
Di Alam atas, Tang Lin sedang berdiri dengan seratus orang prajuritnya dan dua jendral kepercayaan nya di depan gerbang istana Kekaisaran Yu. Kekaisaran yang di sangka adalah tempat persembunyian sisa-sisa iblis yang menyerang pada saat Tang Lian masih kecil.
"Tang Lin! Apa kau sudah gila!? Membawa pasukanmu ke gerbang istanaku!?.. " Teriak kaisar Yu yang tidak percaya dengan tindakan Tang Lin.
Tang Lin tidak menanggapi, ia berdiri dengan gagahnya di barisan paling depan. Saat ini bahkan ia tidak memakai bajunya, hanya celana saja yang ia kenakan. Ini adalah salah satu tanda jika Tang Lin sudah benar-benar marah dan akan serius jika bertarung.
Apa yang membuat Tang Lin seperti ini adalah, karena akar dari semuanya adalah para iblis yang menyerang sewaktu Tang Lian masih kecil. Gara-gara itu, sekarang ia harus merelakan putra kebanggaannya yang seharusnya adalah pewarisnya. Ia benar-benar murka sekarang. Ia bahkan tidak berpikir dua kali apakah memang benar sisa-sisa iblis itu bersembunyi di Kekaisaran sahabat nya ini atau tidak, ia langsung mengambil keputusan besar begitu saja.
Jika Tang Lin sudah benar-benar marah, tidak ada yang akan berani berbicara sembarangan dengannya. Bahkan istri dan ketiga putrinya sendiri tidak berani mengatakan sepatah kata setelah tahu apa yang terjadi. Dalam hatinya, Ling Yuan dan ketiga putri kembarnya memiliki penyesalan besar karena tidak bisa melihat Tang Lian untuk terakhir kalinya.
Namun apa yang bisa mereka lakukan? Tidak ada! Semuanya sudah terjadi, mereka kesal dan kecewa pada Tang Lin, namun mereka juga tahu jika ini bukan keinginan Tang Lin. Apa lagi dengan Tang Lin yang sedang marah besar kali ini, semua orang di istana Kekaisaran Tang akan menunduk gemetar ketika melihat Tang Lin. Bahkan untuk bernafas saja rasanya semua orang itu sulit, temasuk Ling Yuan dan ketiga putrinya.
"Di Kekaisaran kecilmu diduga para iblis yang menyerang lima belas tahun yang lalu bersembunyi.. " Ucap Tang Lin dingin, namun terdengar sampai ke penjuru Kekaisaran itu.
"Di Kekaisaran ku? Tuduhan gila macam apa itu!? Kekaisaran kita berdua sudah beraliansi sangat lama! Aku tidak mungkin mengkhianati mu! Dan lagi kau tidak punya bukti apapun!.. " Teriak Kaisar Yu tidak terima.
"Aliansi? Kita?... Kaisar Yu, biarkan aku bertanya padamu, jalur rahasia yang dibangun tidak ada yang tahu selain kita berdua. Dan kau tahu aku sangat membenci para iblis itu, jadi mungkin kah aku yang membocorkan tentang pertemuan kita melalui jalur rahasia pada musuhku sendiri?.." Tanya Tang Lin seraya menatap Kaisar Yu yang berdiri diatas gerbang benteng istananya.
Skak mat! Kaisar Yu harus menjawab apa sekarang? Dia sudah tersudut, namun sebagai kaisar ia tidak akan mau menunjukkan diri yang tersudut. "Jadi maksudmu akulah pengkhianat nya begitu!?.. "
"Menurutmu?.. "
"Tang Lin! Kau sudah benar-benar gila! Asumsi mu barusan tidak cukup dijadikan bukti!.. " Ujar Kaisar Yu masih tidak terima.
Perkataan itu membuat Tang Lin tertawa, "Hahahaha!... Bukti? Kaisar Yu, sebagai seorang SANG PENGUASA! AKU TIDAK PERLU BUKTI APAPUN! AKU AKAN MELAKUKAN APAPUN YANG INGIN AKU LAKUKAN! JADI SERAHKAN IBLIS ITU ATAU KAU HANGUS BERSAMA SELURUH KEKAISARAN MU!.. " Teriak Tang Lin sombong dan arogan.
"Cih! Jika kau sudah berkata begitu apalagi yang harus aku katakan? Aku tidak bisa menyerahkan iblis itu karena aku tidak menyembunyikan mereka sama sekali! Jika kau ingin menghanguskan Kekaisaran ku, maka hanguskanlah! Namun ini tidak akan semudah yang kau kira!.. " Pasrah Kaisar Yu.
