PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 204 "Kata-kata Terakhir..!"


PERINGATAN!! EPISODE INI MENGANDUNG BAWANG!!


Benar saja seperti yang diharapkan oleh Tang Lian. Wang Long menunduk malu menyembunyikan wajahnya yang memerah.


"I-itu tidak akan terjadi!.." Ucapnya salah tingkah.


""Apa!!.""


Semua wanita itu sangat terkejut kali ini. Mereka tidak menyangka Wang Long akan salah tingkah seperti itu, mulutnya mengatakan tidak tapi hatinya mengatakan ya.


Semua orang jelas menyadari itu, bahkan Shen Long terdiam tidak percaya. Putri satu-satunya yang ia punya ternyata bisa jatuh cinta juga.


Selama ini, Shen Long mengenal putrinya yang tidak suka didekati oleh pria manapun atau pria itu akan terbaring di kasur selama berbulan-bulan karena dihajar oleh Wang Long.


Setelah ratusan ribu tahun, Shen Long juga ingin memiliki seorang cucu, namun sikap putrinya itu membuat tidak ada pria yang berani mendekatinya. Bahkan para naga jantan sekalipun tidak berani meliriknya.


Namun saat ini reaksi putrinya yang malu-malu kucing itu sungguh membuatnya terdiam cukup lama. Selanjutnya ia pun tersenyum senang dengan perubahan putrinya itu.


Shen Long tidak peduli dengan Tang Lian yang telah membuang darahnya, namun yang pasti Tang Lian akan tetap kembali ke sisi ayahnya.


Tang Lin tidak mudah dihadapi, dimasa lalu ia tidak hanya kuat, tapi licik dan cedik. Dalam sejarahnya, Tang Lin pernah menghancurkan sebuah negara dalam waktu satu Minggu karena kelicikan dan kecerdikannya. Hanya satu kelemahan nya, yaitu ketika sudah marah tidak dapat mengontrol emosinya.


Mengingat masa lalu itu, Shen Long percaya 95% Tang Lian pasti akan kembali ke sisi keluarga aslinya.


Saat ini, suasana yang tadinya menegangkan kini berubah menjadi hangat karena tingkah semua wanita itu.


Tang Lin pun tidak dapat menyembunyikan senyumannya yang bahagia. Tapi lagi-lagi senyuman bahagia itu kembali hilang karena Tang Lian agkat bicara.


"Sudahlah, nanti saja bercandanya. Sudah saatnya kita pergi... Adik Shi, tolong pimpin jalan.." Ucapnya semakin lemas.


Dalam hal ini, Tang Lian membutuhkan darah baru secepatnya, namun tidak tau harus dimana mendapatkan nya. Satu-satunya yang muncul dalam pikiran Tang Lian adalah, ia berharap kaisar Long Tian bersedia memberikan darahnya.


Sebenarnya bisa saja Tang Lian meminta darah para wanita itu khususnya Wang Long. Tapi karena Tang Lian adalah seorang pria itu membuatnya tidak yakin. Ia takut dirinya akan menjadi bencong setelah menerima darah Wang Long.


Satu-satunya pilihan yang tepat adalah darah kaisar Long Tian. Mengapa harus kaisar Long Tian?


Karena untuk membangun kembali kekuatan nya, Tang Lian membutuhkan dua kali lipat usaha dan sumber daya untuk kultivasi nya, jadi ia membutuhkan darah orang yang berbakat, dan pilihannya jatuh pada Kaisar Long Tian.


Dan mengapa Tang Lian tidak memilih Wu Min ataupun Zhao Yu? Jawaban nya sudah sangat jelas, karena Wu Min hanya memiliki bakat biasa, dan Zhao Yu juga sama. Hanya saja Zhao Yu jauh lebih bekerja keras dibandingkan dengan Wu Min.


Disisi lain, Tang Lian bisa saja menerima darah biasa dan ia akan kembali sehat, setelah itu ia menjalani kehidupan dengan semua istrinya dan berbahagia serta memiliki banyak anak.


Tapi fakta bahwa dunia kultivator ini kejam! Penuh tipu daya! Dan orang-orang yang condong serakah dan sombong, itu tidak dapat dibantah. Bukankah Yang kuat adalah raja dan yang lemah adalah pecundang?


