PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 172 "Di Cegat Oleh 100 Assasin!!"


Satu hari kemudian, seorang pria berjubah hitam sedang duduk diatas pucuk sebatang pohon yang tinggi. Pria itu memakai topeng perak yang menutupi seluruh wajahnya. Dipunggungnya terdapat sebuah pedang dan panah dan dipinggangnya terdapat sebuah teropong yang panjang.


Awalnya ia bersikap sangat tenang seraya menegak anggur dari kendi.Ia juga sesekali menggunakan teropongnya dan mengintai keberbagai arah. Namun ia tiba-tiba membuang kendi araknya Karen ia tiba-tiba merasakan aura iblis dan menjijikkan sangat kental.


Ia pun kembali menggunakan teropongnya dan menatap kejauhan, disana ia melihat pasukan yang sangat banyak bergerak secara teratur seraya meneriakkan, "Hancurkan kekaisaran Long! Bunuh setiap orang yang ada dan minum darah mereka!!"


"Gawat!! Era kedamaian akan segera berakhir dan era kehancuran akan kembali!!." Gumamnya kemudian menyimpan kembali teropongnya. Lalu ia mengeluarkan selembar kertas dan menulis surat dengan cepat.


Setelah itu ia bersiul dan memanggil seekor burung elang. Burung elang datang dan langsung hinggap di lengan pria itu.


"Sampaikan surat ini dengan cepat ke istana!!." Perintah orang itu.


"Kiaaaaakk!!.." Burung elang itu memekik lalu kemudian ia kembali terbang dengan membawa sepucuk surat dikakinya.


"Sial! Apa yang harus aku lakukan sekarang? Sebelum menerima perintah langsung dari istana?.. " Gumam pria itu dan kebingungan.


"Tidak peduli apapun itu, dan meski aku harus kehilangan nyawaku, itu lebih baik dari pada era kehancuran kembali!!." Gumam orang itu lagi dan melompat tinggi kertas langit. Seraya melompat pria itu juga melemparkan sebuah benda yang berbentuk bulat sebesar kepalan tangan dan berwarna orange.


Bola itu pun meledak diatas langit dan menciptakan asap orange yang sangat tebal. Pada saat yang bersamaan pula, sembilan puluh sembilan orang yang terdiri dari lima puluh pria dan lima puluh wanita, dari tempat yang berbeda-beda mereka melihat asap yang mengepul diatas langit itu. Semua orang itu langsung pergi dengan cepat kearah dimana asap itu mengepul. Mereka tentunya tau jika asap orange itu adalah tanda peringatan darurat.


Pasukan kekaisaran Zhang yang terdiri dari delapan puluh ribu orang lebih, terus berjalan dengan teratur dan meneriakkan hal yang sama berulang-ulang. Suara langkah kaki para pasukan itu menggema dan membuat tanah bergetar setiap kali mereka menapakkan kakinya. Tatapan semua pasukan itu sangatlah tajam, tatapan penuh kebencian, amarah dan dendam yang sangat dalam terpampang jelas di setiap mata para pasukan itu.


Namun tiba-tiba komandan pasukan yang berdiri paling depan dan memimpin jalan, ia tiba-tiba mengangkat tangannya dan menghentikan pergerakan semua pasukannya. Komandan itu mengerutkan keningnya dan angin berembus semakin kencang. Diisi Mao Tau, ia memandang ke atas dengan tatapan tajam.


"Siiiuuuu... Boooomm!!."


Seratus orang dengan jubah hitam yang sama dan memakai topeng yang sama pula, dan tidak hanya itu saja tetapi juga semua perlengkapan mereka sama persis. Seratus orang itu melesat dari atas langit dengan sangat cepat dan mendarat ditanah hingga menciptakan hembusan angin yang kencang. Bahkan beberapa prajurit yang berdiri digaris paling depan terhempas kebelakang karena tidak sanggup menahan hembusan angin itu.


"Kalian harus melangkahi mayat kami terlebih dahulu jika ingin melanjutkan perjalanan!.." Ujar salah satu dari seratus orang yang berjubah hitam. Dan ternyata ia adalah pemimpin kelompok berjubah hitam itu.


