
Keadaan pelayan wanita itu sekarang cukup mengenaskan dan membuatnya muntah darah.
"Itu akibatnya jika berani menghalangi jalan tuan muda!!" Prajurit itu berkata dengan arogan dan tanpa merasa bersalah sedikitpun.
Walaupun wanita itu sudah berteriak meminta tolong, namun tidak ada satupun yang berani bergeming dari tempat duduknya. Itu dikarenakan prajurit itu adalah pengawal putranya pemimpin kota yang sedang bertugas mengawal tuan mudanya.
Nama dari pemimpin kota kecil itu adalah Chao Peng dan putranya yang gendut seperti babi bernama Chao Ping. Chao Ping adalah orang mesum yang telah banyak menodai wanita dikota kecil itu, tingkat kultivasi Chao Ping hanyalah berada di ranah prajurit perak tingkat puncak, dan sebenarnya itu sangat lemah dimata semua orang.
Sedangkan prajurit yang mengawalnya berjumlah dua puluh orang prajurit yang berada di ranah prajurit emas tingkat awal dan satu komandan kedua puluh orang itu ditingkat jendral perak tingkat menengah. Namun walaupun begitu tidak ada yang berani menyinggung Chao Ping atau akan berakhir dengan mengenaskan.
"HM!?"
Tang Lian menyeritkan keningnya karena merasa ini aneh sekaligus juga emosinya memncak, mengapa tidak ada satu orang pun yang menolong pelayan wanita itu? Padahal yang bersalah bukanlah pelayan itu, pelayan itu hanya mengantarkan makanan kepada pelanggan yang kebetulan duduk didekat pintu masuk.
Setelah beberapa saat tidak ada juga yang berdiri menolong pelayan itu akhirnya Tang Lian bangkit dari tempat duduknya kemudian berjalan kearah pelayan itu dan memberinya pil pereda sakit.
"Nona, apakah kamu baik-baik saja?" Tang Lian bertanya kemudian membantunya berdiri, pelayan itu ingin mengatakan sesuatu tetapi tidak bisa karena sepertinya organ dalam perutnya hancur.
"Siapa pemuda tanpa kultivasi itu? berani sekali dia.."
"Aku tidak tahu saudara, yang pasti ini adalah nasib sialnya.."
"Hais... Sayang sekali..."
Orang-orang yang melihat Tang Lian menolong pelayan itu menyayangkan tindakan berani Tang Lian dan terus berbisik-bisik tentang Tang Lian.
"Anak muda, aku sarankan jangan campuri urusan kami atau kau akan menyesal.." Prajurit itu berkata dengan arogan dan mengancam Tang Lian.
Namun Tang Lian tidak memperdulikan apa yang dikatakan oleh prajurit itu dan hanya membawa pelayan wanita itu duduk disebuah kursi. Pada saat yang bersamaan prajurit itu merasa kesal karena Tang Lian tidak menghiraukannya kemudian melemparkan tombaknya kearah Tang Lian.
"Anak muda, aku sudah memperingatkan kamu tetapi kamu sepertinya tidak peduli jadi matilah!!!" Prajurit itu berkata sambil melemparkan tombaknya.
Kemudian pada saat tombak itu akan mengenai punggung Tang Lian, sebuah gelas yang dilapisi dengan energi qi yang tebal dilemparkan juga kearah tombak itu.
"Tring..." Suara tombak dan gelas yang dilapisi energi qi beradu didekat punggung Tang Lian dan menyebabkan tombak prajurit itu mental dan menembus langit-langit.
"Siapa yang begitu berani!!?" Prajurit itu berteriak marah dan juga terkejut.
"Itu aku..." Zhao Yu berkata dengan santai kemudian melesat dengan cepat dari tempat duduknya kemudian langsung menancapkan tombaknya didahi prajurit itu, prajurit yang tidak siap dan tidak menyangka akan seperti ini kemudian mati ditempat dengan kebingungan dan matanya melotot, kemudian darah seketika mengalir.
"Bagus sekali!! Kau telah membunuh prajuritku maka kamu harus menerima balasannya.." Chao Ping berbicara tiba-tiba.
Kemudian Zhao Yu dan Chao Ping berseteru hebat dibelakang Tang Lian, sedangkan Tang Lian sedang berusaha menyembuhkan luka dalam pelayan itu dan tidak memperdulikan apa yang sedang terjadi dibelakangnya.
