
"Janda cantik, kamu salah paham.."
"Salah paham?." Fei Fei berkata bingung.
"Maksudku aku benar-benar mengira jika kamar ini adalah kamar istriku Jia Li.."
Mendengar itu Fei Fei kemudian berubah menjadi sangat malu. Karena dia benar-benar berpikir jika perkataan Tang Lian sebelumnya adalah lamaran, namun ternyata dia salah, dan yang membuatnya menjadi lebih malu lagi adalah ternyata pria yang dia peluk itu telah menikah. Mengetahui fakta ini membuat Fei Fei tidak bisa untuk tidak merasa bersalah.
"M-maaf..." Fei Fei berkata seraya melepaskan pelukannya secara perlahan.
"Tidak janda cantik, seharusnya aku yang meminta maaf.."
Setelah berkata demikian Tang Lian kemudian berdiri dan pergi meninggalkan kamar itu masih dengan ekspresi wajah yang sedih. Jika sebelumnya suasana hatinya tidak sedang terluka maka Tang Lian sudah pasti membuat Fei Fei menjadi wanitanya sepenuhnya, namun sekarang dia tidak memikirkan apapun selain Long Xia Shi, sekarang Tang Lian terlihat tidak memiliki semangat apapun.
Disisi Tang Lian, sekarang dia telah berada dikamar Jia Li. Kali ini dia benar-benar memastikan bahwa yang tertidur di kasur itu adalah Jia Li. Setelah memastikan Tang Lian kemudian berbaring disampingnya dan memeluk Jia Li seraya memejamkan matanya.
Merasakan ada kehangatan yang memeluknya, Jia Li kemudian terbangun dengan malas. Dan ketika dia melihat yang memeluknya itu adalah suaminya, Jia Li kemudian tersenyum dan membalas pelukan suaminya itu lalu meletakkan kepalanya di dada Tang Lian dan kembali memejamkan matanya.
Ditengah hari kemudian, Jia Li terbangun dan melihat suaminya masih tertidur, tapi sebenarnya Tang Lian tidak tidur, lebih tepatnya dia tidak bisa tidur karena pikirannya yang sedang kacau.
"Suami, ini sudah siang, sampai kapan kamu akan tidur.." Jia Li membangunkan Tang Lian dengan penuh kasih.
"Ah... Li'er, aku merasa sangat lelah, aku butuh istirahat lebih.." Jawab Tang Lian lesu.
"Baiklah, maka aku akan kedapur untuk membuatkan kamu makan siang.." Jia Li berkata kemudian mencium bibir Tang Lian dengan penuh kasih.
"Terima kasih..." Tang Lian berkata kemudian melanjutkan tidurnya.
Disisi Yun Mei, dia berdiam diri dihalaman belakang mansionnya seraya menunggu Zhao Yu yang sedang mencari informasi. Setelah lima jam menunggu akhirnya Zhao Yu kembali.
"Apa yang kamu dapatkan?." Yun Mei langsung bertanya.
"Nyonya, berita pernikahan Long Xia Shi itu adalah benar..."
"Jelaskan lebih rinci.."
"Pernikahan Long Xia Shi akan dilakukan dua bulan lagi tepat diistana kekaisaran, kemudian pria yang menikahinya adalah putra dari seorang pemimpin sekte yang terkenal di kekaisaran ini.."
"Apa kau juga tau tentang sekte itu?."
"Nyonya, aku hanya tau jika nama sekte itu adalah sekte PEDANG CAHAYA, sekte itu adalah sekte terkuat nomor satu di kekaisaran ini, selain itu aku tidak tau lebih pastinya."
Mendengar itu kemudian Yun Mei menggelengkan kepalanya dan berkata, "Terima kasih Zhao Yu, sekarang beristirahatlah.."
"Baik nyonya .." Zhao Yu menjawab dan membungkukkan badan dengan hormat lalu pergi dari sana.
"Sepertinya ini akan merepotkan, Long Xia Shi, kamu tidak akan bisa menikah dengan siapapun selain dengan suamiku!! Dan jika kamu sampai menikah dengan laki-laki lain maka akan aku ratakan kekaisaran Long ini!! Aku tidak peduli apakah akhirnya suamiku akan membenciku!! Tapi satu hal yang pasti, AKU TIDAK BISA MELIHAT KAMU MELUKAI HATI SUAMIKU LAGI!!." Yun Mei bergumam.
