
"Tu... Tunggu dulu tuan muda, apa salahku?" Pemimpin sekte kecil itu bertanya dengan tubuh gemetar dan ketakutan.
"Diam dan menurut saja atau kematianmu akan jauh lebih menyakitkan.." Zhao Yu berkata kemudian menyeret paksa pemimpin sekte kecil itu dan memaksanya berlutut didepan Tang Lian.
Semua orang yang melihat itu kini semakin merasakan bulu kuduknya merinding dan terdiam hening, bahkan dua tetua sekte kecil itu juga tidak berani mengeluarkan sepatah katapun.
"Apa kau tau apa kesalahanmu?." Tang Lian bertanya dengan tatapan mata yang tajam.
"Aku...Aku benar-benar tidak tahu tuan muda .." Pemimpin sekte kecil itu menjawab dengan tubuh semakin gemetar dan tergagap.
Mendengar itu Tang Lian kemudian berdiri dan melepaskan injakan kakinya dari kepala Tao Lun. Untuk sesaat Tao Lun merasa lega dan mencoba untuk bangkit dengan perlahan namun...
"Dump..."
"Aku belum mengizinkanmu untuk berdiri." Tang Lian berkata sembari menekan paksa Tao Lun dengan auranya agar tetap terbaring dilantai.
"Ahk..." Tao Lun berteriak kesakitan karena merasakan tekanan yang lebih berat dari pada kaki Tang Lian sebelumnya.
Kemudian setelah itu Tang Lian berjalan kearah pemimpin sekte kecil itu dan tanpa basa-basi sedikitpun Tang Lian meletakkan telapak tangannya satu inci dari mulut pemimpin sekte kecil itu, lalu menggunakan sebuah tehnik khusus untuk menarik sesuatu dengan paksa dari dalam tubuh pemimpin sekte kecil itu.
"Aaaaahhhh..." Pemimpin sekte kecil itu berteriak kesakitan karena sesuatu ditarik dengan paksa dari dalam tubuhnya.
Tang Lian tidak memperdulikan teriakan kesakitan itu dan hanya terus menguatkan tehniknya untuk menarik sesuatu itu. Dan pemimpin sekte kecil itu semakin merasakan sakit disekitar perutnya seolah-olah isi perutnya ditarik keluar dengan paksa dari mulutnya.
Orang-orang yang melihat itu kini hampir terkencing-kencing dicelana karena mereka semakin ketakutan, mereka berpikir Tang Lian terlalu kejam.
Setelah lima menit seekor cacing hitam sebesar jempol kaki keluar dari mulut pemimpin sekte kecil itu. Kemudian Tang Lian menangkap leher cacing itu kemudian menariknya dengan paksa keluar. Setelah cacing itu keluar tenyata panjangnya sampai dua meter.
"Bisakah kau menjelaskan ini padaku?." Tang Lian bertanya sambil mencekik leher cacing hitam itu ditangannya yang terus meliuk-liuk dan berusaha melepaskan diri.
Pemimpin sekte kecil itu tidak bisa menjawab karena sakit didalam perutnya belum mereda dan dia hanya terus berguling-guling dilantai sambil memegang perutnya yang masih sakit.
Berbeda dengan semua orang yang melihat itu, mereka bertanya-tanya bagaimana bisa cacing sebesar itu dan warna yang menyeramkan ada didalam tubuh pemimpin sekte kecil itu.
Zhao Yu merasa marah karena pemimpin sekte kecil itu belum juga menjawab pertanyaan Tang Lian dan ingin menghajarnya namun dihentikan oleh Tang Lian.
Kemudian setelah tiga menit akhirnya rasa sakit diperut pemimpin sekte kecil itu mulai mereda dan dia sudah lumayan tenang lalu menjawab pertanyaan Tang Lian sebelumnya.
"Maafkan aku tuan muda, aku benar-benar tidak tahu apa-apa tentang cacing itu.." Pemimpin sekte kecil itu berkata dengan tubuh yang masih gemetar karena takut, dia takut karena berpikir Tang Lian akan melakukan hal yang lebih menyakitkan lagi kemudian kembali berlutut dihadapan Tang Lian.
"Jangan mencoba untuk berbohong padaku atau kau akan merasakan sesuatu yang lebih sakit lagi.." Tang Lian berkata sambil mengeluarkan surat membunuh yang pekat.
Mendengar itu, pemimpin sekte kecil itu kemudian bersujud karena semakin merasakan ketakutan yang belum pernah dia rasakan seumur hidupnya.
