PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 214 "Perpisahan.. "


Tang Lian meletakkan Fei Fei yang kelelahan diatas ranjang. Fei Fei yang masih merasakan sisa-sisa kenikmatan, hanya tersenyum lebar. Tubuhnya beberapa kali gemetar menandakan ia sangat menikmati permainan Tang Lian.


Tidak lama setelah itu, Fei Fei teridur dan Tang Lian pun meninggalkannya. Tang Lian berjalan di sekitaran istana, ia ingin beristirahat karena besok ia akan memulai perjalanannya seorang diri, namun ia masih merasa segar.


Entah itu karena tulang kaisar semestanya yang terus menyedot energi alam dengan sendirinya, ia tidak tahu. Yang pasti setelah ia membangkitkan garis darah kaisar semestanya ia selalu merasa segar.


Tang Lian akhirnya duduk di bangku taman istana, ia memandangi bunga mawar biru yang tidak jauh darinya. Bunga itu adalah bunga kesayangan Long Xia Shi, sontak ia langsung kepikiran gadis itu.


"Hm... Rasanya aku tidak adil karena melakukan itu hanya dengan Wu Sue dan Fei Fei.. " Gumamnya seorang diri. Memang benar jika dipikirkan demikian, namun sebenarnya bukan itu. Dia hanya masih belum puas malam Ini.


"Baiklah, aku lakukan saja pada semua kekasihku Hehehe... " Tang Lian bergumam seraya menjilati bibirnya.


Berpisahnya dia dengan keluarganya, benar-benar membangkitkan sepenuhnya sisi mesumnya. Mengingat ada enam kecantikan yang ia miliki saat Ini, ia benar-benar menjadi mesum.


Tang Lian pun berjalan kearah kamar Long Xia Shi. Tidak berpikir dua kali, Tang Lian pun mengetuk pintu.


"Sebentar.." Teriak Long Xia Shi dari dalam kamarnya.


"Kakak Lian? Ada apa?.." Tanya nya kebingungan. Pasalnya tidak biasanya Tang Lian menemuinya tengah malam begini.


Tang Lian tidak menjawab namu langsung menggendongnya tanpa permisi. Long Xia Shi tidak masalah dengan itu, tapi tetap saja ia bingung. Ada apa dengan kekasihnya itu? Kenapa akhir-akhir ini perilakunya seakan berubah?


Tang Lian melemparkannya keatas ranjang dan membuat Long Xia Shi menjerit "Kyaa!.. "


"Tidak usah menjerit, aku tidak akan menyakitimu.. " Ucap Tang Lian seraya menatap Long Xia Shi dengan tatapan mesumnya.


"B-benarkah?... " Tanya Long Xia Shi tidak yakin. Soalnya tatapan Tang Lian itu membuatnya sedikit takut.


Tang Lian tersenyum kemudian menindihnya, ia membelai rambut halus Long Xia Shi, membuat Long Xia Shi jantungan.


"A-ada apa denganmu?.. "


"Aku hanya ingin memanjakanmu, apa tidak boleh?.. " Ujar Tang Lian meyakinkan.


Jika biasanya Long Xia Shi akan malu-malu kucing, namun kali ini justru sebaliknya. Ia merasakan niat terselubung dari kekasihnya itu.


"Kenapa rasanya tidak meyakinkan?.. " Tanya Long Xia Shi lagi dengan tatapan curiga.


"Baiklah, akan aku buktikan.. "


Setelah mengatakan itu, Tang Lian langsung mencium bibirnya mesra.


Sementara didalam pikiran Long Xia Shi, 'Nah kan benar, lelaki mesum ini memang punya niat lain.. '


Pada akhirnya, kamar Long Xia Shi juga di penuhi oleh erangan-erangan cabul. Pada awalnya Long Xia Shi merasa sakit, tapi itu hanya sebentar setelah beberapa menit berubah menjadi kenikmatan yang tiada tara.


Besarnya tongkat Tang Lian berhasil membuatnya menjerit-jerit dikamar itu. Ia bahkan tidak tahu sudah berapa kali ia keluar, yang ia tahu Tang Lian sudah keluar lima kali di rahimnya.


Malam itu, Tang Lian memperkosa semua kekasihnya. Ia merebut semua keperawanan para gadis itu. Hingga pagi hari tiba, Tang Lian melakukan yang terakhir kalinya dengan Liu Mingyan.


Tang Lian yang merasakan ia hampir sampai puncak, kemudian memulai sprint terakhir. Dan akhirnya ia mengeluarkan jus cintanya didalam rahim Liu Mingyan.


Ketika ia melihat, ternyata Liu Mingyan sudah pingsan. Tang Lian pun hanya bisa tersenyum kecut, pasalnya ia juga masih belum puas padahal sudah puluhan kali ia keluar, dan setiap kali ia keluar maka ia akan mengeluarkan nya didalam rahim para kekasihnya.


