
Disisi Tang Lian, dia pergi mencari Long Xia Shi untuk membicarakan sesuatu. Setelah beberapa saat mencari akhirnya Tang Lian menemukannya duduk termenung di taman istana. Tang Lian yang melihatnya duduk termenung akhirnya timbullah pikiran untuk mengerjainya.
"Salahkan dirimu yang duduk termenung sendirian hehehe.." Tang Lian bergumam dan terkekeh seraya berjalan mengendap-endap dari belakang kemudian membekapnya.
"Tuan putri, bersikaplah patuh jika tidak ingin terjadi sesuatu hehehe!!.." Tang Lian berkata dan mengubah suaranya.
Long Xia Shi awalnya sangat terkejut dan panik ketika dia dibekab oleh seseorang, namun setelah dia mendengar suara aneh yang sengaja diubah dan aroma tubuh orang yang membekapnya itu, seketika dia menggigit tangan itu.
"Aduh!... Aduh!... Aduh...!." Tang Lian menjerit kesakitan dan langsung melepaskan bekapannya.
Setelah Tang Lian melepaskan tangannya, Long Xia Shi langsung berbalik dan memasang wajah kesal lalu berkata, "Aku memang ingin terjadi sesuatu! Ayo lakukan apa yang kamu mau!.."
"Ehehehe... Tidak berani, tidak berani.." Ucap Tang Lian seraya tertawa cengengesan.
"Humph! Dasar lelaki jahat!!.." Long Xia Shi berucap seraya memalingkan wajahnya dan menggembungkan pipinya.
Tang Lian melihat ekspresi itu sangat imut, sehingga dia tidak bisa menahan keinginan untuk memeluk Long Xia Shi, jadi dia melakukannya.
"Hahaha... Ekspresi kamu ketika marah itu sangat imut!.." Ucap Tang Lian jujur seraya memeluk Long Xia Shi dan mencium keningnya dengan penuh cinta.
"Aku tidak marah, aku hanya merajuk.." Long Xia Shi menjawab dan meletakkan kepalanya di dada Tang Lian.
"Terserah kamu sajalah. Oh ya, apa yang membuatmu duduk termenung sendirian disini?.." Ucap Tang Lian dan mengalihkan pembicaraan karena dia tidak ingin berlama-lama berdebat.
"Lihat itu!.." Long Xia Shi berkata seraya menunjuk sebuah bunga mawar biru yang tumbuh subur dan indah.
"Oh? Bunga mawar itu, apakah ada yang aneh dengannya?.." Tang Lian bertanya dengan penasaran.
Long Xia Shi menggelengkan kepalanya lalu berkata lagi, "Aku menginginkan bunga itu tapi aku tidak tega memetiknya.."
"Ha? Jika kamu ingin maka petik saja memangnya apa masalahnya dan mengapa kamu tidak tega?.." Tanya Tang Lian semakin bingung.
"Maksudku, jika aku memetiknya maka pohon bunga itu akan mati dan lambat lain bunganya yang aku petik juga akan layu dan mati, sedangkan aku ingin bunga itu disisiku.." Ujar Long Xia Shi menjelaskan dan terus memandangi bunga mawar biru itu.
"Oh... Jadi begitu ya... Ummm.." Tang Lian mengangguk mengerti dan tampak seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Ah... Aku punya ide hehehe..." Tang Lian berkata seraya menjentikkan jarinya.
Kemudian Tang Lian berjalan mendekat kearah bunga itu. Sedangkan Long Xia Shi memandangnya dengan heran.
"Hm? Apa yang ingin kamu lakukan?.."
"Diam dan perhatikan saja..." Ucap Tang Lian seraya terus berjalan dan Setelah itu Tang Lian kemudian memetiknya.
Long Xia Shi yang melihat itu seketika berubah menjadi kesal dan berteriak pada Tang Lian, "Hei! Bukankah sudah kubilang nanti dia bisa mati!?."
"Kamu tenang saja, karena jika aku yang memetiknya dia akan baik-baik saja.." Jawab Tang Lian dengan santai.
Dan setelah dia selesai memetiknya, Tang Lian mengeluarkan cairan kehidupan dan meneteskan satu tetes kepada pohon bunga itu dan satu tetes lagi pada bunga yang telah dipetik.
Pohon bunga mawar yang awalnya akan mati kini tiba-tiba kembali segar bahkan menjadi tumbuh lebih besar dan mengeluarkan bunga baru hingga mekar dengan indah.
Long Xia Shi memandang itu dengan terkagum kagum sampai-sampai dia lupa jika saat ini matanya tengah melotot dan mulutnya ternganga.
"Lihat, bukankah sudah kubilang jika aku yang memetiknya maka akan baik-baik saja. Dan juga bunga ini tidak akan pernah layu sampai seribu tahun lamanya.." Tang Lian berkata seraya memasangkan bunga mawar biru itu ditelinga Long Xia Shi.
