
Pada posisi Tang Lian dan orang-orangnya saat ini, mereka sedang mendirikan tenda ditengah hutan belantara untuk beristirahat karena hari juga sudah hampir malam dan sudah berhari-hari mereka berjalan tanpa beristirahat. Jadi kali ini mereka memutuskan untuk istirahat disini untuk satu malam.
"Kakak Mei, aku sungguh masih tidak menyangka jika aku telah menjadi istri dari putra sang penguasa yang ditakuti oleh alam semesta.." Jia Li berkata pada Yun Mei seraya memperhatikan Tang Lian dan Zhao Yu yang sedang membangun dua tenda. Sedangkan disisi Lao Hu dan Wang Long, mereka berdua hanya bermalas-malasan ditubuh Tang Lian.
"Bagaimana rasanya menikahi suami orang adik Li?." Yun Mei malah bertanya kembali untuk menggoda Jia Li.
"Haiss... Kakak Mei, bukan itu yang aku maksud..." Jia Li berkata seraya menundukkan kepalanya ketanah karena tersipu malu.
"Adik Li, tapi itu memang kenyataannya, kamu menikahi suamiku.." Yun Mei berkata seraya menahan tawa.
"Kakak Mei, maaf..." Jia Li meminta maaf seolah-olah dia merasa bersalah.
"Hehehe... Adik Li, aku hanya bercanda!." Yun Mei yang sudah tidak tahan lagi akhirnya tertawa lepas.
Jia Li yang melihat itu kemudian menjadi semakin malu dan tetap menunduk. Pada saat ini Jia Li hanya ingin bersembunyi dilubang yang kecil.
"Hm? Mei'er, Li'er apa yang sedang kalian bicarakan?." Tang Lian bertanya setelah dia dan Zhao Yu selesai membangun tenda dan melihat Yun Mei yang tertawa sedangkan Jia Li menunduk malu.
"Suami, lihat kakak Mei, dia mengerjaiku.." Jia Li berkata dan meringkuk dipelukan Tang Lian.
"Memangnya apa yang Mei'er katakan?." Tang Lian bertanya dengan penasaran.
"Kakak Mei bilang aku menikahi suaminya.."
"Hm? Memangnya apa yang salah dengan itu? itukan memang kenyataannya?."
"Haiss... Suami, kamu dungu sekali! Maksudku itu berbeda.." Jia Li berkata seraya memukul-mukul kecil dada Tang Lian.
"Ah... Sudahlah, aku tidak paham apa maksudmu Li'er, namun malam sudah tiba dan sebaiknya kita beristirahat dan melanjutkan perjalanan besok." Tang Lian berkata dan menangkap tangan Jia Li yang memukulnya.
Setelah itu Tang Lian dan yang lainnya kemudian memasuki tenda dan beristirahat, sedangkan Lao Hu dan Wang Long akan bergantian berjaga.
Pada saat giliran Wang Long berjaga dan hari juga hampir menjelang pagi, tiba-tiba dia merasakan ada dua puluh orang yang sedang mengawasinya dan mengepungnya, dan dalan sekejap Wang Long bisa tau jika mereka adalah perampok. Dan juga jika perampok sudah menampakkan diri, berarti tempat mereka sekarang sudah lumayan dekat dengan salah satu kota.
"Sepuluh orang di ranah Jendral perak tingkat menengah, sembilan orang di ranah Jendral emas tingkat awal dan satu orang di ranah kaisar perunggu tingkat awal, hehehe sepertinya dipagi hari ini aku akan berolah raga sebentar.." Wang Long membatin.
"Ketua, sepertinya ular putih itu belum menyadari keberadaan kita..." Salah satu orang perampok berkata pada pemimpinnya.
"Itu tentu saja, karena tehnik bersembunyi dalam gelap yang telah kita latih telah mencapai tingkat tertinggi!." Pemimpin perampok itu berkata dengan sombongnya.
"Tapi ketua, bukankah ini aneh? Karena yang berjaga itu adalah hewan biasa tanpa kultivasi..." Salah satu perampok berkata lagi pada pemimpinnya.
"Apa maksudmu?." Pemimpin perampok itu bertanya.
"Aku takut jika dia menyembunyikan tingkat kultivasinya...."
"Hahaha... Itu tidak mungkin, karena mereka semua aku lihat tidak memiliki aura sedikitpun, tidak mungkin kan mereka semua secara bersamaan menyembunyikan kutivasinya?." Pemimpin perampok itu berkata dan merasa apa yang dikatakan anak buahnya itu tidak mungkin.