Setelah itu tiga hari telah berlalu dan Tang Lian masih tetap mengurung diri didalam kamarnya. Tang Lian tidak mau makan, mandi atau melakukan apapun, dia hanya terus tidur walaupun sebenarnya dia tidak bisa tidur. Perasaan hati yang berdarah karena cinta pertamanya akan menikah itu sangat dalam.
Terkadang juga Tang Lian memaki dirinya yang bodoh ini, walaupun air matanya telah kering namun hatinya sangat berdarah. Tang Lian berpikir jika sebelumnya dia memaksa Long Xia Shi berbicara ketika dia masih diistana kekaisaran, dan tidak menghindar ketika kaisar Long Tian datang kekota singa api maka ini tidak akan terjadi.
CINTA adalah sebuah perasaan aneh terhadap seseorang yang dimana akan membuatmu tidak bisa berpaling darinya, CINTA membawa kebahagiaan namun juga membawa kesedihan, CINTA bahkan membuat putra seorang penguasa sampai terpuruk. Siapapun dia, sekuat apapun dia jika sudah jatuh cinta mau itu kepada wanita rusak sekalipun maka pasti akan terlihat seperti orang bodoh, tidak peduli apapun yang akan dia pikirkan hanyalah orang yang dia cintai. Disuatu sisi, CINTA juga sebuah perasaan yang tidak abadi, hanya CINTA seorang ibulah yang akan kekal selamanya.
Pada saat ini dialam atas, kekaisaran Tang, didalam sebuah kamar, Ling Yuan sedang menjahit pakaian, dia ingin membuat pakaian ini untuk putra kesayangannya, namun tiba-tiba air matanya menetes tanpa dia sadari dan membasahi pakaian yang dia jahit.
"Aku menangis? Hatiku juga sepertinya sangat sakit? Ada apa ini? Apakah sesuatu terjadi pada anak-anakku?." Ling Yuan bergumam seraya menghapus air matanya.
Kemudian Ling Yuan meletakkan pakaian yang sedang dia jahit diatas kasurnya kemudian pergi kekamar putrinya Tang Yua. Karena putrinya yang satu ini adalah yang paling rapuh diantara ketiga putrinya maka Ling Yuan memeriksanya terlebih dahulu.
"Yua'er apa kamu baik-baik saja?." Ling Yuan berkata dan membuka pintu kamar putrinya itu.
"Ibu!!." Teriak Tang Yua dan langsung melompat kedalam pelukan ibunya.
"Yua'er apakah telah terjadi sesuatu padamu? Mengapa kamu menangis? Cepat ceritakan pada ibu!!." Dengan perasan khawatir Ling Yuan berkata lalu menghapus air matanya.
"Ibu, aku tidak tahu kenapa aku tiba-tiba menangis, tiba-tiba saja aku merasa hatiku sangat sakit!!.." Tang Yua berkata dengan bingung namun air matanya tetap menetes dengan perlahan.
"Apa!? Kamu juga merasakannya?."
"Apa maksud ibu? Apa juga ibu merasakannya?." Tang Yua bertanya.
Mendengar pertanyaan putrinya kemudian Ling Yuan mengangguk lalu berkata lagi, "Pasti telah terjadi sesuatu, ibu harus memeriksa keadaan kakakmu dulu.."
"Ibu, aku ikut.."
Stelah itu Ling Yuan dan putrinya Tang Yua, mendatangi kamar putrinya yang lain dan memeriksa keadaanya, dan ternyata mereka semuanya sama. Sama-sama merasakan kesedihan yang tiba-tiba namun tidak terjadi apa-apa kepada mereka, hal ini membuat Ling Yuan berpikir pasti ini adalah putranya, kemudian Ling Yuan mendatangi suaminya keruangan kerjanya.
"Suami, ada yang ingin kami bicarakan, apakah kamu punya waktu?."
Ling Yuan berkata pada suaminya yang sedang menulis sebuah buku yang entah buku apa itu.
Disisi Tang Lin yang melihat istri dan ketiga putrinya datang bersamaan, dia tentunya tau apa yang ingin mereka tanyakan, kemudian Tang Lin berkata seraya meletakkan bukunya.
"Ini Lian'er!."
Sekali lagi saya ingatkan, keluarga sang penguasa semuanya terhubung dengan jiwa, jadi mereka dapat merasakan apa yang dirasakan oleh anak-anaknya dan adik atau kakaknya.
BERSAMBUNG
Kasih like, komen, dan votenya dong kak, bang, om, Tante, atau apalah itu😣😣😣