PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 116 "LANG JIEN"


Sebuah pertanyaan yang mengejutkan dilontarkan oleh Tang Lian dan membuat semua orang menunggu jawabannya, termasuk Long Tian yang kini tatapannya berubah menjadi serius.


"Tidak mau menjawab!?." Tang Lian membentak murid itu yang terdiam.


"Aku katakan!.. akan aku katakan tuan!..." Murid itu dengan cepat bersuara lagi.


"Jadi benar atau tidak?." Tang Lian sekali lagi bertanya.


"I-itu benar tuan..."


"BAM...!"


Tepat ketika murid itu selesai menjawab, Tang Lian menendang kepalanya hingga tulang lehernya patah dan kemudian mati dengan mata terbuka lebar, dan terlihat busa putih keluar dari mulutnya.


Mendengar kebenaran ini, membuat semua orang yang ada di sana terkejut bukan main, mereka ingin membuka suara dan berbalik menghina sekte pedang cahaya namun mereka tidak berani karena masih sangat takut dengan Tang Lian.


Disisi Long Tian dan para pejabatnya ketika mendengar ini berubah menjadi sangat marah, namun meskipun begitu mereka tetap diam dan menyerahkan semuanya pada Tang Lian.


"Giliranmu untuk menghadap!!." Tang Lian menunjuk murid lainnya lagi.


"T-tolong jangan bunuh aku tuan... aku akan melakukan apapun yang tuan minta asalkan tidak membunuhku, aku mohon!!.." Dengan sangat takut murid itu memohon pengampunan dibawah kaki Tang Lian.


"Kau jelaskan keseluruhan rencana sekte kalian..." Tang Lian berkata seraya duduk diatas punggung murid itu.


"Baik tuan... Rencananya setelah pernikahan ini selesai maka secara otomatis tahta kaisar seharusnya diwariskan kepada tuan muda Lang Xiao karena kaisar hanya memiliki satu putri. Dan bukan hanya itu saja, terdapat seseorang dibelakang sekte kami yang mencampur tanganani rencana ini, dia adalah otak dari rencana ini namun siapa orang itu aku tidak tau..." Murid itu menjelaskan apa yang dia tau.


"Hanya itu?."


"B-benar tuan, hanya itu yang aku tau..."


"Jika hanya itu aku juga sudah tau dasar bodoh!!.." Tang Lian berkata dengan kecewa lalu menarik kepala murid itu dengan paksa hingga lepas dari tubuhnya.


Murid itu berteriak kesakitan sangat keras sebelum kematiannya. Pemandangan yang mengerikan ini membuat semua orang pucat, berdiam diri seperti patung dan berharap Tang Lian tidak akan melirik kearah mereka adalah hal terbaik yang bisa mereka lakukan.


"Mereka berdua sudah tidak berguna lagi, lakukan apa yang ingin kau lakukan Zhao Yu.." Tang Lian berkata seraya berjalan kearah Lang Xiao yang kini tertunduk diam.


Rencana besar sekte pedang cahaya sudah terungkap, itu membuat Lang Xiao terdiam dan tertunduk.


"Hahahaha...." Lang Xiao tiba-tiba tertawa dan membuat semua orang heran.


"Tertawa sebelum kematianmu adalah hal terakhir yang bisa kau lakukan..." Tang Lian berkata seraya mengeluarkan kembali pedangnya dan terus berjalan kearah Lang Xiao.


"Rencana besar kami telah terungkap, ayahku juga telah mati, dan kau juga membantai murid sekte kami..." Lang Xiao terus berkata seraya tertunduk.


"Memangnya aku peduli?." Tang Lian terus berjalan mendekat dengan perlahan.


"Maka tidak ada lagi yang harus aku sembunyikan, terlebih lagi apapun yang kau lakukan kekaisaran ini tetap akan hancur, hahahaha.." Lang Xiao sekali lagi tertawa keras.


Mendengar itu Tang Lian kemudian menghentikan langkahnya dan bertanya, "Apa maksudmu?."


"Jika. kau ingin tau maka langkahi dulu mayatku..."


"Sesuai keinginanmu!!.." Tang Lian berkata kemudian melesat dengan cepat kearah Lang Xiao dan mengayunkan pedangnya. Namun sebelum pedang Tang Lian menyentuh leher Lang Xiao, tiba-tiba bayangan telapak tangan berwarna hitam menyerang Tang Lian.


Beruntung Tang Lian menyadarinya lalu dengan cepat dia bersalto kebelakang untuk menghindari serangan tiba-tiba itu.


"Siapa kau? Keluarlah dan hadapi aku secara langsung!." Tang Lian berkata dengan suara yang keras.


