.


"Sungguh!.." Jawab Tang Lian dengan memaksakan senyumnya yang meyakinkan. Entah kenapa, hatinya teriris ketika ia sedang berbohong pada istrinya itu, tapi ia tidak memiliki pilihan lain.


Sedangkan para wanitanya yang lainnya, menjadi semakin khawatir. Ini sungguh sangat jelas jika sesuatu yang buruk akan segera terjadi. Mereka ingin menahannya, tapi mereka tidak bisa, karena Yun Mei saja sebagai istri pertama tidak berhasil apalagi mereka yang masih berstatus kekasih.


Jia Li bangun dari duduknya dan berjalan mendekati Tang Lian dengan air mata yang sudah menetes.


Tang Lian menatap istri keduanya dengan tatapan bersalah, karena dirinya istri keduanya itu menangis sekarang, tentu saja sebagai pria sejati ia merasa bersalah.


Ketika Tang Lian ingin berbicara, tiba-tiba Jia Li mencium bibirnya dihadapan semua orang tanpa malu sekali pun. Mengapa ia harus malu? Sedangkan pria itu adalah suaminya yang sangat ia cintai.


Tang Lian terkejut ketika Jia Li ******* bibirnya, tapi sebagai seorang pria ia langsung membalas ciuman itu dihadapan semua orang.


Setelah satu menit, akhirnya Jia Li menyudahi ciumannya.


"Suamiku, apapun keputusanmu aku akan selalu mendukung dan mengikutimu, bahkan jika kamu memilih mati aku juga akan mengikutimu mati.." Ujar Jia Li dengan senyuman.


Tang Lian melihat tidak ada sedikitpun keraguan di kata-kata Jia Li. Tang Lian menjadi terharu ketika itu, sungguh ia sangat beruntung memiliki istri yang sangat mencintainya sepenuh hati.


"Apa yang kamu katakan Istriku? Aku tidak akan mati, aku bahkan belum mengatakan apa keputusan ku, mengapa kamu berkata seolah kita akan berpisah?.." Ujar Tang Lian seraya menghapus air mata Jia Li dengan lembut.


"Aku tau, hanya saja aku sedikit khawatir.." Balasnya.


Setelah itu Tang Lian pun memberikan kode pada Yun Mei agar berdiri. Yun Mei yang mengerti pun segera berdiri dan kembali duduk ketika Tang Lian sudah berdiri.


Sementara Wang Long terdiam dengan wajah gelap, ia sangat tau apa yang akan dilakukan oleh Tang Lian. Ia sudah lama memendam rasa terhadap Tang Lian, oleh karena itu ia mengerti pikirannya Tang Lian. Karena sejak lahir hingga sekarang ia selalu bersama, meskipun ia awalnya di segel dalam tubuh Tang Lian.


Wang Long menggenggam tangannya erat dan giginya berderak! ia marah dan sangat kecewa pada Lao Hu. Setelah sekian lama mengikuti Tang Lian, apakah harimau itu tidak mengerti juga?


Sedangkan Tang Lian, ia berdiri seraya menatap Lao Hu dengan tajam. Lao Hu menatap kembali Tang Lian dengan tidak kalah tajam. Ia tidak mengerti apa yang sedang Tang Lian pikirkan, dan keputusan apa yang akan dia ambil. Seandainya ia tau, ia tidak akan bertingkah sedikit sombong.


Sebenarnya jauh didalam hatinya, ia sangat mengagumi Tang Lian, hanya saja Lao Hu ingin membuat dorongan didalam diri Tang Lian dengan cara meremehkan Tang Lian sedikit. Ia tidak akan menyangka jika Tang Lian menganggap itu sangat serius.


"Baiklah Lao Hu, keputusan ku sudah ku ambil..." Ujarnya dengan tatapan tajam yang tidak mengendor sedikit pun dari tadi.


Tang Lian membentuk segel tangan, dan Lao Hu memperhatikan itu.


"Segel tangan itu... Sepertinya sangat familiar..." Gumam Lao Hu sedikit bingung. Sekarang ia sedang berusha mengingat kembali segel tangan itu.


Beberapa detik selanjutnya, Lao Hu membelalakkan matanya karena baru mengingat dengan jelas segel tangan itu.


"Pangeran! Hentikan itu!!.." Lao Hu berteriak ingin menghentikan tapi sudah terlambat.


"Pemurnian darah, segel pertama buka!!.." Teriak Tang Lian dan membentuk segel terakhir.


Ketika semua orang melihat itu, mereka terbelalak sangat terkejut, inikah pilihan yang di ambil oleh Tang Lian? Yaitu dia benar-benar memurnikan darahnya dan ingin menggantinya dengan darah lain.


Sekarang semua orang yakin, jika Tang Lian benar-benar sangat membenci ayahnya bahkan harus membuang darah ayahnya yang mengalir ditubuhnya.