
Sementara seratus assasin itu sedang berperang guna memperlambat pergerakan pasukan kekaisaran Zhang, disisi lain seekor burung elang terbang tinggi dan memekik keras.
"Kiaaakk!!.. "
Seorang pria paruh baya yang terlihat masih berusia empat puluh tahunan, tetapi sebenarnya usianya sudah sangat tua. Usia aslinya adalah empat ratus lima puluh ribu tahun. Ia yang sebelumnya dan duduk dengan posisi lotus langsung mengakhiri kegiatannya dan membuka jendela lebar-lebar. Burung elang itu pun langsung masuk dan hinggap di lengannya. Pria itu mengerutkan keningnya heran, sudah ratusan ribu tahun lamanya ia sudah tidak menerima surat seperti ini.
"Apa!!?.." Teriak pria itu spontan karena ia sangat terkejut dengan isi surat itu.
Tetapi ia segera sadar dari keterkejutannya dan langsung terbang keluar dari jendela dan pergi menuju sebuah menara tinggi, dan disana ia memukul lonceng besar dimenara itu sebanyak tiga kali.
"Teng!!.. "
Pukulan pertama, lonceng itu berbunyi dan menghentikan semua aktivitas semua orang yang mendengarnya. Semua orang yang mendengar itu terdiam seraya menatap kearah sumber suara. Mereka semua merasa sangat heran, karena ini adalah pertama kalinya lonceng itu berbunyi setelah ratusan ribu tahun lamanya lonceng itu sudah tidak digunakan lagi.
"Teng!!.. "
Pukulan kedua, Lonceng itu berbunyi dan semua orang membuka matanya lebar-lebar dan mulut ternganga. Bunyi lonceng pertama sebelumnya adalah tanda darurat tingkat rendah, dan yang kedua adalah tanda darurat tingkat menengah. Berbunyinya lonceng untuk kedua kalinya, membuat semua orang sangat terkejut, namun juga mereka masih berusaha untuk mencerna apa yang sebenarnya terjadi. Mereka bertanya-tanya mengapa tiba-tiba lonceng itu berbunyi setelah ratusan ribu tahun tidak digunakan. Namun saat semua orang masih bingung, lonceng berbunyi untuk ketiga kalinya.
"Teng!!!.."
Semua orang langsung membuang pikiran mereka jauh-jauh dan pergi dengan cepat ke sebuah lapangan yang sangat luas. Puluhan ribu orang beterbangan menuju satu tempat yang sama dan membuat langit menjadi gelap. Kurang dalam lima menit, lima puluh ribu orang dengan tingkat kultivasi saint tingkat puncak, tiga puluh ribu orang saint tingkat menengah, dua puluh lima ribu orang saint tingkat rendah, dan yang terendah adalah empat puluh ribu orang tingkat kaisar emas puncak sampai dengan tingkat kaisar perak tingkat menengah.
Dan total semuanya yang berkumpul adalah seratus empat puluh lima ribu orang, baik itu wanita atau pria, muda atau tua, mereka kini berbaris rapi membentuk di tengah lapangan yang sangat luas.
Sementara itu didepan lapangan ialah sebuah istana tingkat sepuluh yang sangat besar dan megah. Sembilan orang yang tidak diketahui tingkat kultivasinya, berdiri tepat didepan gerbang istana dilantai satu. Lantai satu istana itu, orang-orang harus menaiki seratus lima puluh anak tangga agar bisa sampai disana.
"Zhao Chun, apa yang terjadi!? Mengapa kau mengeluarkan peringatan bahaya tingkat tinggi!?.." Ujar salah satu pria yang usianya terlihat masih lima puluh tahunan, namun sebenarnya ia juga sudah sangat tua.
Zhao Chun, ia adalah orang yang menerima pesan darurat dari seekor elang sebelumnya. Nah, marganya sama dengan marga Zhao Yu. Dan saya rasa kalian sudah pasti bisa menebak dari mana asal Zhao Yu sebenarnya dan siapa sebenarnya orang-orang dari istana misterius itu.
"Apa!?.. Elang pembawa pesan ini, bukankah ini berasal dari assasin yang sedang mengintai!?.. " Gumam pria yang bertanya sebelumnya dengan terkejut.
