PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 139 "Retaknya Hubungan Ayah Dan Anak II"


Tang Lin sedikit terkejut ketika dia melihat begitu banyak orang yang tiba-tiba melindungi Tang Lian, hal itu dikarenakan Tang Lin berkata ingin membunuh putranya itu. Tapi kenyataannya dia menyesal setelah mengatakan itu. Tang Lin memang marah tetapi dia sejujurnya dia tidak memiliki keinginan untuk membunuh Tang Lian, karena dia adalah putranya, darah dagingnya sendiri!.


Tang Lin mengatakan itu sebelumnya adalah karena dia terlalu marah dan kata-katanya itu keluar dari mulutnya begitu saja tanpa dia sadari karena terlalu emosi.


"Hahahaha...." Tang Lian tiba-tiba tertawa dan mengejutkan semua orang disana.


Setelah dia tertawa lalu dia berusaha berdiri dengan susah payah.


"Lian'er!.." Ucap Ling Yuan dengan khawatir dan ingin menghentikan putranya itu berdiri, namun segera Tang Lian menyela.


"Tidak apa-apa ibu, aku sudah biasa dengan rasa sakit ini sekarang. Lagi pula luka-luka ini hanyalah luka kecil belaka..." Ujar Tang Lian seraya tersenyum dan memasang wajah meyakinkan.


Setelah itu Tang Lian berjalan dengan perlahan melewati semua orang yang sedang berusaha melindunginya.


"Adik?.." Gumam ketiga putri kembar itu bersamaan dengan bingung. Namun segera Tang Lian mengangkat tangannya dan memberi isyarat pada ketiga kakaknya itu bahwa dia baik-baik saja.


Melihat itu akhirnya ketiga putri kembar itu terdiam meskipun mereka sebenarnya sangat khawatir dan perasaan bersalah yang sangat dalam.


Lalu selanjutnya Tang Lian melewati Long Xia Shi. Berbeda dengan ketiga putri kembar itu, Long Xia Shi langsung bergegas membantu dan memapah Tang Lian berjalan. Begitu Tang Lian terus berjalan melewati Zhao Yu dan akhirnya sampai didepan Lao Hu.


"Tuan, lebih baik anda pulihkan diri dulu, percayakan saja masalah ini padaku.." Ujar Lao Hu seraya menatap Tang Lian yang berada dibawahnya.


Mendengar itu Tang Lian sama sekali tidak peduli lalu dia berbicara denga dingin, "Lao Hu, aku bisa mengatasi masalahku sendiri.."


Mendengar itu Lao Hu tidak bisa berkata apapun lagi dan akhirnya dia hanya bisa diam sementara dia dan semua orang memandang Tang Lian dengan heran dan penasaran.


Setelah mengatakan itu, Tang Lian kemudian memandang tajam kearah ayahnya lalu berkata, "Bajingan tua! Aku tau kau marah padaku, tapi tidak seharusnya kau mengatakan sesuatu yang tabu untuk kudengar!.."


Tang Lian kini berbicara dengan tidak sopan pada ayahnya dan membuat ayahnya semakin kesal.


"Tang Lian! Aku tidak pernah mengajarkanmu untuk tidak menghormati ayahmu sendiri! Sepertinya kau masih perlu diberikan pelajaran!.." Tang Lin berteriak semakin marah dan ingin kembali memukuli anaknya itu, namun dia terhenti ketika dia mendengar perkataan Tang Lian selanjutnya.


"Mengajarkanku? Bajingan tua sepertimu? Hahaha... Sungguh lucu sekali!! Bajingan tua, kau harus ingat-ingat kembali memangnya apa yang pernah kau ajarkan padaku!? Apakah itu tentang sopan santun!? Ataukah itu tentang menghormati orang tua!? Dan ataukah itu etika!? Cuih...!! Tidak ada satupun yang pernah kau ajarkan padaku!!.." Tang Lian berteriak dan meludah seraya memandang ayahnya dengan tatapan sangat marah.


Perkataan Tang Lian barusan adalah kebenaran, tidak ada apapun yang pernah diajarkan oleh ayahnya sendiri secara langsung padanya. Baik itu etika, martabat, sopan santun, dan bahkan ilmu bela dirinya saja bukanlah ayahnya yang mengajarkan.


Memikirkan kenyataan ini, membuat semua orang terdiam melongo, bahkan Tang Lin sendiri tidak tau harus menjawab seperti apa. Sedangkan disisi Ling Yuan perasaan bersalah melanda dirinya setelah Tang Lian mengatakan itu. Salah satunya penyesalan terbesar yang kini dirasakan oleh Ling Yuan adalah, mengapa dia terlalu lama menemukan Tang Lian ketika putranya itu menghilang?.


