PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 133 "Istana Misterius Kembali Bergetar!"


Disisi lain, didalam sebuah ruangan seorang manusia bertanduk dan dengan wajah tuanya, dia duduk diatas singgasana yang terbuat dari tulang-tulang manusia.


"Sial!!... Cari Mao Rue sampai ketemu dan bawa dia hidup-hidup kehadapanku!!.." Teriak pria tua yang bertanduk itu marah pada seorang bawahannya yang berpenampilan seperti manusia elang bermata satu.


"Baik Yang Mulia..." Jawab manusia elang itu dengan tegas dan langsung pergi dari tempatnya.


Beberapa detik setelah manusia elang itu pergi, sebuah bayangan hitam muncul dan menampakkan wujudnya dengan berjubah hitam dan mata merahnya yang hanya terlihat.


Kemunculan bayangan hitam itu membuat beberapa prajurit dan komandannya yang ada di sana mati dengan sekejap. Aura yang dikeluarkan bayangan hitam itu adalah aura kematian dan menjijikkan yang sangat pekat. Dan tekanan yang juga dikeluarkan bayangan itu adalah tekanan mutlak, dalam jarak seratus meter tidak ada yang sanggup berdiri tegak kecuali pria tua yang duduk di singgasana nya.


"Putraku, apa yang membuatmu begitu marah? Dan juga, apa-apaan dengan penampilan tuamu itu, kau seolah tidak bisa menemukan tubuh manusia lain.." Bayangan hitam itu bertanya dengan suara yang menggema dan berulang-ulang.


Mendengar suara bayangan hitam itu, orang-orang yang ada di sana merasakan ketakutan yang sangat luar biasa, mereka tidak bisa menahan tubuh mereka agar tidak gemetar dan keringat dingin yang melanda tubuhnya.


"Salam ayah..." Pria tua yang duduk di singgasana itu berkata dan ingin bersujud namun segera dihentikan oleh bayangan hitam itu.


"Tidak usah terlalu formal putraku, kamu cukup menjawab apa yang aku tanya.."


"Baik ayah. Ayah, aku merasakan istana yang ayah sebutkan itu kembali bergetar dan bercahaya sangat terang untuk kedua kalinya beberapa jam yang lalu. Dan ketika aku ingin menyelidikinya aku tiba-tiba terputus koneksi dengan Mao Rue. Dan bagaimana aku tidak marah ayah? Sedangkan rencana yang aku susun itu bergantung padanya!.." Pria tua itu berkata dengan suara yang sedikit meninggi karena dia kesal.


"Harusnya sekarang rencana yang kamu susun sebelumnya telah berhasil sekarang kan?.." Bayangan hitam itu bertanya kembali.


"Benar ayah! Karena itulah aku tidak bisa menahan amarahku!!.."


"Maka hanya ada dua kemungkinan jika begitu.."


"Oh? Apa itu ayah?.."


"Mao Rue tertangkap atau mati." Bayangan hitam itu menjelaskan dengan santai.


Mendengar itu pria tua itu tidak bisa untuk tidak terkejut.


"A-apa!?.. J-jadi maksud ayah rencanaku untuk menguasai kekaisaran Long telah gagal sepenuhnya?.." Ucap pria tua itu dengan tidak percaya.


"Benar..."


"Sial!!!.."


"Hahahaha... Tidak usah terlalu dipikirkan putraku, bagaimanapun juga dia hanyalah salah satu dari sekian banyaknya pion kita. Dan ini juga pembelajaran bagimu agar kedepannya harus lebih berhati-hati lagi.." Bayangan hitam itu menjelaskan dan tertawa menyeramkan karena putranya kesal.


"Baik ayah. Tapi aku masih penasaran siapa yang telah menangkap atau membunuh Mao Rue? Wanita pelacur itu berada diranah saint tingkat menengah dan seharusnya tidak banyak yang bisa bersaing dengannya.." Tanya pria tua itu yang sangat penasaran.


"Putraku, sepertinya kamu masih belum mengerti. Kamu bilang bahwa beberapa jam yang lalu istana itu kembali bergetar dan bersinar untuk kedua kalinya kan?.."


"Benar! Apakah ini ulah mereka?.."


"Tentunya itu pasti mereka..."


