
"Bagaimana? Apakah tuan masih ingin mengetahui kebenarannya?." Tanya Shie Long memastikan.
Tang Lian menggelengkan kepalanya dan berkata dengan senyuman lebar, "Bahkan jika langit akan runtuh aku tidak akan pernah berhenti untuk mencari tahu kebenaran dari segalanya." Tang Lian berbalik dan memunggungi Shie Long, "Long, aku yakin kau pasti tahu jika sangat banyak rahasia yang sengaja disembunyikan dariku. Entah itu baik atau buruk untuk diketahui, aku sangat yakin semuanya pasti berkaitan dengan ayahku!.. " Ujarnya dengan sangat serius.
"Oh? Apa yang membuat tuan berpikir demikian?."
"Shie Long, aku tidaklah bodoh. Mulai dari kau dan Lao Hu yang menyembunyikan jati diri, kemunculan istana dewa penghakim, di angkatnya aku menjadi pimpinan istana penghakim, munculnya seorang iblis yang hampir membunuhku karena mengira aku adalah Tang Lin! Orang bodoh pun akan tahu, jika ini semua bukanlah hal yang kebetulan. Aku juga sangat yakin, jika ayah mertuaku Yun Zhang juga ada hubungannya dengan ayahku. Jika tidak, bagaimana bisa ayah mertuaku mewariskan gelar dewa penghakim padaku sementara dimasa lalu itu adalah milik ayahku? Dan fakta bahwa ayah dan ibuku sudah hidup ratusan ribu tahun lamanya, membuatku yakin jika mereka berdua juga pasti sepasang dewa dan dewi!." Jelas Tang Lian panjang lebar.
Shie Long bertepuk tangan setelah mendengar itu, "Luar biasa! Tuanku, sedikit banyak nya kamu sudah mengetahui apa yang ingin kamu ketahui, lalu mengapa masih ingin mencari tahu lagi?.. "
"Hehehe... Apa hal itu penting untuk dipertanyakan? Kau juga tahu jika aku adalah orang yang sangat penasaran.. "Jawab Tang Lian seraya tersenyum lalu meninggalkan tenda itu.
......................
Saat tengah malam saat dimana Tang Lian dan Shie Long sedang beristirahat sementara Sun Hai berjaga, tanah tiba-tiba bergetar dan membuat Tang Lian dan Shie Long langsung terbangun.
"Sun Hai, apa yang terjadi? Mengapa tanah bergetar?.. " Tanya Tang Lian pada kera api itu.
Sun Hai menggeleng tidak tahu, ia juga terkejut dengan tanah yang tiba-tiba bergetar beberapa saat. Sementara Shie Long menatap kearah lain dan mengerutkan keningnya, "Disana! Sepertinya sesuatu sedang terjadi!" Ujarnya seraya menunjuk kearah sumber getaran berada.
"Ayo lihat!" Tang Lian langsung berlari kearah yang dimaksud, sementara Shie Long dan Sun Hai mengekor dari belakang.
Ketika jaraknya semakin mendekat, Tang Lian merasakan aura yang sangat familiar. Ia mengerutkan keningnya mencoba mengingat kapan terakhir kali ia merasakan aura yang sama?
"Apa jangan-jangan... Sialan! Sebaiknya aku harus memastikannya dengan mata kepalaku sendiri!.. " Tang Lian kemudian mempercepat langkahnya, aura yang ia rasakan itu tidak nyaman sekali. Tidak tahu mengapa, tapi ia membenci aura yang familiar itu.
Sedangkan Shie Long melotot terkejut, ia jelas mengenali aura ini. Oleh karena itu ia semakin mempercepat langkahnya dan menyusul Tang Lian.
Beberapa saat kemudian, Tang Lian akhirnya berhenti diatas sebuah pohon. Dari balik kegelapan ia melihat banyak sekali tenda didirikan disana.
"Siapa orang-orang ini?" Gumam Tang Lian penasaran.
Tidak hanya itu, penampilan orang-orang itu juga sangat mencurigakan, setidaknya ada seribu orang lebih sedang berkemah di hutan itu. Tapi tidak satupun yang kelihatan wajahnya.
"Tuan, perhatikan arah barat daya.. " Bisik Shie Long pada Tang Lian.