Jika Tang Lian tidak kuat, bagaimana ia bisa melindungi istri dan anak-anaknya dikemudian hari dari orang-orang seperti itu?


Sementara itu, wajah Tang Lin kembali sedih setelah mendengar perkataan putranya yang ingin pergi.


Batin Tang Lin semakin sedih. Dan ketika putranya itu ingin melangkahkan kakinya, ia pun menghentikan nya.


"Tunggu!.." Suara Tang Lin terdengar hampir menangis.


Namun Tang Lian tidak peduli dan menjawab dengan dingin, "Apakah ada lagi kata-kata terakhir sebelum kita berpisah?.."


"Biarkan aku memelukmu untuk terakhir kalinya. Setelah itu aku berjanji tidak akan mengganggu kehidupan mu lagi. Kumohon..." Ucap Tang Lin memohon dengan gemetar.


Ia akan berpisah dengan putranya untuk selamanya, bagaimana ia bisa menahan rasa sakit di hatinya?


Mendengar permohonan ayahnya, Tang Lian membatin,


"Ini adalah terakhir kalinya aku akan merasakan pelukan hangat dari seorang ayah...."


"Baiklah, lakukan sekarang." Ucap Tang Lian menerima permohonan itu.


Entah kenapa Tang Lian tidak tega melihat ayahnya memohon, mungkin memang benar jika ia masih menyayangi ayahnya jauh di dalam lubuk hatinya yang paling dalam.


Tang Lin tersenyum seraya berjalan mendekat dengan gemetar. Sungguh ia sangat tidak rela.


Melihat Tang Lin mendekat, Jia Li dan Yun Mei melepaskan Tang Lian dari pelukan mereka, keduanya menjauh dan memberikan ruang untuk terakhir kalinya kepada ayah dan anak itu.


Tang Lian berdiri dengan lemas, menunggu sang ayah memeluknya, tapi tatapannya datar.


Sang ayah pun perlahan-lahan mendekat kepada sang anak, tepat ketika berjarak satu meter, Tang Lin langsung memeluknya sangat erat, air matanya sudah tidak dapat ia bendung lagi. Tapi sang anak sudah terlanjur sangat membencinya.


"M-maafkan ayah nak... Ayah adalah orang tua yang gagal! Ayah tidak pernah merawatmu dengan baik, ayah tidak pernah mendidikmu dengan benar. Tapi jauh di lubuk hati ayah yang paling dalam, ayah sangat menyayangimu!


Tidak apa-apa jika kamu membenci ayah, ayah tidak keberatan... Semua yang terjadi padamu itu murni kesalahan ayah, ayah mengakuinya!


Pergilah jika kamu memang ingin pergi nak! Tapi kamu harus tau, meskipun kamu sudah membuang darahmu, dulu, sekarang dan dimasa depan kamu tetap lah putra ayah yang sangat ayah banggakan. Jika dimasa depan kamu ingin pulang, maka pulanglah ke alam atas. Istana kekaisaran Tang akan selalu terbuka lebar untuk mu nak...


Meskipun kamu sudah tidak mengakui ayah, namun tetaplah ingat.. jika kamu adalah PUTRA SANG PENGUASA!


Di manapun kamu berada setelah ini, tetaplah jalani hidupmu dengan baik, jangan menyerah dan jangan mengeluh. Tetaplah bersikap baik kepada merek yang baik, sopanlah kepada mereka yang sopan, dan jahatlah untuk orang yang jahat.


Hanya itu nasehat ayah padamu, sekali lagi ayah memohon maaf padamu, sebagai seorang ayah, ayah sungguh menyesal..."


Setelah mengatakan itu, Tang Lin mengelus rambut putranya untuk terakhir kali dan melepaskan pelukannya, ia membalikkan tubuh agar ia tidak melihat kepergian putranya.


Ia takut jika ia akan menghentikannya lagi karena ia benar-benar tidak rela, karena itu ia juga takut putranya akan semakin tidak nyaman dengannya.


"Pergilah nak....!" Ucap Tang Lin untuk terakhir kalinya. Suara tangisan nya yang hingga terisak-isak masih terdengar sangat jelas.