Setelah itu lalu seorang pria tua berambut merah dan pakaiannya yang mewah dan berwarna ungu serta corak-corak berwarna perak disekelilingnya, menampakkan diri dan berdiri dihadapan Lang Xiao.


"Kakek, kamu sudah datang!!.." Lang Xiao memasang ekspresi sangat senang ketika dia melihat kakeknya.


"Ini adalah bagian tersulitnya, yaitu menghadapi Lang Jien!!." Long Tian bergumam pelan ketika dia menatap Lang Jien kakeknya Lang Xiao.


Sesuai dengan informasi sebelumnya, Lang Jien telah mencapai ranah saint tingkat menengah sembilan puluh tahun yang lalu, dan sejak saat itu dia melakukan kultivasi tertutup, dan yang ditakutkan benar-benar terjadi, yaitu jika Lang Jien telah keluar berarti ranahnya telah meningkat lagi.


"Xiao'er, apa yang telah terjadi disini?." Lang Jien bertanya.


Mendengar itu kemudian Lang Xiao langsung bercerita kepada kakeknya tentang apa yang telah terjadi seraya memasang ekspresi sedih.


Mendengar penjelasan cucunya itu pastinya membuat Lang Jien marah, kemudian dia mengalihkan pandangannya kearah Long Tian.


"Kaisar! Aku ingin penjelasanmu tentang ini, bagaimana kau bisa diam ketika putraku dibunuh didepan matamu? Apa kau sudah tidak memandangku lagi?." Lang Jien bertanya seraya menatap Long Tian dengan tatapan tajam.


Mendengar itu kemudian Long Tian tertawa, "Hahaha... Kakek tua, jangan berpura-pura tidak tau apa yang direncanakan oleh anak dan cucumu itu..!." Long Tian juga membalas tatapan tajam Lang Jien.


"Rencana? Aku tidak tau apa yang direncanakan oleh putra dan cucuku, tapi kau telah membuat kesalahan besar karena telah membiarkan putraku mati dihadapanmu!." Lang Jien berkata dan berpura-pura tidak tau.


"Lalu apa aku harus menangis untuknya? Cuihh..!" Long Tian meludah dan merasa jijik.


Melihat itu membuat Lang Jien menjadi sangat marah, kemudian dia tanpa mengatakan apapun lagi, dia melesat dengan cepat dan menyerang Long Tian.


"Mati!!." Lang Jien menyerang Long Tian dengan aura hitam pekat dikedua tangannya dan mengarahkannya kearah dada Long Tian.


Merasakan bahaya yang sangat besar, Long Tian lalu menggunakan seluruh kekuatannya untuk menahan serangan Lang Jien.


"Jangan kau kira aku mudah untuk dibunuh!!!." Long Tian berteriak keras seraya beradu tangan dengan Lang Jien.


Setelah berteriak demikian, energi dikedua tangan mereka yang beradu meledak dan membuat mereka berdua mundur beberapa langkah kebelakang.


"Hahaha... Kaisar, kau cukup hebat bisa menahan lima persen dari kekuatanku. Selanjutnya berhati-hatilah karena aku akan mengeluarkan sepuluh persen kekuatanku..." Lang Jien berkata dengan seringai merendahkan.


"Bualan seorang anjing tua yang hampir mati sepertimu cukup besar juga..." Long Tian membalas perkataan Lang Jien dengan dingin. Namun didalam batinnya Long Tian mengumpat kesal.


Perbedaan kekuatan antara mereka berdua sangatlah besar, Long Tian berani melawan Lang Jien adalah karena ada Tang Lian disisinya, jadi dia yakin Tang Lian tidak akan tinggal diam melihat ini.


"Kau akan segera tau apakah yang aku katakan sebelumnya itu bualan atau bukan..." Lang Jien berkata lagi dan kembali menyerang dengan aura hitam yang mengelilingi kedua tangannya semakin pekat.


Disisi Tang Lian, dia tau jika Long Tian menerima serangan ini, maka dia pasti akan mati atau paling ringan adalah luka yang sangat parah, jadi Tang Lian melesat dengan cepat kehadapan Long Tian dan menghadang serangan Lang Jien.


"BOM.....!"


"Iblis tua! Kau tidak boleh melupakanku!.." Tang Lian berkata seraya menahan serangan itu dengan gerakan yang sama dengan Lang Jien. Namun yang membedakan adalah energi yang mengelilingi kedua tangan Tang Lian adalah berwarna merah seperti darah.


Ditengah-tengah beradunya kekuatan mereka berdua tiba-tiba ***BERSAMBUNG


kasih like, komen, dan votenya dong kak, bang, om, Tante, atau apalah itu😣😣😣***