Pertanyaan putranya itu membuat bayangan hitam itu menggelengkan kepalanya seraya berkata, "Disinilah kesalahan terbesarmu putraku. Memangnya kenapa jika pemimpin mereka menghilang? Semua penghuni istana itu adalah orang-orang yang menjunjung tinggi kebenaran dan juga kemampuan setiap orang-orang itu juga tidak bisa diremehkan. Pada saat aku menginvasi alam rendah ini dulu kemampuan mereka yang paling rendah adalah saint tingkat awal, dan sekarang telah ratusan ribu tahun berlalu. Menurutmu bagaimana kemampuan mereka sekarang?.."


Meskipun bayangan hitam itu adalah seseorang yang sangat kuat, tapi juga didalam kata-katanya dia memiliki ketakutan terhadap sebuah istana misterius yang sedang dia bicarakan dengan putranya.


"I-ini tidak mungkin kan!?.." Jawab pria tua itu dengan gemetar seolah dia juga merasakan ketakutan yang dirasakan oleh ayahnya.


"Sayangnya itu adalah kebenarannya putraku. Tapi kamu tidak usah khawatir, selama istana itu tidak menunjukkan pergerakan yang berlebih maka kita masih memiliki waktu untuk rencana besar kita agar berjalan dengan sukses. Yang perlu kamu lakukan hanyalah terus mengawasi istana itu dan laporkan jika ada sesuatu yang mencurigakan sekecil apapun itu. Dan jangan coba-coba untuk sekali-kali berpikir kamu bisa melawan mereka karena yang akan kamu dapatkan hanyalah kematian! Paham!!?.."


"Aku paham ayah.." Ucap pria tua itu dan mengangguk.


"Bagus, sekarang aku harus kembali ke alam iblis.."


"Apakah ini tidak terlalu cepat ayah?.."


"Aku masih memiliki banyak pekerjaan disana dan ini berkaitan dengan rencana besar kita.."


"Baiklah ayah, aku mengerti..."


Setelah itu bayangan hitam itu menghilang seolah dia tidak pernah ada disana. Sedangkan pria tua itu memanggil kembali bawahannya sebelumnya dan membatalkan untuk mencari Mao Rue.


Disisi Tang Lian, kini pagi hari telah tiba dan dia bangun dengan malas ketika sinar matahari menembus jendela.


"Hoooaaaammm...." Tang Lian menguap dan memandang kesamping, dan apa yang dia lihat adalah tiga tubuh kakaknya telanjang dan tidur seraya memeluknya.


Tang Lian mencoba memproses apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa dia dan kakaknya juga telanjang ditempat tidur yang sama?. Beberapa detik kemudian dia mengingat bagaimana dia meniduri ketiga kakaknya dengan ganas, dia mengingat bagaimana tongkat kera saktinya keluar masuk dan memecahkan segel dari lembah keramat ketiga kakaknya. Tang Lian mengingat bahkan ketika ketiga kakaknya itu meminta ampun dia tidak menghiraukannya, dia juga mengingat bagaimana dia mengubah-ubah posisi mereka.


"TIDAAAAKKKKK!!!!..."


Tang Lian berteriak menyesal sangat keras seraya memegang kepalanya.


"Ayah akan membunuhku!!.." Gumam Tang Lian gemetaran dan masih memegang kepalanya.


Dia tadi malam sudah melanggar ketentuan yang telah dia tetapkan sendiri dan itu membuatnya sangat menyesal, tapi juga dia berpikir seharusnya ini bukan sepenuhnya adalah kesalahannya karena kakaknya lah yang memulai. Tang Lian adalah pria normal, jadi tentunya dia pasti akan sangat tergoda terlebih lagi dia adalah pria yang mesum.


Karena teriakannya barusan, ketiga kakaknya bangun dan meraih tubuh Tang Lian bersamaan dan membawanya kembali berbaring. Tang Yue kemudian tersenyum senang lalu naik dan menindih Tang Lian dan tidur didadanya.


"Apa yang membuatmu berteriak begitu keras adik?.." Tanya Tang Yui dengan lembut.


"K-kalian masih bertanya? K-kita telah melakukan itu dan ayah akan membunuhku ketika mengetahui ini!!.." Jawab Tang Lian dengan gagap dan kesal secara bersamaan.


"Memangnya kenapa? Lagi pula telah bersambung..."


***Cieeee... para pembaca kecewa nieee... wkwkwkwk..


Oh ya, jika kalian bisa menebak siapakah sebenarnya istana misterius itu kalian bisa komen dibawah yaaa***.