Tang Lian yang melihat itu kemudian menggunakan tehnik mata sewanya untuk memastikan lagi apakah pemimpin sekte kecil itu jujur atau tidak. Setelah menggunakan tehnik mata dewanya akhirnya Tang Lian mengetahui bahwa pemimpin sekte kecil itu ternyata berkata jujur.
"Baiklah, bangun dan kembali ketempat dudukmu." Tang Lian berkata dan melepaskan pemimpin sekte kecil itu.
"Terima kasih tuan muda.." Pemimpin sekte kecil itu berkata sambil bersujud lagi tanda dia sangat bersyukur karena Tang Lian mempercayainya kemudian berdiri dan berjalan kembali ketempat duduknya.
"Ini adalah cacing iblis tingkat dua, jadi aku akan membunuhnya.." Tang Lian berkata kemudian membakar cacing iblis yang ada ditangannya menggunakan petir merahnya hingga menjadi debu.
"Baiklah sekarang aku akan berkata jujur, bahwa semua yang berhubungan dengan iblis aku sangat membencinya.." Tang Lian berkata sambil menatap tajam semua orang dihadapannya.
Beberapa orang yang mendengar itu kemudian merasakan dewa pencabut nyawa ada didekatnya karena beberapa orang itu mengolah kultivasi iblis, namun walaupun begitu beberapa orang itu masih berusaha bersikap tenang dan berhap Tang Lian tidak akan mengetahuinya.
"Kalian semua dari mana mendapatkan pil iblis tingkat dua ini?." Tang Lian kemudian bertanya pada kesebelas orang yang berdiri dihadapannya.
"Kami mendapatkannya dari pemimpin kota sebelumnya tuan muda.." Salah satu diantara kesebelasan orang itu menjawab dengan cepat walaupun dia merasa takut, namun dia berusaha untuk tenang.
"Kalian yang meminta atau dipaksa untuk menerima?." Tang Lian bertanya sambil menggunakan tehnik mata dewanya apakah orang itu berbohong.
"Kami dipaksa tuan muda .." Orang itu berkata tanpa ragu dan berbohong kepada Tang Lian
Orang itu berfikir bahwa Tang Lian tidak akan mungkin mengetahuinya karena pemimpin kota sebelumnya telah mati. Tang Lia telah berkata bahwa dia membenci semua hal yang berkaitan dengan iblis, dan jika orang itu jujur bahwa dia yang meminta maka kematiannya sudah dipastikan.
"Apakah yang dikatakannya itu benar?." Tang Lian bertanya kepada kesepuluh orang lainnya.
"Itu benar tuan muda.." Kesepuluh yang lainnya menjawab dengan serentak. Pemikiran mereka sama dengan orang pertama yang menjawab Tang Lian sebelumnya.
Mendengar itu Tang Lian kemudian mengeluarkan pedang darah penghakimnya dan mengayunkannya kearah kesebelas orang itu dengan cepat dan memotong lehernya dengan secara bersamaan dan mati dengan mata melotot karena tidak tau bagaimana ini bisa terjadi? Mereka bahkan tidak bisa melihat gerakan Tang Lian, mereka hanya melihat tubuh mereka sendiri tanpa kepala.
"Berbohong dihadapanku? MATI!!!." Tang Lian berkata kemudian mengayunkan lagi pedangnya untuk membersikan darah yang mengotorinya.
Semua orang yang melihat itu terdiam dan tidak berani berbicara sedikit pun, ketika Tang Lian membunuh kesebelas orang sebelumnya mereka hanya melihat kilatan merah kemudian tiba-tiba kepala kesebelas orang itu terlepas dari lehernya.
"Apakah masih ada yang berhubungan dengan iblis disini?." Tang Lian bertanya lagi sambil menggunakan tehnik mata dewanya untuk memastikan.
Kemudian setelah lima menit tidak ada yang menjawab satu pun, dan Tang Lian yang telah memastikan bahwa orang-orang ini adalah jujur dan memang tidak berhubungan dengan iblis kemudian menghela nafas lega karena dia tidak harus membunuh semua orang disana.
Walaupun Tang Lian telah memastikan semua orang disana tidak memiliki aura menjijikkan tetapi dia masih juga merasakan adanya aura menjijikkan di kediaman pemimpin kota ini. Namun Tang Lian memutuskan untuk mengatasinya sebentar lagi dan memilih untuk pergi ke alun-alun kota dengan semua orang untuk menjumpai dan berbicara dengan para warga yang telah berkumpul disana.
Tang Lian melakukan itu adalah untuk memilih kembali siapa yang akan menjadi pemimpin kota selanjutnya, dan tentunya orang itu harus adil, jujur dan tidak menindas rakyat.
***BERSAMBUNG***