"Pemimpin benar, sepertinya aku yang terlalu banyak berpikir..." Perampok itu berkata dan memilih mempercayai pemimpinnya.
Disisi Wang Long dia dapat mendengar dengan jelas apa yang dibicarakan oleh para perampok yang telah mengepungnya, dan itu membuatnya tertawa pelan.
"Hehehe... Sungguh katak dalam sumur.." Wang Long bergumam.
"Ketua, apakah belum saatnya juga?." Salah satu perampok yang terlihat sudah tidak sabar lagi bertanya pada pemimpinnya.
"Baiklah, saatnya beraksi!!." Pemimpin perampok yang berbadan besar dan kepala botak itu berkata dan membuat aba-aba agar semua para bawahannya menyerang.
"Itu tanda dari ketua, ayo serang!!." Para perampok lainnya berkata kemudian menyerang bersamaan bersama seluruh perampok lainnya.
Disisi pemimpin perampok sebelumnya yang melihat ini, dia hanya tersenyum dan berpikir ular putih itu akan mati, karena sampai saat ini ular itu tidak menunjukkan reaksi apapun.
Namun senyuman itu hanya sesaat sebelum matanya tiba-tiba terbelalak dan melihat ular putih itu semakin membesar hingga sepuluh meter.
"Wosh..."
"Tring... Tring... Tring..."
Tubuh Wang Long tiba-tiba membesar dan mematahkan semua pedang para perampok yang menyerangnya karena kulitnya juga berubah menjadi sangat keras bahkan melebihi baja.
"Hahaha.... Aku sudah menunggu ini sedari tadi.." Wang Long berkata pelan.
"Tidak mungkin...!!." Para perampok itu berkata dengan mata terbelalak dan ketakutan yang besar sekarang.
"Kenapa? Apakah kalian takut? Hahaha... Ayolah, kemana perginya semangat kalian sebelumnya?." Wang Long berkata dengan seringai merendahkan.
"Te... Ternyata ular ini sudah menyadarinya dari tadi, dan lagi.. Di-dia sudah bisa berbicara!!." Salah satu perampok berkata dengan ketakutan karena dia berada didepan mulut Wang Long yang terus menjulurkan lidahnya keluar masuk dan menatap perampok itu seraya mendesis.
"Hmmm? Sepertinya dagingmu terlihat enak..." Wang Long berkata dan membuat perampok itu semakin ketakutan hingga kencing dicelana."
"Ti... Tidak, tuan ular dagingku tidak enak, karena usiaku hampir empat puluh tahun..." Perampok itu berkata dengan tubuh gemetar dan kencing di celana.
Namun Wang Long justru terlihat semakin tertarik untuk memakannya.
"Wah, kebetulan sekali, usia dan ciri-ciri orang sepertimu aku sangat suka dagingnya..." Wang Long berkata dan membuka mulutnya dengan perlahan.
Sedangkan disisi perampok itu, kini dia hanya bisa terdiam dan pasrah dengan wajah yang pucat dan kencing yang semakin membasahi celananya.
"Cacing tanah, hadapi aku!." Perampok Lainnya berkata seraya berusaha memotong ekor Wang Long yang sangat keras dan menyelamatkan rekannya.
"Tring... Tring... Tring..." (Suara pedang yang berbenturan dengan ekor Wang Long.)
Sedangkan Wang Long yang merasa sepertinya ada semut yang sedang menggelitiknya kemudian menatap kearah belakang.
"Kau sedang apa?." Wang Long bertanya pada perampok yang sedang berusaha memotong ekornya.
"Aku sedang berusaha menyelamatkan sahabatku!!.." Perampok itu menjawab tanpa sadar bahwa yang berbicara adalah ular putih yang dia ingin potong ekornya, dan terus mengayunkan pedangnya.
"Sial!! Mengapa sangat keras?." Perampok itu berkata lagi dan terus mengayunkan pedangnya dengan menyedihkan.
"Coba pakai ini.." Wang Long memberikannya pedang perampok yang ada didepannya.
"Ah, terima kasih.." Perampok yang diberikan pedang temannya itu berkata dan menerima dengan tidak sadar.
"Eh? Tunggu dulu.." Perampok yang berusaha memotong ekor Wang Long itu dan telah menerima pedang dari Wang Long kemudian tersadar dan menatap kesamping. Dan ketika dia melihatnya perampok itu juga berubah menjadi pucat pasi.
"GOOOBLOOOK!!!.".
"Bam..."
Wang Long berkata dan menghempaskan perampok itu hingga terbang sejauh satu kilo meter.
"Tidaaaaaaaaaak..." Perampok itu berteriak dan terbang menjauh.
***BERSAMBUNG***