PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 95 "Kabar Pernikahan Long Xia Shi"


Setelah pergerumulan panas Tang Lian dan Jia Li diranjang, akhirnya Tang Lian memutuskan untuk mengakhiri aksinya karena Jia Li sudah terlihat sangat kelelahan dan tertidur dengan senyuman yang lebar serta Lidahnya yang menjulur keluar dan tubuh yang tidak henti-hentinya terus berkedut.


"Terima kasih.." Tang Lian berkata lalu kemudian mencium kening Jia Li dan menyelimutinya dengan selimut yang tebal. Sebelum itu Tang Lian menatap kearah lembah surga Jia Li dan terlihat benih bayinya menetes keluar, melihat itu kemudian Tang Lian tersenyum lalu sekali lagi mencium kening dan hidungnya lalu memakai pakaiannya dan beranjak keluar dari kamarnya.


"Uuuaaaahhhh..... Malam sudah menjelang pagi dan aku sedikit lapar.." Tang Lian bergumam seraya merenggangkan otot-otot tubuhnya.


"Apa Mei'er sudah tidur ya? Jika belum mungkin aku bisa memintanya untuk membuatkan ku sarapan."


Tang Lian bergumam lagi seraya berjalan kearah kamar disebelah kamar Jia Li lalu membuka pintu kamar itu dengan perlahan. Setelah Tang Lian masuk, dia melihat wajah Yun Mei yang kecantikannya bisa menghancurkan sebuah negara tertidur dengan sangat pulas bahkan suara nafas Yun Mei yang tertidur juga terdengar dengan jelas.


Melihat itu Tang Lian tidak tega membangunkannya, terlebih lagi istri pertamanya itu sedang mengandung anaknya, kemudian hanya menatapnya dengan tatapan teduh lalu duduk dipinggiran kasur dan mengelus rambut Yun Mei dengan lembut.


"Bahkan pada saat tidur juga kamu masih terlihat sangat cantik Mei'er.." Tang Lian bergumam seraya mengelus rambut Yun Mei yang tertidur dan mencium kening dan hidungnya dengan penuh kasih.


"Sepertinya kali ini aku harus mencari sarapan diluar.." Tang Lian bergumam lagi kemudian meninggalkan kamar itu dan pergi ke kota untuk mencari restoran.


Kemudian setelah beberapa saat Tang Lian akhirnya menemukan sebuah restoran lantai lima dan diatas pintunya tertulis restoran bunga kembang. Melihat itu tanpa pikir panjang Tang Lian langsung saja memasukinya dan duduk disudut restoran itu.


Pengunjung restoran bunga kembang ini begitu ramai sehingga Tang Lian hampir tidak bisa menemukan tempat duduk, namun kali ini dia beruntung karena yang tersisa hanya satu meja meskipun itu disudut.


"Mau pesan apa tuan?." Tanya seorang pelayan wanita yang memakai pakaian yang sedikit terbuka. Ini adalah daya tarik utama dari restoran ini.


"Berikan saja makanan terbaik yang kalian punya, dan jangan lupa araknya juga.."


Tang Lian berkata demikian namun didalam batinnya, 'Pelayan ini lumayan cantik juga, meskipun dia tidak secantik Jia Li namun bongkahan dada dan pantatnya itu sangat besar. Ahh... Apa yang aku pikirkan? Mengapa aku tiba-tiba menjadi sangat mesum.' Tang Lian bertengkar dengan otak mesumnya sendiri.


Kemudian setelah beberapa saat, akhirnya pesanan Tang Lian tiba, "Pesanan anda tuan... Silahkan dinikmati.."


"Terima kasih pelayan.."


Setelah itu kemudian pelayan itu pergi setelah dia membungkuk sedikit. Pada saat itu juga mata Tang Lian terpaku pada bagian bawah pelayan itu yang berjalan dengan indah dan terkadang ********** terlihat.


"Ahhh... Sudahlah.." Tang Lian menggelengkan kepalanya lalu menyantap makanannya.


Tang Lian bukannya tidak bisa mendapatkan pelayan itu, namun karena dia berpikir wanita seperti ini pastinya sudah tidak suci lagi, dan meskipun Tang Lian bisa mengembalikan keperawanan seorang wanita tapi dia tidak ingin menerima barang rusak.