Mao Tzu memandang seratus orang itu dengan tatapan penuh kebencian dan kemarahan. Ia tidak menyangka jika mereka akan di cegat seperti ini.


"Kalian istana misterius yang sangat menjengkelkan!!.. Mengapa kalian selalu saja mencoba menghalangi rencana kami!?.." Teriak Mao Tzu marah dan menunjuk-nunjuk kedepan.


"Humph!! Kami bahkan bisa membantai seluruh pasukanmu jika kau berani melangkah satu langkah saja!!.." Ujar pemimpin berjubah hitam mengancam seraya mengeluarkan aura kultivasi saint tingkat puncak dan di ikuti oleh teman-temannya yang juga memiliki tingkat kultivasi yang sama.


"Bunuh mereka!!.." Teriak komandan pasukan yang berdiri paling depan sebelumnya.


""Bunuh!!.."" Teriak pasukan itu serentak dan mengikuti komandan mereka yang sudah melesat kearah musuh terlebih dahulu.


Seratus orang yang berjubah hitam dan bertopeng perak, melihat jika sepuluh ribu orang maju dan menyerang mereka dengan serentak. Orang-orang yang berjubah hitam itu menyunggingkan senyumnya yang meremehkan, "Kalian dapat mencoba apakah kalian bisa.. " Gumam pemimpin dari kelompok berjubah hitam.


"Heh!!... Dasar kumpulan para iblis bodoh!!.." Ujar orang yang berdiri tepat disebelah kiri pemimpinnya.


Melihat jika sepuluh ribu pasukan musuh semakin mendekat, pemimpin kelompok berjubah hitam itu kemudian berbicara, "Para asasin sekalian, jangan biarkan satu pun para iblis itu hidup!!.. " Teriaknya seraya melesat kedepan dan memimpin teman-temannya.


"Baik!!!.." Jawab teman-temannya dan mengikuti pemimpinnya melesat kedepan.


Keseratus orang berjubah hitam itu, terdiri dari lima puluh pria dan lima puluh wanita. Dan aslinya mereka adalah kelompok asasin dari sebuah istana yang sangat misterius. Sebelumnya mereka sedang menjalankan misi pengintaian di seratus titik yang berbeda.


Detik berikutnya, detik berikutnya peperangan yang terlihat tidak seimbang pun pecah. Mao Tzu menyunggingkan senyuman yang menghina dan meremehkan. Karena menurutnya seratus orang itu sangatlah bodoh karena dengan jumlah mereka yang sangat sedikit, mereka berani melawan pasukannya yang berjumlah delapan puluh ribu lebih. Dan meskipun saat ini yang maju hanyalah sepuluh ribu orang, ia cukup yakin bisa menghabisi antek-antek istana misterius yang sangat menjengkelkan.


"Kalian iblis hina yang menjijikkan! Matilah!!.." Teriak pemimpin berjubah hitam itu dan mengayunkan pedangnya dari kiri ke kanan.


"Srriing!!.. "


Sepuluh kepala lawannya langsung tertebas, darah merah yang segar langsung mengubur deras dan kesepuluh orang yang ditebas mati seketika dengan mata yang terbuka lebar.


Melihat jika pasukannya ditebas dengan mudah, komandan pasukan yang memimpin sepuluh ribu orang untuk menyerang, ia kemudian menggertakkan giginya kesal. Kemudian ia melompat tinggi dan mengayunkan pedangnya kebasah dengan kuat, "Kau lawan aku!!.."


"Trank!!!.."


Pemimpin kelompok berjubah hitam itu menahan serangan musuhnya dengan mudah menggunakan pedangnya. "Hanya mengandalkan kultivasi kaisar perak tingkat puncak, kau masih belum layak melawanku.." Ujarnya santai dan menyeringai kejam, lalu ia memajukan pedangnya dan membuat pedang musuhnya patah.


Komandan pasukan itu melebarkan matanya sangat terkejut, ia ingin menghindar tetapi sudah terlambat...


"Sring!!!.."


Pedang pemimpin kelompok berjubah hitam itu telah melintas dari lehernya. Kepala komandan pasukan itu pun terlepas dari lehernya dengan mata yang terbuka lebar, darah segar pun seketika mengucur deras.