Long Xia Shi hanya terdiam dan semakin terpana ketika dia mendengar perkataan Tang Lian.
"Wah! kamu terlihat sangat cantik ketika memakai bunga ini!.." Ucap Tang Lian memuji dan membuat Long Xia Shi menunduk malu, tapi sejujurnya kata-kata Tang Lian barusan adalah kata-kata para lelaki buaya darat. Sama seperti kamu yang sedang membaca adalah buaya darat๐๐
Sedangkan disisi lain, Ling Yuan dan ketiga putrinya tengah sibuk mondar-mandir kesana kemari dan mencari Tang Lian yang sebelumnya pergi begitu saja.
"Lian'er! ternyata kamu disini!!.." Teriak Ling Yuan memanggil setelah setengah jam dia dan putrinya mencari.
"Cih!!.. Kukira kemana, rupanya sedang mesra-mesraan berdua ditaman.." Sambung Tang Yue dengan cemburu.
"Dan juga, disiang bolong begini. Dasar tidak tau malu!.." Tang Yui juga menyambung.
Sedangkan Tang Yua dia hanya diam seraya memandang heran kedua kakaknya, sama juga dengan Ling Yuan yang merasa heran. Mengapa tiba-tiba kedua putrinya itu berkata seolah mereka cemburu? Apakah sesuatu telah terjadi?.
Ling Yuan merasa itu tidak mungkin jadi dengan cepat dia menggelengkan kepalanya dan membuang jauh-jauh pikirannya itu.
'Ibu? Dan juga kakak? Mengapa mereka mencari ku? Tidak mungkin kakak yang membeberkannya pada ibu lalu melimpahkan kesalahan padaku agar mereka dimaafkan kan?..'
Tang Lian membatin dan merasa was-was. Alasan mengapa dia menghindar dari ibunya adalah karena dia takut ibunya akan mencium bau ketiga kakaknya dari tubuhnya, dia tentunya takut jika itu terjadi.
"I-ibu ada apa mencariku?.." Tanya Tang Lian dengan tergagap dan deg-degan.
"Kamu masih bertanya bayi kecil?.." Ling Yuan bertanya kembali pada Tang Lian seraya berjalan kearahnya dan diikuti oleh ketiga putrinya dari belakang.
Pertanyaan ibunya membuat Tang Lian semakin deg-degan dan jantungnya berdetak sangat kencang.
"A-apa maksud i-ibu, aku tidak mengerti.." Tang Lian berkata dan semakin tergagap.
Melihat itu Ling Yuan merasa sangat aneh, mengapa putranya terlihat sangat ketakutan seolah dia sedang menyembunyikan sesuatu.
"Bayi kecil, kamu sedang tidak menyembunyikan sesuatu dari ibu kan?.."
"A-aku tidak menyembunyikan apapun dari ibu!.." Mulut Tang Lian mengatakan tidak tetap gerak geriknya mengatakan ya.
Melihat itu bukannya membuat Ling Yuan percaya tetapi justru semakin curiga. Sedangkan ketiga kakaknya mengumpat kesal dan jengkel dalam batinnya karena gerak gerik adiknya yang jelas sangat mencurigakan.
"Lalu mengapa kamu melihat ibu seperti sedang melihat hantu saja?.." Tanya Ling Yuan lagi dan semakin memojokkan Tang Lian.
Mendengar itu membuat Tang Lian membatin tidak berdaya, 'Tamatlah sudah riwayatku..' Namun meskipun Tang Lian membatin demikian, dia tetap berusaha mencari alasan.
"Mungkin itu hanya perasaan ibu saja. Aku hanya terkejut mengapa ibu dan kakak mencariku tiba-tiba hehehe..." Jawab Tang Lian dan tertawa cengengesan.
Melihat itu Ling Yuan semakin menyeritkan keningnya dan terus berjalan mendekat, dan begitu juga dengan Tang Lian yang sekarang mulai mundur perlahan karena jarak antara dia dan ibunya sudah sangat dekat.
Tang Lian yang terus mundur itu membuat Ling Yuan menjadi sangat yakin bahwa telah terjadi sesuatu dan disembunyikan oleh putranya itu. Karena sangat penasaran Ling Yuan akhirnya menggunakan kekuatannya dan bergerak sangat cepat. Sedangkan Tang Lian melihat ibunya yang tiba-tiba menghilang menjadi sangat panik.
"Kena kau dasar bayi nakal!!.." Ucap Ling Yuan yang tiba-tiba muncul didepan Tang Lian.
Dan pada saat bersamaan, semua orang tiba-tiba merasa emosinya melonjak naik karena sekarang waktunya untuk bersambung, dan ternyata itu adalah para pembaca...