Ketika Tang Lian menoleh kearah yang dimaksudkan, Tang Lian melotot tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Seseorang sedang memakan usus manusia disana! Darah merah yang kental dijadikan minuman oleh orang itu. Orang itu memakan tubuh bagian dalam manusia layaknya bagaikan kanibal yang rakus!
"Pantas saja aku merasa familiar dengan aura ini! Ternyata orang-orang ini adalah iblis yang sedang menyamar!.. " Ucap Tang Lian seraya menahan amarahnya yang membuncah.
Shie Long tahu jika Tang Lian sangat marah saat ini, namun ia tidak akan mempertanyakan apa alasan Tang Lian untuk marah. Meskipun Tang Lian bukanlah lagi Sang Penghakim, namun pedang darah Penghakim masih bersemayam di dalam tubuhnya. Dan darah asli Tang Lian masih tersimpan disana meskipun hanya sedikit. Itu membuktikan jika pedang darah Penghakim masih mengakui Tang Lian sebagai tuannya.
Asal amarah Tang Lian juga dapat diketahui, itu pasti karena pedang darah Penghakim yang marah melihat ras manusia menjadi makanan bagi ras iblis. Tentu saja, karena pedang itu terhubung jiwa dan bersemayam di dalam diri Tang Lian, maka amarahnya itu secara otomatis akan dirasakan juga oleh Tang Lian. Namun anehnya pedang darah Penghakim itu enggan untuk keluar.
Shie Long tahu, bagaimana sejarah nya manusia yang dengan putus asa keluar dari kehidupan pahit dan kejam dimasa lalu. Tertindas nya ras manusia, membuat Shie Long sangat marah.
Tang Lian mengelakkan tangannya erat, dengan tatapan dinginnya yang tajam ia menatap seluruh iblis yang sedang menyamar itu.
"Lagi-lagi ras iblis! Ras manusia kami ditindas, seharusnya aku sudah tidak peduli karena aku bukanlah lagi Sang Penghakiman. Tapi hatiku berkata lain! Hatiku membara ketika melihat ras manusia kami dijadikan makanan!.... Shie Long, Sun Hai! Malam ini apapun yang terjadi! Semua Ras iblis yang terlihat harus dimusnahkan!!.. " Titah Tang Lian dengan suara keras yang menggema.
Dengan senyuman khasnya Shie Long menjawab, "Perintah dilaksanakan tuanku!.. "
"Swosh!"
Shie Long melompat keatas, dengan pedang indah ditangannya ia mainkan, niat membunuh yang pekat merembes keluar dari tubuh Shie Long.
Sementara Sun Hai meraung dengan keras. Suara yang sangat memekakkan telinga, membuat Ras iblis itu sangat terkejut.
Ketika Ras iblis itu melihat kearah sumber raungan, yang mereka lihat hanyalah bayangan naga dibawah sinar rembulan sedang mengarahkan serangan pada mereka.
"Buruk! Kita diserang!.. " Teriak salah satu iblis itu.
Seorang mahluk gendut berwarna merah gelap, dengan satu mata di dahinya melompat keluar entah dari mana. "Lancang! Siapa yang berani menyerang Ras iblis ku!.. " Teriaknya sangat murka.
Tapi ketika iblis gendut itu melihat bayangan naga dibawah sinar rembulan yang sedang mengarahkan serangan, ia langsung berkeringat dingin.
"Apa!? Mungkinkah itu adalah dewa naga Shen Long?!" Teriaknya panik.
"Ayahku tidak perlu mengotori tangannya dengan darah mahluk menjijikkan sepertimu!.. " Teriakan Shie Long menggema, kemudian ia menembakkan bola energi raksasa kearah kemah para iblis itu.
"Heh! Ternyata hanya seorang gadis kecil!.. " Cibir iblis gendut itu kemudian membalas serangan Shie Long dengan serangan yang sama dari matanya.
"Booom!"
Tanah bergetar dan angin berhembus kencang, kedua energi raksasa yang bertubrukan hampir membuat hutan rata dengan tanah!.
Sun Hai, memanfaatkan situasi dan tiba-tiba menyerang iblis gendut itu dengan tongkatnya.
"Heh! Hanya seekor monyet kecil belaka juga berani menantang pilar iblis kedua belas sepertiku!.. "
Iblis gendut itu menyadari serangan Sun Hai, kemudian dengan mudah ia melayangkan tamparan pada wajah Sun Hai.
"Baam!"
Sun Hai meraung dan terpental jauh.