Tang Lin menyelimuti seluruh tubuhnya menggunakan energi Qi merah darahnya, "Segel dewa tingkat satu... BUKA!!.. " Teriaknya, lalu seekor siluet naga raksasa berwarna merah muncul perlahan dari bawah tanah, membawa Tang Lin diatas kepalanya hingga melayang diatas udara.
Aura membunuh yang sangat pekat merembes, mendominasi seluruh tempat ia berdiri sekarang, bahkan seratus prajuritnya juga gemetar berkeringat dingin melihat itu.
"Perisai abadi!!.. " Teriak Kaisar Yu, dan seketika seluruh istananya diselimuti energi hijau transparan dengan tiga siluet kepala badak diatasnya.
"Perisai lemah itu tidak akan bisa menghentikan ku!.. " Teriak Tang Lin.
"Rrrooaarrr!.. " Siluet naga merah yang ia tunggangi meraung dan melesat dengan cepat kedepan.
Tang Lin melompat dari atas kepalanya seraya mengayunkan tinjunya kearah kaisar Yu. Sementara siluet naga merahnya menghantam formasi pelindung yang dibentuk kaisar Yu dan hancur seketika.
"Baaamm!.. "
Tinju Tang Lin tepat mengenai pipi Kaisar Yu dan meledakkan kepalanya. Darah langsung ber cipratan kemana-mana, bahkan otaknya juga menjadi encer dan berserakan kesegala arah.
Kaisar Yu, mati ditempat hanya dengan satu pukulan. Inilah yang terjadi jika Tang Lin benar-benar marah. Masa lalunya yang jauh lebih kelam dari siapapun membuat nya tidak memiliki rasa simpati terhadap sembarangan orang. Ia akan simpati pada orang yang menurutnya pantas.
Para prajurit kaisar Yu yang melihat itu, bergedik ngeri. Mereka sangat ketakutan dan akhirnya melemparkan senjata mereka dan berlari menjauh. Mereka masih sayang nyawa, tentu mereka tidak ingin berakhir mengenaskan seperti kaisar Yu.
Tapi bukan Tang Lin namanya jika berbelas kasih pada musuhnya. "Jelajahi seluruh Kekaisaran Yu dan cari para iblis itu! Jika ada yang menghalangi bunuh ditempat!.. " Perintahnya pada seratus prajuritnya.
"Perintah Dilaksanakan Yang Mulia!.. " Jawab prajuritnya serempak lalu bergerak dengan cepat. Mereka berpencar kesegala arah.
Sementara Tang Lin mengibaskan tangannya untuk membersihkan darah ditangannya. Padahal ditubuhnya saja telah bermandikan darah kaisar Yu. Namun ia tidak peduli. Tampilannya saat ini akan membuat siapapun ketakutan setengah mati bagi yang melihat. Tang Lin terlihat jauh lebih mengerikan daripada iblis itu sendiri.
Sekali lagi, Tang Lin yang tumbuh tanpa kasih sayang orang tua sampai dewasa, membuatnya menjadi orang yang kejam. Salahkan dunia ini yang lebih dulu kejam padanya. Dahulu, sewaktu ia berusia sebelas tahun ayah kandungnya membuangnya di tengah hutan belantara hanya karena kelahirannya sebagai sampah dan membuat ibu kandungnya meninggal.
Ditengah hutan belantara itu Tang Lin hampir mati, untung saja dulu dia diselamatkan oleh seseorang. Lalu orang itu mengangkat nya menjadi putranya. Dulu ia kira itu adalah kebahagiaan nya, namun takdir berkata lain, orang tua angkat nya pergi untuk menyelesaikan urusan, dan akhirnya orang tua angkat nya mati disebuah perang besar melawan iblis.
Dia yang telah menjadi Sang Penguasa sekarang, apakah orang-orang pikir ia mendapatkan nya begitu saja? Tidak! Dia berjuang ratusan kali lipat dari siapapun! Menghadapi ribuan kali kematian, jutaan kali penyiksaan dan penghianatan!. Katakan padanya, apakah ada orang yang sanggup sepertinya? Dia tidak pernah menyerah! Tantangan seperti apapun ia akan melaluinya tanpa keluhan, berdiri di medan perang seorang diri dengan gagah perkasa layaknya benteng tak ttertembu! Demi teman-temannya bisa melarikan diri ia rela melakukan itu! , Rela berkorban ratusan kali untuk teman-temannya! Ayo cari orang yang bisa sepertinya!
Ini adalah alasan utama membuatnya sangat membenci ras iblis. Tang Lin yang tumbuh tanpa kasih sayang orang tua yang cukup, membuatnya tidak memiliki rasa simpati terhadap orang lainnya. Dunia yang kejam padanya, membuatnya menjadi kejam juga. Lantas, siapakah yang harus disalahkan atas sikap Tang Lin yang sekarang? Haruskah dunia yang disalahkan atau dirinya sendiri?