Kemudian pada saat mereka sedang berdebat salah satu prajurit yang lainnya membisikkan sesuatu kepada komandan mereka lalu komandan itu membisikkan lagi kepada Chao Ping. Setelah komandan itu selesai berbisik kepada Chao Ping, kemudian Chao Ping tertawa.
"Baiklah aku akan tawarkan agar berdamai dengan kalian tetapi dengan syarat wanita itu harus tinggal disini.." Chao Ping menawarkan perdamaian dan tanpa malu mengatakan syarat seperti itu sambil dia menatap Yun Mei dengan tatapan mesum dan menjilati bibirnya.
Tang Lian yang mendengar itu akhirnya tidak bisa menahan emosinya lagi kemudian menyudahi untuk menyelesaikan penyembuhan pelayan sebelumnya dan tiba-tiba Tang Lian menghilang dari tempatnya lalu muncul tiba-tiba dihadapan Chao Ping dan menamparnya hingga tersungkur dan menghancurkan meja.
Chao Ping begitu terkejut dan tidak bisa melihat pergerakan Tang Lian sekarang hanya bisa memegang pipinya yang panas dan giginya yang rontok.
Melihat itu prajurit dan komandan yang mengawal Chao Ping segera menolong dan membantu tuan muda mereka berdiri.
"Bunuh kedua bajingan ini..!!" Chao Ping memberikan perintah dengan suasana hati yang sangat marah dan juga malu.
"Baik tuan muda .."
Para pengawal Chao Ping berkata serempak kemudian menyerang Tang Lian yang paling dekat jaraknya dengan mereka. Namun sebelum mereka sampai dihadapan Tang Lian, sebuah tombak perak tiba-tiba terbang dari arah samping Tang Lian kemudian disusul oleh Zhao Yu yang seperti teleportasi dan dengan cepat menggenggam kembali tombaknya dan mengayunkannya kearah para prajurit itu.
Para prajurit yang melihat dan merasakan bahaya kemudian membentuk posisi bertahan bersama. Namun walaupun begitu mereka tetap tersungkur lima meter kebelakang.
"Ingin bertarung dengan tuanku? Kalian tidak pantas!!" Zhao Yu berkata kemudian menancapkan tombaknya dilantai.
Chao Ping yang juga melihat itu menjadi sedikit menyesal karena orang yang mereka anggap tidak bisa berkultivasi ternyata sangat kuat, dan begitu juga dengan orang-orang yang hanya bisa terdiam dan menonton dari tadi. Tetapi mereka juga tetap berbisik-bisik menyayangkan ini karena setelah ini Tang Lian akan berhadapan dengan Chao Peng.
"Zhao Yu urus para cecunguk ini dengan baik..." Tang Lian berkata dengan santai kemudian berjalan dengan pelan kearah Chao Ping yang ingin melarikan diri.
"Baik tuan..." Zhao Yu menerima perintah dan bergerak seperti kilat, kemudian kurang dari lima detik kepala para prajurit dan bahkan komandannya juga sudah terpisah dari lehernya.
Disisi Chao Ping yang melihat itu menjadi kencing dicelana karena ketakutan dan kemudian terjatuh dan niat untuk melarikan diri telah hilang entah kemana.
"Ka...kamu jangan mendekat, aku adalah anak dari pemimpin kota ini jadi kamu tidak bisa melukaiku atau kamu akan berakhir lebih mengenaskan.." Zhao Ping berkata sambil terkencing-kencing karena ketakutan dan berusaha mengancam Tang Lian latar belakangnya berharap Tang Lian akan takut.
Namun sayangnya Tang Lian tidak ada yang bisa mengancamnya, dan Tang Lian hanya menyunggingkan senyumnya sambil terus berjalan.
"Aku tidak akan menyakitimu..." Tang Lian berkata sambil terus berjalan dengan pelan dan untuk sesaat membuat Caho Ping tersenyum senang.
"Tetapi aku akan membunuhmu!!!" Tang Lian berkata dengan penuh emosi dan menginjak kepala Chao Ping hingga hancur berkeping dan mati ditempat.
***BERSAMBUNG***
Halo para pembaca yang Budiman, terimakasih telah mampir di novel ini jangan lupa klik tombol like dan terus dukung author juga dengan kasi vote novel author terima kasih.....
tunggu ada yang bilang hadiah? Author mau dong 😁
**********SAMPAI JUMPA***************