
Kemudian setelah Tang Lian dan yang lainnya sampai diluar restoran itu Tang Lian lalu menyuruh Wu Min untuk memimpin jalan menuju kediaman keluarga Liao karena Tang Lian tidak tahu dimana kediaman keluarga Liao itu.
Setelah satu jam berjalan akhirnya Tang Lian dan yang lainnya telah sampai di depan gerbang kediaman Liao. Gerbang itu dijaga oleh dua orang pengawal dan diatasnya tertulis nama KLAN LIAO.
"Jadi ini kediaman keluarga Liao? Lumayan besar juga..." Tang Lian berkata.
"Siapa kalian dan ada urusan apa kemari?." Kedua pengawal itu bertanya pada Tang Lian dan kelompoknya.
Namun Tang Lian tidak menjawab pertanyaan kedua pengawal itu dan justru menyerangnya tanpa banyak basa-basi.
"Tapak tangan dewa..." Tang Lian bergumam dan dari belakangnya muncullah telapak tangan yang besar, kemudian mengarahkannya kegerbang yang dijaga oleh kedua pengawal itu.
"Wush...."
Telapak tangan yang besar itu melesat dengan cepat.
"Apa!?... Cepat menghindar!!." Pengawal itu berkata pada temannya yang satunya, namun sudah terlambat.
"BOOOMMM...."
Telapak tangan besar itu kemudian meledakkan gerbang keluarga Liao dan membuat kedua pengawal sebelumnya mati tanpa sisa. Ledakan itu terdengar keseluruh tempat di kediaman keluarga Liao dan membuat semuanya berhamburan keluar dan menuju tempat ledakan.
Sedangkan diposisi Tang Lian, dia hanya tersenyum. Berbeda dengan Wu Min yang membatin 'Sungguh mengerikan!!'.
"Ayo kita masuk untuk bertamu..." Tang Lian berkata pada semua orangnya seraya tersenyum.
Sesampainya didalam kediaman keluarga Liao itu, Tang Lian telah disambut oleh orang-orang dari keluarga Liao bersama salah satu tetuanya.
"Wah... Sambutan kedatangan kami untuk bertamu sungguh meriah..!!" Tang Lian berkata seraya tersenyum khusus.
"Anak muda aku tidak tahu siapa kalian, tetapi karena kalian telah mengacau dikeluarga Liao ku maka jangan harap bisa pergi dari sini hidup-hidup!!." Tetua itu berkata dengan marah.
"Semuanya!!! Lindungi keluarga Liao kita dengan seluruh kemampuan kalian dan bunuh kelompok semut itu!!!." Tetua itu berkata lagi kepada semua orang yang ada di sana.
"Baik tetua ketiga!!." Seluruh orang dari klan Liao menjawab serempak lalu menyerang Tang Lian dan kelompoknya.
"Hehehe... Kami juga tidak berpikir untuk membiarkan seorangpun yang hidup ketika kami akan meninggalkan klan busuk ini..." Tang Lian berkata dengan nada menghina.
"Wang Long, Lao Hu, Zhao Yu mengamuklah...!!!." Tang Lian berkata dengan keras untuk membuat ketiga orang itu bersemangat.
"Baik tuan!!!." Ketiganya menjawab dengan serempak.
Kemudian Zhao Yu langsung melemparkan tombaknya ketengah-tengah para pengawal klan Liao dan membuat orang-orang itu terhempas dalam jarak dua meter, kemudian seperti berteleportasi Zhao Yu juga tiba-tiba muncul ditengah tengah mereka dan mencabut tombaknya yang tertancap ditanah lalu mengayunkannya dan mulai membunuh para pengawal klan Liao. Setiap Zhao Yu mengayunkan tombaknya paling sedikit lima orang akan mati dengan tubuh yang terpisah.
Sedangkan Wang Long dan Lao Hu mereka kemudian mengubah tubuhnya menjadi besar namun masih bukan tubuh aslinya dan juga mereka berdua mengaum secara bersamaan dan membuat telinga orang yang mendengarnya seakan mau pecah.
"*Rrrroooooaaaaarrrrr!!!!...."
"Aaaahhhhhkkkkk*...." Orang-orang dari keluarga Liao menjerit kesakitan seraya menutup kedua telinga mereka.
Kemudian setelah raungan kedua hewan legendaris itu berhenti, orang-orang dari keluarga Liao memuntahkan seteguk darah.
"Sial! Telingaku serasa mau pecah!." Salah satu pengawal berkata. Namun walaupun begitu tidak ada jejak ketakutan yang dirasakan olehnya dan hanya menatap kedua hewan itu dengan tatapan membunuh.
"Semuanya jangan takut! Aku akan membantu kalian untuk membunuh kedua binatang itu!!." Tetua ketiga berkata dan melesat ingin membantu para pengawalnya.
