PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 60 "Telur Cacing Iblis"


Pada awalnya para singa api itu juga berpikir sama seperti para gadis sebelumnya, hingga membuat para singa api itu berontak marah. Tetapi setelah Tang Lian mengeluarkan aura penindasan yang kuat, maka kini para singa api itu hanya bisa terdiam seperti anak anjing kecil.


Kemudian Tang Lian juga menggunakan tehnik mata dewanya untuk memeriksa apakah para singa api ini juga memiliki aura yang menjijikkan. Tang Lian seharusnya bisa merasakan langsung jika seseorang memiliki aura menjijikkan tanpa menggunakan tehnik mata dewanya, namun yang diwaspadai adalah seseorang itu menggunakan tehnik tertentu atau artefak untuk menyembunyikan auranya dan itu berlaku juga untuk para hewan buas.


Kemudian setelah Tang Lian memeriksanya, dari total tujuh puluh ekor singa api yang dipenjarakan terdapat dua puluh ekor singa api yang memiliki aura menjijikkan. Aura menjijikkan itu hampir sama dengan pemimpin sekte sebelumnya sehingga Tang Lian berfikir mungkin ini adalah cacing iblis lagi.


"Lao Hu keluarkan kedua puluh singa api yang telah aku tandai dengan auraku.." Tang Lian memberikan perintah kepada kucing hitam yang hanya terus bermalas-malasan diatas pundaknya.


Tang Lian menyuruh Lao Hu bukan hanya karena kucing itu bermalas-malasan melainkan untuk berbicara dengan para singa api itu. Tang Lian bisa saja berbicara dengan para singa api itu dengan mudah, namun itu terlalu merepotkan bagi Tang Lian dan juga bahasa hewan buas bukan bahasa alami manusia.


"Baik tuan.." Lao Hu menjawab dan merubah tubuhnya ke bentuk harimau putihnya setinggi dua meter.


Disisi para singa api itu, mereka membelalakkan matanya karena terkejut dengan Lao Hu yang menunjukkan tubuh aslinya, ya walaupun tubuh asli Lao Hu adalah setinggi sepuluh meter namun dua meter juga bisa dikatakan dengan tubuh aslinya, hanya saja tinggi dan besarnya berbeda.


Para singa api itu tentu tau hewan buas jenis apa itu Lao Hu, itu adalah salah satu hewan buas legendaris yang dianggap telah punah. Namun sekarang hewan buas yang legendaris itu berdiri dihadapan para singa api itu dengan tatapan mata yang tajam dan membuat para singa api itu semakin takut, terlebih lagi para singa api yang telah ditandai oleh Tang Lian.


Kedua puluh singa api itu merasakan bulu kuduknya berdiri seolah-olah dewa pencabut nyawa sedang berdiri dihadapan mereka.


"Grrrrr.." Lao Hu menggeram seolah-olah dia memerintahkan kedua puluh singa api yang telah ditandai agar menurut saja atau mereka akan menyesal karena telah dilahirkan.


Kedua puluh singa api itu kini hanya bisa terdiam dan menerima apa yang akan dilakukan oleh Tang Lian. Disisi lain singa api itu sebenarnya ingin melawan namun mereka masih memikirkan nyawanya dengan bijak.


Kemudian setelah itu Tang Lian menggunakan tehnik yang sama dengan yang dia gunakan kepada pemimpin sekte kecil sebelumnya kepada para singa api.


Satu persatu singa api itu mulai berteriak kesakitan diseluruh tubuhnya. Para singa api itu merasakan siksaan yang belum pernah mereka rasakan. Sakit diseluruh tubuhnya terlebih lagi didalam perutnya.


Setelah tiga puluh menit akhirnya siksaan yang dirasakan oleh para singa api itu kemudian berakhir juga. Namun walaupun demikian, para singa api itu begitu terkejut karena melihat cacing hitam yang menyeramkan dengan panjang dua meter keluar dari mulutnya.


Kemudian tanpa basa-basi lagi Tang Lian langsung membakar semua cacing iblis yang telah dikeluarkan dari tubuh para singa api itu dengan petir merahnya hingga menjadi abu.