Barang rusak yang dimaksudkan adalah seorang wanita nakal seperti pelayan itu, dia seperti tidak memiliki harga diri sampai-sampai rela menjual tubuhnya. Berbeda dengan seorang janda yang meskipun dia bukan perawan lagi tapi dia bukan benar-benar barang rusak jika dia tidak melakukan hal yang sama seperti pelayan barusan, contohnya adalah Fei Fei.


Kemudian seraya menikmati makanannya Tang Lian juga mendengarkan pembicaraan banyak orang. Tang Lian berpikir siapa tahu dia mendapatkan informasi yang penting.


"Saudara, apa kau tahu? Kabarnya putri satu-satunya kaisar Long Tian yaitu Puti Long Xia Shi akan menikah.."


Tang Lian menjatuhkan gelas araknya ketika mendengar ini dan tertegun dengan mata terbelalak.


"Apa itu benar saudara?."


"Aku tidak tahu apakah ini benar atau tidak, tapi itu lah yang aku dengar.. Namun jika dipikirkan lagi sepertinya ini benar, karena tidak mungkin ada orang bodoh yang menyebarkan berita palsu tentang tuan putri.."


Dua orang anak muda berbincang satu sama lain seraya menikmati makannya.


Disisi Tang Lian, begitu dia mendengar berita ini, dia langsung pergi keluar dari restoran itu tanpa menghabiskan makanannya. Tang Lian juga tidak bertanya tentang kebenaran dari berita ini karena dia telah pernah menghubungi Long Tian meskipun secara tidak langsung dan mengungkapkan keberadaannya saat dikota singa api. Tang Lian berpikir Long Tian tentunya akan langsung mendatangi dirinya, dan karena Tang Lian khawatir jika dia akan merasa seperti ditusuk oleh duri lagi hatinya, maka dia memutuskan untuk pergi dari kota itu lebih cepat sebelumnya.


Namun meskipun begitu, saat ini juga tidak ada bedanya, hanya dengan mendengar kabar itu saja sudah cukup membuat hati Tang Lian berdarah, Hingga pada saat ini juga dia berjalan kembali kemansionnya dengan termenung.


"Sial! Sial! Sial!..." Tang Lian bergumam keras seraya memukul-mukulkan tangannya pada dinding gerbang mansionnya.


Setelah itu Tang Lian kemudian berbalik dan melihat ada lima orang pemuda yang menatapnya dengan aneh.


"Apa yang kau lihat!!!." Tang Lian berteriak kepada kelima orang itu.


Kelima pemuda itu yang merasakan tatapan tajam dari Tang Lian dan aura membunuh yang bocor, seketika mereka merinding ketakutan.


"S-saudara mohon tenang, kami tidak melihat apa-apa..."


"Jika begitu silahkan pergi sebelum kalian mati tanpa tubuh yang utuh!!!."


"B-baik, baik, k-kamj pergi!!..." Setelah itu kelima pemuda itu lari terbirit-birit.


Disisi Tang Lian, kini dia telah masuk kedalam mansionnya dan duduk termenung dibawah sebuah pohon beriringan dengan cahaya matahari pagi yang perlahan menyinarinya.


"Jika aku tidak menghindar dari paman Long Tian sewaktu dikota singa api, mungkin hubunganku dengan Long Xia Shi masih bisa diperbaiki..." Tang Lian bergumam sedih dan sesekali dia memaki dirinya yang bodoh.


Long Xia Shi adalah cinta pertamanya Tang Lian, tentunya kabar ini membuat hatinya sangat hancur, meskipun Tang Lian telah mencoba untuk melupakan Long Xia Shi, namun dia tidak benar-benar bisa melupakannya. Kemudian tanpa sadar, ini adalah pertama kalinya Tang Lian meneteskan air matanya setelah dia berubah menjadi seorang super power.


"Adik Li, kamu benar-benar telah melupakan aku ya..." Seraya berkata Tang Lian menatap kearah langit, mengingat masa-masa indah yang mereka lalui bersama, lalu Long Xia Shi menikah dengan pria lain. Tapi bukankah ini juga setimpal? Karena Tang Lian juga menikah dengan wanita lain.


BERSAMBUNG


Kasih like, komen, dan votenya dong kak, bang, om, Tante, atau apalah itu😣😣😣