"Apa kau sudah mengerti sekarang Bai Xien?.." Tanya Zhao Chun singkat.
Pria yang bernama Bai Xien itu hanya diam dan menyipitkan matanya. Ia tentu sudah mengerti jika sesuatu yang sangat darurat sedang terjadi, namun darurat seperti apa dia masih belum tau. Tapi ia yakin itu pasti sangat serius.
Istana misterius itu memiliki istana yang besar, megah, dan berlantai sepuluh. Istana itu memiliki sembilan tetua dan satu pemimpin. Dimulai dari lantai pertama yang ditempati oleh tetua pertama dan begitulah seterusnya hingga lantai sembilan. Sedangkan lantai sepuluh adalah tempat dimana pemimpin istana itu berada. Dan Zhao Chun adalah tetua kedelapan, sedangkan Bai Xien adalah tetua ketujuh.
Melihat jika Bai Xien terdiam, Zhao Chun lalu membacakan pesan yang dibawa oleh elang itu dengan lantang. Disalam surat itu tertulis jika assasin pengintai menemukan pergerakan pasukan iblis yang sangat banyak dan berwajah manusia menuju kekaisaran Long. Tidak lupa juga didalam surat itu tertulis jika seratus assasin itu akan mencoba untuk memperlambat pergerakan pasukan yang berjumlah puluhan ribu itu.
Semua orang yang mendengar itu dan bahkan para tetua juga sangat terkejut. Mereka sudah menebak jika sesuatu yang tidak baik sudah pasti terjadi, namun mereka tidak menyangka jika pasukan iblis itu menyamar sebagai manusia dan melakukan pergerakan yang sangat besar.
"Para pasukan sekalian, istana ini dibentuk oleh Yang Mulia ...... ratusan ribu tahun yang lalu dengan tujuan mengawasi dan melindungi alam bawah ini dari serangan para iblis yang hina dan menjijikkan itu!. Oleh karena itu, dalam masa kepemimpinan Yang Mulia ...... saat itu, kita berhasil mencapai kedamaian yang kita inginkan sampai ratusan ribu tahun lamanya. Namun sekarang para iblis telah kembali membuat ulah, mereka pikir setelah ratusan ribu tahun lamanya kita sudah tidak ada lagi dan mereka pikir sekarang mereka bisa melakukan apapun.
Semuanya! Kalian harus ingat jika yang mulia sangat membenci para iblis itu, dan karena itu meskipun Yang Mulia telah pergi sudah lima ratusan ribu tahun lamanya dan sampai saat ini tidak pernah kembali, kita juga harus melindungi alam bawah ini sesuai dengan perintah Yang Mulia ..... Sebelum kepergianya di masa lalu!!.." Ujar Zhao Chun berpidato sangat keras dan lantang.
Pidato Zhao Chun yang membuat jiwa dari setiap orang yang ada disana bangkit dengan semangat yang membara.
"Hancurkan para iblis!! Bunuh mereka!! Usir mereka dari dunia kita!!.. " Teriak semua orang serentak dan berulang-ulang.
Tetua lainnya juga sangat setuju dengan apa yang dikatakan oleh Zhao Chun, mereka tentunya juga mendukung apa saja keputusan Zhao Chun, karena sebagai tetua kedelapan saat ini ia adalah pemimpin yang tertinggi.
Tetua kesembilan, yaitu kakak laki-laki dari Zhao Chun, ia sedang sakit sangat parah. Ia tidak bisa bergerak dan berbicara sama sekali. Pandangan matanya benar-benar kosong seolah dia tidak memiliki jiwa. Istana itu sudah mencoba segala cara untuk mengobati tetua kesembilan mereka, namun sekeras apapun mereka mencoba, mereka bahkan tidak bisa mengetahui penyakit apa yang diderita oleh tetua kesembilan.
Kakak laki-laki dari Zhao Chun, namanya adalah Zhao Luo! Ia adalah ayah kandung dari Zhao Yu!. Ia adalah seorang ayah yang tidak pernah menganggap Zhao Yu sebagai putranya, bahkan ia tidak pernah mengingat jika ia memiliki Zhao Yu sebagai putranya.