Memikirkan itu membuat Ling Yuan juga merasa jika dia dan suaminya yang selama ini diagung-agungkan oleh jutaan bahkan milyaran orang itu tidak ada gunanya, karena untuk mencari putra sendiri pun butuh waktu sepuluh tahun.


"Cukup sudah anak kurang ajar!! Kau terus menyebut ayahmu ini bajingan tua! Sepertinya kelahiranmu sebagai putraku adalah sebuah kesalahan! Bahkan tidak mau bersikap sopan padaku!!.." Teriak Tang Lin yang kini kembali marah karena putranya itu terus saja menyebutnya bajingan tua.


Disisi Tang Lian, setelah dia mendengar kata-kata itu untuk kedua kalinya, dia menundukkan kepalanya dan terlihat air matanya menetes langsung ketanah. Tang Lian merasa hatinya sangat hancur kali ini.


Sedangkan Ling Yuan, entah bagaimana dia tiba-tiba muncul dihadapan Tang Lin lalu menamparnya dengan keras.


"PLAK!!!."


"Menurutmu apa yang sudah kau katakan!!?.." Teriak Ling Yuan sangat marah.


Dan karena tamparan Ling Yuan yang sangat keras itu, kemudian membuat Tang Lin tersadar dengan apa yang dia katakan barusan.


"L-lian'er, aku...." Ucap Tang Lin dengan gagap dan ingin mengatakan bahwa dia tidak bermaksud mengatakan itu, tapi Tang Lian memotong kata-katanya.


"Sudah cukup... Aku yang bersalah... Aku minta maaf ayah..." Ujar Tang Lian dengan lembut seolah emosinya sudah mereda, namun kenyataannya hatinya sangat hancur.


Disisi ketiga putri kembar itu, mereka merasakan firasat buruk, jadi dengan cepat mereka menyela dan berkata, "Adik! Apa yang kau katakan? Kau tidak bersalah sama sekali, kami lah yang bersalah! Kamilah yang mulai menggodamu!!.." Ujar Tang Yue dan mewakili kedua adiknya.


"Tidak kakak... Sebagai laki-laki aku tetaplah yang paling bersalah..." Jawab Tang Lian seraya menggelengkan kepalanya.


Disisi lain, Lao Hu, Zhao Yu dan Long Xia Shi merasa bingung apa sebenarnya masalahnya. Tapi setelah mereka mendengar pengakuan yang mengejutkan dari ketiga putri kembar itu membuat mereka mulai paham apa yang sebenarnya terjadi. Bahkan Ling Yuan dan Tang Lin juga membelalakkan matanya.


Ditengah keterkejutan semua orang, Tang Lian kemudian kembali berbicara, "Ibu... Maafkan putramu yang durhaka ini..." Ucap Tang Lian seraya meneteskan air matanya.


"Bayi kecil! apa maksud-.." Belum sempat Ling Yuan menyelesaikan kata-katanya tiba-tiba dia merasa hubungan jiwanya dengan putranya itu terputus.


Dan bukan hanya Ling Yuan saja, Tang Lin dan ketiga putri kembar itu juga merasakannya.


"Maafkan aku yang telah mencoreng nama baikmu ayah. Dan semua perkataan ayah itu benar, seharusnya aku tidak terlahir sebagai putramu dan membuat ayah merasa malu. Tapi ayah tenang saja, ini adalah terakhir kalinya aku memanggilmu ayah, dan aku berjanji tidak akan pernah menginjakkan kakiku kembali diistanamu, dan dengan begitu ayahku tercinta tidak akan merasa malu lagi..." Ucap Tang Lian dan semakin berlinang air mata.


Seperti tersambar petir ketika semua orang mendengar perkataan Tang Lian barusan. Perkataan Tang Lian barusan juga ikut membuat semua orang merasa sangat sedih.


"L-lian'er! T-tolong tarik kembali kata-katamu nak, ibu mohon!!.." Ucap Ling Yuan dengan tergagap dan kini air matanya mengalir deras.


Namun Tang Lian tidak perduli lagi, lalu dia berbalik dan berkata pada Lao Hu, "Lao Hu, jika kau ingin kembali kesisi ayahku maka kembali lah, aku tidak akan pernah memaksamu untuk mengikutiku..."


Lao Hu hanya terdiam ketika mendengar itu. Lao Hu benar-benar dalam dilema besar sekarang, disuatu sisi dia telah hidup dan berjalan disisi Tang Lin selama ratusan ribu tahun lamanya, namun disisi lain tuannya sekarang adalah Tang Lian. Tapi juga ada suatu sisi yang dimana seseorang merasa sangat marah, dan dia adalah para pembaca yang kesal karena tiba-tiba bersambung lagi...