Lagi-lagi para singa api itu dikejutkan dengan petir merah Tang Lian, setahu mereka tidak ada satu orang pun di alam rendah ini memiliki petir se menakutkan itu dan hanya satu orang yang mereka tahu itu pun melalui dari cerita leluhur mereka yaitu TANG LIN.


Melihat itu para singa api itu berpikir apakah Tang Lian ini adalah keluarga dari orang legendaris itu?. Setahu mereka orang yang telah menjadi legenda itu tiba-tiba menghilang lima ratus ribu tahun yang lalu. Dan kemudian orang yang memiliki kekuatan yang sama dengannya telah hadir dihadapan para singa api itu, dan itu menyebabkan jutaan pertanyaan diotak mereka.


"Tu...Tuan muda, bolehkah aku mengetahui nama anda?." Seekor singa api yang terlihat sudah tua memberanikan diri untuk bertanya melalui telepati karena terlalu penasaran.


"Jadi begitu... Terima kasih tuan.." Singa api itu berkata lagi dari telepatinya.


"Tidak usah dipikirkan, namun aku ingin tahu apa yang terjadi pada kalian dan mengapa kalian mau menjadi hewan tunggangan pemimpin kota yang telah aku bunuh itu..." Tang Lian berkata dengan pelan namun tatapan matanya tajam.


"Sejujurnya kami juga tidak mau tuan muda, namun mereka memaksa dengan cara yang kejam, lalu kami yang lemah ini hanya bisa menerima.." Singa api itu berkata dengan ekspresi yang tidak berdaya.


"Jadi begitu... Ah sudahlah, sekarang kalian telah aku bebaskan, namun kalian tidak bisa keluar sekarang karena akan menakuti warga kota.." Tang Lian berkata dan memilih untuk menyudahi pertanyaannya walaupun sebenarnya Tang Lian masih memiliki pertanyaan.


"Aku mengerti tuan muda, dan aku akan menjelaskan kepada saudaraku yang lain.." Singa api itu menjawab dan juga mengerti apa yang dikatakan oleh Tang Lian.


"Bagus..." Tang Lian berkata kemudian mulai berjalan lebih dalam lagi untuk memeriksa aura menjijikkan yang ternyata masih ada dan meninggalkan para singa api yang menatapnya dengan bingung.


Setelah berjalan sejauh seratus meter Tang Lian hanya menemukan jalan buntu dan itu membuat Tang Lian bingung. Tang Lian merasa telah membersihkan semua aura yang menjijikkan namun juga Tang Lian masih merasakan aura menjijikkan belum juga menghilang.


"Apakah aku melewatkan sesuatu? Tapi aku merasa telah membersihkan semuanya..." Tang Lian membatin dalam kebingungan.


"Tidak, aku harus lebih teliti lagi.." Tang Lian membatin lagi kemudian menggunakan tehnik mata dewanya untuk memeriksa jalan buntu itu.


Setelah Tang Lian memeriksa akhirnya dia melihat dibalik jalan buntu itu ada sebuah ruangan yang dipasangi dengan sebuah formasi yang lumayan kuat sehingga Tang Lian tidak bisa melihatnya dengan mata telanjang, Namun bagi Tang Lian ini hanyalah formasi sampah.


"Sungguh cerdik, menyembunyikan sebuah ruangan didalam penjara dan dipasangi dengan formasi penghalang, tapi formasi ini hanyalah sampah dimataku hehehe..."


Tang Lian berkata dengan pelan dan terkekeh, kemudian Tang Lian membentuk segel tangan dan menyerang tembok tanah yang dipasangi formasi.


"Hancurkan..." Tang Lian berteriak dan menyerang tembok itu hingga hancur menjadi bebatuan kecil.


"Terlalu mudah..." Tang Lian berkata lagi dan kemudian berjalan masuk kedalam ruangan yang tersembunyi diikuti oleh Zhao Yu dan Yun Mei.


Kemudian setelah Tang Lian dan para bawahan serta istrinya masuk, mereka melihat ribuan telur berwarna hitam pekat sebesar telur burung unta. Dalam seketika juga Tang Lian semakin merasakan aura menjijikkan disana semakin kuat, dan juga Tang Lian telah paham bahwa aura menjijikkan itu berasal dari ribuan telur itu.


"Telur cacing iblis tingkat dua!?." Tang Lian berseru kaget karena telur itu ada ribuan dan begitu juga dengan para bawahannya.