Namun ditengah-tengah dia melesat tiba-tiba Tang Lian muncul didepannya dan itu membuatnya terhenti.
"Anak muda kau jangan menyesal karena telah menantangku..!." Tetua ketiga itu berkata dengan keras dan marah. Kemudian tetua ketiga itu melesat dengan cepat dan menyerang Tang Lian dengan pedang yang berwarna hijau ditangannya.
"Seorang bajingan tua yang hanya berada diranah kaisar perak tingkat menengah, memangnya apa istimewanya itu sehingga aku akan menyesal karena telah menantangnya?." Tang Lian berkata dengan maksud menghina kemudian mencabut pedangnya dari tanah dan menyambut serangan tetua ketiga.
"Anak muda kau terlalu sombong!!." Tetua ketiga berkata seraya mengayunkan pedangnya yang dilapisi dengan energi qi secara vertikal.
"Trankkk....".
Tang Lian menahannya dengan horizontal dan tanpa melapisi pedangnya dengan energi qi.
"Ingin bertarung dengan jarak dekat? Heh... Baiklah, aku akan melayanimu..." Tang Lian berkata kemudian mendorong pedangnya dengan sedikit tenaga, namun bagi tetua ketiga itu sangat kuat sehingga dia terdorong lima meter kebelang, dan untuk menyeimbangkan kembali tubuhnya tetua ketiga kemudian bersalto kebelakang.
"Pemuda ini sungguh kuat... Sedari tadi aku tidak bisa melihat ranahnya, apakah ranahnya lebih tinggi dariku? Tapi bagaimana itu mungkin?." Tetua ketiga bertanya-tanya dalam batinnya.
Pada saat tetua ketiga sedang membatin tiba-tiba Tang Lian melesat dengan cepat dan muncul didepannya.
"Kakek tua, tidak ada waktu untuk melamun didepan musuhmu!!." Tang Lian berkata kemudian menendang pinggang kanan tetua ketiga.
"Bammm!!!..."
"Aaahhhkkk..."
Tetua ketiga yang tidak siap dengan itu kemudian terhempas kekiri dan menabrak sebuah bangunan sampai menciptakan subuah lubang dibangunan itu.
"Sial!.." Tetua ketiga bergumam seraya berusaha berdiri dan menahan sakit dipinggang kanannya.
"Kakek tua, jangan bilang kau tidak sanggup lagi..." Tang Lian berkata seraya memain-mainkan pedangnya.
Perkataan Tang Lian membuat tetua ketiga itu menjadi sangat marah hingga matanya berubah menjadi merah dan urat kepalanya terlihat dengan jelas.
"Bagus... Bagus sekali!! Sekarang kau telah berhasil membuatku marah!!!." Tetua ketiga berkata dengan sangat marah. Kemudian dia menggumamkan sebuah tehnik pedang.
"Tehnik pedang sejuta kesengsaraan!!!." Tetua ketiga bergumam dengan keras. Ini adalah tehnik lanjutan dari tehnik seribu kesengsaraan sebelumnya dan tetua ketiga mengerahkan seluruh kekuatannya pada serangan ini, namun....
"Baaammm.....!!!!."
Tang Lian tiba-tiba muncul dan menendang pinggang kirinya dengan keras.
"Kau terlalu lama untuk mempersiapkan sebuah tehnik!." Tang Lian berkata seraya menendang pinggang kirinya.
"BUAHHKKKK...!." Secara spontan tetua ketiga menjerit kesakitan dan memuntahkan lagi darah dari mulutnya kemudian dia tehempas lagi dan menabrak bangunan lainnya.
Tidak berhenti disitu, Tang Lian kemudian menghampiri tetua ketiga yang terbaring kesakitan dan tertimpa robohan dinding kayu lalu Tang Lian menyingkirkan kayu itu dan menangkap kerah baju tetua ketiga dan memaksanya berdiri.
"Kakek tua! Kamu tidak boleh tidur pada saat kita sedang bertarung!!." Tang Lian berkata lalu melemparkan tetua ketiga itu kelangit dan membuat atap bangunan itu berlobang besar, kemudian Tang Lian juga menyusul ke atas.
Kemudian Tang Lian mengumpulkan energi qi di tangan kirinya dan memukul perut tetua ketiga dengan keras, namun walaupun begitu Tang Lian memastikan untuk tidak membunuhnya dalam pukulan ini.
"Baaaammm.....!."
"Ahk..." Tetua ketiga menjerit kesakitan dengan singkat lalu melaju ketanah dengan cepat.
"Booommm....!." Tetua ketiga terhempas dan membentuk sebuah kawah kecil. Didalam kawah kecil itu mata tetua ketiga berubah menjadi putih...
***BERSAMBUNG***