Tang Lian melakukan itu dengan semua kekasihnya terkecuali Yun Mei. Istri pertamanya itu sedang hamil dan sudah mulai membengkak, jadi tidak mungkin ia melakukannya dengan Yun Mei.


Dikarenakan hari sudah pagi, Tang Lian ingin berangkat tetapi ia harus menunda karena tidak mau pergi tanpa berpamitan. Para istri dan kekasihnya sedang beristirahat namun gara-gara nafsunya semua wanita itu kelelahan, yah ia akui ini salahnya.


Detik berganti menit, menit berganti jam dan akhirnya siang hari Tang Lian dan semua orang termasuk kaisar Long Tian dan Shu Zhu telah berkumpul di depan gerbang istana untuk mengantar kepergian Tang Lian.


"A-ayah... apakah ayah harus pergi?.. " Tanya Yan Feng tidak rela. Air matanya hampir saja lolos ketika mengatakan itu.


Tang Lian berlutut dan mensejajarkan tingginya dengan Yan Feng, ia memegang pundaknya dan berkata,


"Ayah harus pergi, tapi kamu tenang saja karena ayah berjanji pasti akan kembali. Meskipun ayah tidak bisa berjanji kapan tapi ayah tetap akan kembali.. " Ujar Tang Lian lembut.


Yan Feng tersenyum sedih, ia sudah tahu apa yang menimpa ayahnya. Oleh karena itu ia dengan terpaksa mengangguk dan memaksakan senyuman.


Yan Feng menghapus air matanya sebelum menetes lalu berkata, "Apapun yang terjadi ayah harus berjanji... Tidak! Ayah harus bersumpah kembalilah hidup-hidup! Jika suatu saat aku mendengar ayah telah tiada diluar sana, AKU BERSUMPAH AKAN MENJADI LEBIH KEJAM DARI IBLIS DAN MENGHANCURKAN DUNIA INI!.. " Ucap Yan Feng tegas, tidak ada keraguan maupun kebohongan didalam kata-kata nya.


Satu-satunya tujuan Yan Feng adalah ingin menjadi seperti orang yang sangat ia sayangi dan kagumi, dan orang itu adalah Tang Lian. Tidak akan ada yang berpikir jika sebenarnya Tang Lian bukan ayah kandungnya. Kehadiran Tang Lian di tengah-tengah ia dan ibunya sangat banyak mempengaruhi dan mengubah jalan hidupnya menjadi lebih baik.


Tang Lian menghela nafas, ia terpaksa menuruti bocah ini, jika tidak Yan Feng akan tetap merengek untuk ikut.


"Baiklah, ayah bersumpah akan kembali hidup-hidup!.. " Ucapnya sambil mengangkat dia jarinya. Langit pun menggelegar menyetujui sumpah itu.


Setelah itu barulah Yan Feng tenang.


"Tapi kamu juga harus berjanji, setelah ayah kembali adik-adikmu pasti sudah lahir. Jadi kamu harus menjadi kuat untuk melindungi adik-adikmu dan ibumu selama ayah belum kembali... " Ucap Tang Lian.


"Baik! Aku juga berjanji!.. " Jawab Yan Feng, ia mengangkat jari kelingking nya dan Tang Lian pun menyambutnya.


"Anak pintar..." Puji Tang Lian seraya tersenyum dan mencolek hidung Yan Feng. Yan Feng pun tersenyum diperlakukan demikian.


Setelah itu Tang Lian pun memeluk semua istri dan kekasihnya sebelum pergi. Pelukan hangat itu membuat Tang Lian tidak rela pergi, tapi ia harus! Ini demi masa depan mereka!.


"Wu Min, Zhao Yu! Jadilah kuat! Berlatihlah dengan giat selama aku pergi, dan tolong bimbing Yan Feng. Aku tidak mau dengar jika kelak Yan Feng akan terjerumus ke jalan yang salah atau kalian akan menerima kemarahnku. " Ujar Tang Lian, terkesan lembut namun mengancam.


"B-baik tuan.. " Jawab Wu Min ketakutan, ia tahu jika itu bukan ancama semata. Jadi setelah ini ia harus mendidik Yan Feng dengan keras.


Sementara Zhao Yu menjawab dengan santai, "Kakak tenang saja, kakak sudah mengenalku lama dan Yan Feng juga keponakanku, aku pasti mendidiknya dengan baik!.. "


"Bagus. Baiklah, sudah saatnya aku pergi, paman Tian dan bibi Zhu, aku titip keluargaku sementara.. " Ucap Tang Lian terakhir kali lalu menghilang dari sana. Entah apa yang terjadi, Tang Lian menghilang seperti di tiup angin.


"Kamu tenang saja! Kamu sudah banyak membantu paman, paman dan bibi pasti merawat keluargamu dengan baik!.. " Teriak Long Tian yang entah masih didengar oleh Tang Lian atau tidak.